My Boss My Son's Father

My Boss My Son's Father
part 81



🍁🍁🍁


Nayra yang melihat wajah masam Andrian langsung saja memotretnya, walaupun wajah terlihat cemberut di foto tapi tetap saja terlihat tampan.


"Kamu memfoto ku diam-diam?" tanya Andrian yang memergoki Nayra memfotonya diam-diam.


"Lagian Mas terlihat lucu dengan wajah masam seperti Itu."


"Kalau gitu kita foto berdua saja," Andrian mengambil ponsel Nayra lalu ber-selfie dengan Nayra. Gaya Andrian kaku ketika berfoto membuat nya terlihat seperti bapak-bapak membuat Nayra tertawa dalam hati.


"Kamu kenapa?"


"Tidak papa! Kita makan saja," ujar Nayra mengalihkan pembicaraan.


Selepas makan mereka langsung menuju ke kamar hotel. Mereka begitu sangat lelah dengan perjalanan yang cukup panjang membuat mereka berdua langsung terlelap.


Pagi-pagi suara bel berbunyi membuat sepasang kekasih itu terbangun dari balik selimut tebalnya. Dinginnya susana kota Seoul membuat Andrian maupun Nayra malas beranjak dari tempat tidur.


"Siapa sepagi ini membunyikan bel?" gerutu Andrian sambil bangkit dari tempat tidurnya.


"Ini sudah jam sembilan pagi lho Mas," Nayra melihat jam yang ada di ponselnya.


Ketika Andrian membukakan pintunya terlihat sudah ada laki-laki yang ia tak suka berdiri di sana.


"Kenapa kamu datang ke sini? Kamu mengganggu tidur saya saja," ujar Andrian dengan wajah kesalnya.


"Maafkan saya Tuan, tapi bukannya ini jadwal kalian untuk pergi berliburan, jadi saya ditugaskan untuk mengantarkan Anda dan Nona Nayra untuk berlibur di kota Seoul.


"Siapa itu Mas?" tanya Nayra dari dalam.


Mendengar suara orang menyahut membuat Lee Seung sedikit mengintip di dalam, tapi dengan cepat Andrian menghalangi Lee Seung melihat ke dalam karena Nayra sedang menggunakan baju yang agak sedikit terbuka. Dia tidak mau istrinya di lihat oleh orang lain.


"Mau ngapain kamu melihat ke dalam?" tanya Andrian menatap tajam ke arah Lee Seung.


"Tidak papa Tuan! Saya akan tunggu Anda di depan. Kalau gitu saya pamit dulu," ujar Lee Seung menuju ke lobi untuk menunggu Andrian dan Nayra.


Kemudian mereka pun bersiap-siap dengan menggenakan baju yang agak tebal. Sudah hampir setengah jam mereka bersiap-siap tetapi Lee Seung dengan sabar menunggu mereka berdua siap-siap.


"Maafkan kami Lee Seung! Kamu jadi lelah menunggu kami bersiap-siap," ujar Nayra yang tak enak dengan Lee Seung.


"Tidak papa Nona! Sekarang Anda ingin pergi ke mana?" tanya Lee Seung.


"Terserah kamu saja, aku tak terlalu tau tempat yang bagus di sini."


"Apakah Tuan dan Nona mau pergi ke taman Namsan?" tanya Lee Seung.


"Terdengar menarik, baiklah kita ke sana," ujar Nayra yang begitu bersemangat.


Ketika diperjalanan Nayra tak henti-hentinya melihat pemandangan di setiap sudut kota Seoul itu. Dia mengabadikan momen itu dengan kamera ponselnya. Andrian yang dari tadi melihat tingkah Nayra hanya tersenyum-senyum, dia sangat senang bila melihat Nayra juga senang.


Sesampainya di sana mereka disuguhkan dengan pemandangan yang begitu indah, dari sana bisa terlihat pusat kota Seoul.


"Apakah kamu mau berfoto di sini?" tanya Andrian yang tau mau istrinya.


"Iya, di sini sangat begitu indah."


"Ke sinikan ponselmu! Aku akan memfoto mu," Andrian mengambil ponsel Nayra lalu memfoto Nayra dengan gaya Nayra yang berbeda-beda.


"Apa Tuan tidak mau berfoto juga?" tanya Lee Seung.


"Aku tidak suka berfoto," ujar Andrian.


"Anda bisa berfoto dengan Nona Nayra, biar saya yang memfoto Anda."


Mendengar tawaran Lee Seung membuat Andrian tertarik untuk berfoto. Kemudian Lee Seung mengarahkan gaya berfoto mereka berdua agar terlihat bagus.


"Tuan Andrian bisa memegang pinggang Nona Nayra, dan jarak kalian berdua jangan terlalu renggang," instruksi Lee Seung karena dia begitu berpengalaman memfoto pasangan kekasih.


Andrian yang memang tak terbiasa berfoto terlihat tegang di sana dan Nayra sedikit canggung dengan Andrian memegang pinggang nya di depan umum.


"Tuan! Anda tidak usah terlalu tegang, jadi terlihat tidak bagus," ujar Lee Seung.


"Kenapa kamu mengatur saya?" Andrian sedikit tak suka diperintah seperti itu padahal ini demi mereka sendiri.


"Mas! Lee Seung begitu agar foto kita terlihat bagus," bisik Nayra.


"Kamu membelanya?"


Setelah lama berdebat akhirnya hasil fotonya tak sia-sia, terlihat bagus dan begitu romantis. Karena tak puas dengan satu gaya mereka pun berfoto lagi dengan beberapa gaya.


Ketika pose terkahir Andrian mencium bibir Nayra membuat Nayra memelototi matanya. Ia begitu malu dicium ditempat umum seperti ini. Padahal di sana hal yang sangat lumrah berciuman di tempat umum bahkan Lee Seung tak kaget sedikit pun.


Tepat Andrian mencium Nayra, Lee Seung langsung mengabadikan momen itu, terlihat begitu bagus dan sangat romantis dengan pasangan itu.


Sedangkan Nayra masih terdiam saja dengan perlakukan Andrian tadi.


"Kenapa Mas tak memberi aba-aba dulu kalau mau cium?" tanya Nayra kesal.


"Memang kenapa kalau aku tiba-tiba melakukannya?"


"Nayra malu."


"Di sini tak ada memperdulikan hal itu jadi kamu tak usah malu seperti itu, lagian kita sudah suami-istri."


"Tapikan!"


"Apakah kamu mau lagi?" goda Andrian membuat Nayra langsung menutup mulutnya.


Karena sudah lama di sana, mereka mencari tempat makan untuk makan siang.


Cuaca yang sangat dingin membuat mereka ingin makan yang cocok dengan suasana dingin. Akhirnya mereka memesan ramyeon.


Di pertengahan makan siang mereka ada seseorang yang menyapa Andrian di sana.


"Andrian!" panggil seseorang pria sebaya dengan Andrian, ia terlihat begitu tampan dan berwibawa.


"Nathan!" ujar Andrian yang mengenali pria yang menyapanya tadi.


"Kamu sedang apa di sini?" tanya Andrian ke Nathan.


"Kamu sendiri sedang apa di sini?" balik tanya Nathan.


"Aku sedang berliburan dengan istriku," ujar Andrian.


"Owh! Di mana istrimu sekarang?" tanya Nathan yang memang tak memperhatikan ada Nayra di sana, karena begitu keasikan ngobrol dengan Andrian.


"Ini dia!" tunjuk Andrian menghadap Nayra. Ketika mengalihkan pandangannya. Sontak Nathan terkejut melihat siapa yang ia lihat sebagai istri sahabatnya itu.


"Pak Nathan! Nayra!" ucap mereka berbarengan dengan saling menunjuk satu sama lain.


"Kalian saling kenal?" tanya Andrian yang memang tidak tau hal itu.


"D-dia istrimu?" tanya Nathan yang tak menyangka hal itu.


"Hm!"


Berarti Anaknya Nayra itu anak kandung mu?" tanya lagi Nathan yang memang tau kejadian itu, hanya saja dia tak tau itu adalah Andrian dan Nayra.


"Iya!" ucap lagi Andrian.


"Kamu belum menjawab pertanyaan ku tadi, kenapa kamu bisa mengenal Nayra?" tanya Andrian.


"Dia dulu karyawan di salah satu restoran ku."


"Itu saja?" tanya Andrian lagi, karena dia tak yakin hanya sebatas itu. Karena dia tau Nathan tak mungkin mengenal karyawan nya sejelas ini tanpa ada sesuatu.


"I-iya! Memangnya kenapa kamu menanyakan hal yang tak penting seperti itu?"


Dari gelagat Nathan membuat Andrian begitu curiga. Nathan terlihat gugup dengan pertanyaan tadi, padahal dia biasa saja bertanya.


Sedangkan Nayra hanya diam saja karena tak mau ikut campur, dia juga begitu kaget bahwa Nathan dan suaminya berteman.


Begitu juga dengan Lee Seung yang sibuk sendiri dengan ponselnya sambil memakan lahap ramyeon yang telah ia pesan. Dia duduk terpisah dengan Andrian dan Nayra, dan dia tak terlalu peduli dengan masalah mereka.


"Apakah aku bisa bergabung dengan kalian di sini? Sudah tidak ada tempat lagi untuk duduk," ujar Nathan menawarkan diri.


Dan memang semua tempat sudah full di sana, mungkin karena rasa ramyeon nya begitu enak dan terkenal membuat tempat ini selalu full.


See you again..


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN TAMBAHKAN DI FAVORIT ^_^