My Boss My Son's Father

My Boss My Son's Father
part 72



🍁🍁


"Mama tenang saja, percayalah pada Andrian dia pasti bisa menyelesaikan ini," ujar pak Wijaya menenangkan istirnya.


"Semoga saja ya Pah."


Sedangkan Andrian sudah mencarinya ke penjuru kota tapi sama sekali tak ada tanda-tanda keberadaan Nayra, bahkan semua anak buah yang ia kerahkan tak kunjung mendapatkan keberadaan Nayra.


Sudah menunjukkan pukul 2 dini hari tapi sampai saat ini belum menemukan Nayra, ia merasa gagal karena mungkin tak akan menempatkan janjinya pada mamanya.


Kini Andrian posisinya berada dalam mobil di samping jalanan yang sepi. Lama memikirkan sesuatu dan Andrian teringat bahwa dia sempat menaruhkan GPS di ponselnya Nayra.


Dengan cepat Andrian memeriksa keberadaan Nayra di ponselnya. Setelah tau di mana keberadaan Nayra, Andrian pun langsung bergegas ke tempat itu.


Di sisi lain terlihat Nayra disekap oleh dua orang yang tadi menculiknya. Tangganya di ikat menggunakan tali dan mulutnya dibungkam dengan lakban.


Terlihat mata Nayra yang sudah memerah dengan air mata yang tak henti-hentinya keluar, terlihat rambutnya yang begitu acak-acakan dengan baju yang sudah lusuh.


Ingin rasanya Nayra berteriak tapi tidak bisa dengan mulutnya yang dibekap. Hanya bisa meronta-ronta saja tapi tak sama sekali digubris oleh para penjahat itu.


"Kita harus apakah wanita ini? Aku begitu sangat bosan melihatnya dari tadi menangis mulu," seru salah satu dari mereka.


"Atau kita nikmati saja tubuhnya, nanggung kalau kita anggurin wanita cantik seperti dia," usul yang satunya dengan raut wajah jahat dan menjijikan.


"Nanti Bos marah lagi kalau dia kenapa-napa."


"Tenang saja Bos bilang kalau kita bisa melakukan apapun padanya asalkan dia tak lolos sampai besok."


Mendengarkan kedua orang itu berbuat jahat padanya, ia langsung memberontak ingin dilepaskan. Tapi bukanya dilepaskan malah kedua orang itu hanya tertawa jahat ke arah Nayra.


"Karena aku lebih tua darimu, maka aku yang lebih dulu melakukannya," ujarnya.


"Baiklah! Tapi jangan lama-lama, aku juga ingin."


"Tenang saja kamu pasti kebagian."


Nayra menangis segugukan, ia merasa marah dan kesal kepada penjahat itu, ia berharap ada orang yang membebaskan nya secepat mungkin.


"Ayok wanita manis, ikut bersamaku! Malam ini kita akan bersenang-senang," ucap penjahat itu ingin memegang wajahnya yang cantik itu. Tapi dengan cepat Nayra langsung memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Aku suka yang seperti ini, ayoklah kita akan bersenang-senang. Aku janji akan membebaskan mu tapi nanti setelah kita melakukannya."


Ingin penjahat itu kembali memegang wajah cantik Nayra, tapi dari arah belakang Andrian datang meninju wajah penjahat itu sampai berdarah.


"Beraninya kau ingin memegang kekasihku, tak akan ku biarkan kau hidup!!" Andrian kembali memukuli wajah penjahat itu berkali-kali hingga babak belur.


Sedangkan dari arah belakang penjahat yang satunya ingin menusuk Andrian tapi dengan cepat Andrian menghindar dan langsung meninju perutnya.


"Berengsek kalian!! Aku tak akan membiarkan kalian hidup."


Mata Andrian terlihat memerah meluapkan amarahnya, ia tak henti-hentinya memukuli penjahat yang satunya sampai tak berdaya lagi.


Sedangkan yang satunya sudah pingsan karena pukulan Andrian yang begitu kuat. Lalu Andrian melepaskan tali dan lakban di tubuh Nayra.


"Kamu tidak papa Sayang? Apakah kamu terluka? Apakah berengsek itu melakukan sesuatu padamu?" pertanyaan bertubi-tubi yang dilontarkan Andrian pada Nayra sambil memeriksa semua tubuh Nayra apakah ada yang terluka atau tidak.


"Tidak! Aku tidak papa. Aku hanya takut karena tiba-tiba saja mereka membawaku ke tempat sini hiks..." Nayra menangis dengan tubuhnya yang gemetar dengan kejadian tadi.


"Kamu tenang saja, aku sudah ada di sini. Tak akan ku biarkan siapapun bisa menyakitimu," Andrian memegang pipi Nayra lalu memeluknya untuk memberikannya ketenangan.


"Awas!" teriak Nayra yang melihat penjahat itu tiba-tiba ingat menusuk Andrian dari belakang. Tapi dengan cepat Andrian melepaskan pelukannya lalu menghindarinya tapi tangan Andrian sedikit tergores ketika menghindar tadi.


"Berengsek kau!!" dengan sekuat tenaga Andrian memukuli wajah penjahat itu sampai pingsan.


Pukulan ketiga membuat penjahat itu langsung terkapar tanpa bergerak sedikit pun.


"Tangan mu terluka Mas," ujar Nayra yang melihat darah jatuh dari tangan Andrian.


"Ini tidak papa! Akan ku obati nanti."


Sebelum mereka meninggalkan tempat itu Andrian terlebih dahulu menghubungi anak buahnya untuk mengurusi para penjahat ini.


Di mobil Andrian menyetir mobil dengan keadaan tangan yang masih terluka.


"Stop Mas!" seru Nayra.


"Ada apa menyuruhku stop di tengah jalan?" walaupun begitu Andrian tetap melakukan yang diperintahkan oleh Nayra.


Terlihat Nayra mengambil kotak P3k di laci mobil Andrian, dia selalu menaruhnya di sana bila terjadi apa-apa.


"Siniin tangan Mas yang terluka!" ujar Nayra menarik tangan Andrian


***


"Ini tidak terlalu parah," seru Andrian.


"Apanya yang tidak parah? Dari tadi darahnya mengalir terus. Sekarang Mas diam saja aku akan mengobatinya.


Dengan cekatan Nayra mengobati Andrian, sedangkan Andrian tidak henti-hentinya menatap Nayra yang fokus untuk mengobati tangan nya.


"Aw!" Andrian sedikit kesakitan ketika Nayra mengoleskan Iodium (Betadine) pada tangannya yang luka.


"Apa terasa sakit?" tanya Nayra langsung meniup-niup tangan Andrian yang terluka.


"Rasa sakitnya langsung hilang bila kamu yang menggobatinya."


"Kamu jangan gombal mulu, lihat tanganmu sedang terluka."


Selesai menggobati lukanya, tak terasa sudah pagi membuat mereka berdua cepat-cepat pulang.


"Apa kamu kuat bila melangsungkan pernikahan sekarang? Atau kita undur saja pernikahannya?" tanya Andrian yang melihat kondisi Nayra begitu kecapean


"Aku tidak papa! Nayra tak enak dengan Mama yang sudah mempersiapkan pernikahan ini, kasihan juga keluarga Mas akan menanggung malu jika pernikahannya dibatalkan.


"Baiklah kalau itu maumu."


Dengan cepat Andrian membawa mobilnya agar tepat waktu datang ke acaranya, belum lagi Nayra yang akan di make over begitu juga dengan nya belum siap-siap.


"Akhirnya kamu menemukan Nayra, Mama begitu khawatir dengan keadaan mu Sayang," ujar nyonya Kumala yang menyambut mereka di depan hotel tempat mereka menggelar pesta pernikahan.


"Nayra tak papa Mah, untung saja Mas Andrian tepat waktu menolong Nayra."


"Kalau gitu ikut Mama untuk bersiap-siap, sebentar lagi tamu akan datang sedangkan pengantinnya masih belum siap-siap. Dan kamu juga Andrian, bersiap-siaplah untuk menyambut para tamu yang hadir."


"Baik Mah!"


Nyonya Kumala menggantarkan Nayra pergi ke MUA yang sedari tadi menunggu penggantinya tiba. Setelah satu jam lamanya di make up akhirnya selesai juga.


Terlihat Nayra begitu cantik dengan make up-nya yang senada dengan gaun yang ia kenakan. Terlihat begitu mewah dan elegan. Bahkan calon mertuanya pun terkagum-kagum dengan kecantikan Nayra.


"Kamu cantik sekali Sayang, pasti Andrian tak akan berkedip melihat dirimu secantik ini."


"Terima kasih Mah!" ucap Nayra malu-malu.


See you again...


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN TAMBAHKAN DI FAVORIT ^_^