
🍁🍁🍁
Andrian menaruh kepala Nayra ke samping bahunya untuk menyender lalu Andrian memberikan Nayra selimut biar tambah nyenyak tidurnya. Padahal di dalam pesawat itu ada tempat tidur tapi Andrian sengaja menyuruh Nayra tidur didekatnya agar ia bisa melihatnya.
Ketika Nayra tertidur Andrian tak bosan-bosannya memandang wajah Nayra, ia membelai rambut panjang Nayra, setelah itu memegang pipi, bibir dan seterusnya.
Setelah perjalanan jauh, akhirnya mereka sampai di Seoul south airport. Ketika turun dari pesawat mereka berdua sudah disambut oleh orang sana yang memang bisa berbahasa Indonesia, jadi mereka nantinya tak akan susah ketika berlibur di sana.
"Selamat datang di Seoul south Tuan Andrian dan Nona Nayra," ucap orang itu dengan menundukkan kepalanya bentuk hormatnya.
"Terima kasih__" ucap Nayra terpotong karena tidak tau harus memanggil orang itu apa. Karena orang itu mengerti dengan Nayra tadi ia terlebih dahulu memperkenalkan dirinya.
"Nona bisa memanggil saya Lee Seung!" ucapnya.
"Baiklah Lee Seung."
Lee Seung memang asli orang Korea, dia bisa berbahasa Indonesia dengan lancar karena ikut kelas berbahasa Indonesia dan pernah tinggal di Indonesia selama dua tahun. Umurnya yang masih muda dan berwajah tampan membuat banyak cewek-cewek yang naksir padanya bahkan Nayra saja sempat kagum melihat wajah Lee Seung pertama kalinya.
"Mari saya antarkan Tuan dan Nona ke hotel," ucap Lee Seung.
Di perjalanan Lee Seung lah yang mengendarai mobil sedangkan Nayra dan Andrian duduk di jok penumpang. Di sepanjang perjalanan Nayra dan Lee Seung terlihat sudah akrab karena kesukaan mereka hampir mirip membuat mereka nyaman untuk berbicara.
"Lee Seung!" panggil Nayra.
"Ne!" jawab Lee Seung.
"Apakah kamu pernah ke pulau Jeju?"
"Saya pernah ke sana beberapa kali dan pemandangannya begitu indah di sana, apakah Nona ingin ke sana?" tanya Lee Seung dengan tetap fokus menyetir mobil.
"Saya ingin sekali ke sana kata orang-orang pulang Jeje begitu indah, saya juga sering melihatnya di Drakor," ucap Nayra begitu senangnya.
"Apa Nona suka nonton Drakor?"
"Saya sangat suka nonton Drakor dan Drakor yang paling saya suka adalah A Business Proposal, drama nya begitu sangat bagus."
"Wah saya juga pernah menontonnya, dan ceritanya begitu sangat bagus bahkan saya sudah menontonnya berulang kali."
"Jinja? Kenapa kesukaan kita begitu sama?"
"Saya suka melihat pemainnya yang begitu tampan dan cantik," ujar Lee Seung.
"Saya perhatikan kamu sekilas mirip dengan Sekertaris Cha di drama itu," ucap Nayra yang sadar kalau Lee Seung agak sedikit mirip dengan salah satu tokoh drama kesukaannya itu.
"Ah tidak mungkin Nona! Saya tidak setampan Sekertaris Cha," ujar Lee Seung malu-malu karena dipuji oleh Nayra.
Di sebelah Nayra ada seseorang yang terlihat begitu sangat marah dengan terbakar oleh api cemburu. Sedari tadi Andrian mengepalkan tangannya karena cemburu melihat Nayra begitu dekat dengan Lee Seung, walaupun sekedar mengobrol ia begitu tidak suka.
Apalagi Nayra sempat memuji Lee Seung tampan, padahal dia jauh lebih tampan dari pria Korea itu. Ingin sekali dia menendang Lee Seung keluar dari mobil itu tapi hanya dia yang bisa membantunya penunjuk jalan walaupun Andrian pernah beberapa kali ke sini tapi dia tak hafal dengan semua jalanan di Seoul.
"Tapi Nona sama beruntungnya dengan Shin ha-ri pemain drama itu, sama-sama menemukan pasangan yang tepat. Sin ha-ri menemukan Kang Tae Mu (nama pemain drama) sedangkan Nona menemukan Tuan Andrian Ghratama," ujar Lee Seung memuji Andrian.
Mendengar pujian itu membuat Andrian sedikit mereda emosinya walaupun ia masih agak tak suka dengan Lee Seung.
Nayra langsung memandang suaminya itu. Ia memperhatikan Andrian dari atas sampai bawah. Dan ia mengakui bahwa dirinya seberuntung Sin ha-ri (nama pemain drama) sama-sama mendapatkan pasangan sempurna. Secara Andrian adalah Presdir sebuah perusahaan terkenal, sama-sama tampan dan tak lupa bucin dan romantis.
"Kenapa menatap ku seperti itu? Apakah aku terlalu ganteng?" tanya Andrian begitu PD-nya.
Sedangkan Lee Seung hanya berdehem karena begitu gerah melihat keromantisan pasangan kekasih ini. Secara dirinya masih jomblo.
Setelah menempuh perjalanan cukup lama, akhirnya mereka sampai di sebuah hotel di kota Seoul. Di dalam kamar hotel hanya ada mereka berdua Andrian dan Nayra. Sedangkan Lee Seung pergi dari sana dan akan balik besok pagi untuk menggantarkan mereka berjalan-jalan.
"Mas kenapa dari tadi hanya diam saja ketika Nayra ajak menggobrol? Mas marah sama Nayra?" tanya Nayra yang sedari tadi melihat Andrian diam saja tidak mau menyapa Nayra.
"Kamu tanya diri sendiri kenapa aku sampai seperti ini."
"Memangnya Nayra sudah berbuat apa sampai Mas tak mau berbicara dengan Nayra."
"Aku tak suka kamu terlalu dekat dengan cowok tadi, kamu milikku dan tetap akan menjadi milikku!" ucap Andrian dengan intonasi menekankan.
"Hah? Lee Seung maksudnya? Nayra hanya berbicara seadanya dengan Lee Seung."
"Tetap saja aku tak suka!"
"Jadi Mas cemburu nih?" goda Nayra dengan menatap wajah Andrian yang sedang ngambek.
"Tidak! Aku hanya tak suka saja."
"Ohhhh berarti Mas nggak cemburu Nayra dengan Lee Seung? Lagian Lee Seung juga terlihat tampan, mirip aktor yang Nayra idolakan," Nayra sengaja memanas-manasi suaminya agar mau mengaku kalau dia sedang cemburu.
"Iya-iya aku mengaku kalau aku cemburu, jangan sebut dia lagi! Kupingku terasa panas bila kamu memujinya."
Nayra tertawa renyah mendengar pengakuan suaminya itu, dia begitu sangat senang bila suaminya cemburu padanya, itu pertanda bahwa Andrian benar-benar cinta padanya.
"Yasudah kita tak akan membahas Lee Seung lagi, Nayra sangat lapar," ucap Nayra sambil memegang perutnya yang terasa begitu keroncongan.
"Kamu mau makan apa? Biar aku pesankan."
"Nayra ingin makan di luar, Nayra mau merasakan suasana malam di Korea," ujar Nayra.
"Baiklah! Kamu siap-siap, kita akan makan di luar."
Sebenarnya Andrian begitu terasa lelah dengan perjalanan yang cukup jauh dan tak pernah istirahat. Tapi demi menuruti keinginan istrinya dia rela melakukannya.
Dengan perjalanan kaki Andrian dan Nayra menuju lestoran yang ada di kota Seoul karena lestoran nya tak terlalu jauh dengan hotel tempatnya tinggal.
Walaupun sudah memasuki jam sepuluh malam tetapi orang-orang di sana masih begitu rame berjalan kaki, dengan suasana Musin dingin menambah kesan malam itu sangat indah.
Sesampainya di lestoran itu, Nayra memesan kimchi dan bibimbap, sedangkan Andrian ikut memesan yang dipesan Nayra karena tak tau harus memesan apa.
Tak lama menunggu, akhirnya pesanan mereka sampai. Sebelum makan Nayra tak lupa mengabadikan momen itu dengan memfotonya.
"Jangan di makan dulu Mas! Nayra ingin memfoto makanannya dulu," ujar Nayra dengan ponsel yang dari tadi memotret makannya.
"Semua wanita sama, suka berfoto," gumam Andrian yang dari tadi sudah kelaparan.
Nayra yang melihat wajah masam Andrian langsung saja memotretnya, walaupun wajah terlihat cemberut di foto tapi tetap saja terlihat tampan.
See you again...
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN TAMBAHKAN DI FAVORIT ^_^