Holding The Heart

Holding The Heart
BAB 83 : Hal Yang Tidak Tertebak



" Mereka hanya belum terbiasa bukan? Lama kelamaan mereka juga akan terbiasa, memang awalnya agak sulit, tapi nanti juga akan membaik. Kau bawalah satu, aku tidak bisa mengurus keduanya. "


Jarvis terdiam mendengarkan dengan seksama suara Elle. Iya, suara itu yang dia dengarkan, dan dia rindukan. Entah akan jadi seperti apa hubungannya dengan Elle, Jarvis tidak memikirkannya sejenak karena mendengarkan suara Elle seperti kebahagiaan yang membuatnya lupa akan masalah yang tengah terjadi di antara mereka berdua.


" Ini, bawalah! " Elle menyudutkan satu anak anjing yang adalah Jason untuk Jarvis bawa pergi tentunya.


Jarvis tak bicara, dia mengambil Jason dari tangan Elle dan membawanya ke dalam gendongannya. Memang bisa apa lagi dia kalau bukan menuruti apa yang di katakan Elle? Bahkan untuk membatin tidak dia sendiri juga tidak memiliki keberanian sama sekali. Benar-benar di luar dugaan karena begitu Jason berada di gendongan Jarvis Jason menggonggong dengan begitu heboh. Dia menggerakkan kakinya seolah enggan berada jauh dari Elle membuat Jarvis merasa tak enak dan bingung jadinya.


" Maaf, aku tidak tahu kalau mereka akan banyak tingkah seperti ini. "


Elle terdiam, sungguh dia tidak menyangka kalau akan banyak mendengar kata maaf dari bibir Jarvis beberapa waktu terakhir ini. Wajah tulis saat mengatakan kata maaf itu benar-benar membekas sekali di ingatan Elle seolah Jarvis benar-benar begitu tulus. Entah iya atau tidak, tapi sekarang ini masih sangat sulit bagi Elle menjabarkan semua dan menerimanya dengan baik seolah semua akan baik-baik saja.


" Baiklah, kita tukar saja Jessi dan jason. " Elle menyodorkan Jessi dan meletakkan di tangan Jarvis yang sudah siap di sana, lalu mengambil Jason dan membawanya ke dalam gendongannya. Lagi-lagi hal di luar dugaan juga terjadi, Jessi Menggonggong dengan begitu semangat, kakinya bergerak terus menerus seolah ingin lompat dari tangan Jarvis ke dalam gendongan Elle.


" Ini, aku benar-benar tidak meminta mereka melakukan ini, aku tidak bohong. " Ucap Jarvis yang jadi merasa ya enak tentunya dengan tingkah dua anak anjing yang tingkahnya mirip anak manusia saja.


Elle menghela nafasnya, tentu saja tidak mungkin Jarvis melakukan itu, bagaimanapun Jessi dan juga Jason adalah sepasang anak anjing yang tidak begitu hebat sampai memahami bahasa manusia seutuhnya sampa harus berpura-pura seperti itu.


" Baiklah, biarkan aku yang merawat mereka. "


Jarvis mengangguk, dia menyerahkan satu lagi anak anjing yang tak lain adalah Jessi ke dalam gendongan Elle.


" Maaf, aku tidak tahu kalau akan seperti ini, aku pikir mereka hanya rindu dengan mu dan tidak akan sampai seperti ini. "


Elle mengangguk seolah tak masalah dengan tingkah dua anjing itu.


" Kau sudah bisa pulang ke rumah mu, aku juga akan segera masuk ke dalam, ini sudah cukup malam, aku harus segera istirahat. " Ucap Elle tapi kali ini dia sama sekali tak berani menatap kedua bola mata Jarvis tidak tahu apa alasannya.


" Baiklah. " Jarvis memaksakan senyumnya, beberapa saat lalu Jarvis cukup tidak tahu diri dengan mengharapkan akan waktu yang lebih panjang untuk bersama dengan Elle. Tapi mengingat betapa sulitnya mengembalikkan kesembuhan Elle, sungguh dia juga tidak sanggup jika sampai itu akan terjadi lagi.


Guk guk guk guk guk guk guk guk


Baru saja Jarvis berbalik ingin masuk ke dalam mobil, Kedua anjing itu begitu kompak Menggonggong dan bergerak hingga Jason terjatuh dari gendongan Elle. Jason berlari begitu jatuh dan menaikkan satu kakinya ke kaki Jarvis seolah tidak mengizinkan Jarvis untuk meninggalkan mereka, dengan kata lain Jessi dan juga Jason ingin tinggal bersama dengan Elle dan Jarvis.


Elle dan Jarvis kompak menatap dengan tatapan terkejut dan juga bingung.


" Jason, tinggal lah bersama Ibu, aku tidak bisa tinggal di sini juga. "


Elle kembali terdiam, dia benar-benar tidak tahu kalau anak anjing bisa bertingkah seperti ini, dan itu benar-benar amat pintar dan menggemaskan batin Elle.


Jarvis membawa Jason ke dalam gendongannya, lalu berjalan masuk ke halaman rumah Elle, meletakkannya di sana.


" Berikan saja padaku. " Ucap Elle karena dia tahu benar jika Jason pasti akan berlari lari untuk mengejar Jarvis lagi. Setelah mendapatkan Jason untuk dia gendong, Jarvis mulai menjalankan kakinya menuju di mana mobilnya terparkir. Sungguh kakinya terasa berat, tapi dia juga tidak bisa kalau berada di sana. Selain takut Elle akan mengingat tentang rasa sakit masa lalu, dia juga tahu benar kalau keberadaannya pasti tidak akan di terima oleh keluarga Elle.


Jarvis..........


Begitu lah suara hati Elle begitu melihat Jarvis mulai menjauh darinya. Kenapa hati itu begitu lemah dan mudah sekali merasa bimbang?


Elle membuang pandangannya, lalu segera membalikkan tubuh karena tidak ingin terlalu lama menatap punggung Jarvis. Rasanya benar-benar sangat tidak biasa karena dadanya terasa sesak untuk alasan yang tidak jelas hanya karena melihat Jarvis pergi menjauh untuk kembali ke rumahnya.


Jarvis terdiam sebentar begitu masuk ke dalam mobil. Sungguh hatinya kaca balau karena melihat Elle barusan. Perasaan ingin memeluk dan memiliki Elle secara utuh seorang diri begitu mencekiknya, tapi perasaan takut yang juga dia rasakan seolah mengikatnya dengan kuat hingga sesak setiap kali memikirkan tentang kebersamaan dengan Elle.


Sudahlah, memikirkan masalah ini memang tidak akan menemukan ujungnya. Jarvis menekan tombol starter mobil dan langsung menjalankan kendaraannya menuju rumah yang sebelumnya ia tinggali bersama dengan Elle.


Begitu sampai di rumah, Jarvis menatap sebuah mobil yang biasa di gunakan Ibunya terparkir di garasi mobil rumahnya. Entah siapa yang datang karena Jarvis tahu benar Ibunya sudah berangkat ke luar negeri dari dua hari sebelumnya.


" Sayang? "


Jarvis menatap dingin seorang wanita yang kini berlari ke arahnya, berniat memeluknya tapi gagal saat wanita itu minat sorot mata Jarvis yang begitu dingin dan tajam.


" Vivian, kenapa kau ada di sini? "


Vivian memaksakan senyumnya, sebenarnya dia benar-benar bahagia sekali karena saat bertanya kepada Eliza dan Eliza memberitahu bahwa Elle sudah di jemput keluarganya. Jadi sekarang sudah tidak ada halangan antara dia dan juga Jarvis bukan?


" Sayang, aku minta maaf karena datang tidak memberitahu mu, aku hanya tidak tahan karena merindukan mu. "


Jarvis membuang nafasnya.


" Berhentilah memanggil ku seperti itu, Vivian. Kau tahu aku sudah tidak membutuhkan mu untuk berakting bukan? "


Vivian terdiam sebentar, tapi bukan berarti dia akan diam dan menurut saja. Dia akan mencoba bersikap manja dan membuat kesan yang berbeda kepada Jarvis.


" Sayang, bukankah sudah waktunya kita memikirkan hubungan kita berdua? Kita kan juga perlu memiliki anak. "


" Diam! Diam kau, Vivian! Malam sialan itu, andai saja aku tidak mabuk sampai tidak sadar mana mungkin kau hamil?! Aku tidak menginginkan anak, jadi jangan membuat ku kesal. "


Bersambung.