
" Hipnotis. Memancing dia, kita buat dia seperti berada di ruang yang kosong, gelap dan hampa, lalu anda bisa membujuknya, perlahan membuatnya untuk mendengarkan Anda, membawa dia keluar dari ruang gelap itu. Tugas anda memang hanya mengarahkan istri anda, tapi jika istri anda tidak memang tidak memiliki keinginan untuk keluar dari sana, maka kemungkinan terbesarnya adalah istri anda benar-benar tidak akan mendapatkan kesadarannya hingga batas waktu yang tidak bisa di tentukan, atau juga tidak akan pernah bisa. "
Jarvis terdiam karena dia bingung, bagaimanapun dia ingin Elle sembuh, tapi bagiamana jika dia bahkan tidak bisa membawa kesadaran Elle untuk kembali?
" Dokter, apakah bisa jika bukan hanya aku yang menuntun Elle? Aku sangat takut jika aku adalah orang yang akan membuat Elle celaka. "
Dokter itu terdiam sebentar.
" Anda tidak mempercayai diri anda sendiri? "
" Iya, aku tidak bisa mempercayai diriku sendiri karena aku adalah orang yang sudah memberikan banyak luka. Aku takut, aku takut sekali karena ini adalah untuk hidup istriku. "
" Cobalah gunakan salah satu dari orang terdekat yang dia sayang, tapi saran ku anda juga tidak ada salahnya untuk mencoba. Hanya saja, saat menuntun istri anda tidak ada yang boleh bersuara selian yang sedang menuntun. Tapi kalau anda keberatan juga tidak masalah, kita akan coba pelan-pelan dan berdoa bersama supaya istri anda cepat pulih. Hanya saja cara ini juga butuh waktu yang cukup lama anda tahu benar bukan? "
" Kalau seandainya istri saya tinggal di tempat perawatan khusus apakah itu akan mempermudah dia? "
" Tidak, akan lebih baik jangan melakukan itu. Bagaimanapun istri anda akan mendapatkan kesadaran di beberapa saat yang tidak tentu, takutnya dia akan merasa di anggap gila, dan itu akan membuat dia putus asa lalu membuat keadaan mentalnya memburuk dengan drastis. "
Jarvis mengusap wajahnya dengan kasar, sial! Dia benar-benar tidak tahu jika efek dari balas dendam salah sasarannya akan sebesar ini. Bukan hanya menyesal, jika ada kata yang lebih dari itu maka itu lah yang tengah di rasakan Jarvis, perasaan marah dan kecewa kepada dirinya sendiri seolah menambah hukuman untuk Jarvis hingga setiap waktu perasaannya juga sulit untuk dia tangani.
" Biarkan aku bicarakan ini dengan adiknya istri ku dulu, Dokter. "
Dokter itu mengangguk setuju, bagaimanapun dia juga paham benar keputusan ini agak berat dan sulit untuk di putuskan.
" Baiklah, kalau begitu saya akan kembali besok lusa seperti jadwal biasanya. Tapi jika Tuan cepat memutuskan, saya akan datang secepatnya sebelum jadwal rutinnya. "
" Dokter, ada satu lagi pertanyaan yang ingin saya tanyakan. Kira-kira apakah hanya seperti ini saja perawatan untuk istri saya? "
" Tidak, untuk beberapa hari kedepan saya perlu tahu benar bagaimana dan sampai tahap apa fokus yang di miliki istri anda, baru setelah itu kita mulai terapi. "
" Kemungkinan keberhasilan dengan cara itu berapa persen, Dokter? "
Dokter itu menghela nafasnya.
" Lima puluh persen, Tuan. "
" Artinya juga lima puluh persen gagal? "
" Semua adalah tergantung keinginan istri anda, Tuan. Itulah kenapa saya menyarankan untuk melakukan hipnotis dan menuntun istri anda untuk kembali mendapatkan kesadaran atau fokus nya. "
Jarvis mengangguk.
" Baiklah, aku paham. Aku akan menghubungi Dokter jika keputusan itu lebih cepat di putuskan. "
" Baik, kalau begitu saya permisi dulu, Tuan. "
" Sudah seharusnya. "
Setelah kepergian Dokter, Jarvis sebentar berpamitan dengan Elle, dan meminta Elle untuk istirahat saja di kamar sampai dia kembali nanti. Barulah setelah itu Jarvis menuju ke rumah tamu di mana Penelope dan Bryant berada untuk membicarakan apa yang di bicarakan oleh Dokter tentunya.
" Penelope, bisa kita bicara berdua saja? " Tanya Jarvis kepada Penelope.
" Disini saja, bukankah orang ini memang kak Jarvis? " Penelope menjawab dengan mimik dingin membuat Jarvis tak memiliki pilihan lain dan mengikuti saja apa yang di katakan oleh Penelope.
" Dokter memberikan opsi lain yang memberikan keyakinan, tapi aku harus menjelaskan dulu pada mu dan meminta pendapat mu. "
" Apa? "
Jarvis menceritakan segala yang di katakan oleh Dokter psikiater nya dengan seksama, lalu dia juga menjelaskan tentang resikonya juga kepada Penelope susuai dengan apa yang di katakan oleh Dokter tadi.
Penelope tersenyum meremehkan, begitu juga dengan Bryant.
" Kak Jarvis ingin menuntun kakak ku? Kak Jarvis yakin? Setelah semua yang kakak lakukan kak Jarvis ingin menuntun kakak ku? Apa kak Jarvis sedang bercanda? " Penelope menggeleng keheranan dengan senyum sinis tiada henti.
" Jarvis, seharunya kau sadar benar jika kau hanya akan membuat Elle enggan untuk tersadar, dia pasti lebih memilih untuk tetap tinggal di ruang hampa, gelap, dan sunyi di banding mengikuti ucapan mu. "
Jarvis terdiam tak bisa berkata-kata. Bagaimanapun memang sudah pasti seperti inilah reaksi yang akan di terima Jarvis karena mereka juga sudah cukup jelas tahu segala kesakitan yang di suguhkan Jarvis kepada Elle sebelumnya. Sekarang Jarvis pun hanya bisa bertambah bingung, jadi harus bagaimana? Mungkinkah dia hanya bisa menjalankan pelan-pelan pengobatan dan terapi seperti Dokter tapi tetap hasilnya adalah lima puluh persen keberhasilan yang artinya peluang untuk gagal juga masih ada lima puluh persen juga.
" Masalah ini aku tidak bisa memutuskan begitu saja, aku harus mengatakan semua yang terjadi kepada Ayah ku, lalu meminta pendapat Ayah ku. Bagaimanapun Ayah adalah Ayah nya kakak juga, dia berhak tahu bagaimana kondisi putrinya, dan dia juga yang jauh lebih berhak memutuskan seperti apa jalan yang akan di pilih untuk kesembuhan putrinya.
Jarvis terdiam sebentar, lalu dia mengangguk pasrah. Sepertinya menutupi keadaan Elle yang sebenarnya juga bukanlah hal baik, meskipun dia tahu nantinya akan mendapatkan kesulitan yang besar, tapi kesembuhan Elle adalah yang utama, jadi dia hanya bisa menahan semua itu dulu.
" Baiklah, kau pulang saja dengan ku. Biar aku yang antar, aku sendiri yang akan menceritakan semua dari asal hingga akhir. Aku akan menerima kemarahan sebesar apapun, jadi mari kita temui Ayah mertua. "
" Bagiamana dengan kakak ku? Kak Jarvis akan membiarkan dia di sini sendirian? "
" Tidak, ada Eliza yang akan menemani sebentar. Eliza tahu bagaimana menghibur Elle, jadi jangan khawatir. "
" Aku akan di sini untuk membantu menjaga Elle. " Ucap Bryant yang langsung mendapatkan tatapan tajam tidak setuju dari Jarvis.
" Bryant, tolong lihat lah baik-baik batasan mu. Jangan melewati itu, sungguh aku mohon. " Ucap Jarvis.
Bryant menghela nafas, lalu meraih kunci mobilnya.
" Aku akan meminta Eliza menemani Elle sekarang, setelah itu baru kita berangkat. " Ucapan Jarvis barusan mendapatkan anggukan setuju dari Penelope.
Bersambung.