
" Kenapa tidak kau tanyakan sendiri kepada dirimu, hah? Kalau bukan karena mu, serta keluargamu dia tidak menjadi seperti sekarang ini! Kau, adalah penyebab semua yang terjadi, Jarvis! "
Jarvis membuang nafas kasarnya.
" Dia sudah mengetahui segalanya, alasan aku melakukan kekejaman kepadanya. Dia masih baik-baik saja saat berangkat, bagiamana bisa dia aneh sekali saat pulang makan malam bersama mu. "
Bryant terdiam sejenak, mungkinkah benar bisa di katakan jika ini adalah kesalahan yang dia lakukan? Mungkinkah jika dia tidak meminta Elle berjanji makan malam berdua dengannya semuanya masih akan baik-baik saja? Bryant membuang nafasnya, seperti ya memang dia bersalah, tapi di bandingkan memikirkan apa yang sudah dia lakukan, bukankah ada yang lebih penting yaitu keadaan Elle?
" Apa yang terjadi kepada Elle? Dia kenapa? " Tanya Bryant dengan mimik yang menunjukkan benar bahwa dia tengah merasa khawatir.
Jarvis menatap Bryant dengan tatapan dingin, jelas dia kesal karena bukannya mendapatkan jawaban, Jarvis justru bertanya balik dengan mimik seolah-olah dia adalah orang yang paling mengkhawatirkan dan perduli dengan Elle.
" Kenapa kau malah bertanya? Aku datang kesini karena perubahan Elle terjadi setelah kembali ke rumah. "
Bryant nampak frustasi, sebenarnya dia memang merasa agak aneh ketika Elle terus diam tak mengatakan sepatah katapun pun saat perjalanan pulang. Dia benar-benar seperti tak berniat mengatakan sesuatu, tatapannya juga kosong mirip seperti orang yang mengalami syok berat. Bryant sempat beberapa kali bertanya apakah Elle baik-baik saja? Tapi Elle tak menjawab barang sekalipun membuat Bryant berpikir bahwa Elle membutuhkan waktu untuk sendiri saat itu dan Bryant mengantarkan pulang hingga sampai di rumah tanpa banyak bertanya lagi.
" Aku akan menemui Elle sekarang. " Bryant mulai melangkahkan kaki, tapi langkahnya terhenti saat Jarvis menahan tubuhnya dan menjauhkan dengan posisi mendorong ke belakang. Jarvis kembali menatap Bryant dengan tatapan dingin, bahkan dia ingin lagi memukul Bryant yang baru kali ini mendapatkan pukulan dari nya. Tidak, saat ini dia tidak harus mengurusi Bryant yang tidak jelas, dan harus fokus dengan Elle. Apapun penyebabnya, yang paling penting sekarang ini adalah merawat Elle dengan baik dulu baru perlahan mencari tahu sebab semua perubahan Elle yang begitu mendadak ini.
" Tetaplah tinggal di tempat mu, Bryant. Kau tahu benar sudah ada aku yang akan melindungi juga menjaga Elle. Tetaplah berada pada batasan mu, kau seharusnya tahu jika mengkhawatirkan istri orang lain dengan berlebihan, pada akhirnya hanya akan melukai Elle sendiri. "
Bryant membeku, sungguh dia ingat benar bagaimana tatapan adiknya Elle saat menatapnya. Tatapan seolah dia menyalahkan, merendahkan harga diri Elle sebagai seorang istri yang telah tercoreng sebagai istri yang menyelingkuhi suaminya. Terlepas entah itu berlebihan atau tidak, selingkuh nyatanya bukan cuma tindakan di luar batas saja, atau tindakan dari tubuh.
" Aku harap untuk kedepannya kau lebih berhati-hati dalam bertindak. Aku tahu orang sepertiku memang tidak pantas menasehati seperti ini, tapi pelajaran hidup yang aku dapatkan benar-benar sangat berarti. "
Setelah mengatakan itu Jarvis beranjak pergi dari sana, Dokter yang sudah dia hubungi sebelum dia jalan ke kantor Bryant juga pasti sudah akan sampai di rumah kadi dia harus segera kembali ke rumah.
Benar saja, begitu sampai di rumah Jarvis langsung di sambut oleh Dokter keluarganya yang sudah menunggu di sana sekitar sepuluh menit. Dia sengaja belum memeriksa Elle karena menunggu Jarvis datang dan menjelaskan secara detail segala apa yang perlu di lakukan dan tindakan pencegahan.
" Maaf membuat anda lama menunggu, kita langsung masuk ke kamar dan periksa istri saya segera. " Ucap Jarvis.
" Baik. "
Setelah memeriksa beberapa saat, Dokter itu akhirnya menyimpulkan jika Elle memang mengalami masalah mental.
Jarvis terdiam, dia benar-benar sangat lemas mendengarkan semua kalimat yang begitu jelas nyata dari Dokter psikolog yang selama ini Jarvis mintai tolong agar mau mendengar segala keluh kesahnya. Jarvis juga mengalami banyak kepahitan dalam hidup, sehingga dia selalu membutuhkan psikolog pribadi yang kemampuannya tidak di ragukan lagi.
" Aku penyebab dari semua ini, Dokter. Aku orang nya, aku yang bersalah. " Jarvis memukuli dadanya berkali-kali dengan perasaan marah dan benci, benci tentu saja kepada dirinya sendiri yang begitu bodoh, buta, dan juga tak berperasaan kala itu.
" Tenangkan diri anda, Tuan. " Dokter menahan tangan Jarvis yang tak henti memukuli dadanya.
" Tidak ada gunanya menyalahkan diri sendiri, keadaan Nona Elle ini benar-benar bisa di ambang antara sadar atau dia akan seperti ini selamanya, bahkan bisa akan lebih parah, parah sekali. "
Jarvis terdiam, dia menatap Dokter itu degan kedua matanya yang memerah dan sedikit berair.
" Maksud Dokter, gila? "
Dokter itu terdiam, sebenarnya kemungkinan untuk sembuh juga masih tinggi, hanya saja kalau tidak segera mendapatkan penanganan tentu saja masalah mental bukanlah main-main akibatnya.
" Tuan, kemungkinan itu mari kita kesampingkan dulu. Fokuslah dengan tindakan penyembuhan, dan juga pencegahan agar jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan. "
Jarvis mengusap wajahnya dengan kasar, segera dia bangkit dengan tegap.
" Bagaimana caranya? Apa yang harus aku lakukan? "
" Untuk sementara ini buatkan dia tenang, teruslah ajak dia bicara, jangan marah jika tindakan reflek yang ia lakukan agak kelewatan. Justru jika dia banyak melakukan tindakan, itu tandanya dia masih mendapati kesadarannya. Saya akan memberikan obat-obatan terbaik yang sudah teruji dan juga terbukti, besok pagi-pagi sekali saya akan membawakan obatnya, beserta dosis sekaligus vitamin yang dapat meningkatkan stamina untuk kerja otaknya. "
Jarvis mengangguk paham.
" Baiklah, kali ini aku benar-benar membutuhkan anda, Dokter. Tolong fokuslah untuk kesembuhan istri ku, tidak masalah berapapun uang yang harus di keluarkan, asalkan istriku sembuh semuanya tidak memiliki arti untukku. "
Dokter itu menghela nafas, lalu menepuk bahu Jarvis beberapa kali.
" Sekarang pun anda masih harus hidup sedih, saya bangga kepada anda yang masih kuat berdiri menghadapi dunia. Seperti permintaan anda, saya akan fokus untuk penyembuhan istri anda, jadi tetaplah berjuang terus untuk selalu kuat, Tuan Jarvis. "
Bersambung.