Holding The Heart

Holding The Heart
BAB 35 : Pembicaraan



" Apakah begitu menyenangkan menggoda istriku? Kalau kau memang kekurangan wanita, seharusnya kau tahu kemana kau harus mencari wanita kan? " Jarvis dengan mimik wajah dingin, sedikit pun tak ada senyum yang terbit di bibirnya saat mengatakan kalimat itu. Berbeda dengan kawan bicaranya yang adalah Bryant, pria itu benar-benar hanya tersenyum tak mengatakan apapun. Bukan tidak berani menghadapi Jarvis, hanya saja Bryant masih belum ingin mengatakan apapun sebelum Jarvis mengatakan apa yang ingin dia dengar tanpa bertanya.


" Rupanya kau benar-benar tidak memiliki perasaan bersalah sedikitpun, kau benar-benar terlihat bahagia karena sedari tadi yang sedang aku bicarakan adalah Elle, kau sungguh membuatku ingin memukul wajah tidak tahu malu itu. " Jarvis masih terlihat dingin, tapi tatapannya yang penuh ancaman seolah tak main-main dengan ucapannya itu cukup menggelitik untuk Bryant.


Baiklah, ini sudah cukup dia diam. Dia juga sudah tidak ingin mendengar banyak lagi yang arahnya hanyalah untuk menyalahkannya saja.


" Jarvis, kau memiliki kaca di rumahmu bukan? Berkaca lah dan nilai dirimu dan diriku, cari dimana letak perbedaan kita, nilai lah siapa yang tahu diri dan tidak tahu diri. " Bryant mengakhiri kalimat dengan senyuman yang manis, sungguh Bryant belum terpancing emosi sampai detik ini karena semua yang Jarvis ucapkan sama sekali bukan lah hal yang dia lakukan.


" Berhentilah bermain kosa kata, aku datang menemui mu untuk memperingatkan agar kau tidak lagi memiliki minat kepada Elle, kau juga di larang menghubungi Elle. Kalau bisa kau juga tidak boleh menyapa Elle meski kalian tidak sengaja bertemu. "


" Pft......! " Bryant menutup bibirnya dengan punggung tangannya menahan tawa. Lucu, sungguh lucu sekali karena Jarvis yang memperlakukan Elle layaknya binatang peliharaan, kali ini justru terlihat seperti seorang suami yang sangat mencintai istrinya. Ingin sekali rasanya tertawa terbahak-bahak, tapi kalau sampai dia tertawa seperti itu jelas yang ada suasana mereka berdua akan lebih panas dari sebelumnya.


" Apa yang sedang kau coba tertawaan? " Jarvis mengeraskan rahangnya, sungguh cara Bryant menahan tawa barusan benar-benar membuat emosinya mulai tak terkendali, tapi melihat ekspresi Bryant yang begitu santai, jelas saja Jarvis sendirilah yang sudah terbawa suasana oleh dugaannya sendiri.


Bryant menggeleng pelan sembari terus tersenyum lebar.


" Aku hanya heran saja, beberapa waktu lalu aku melihat Elle dengan begitu banyak luka yang di berikan oleh orang rumahmu, lalu sekarang kau bersikap seperti seorang suami yang sedang melindungi harga diri istri. Kau ini sedang memainkan trik apa sih? Kemarin saja aku bertemu dengan Elle dia sedang mengenakan pakaian pelayan, tadi kau menyebutnya istri. Aku benar-benar bingung sampai aku sendiri tidak paham apa yang aku bicarakan sekarang. " Bryant kembali tersenyum, dan sekarang dia sampai terkekeh karena tak dapat menahan diri lagi.


Jarvis mengeraskan rahangnya, dia masih tetap terus menahan kekesalannya dan dia tidak boleh memukul Bryant, bukan takut tentunya, hanya saja hubungan mereka sudah terjalin sebagai sahabat semenjak mereka kecil. Jadi Jarvis tidak ingin pukulan darinya membuat dirinya harus mendengar Bryant mengungkit masa lalu yang sudah tidak ada guna lagi untuknya.


" Ada hal yang tidak bisa aku ceritakan padamu kenapa hubunganku dengan Elle buruk, hanya saja menjauhlah dari Elle untuk keselamatan Elle sendiri. "


Bryant mengerutkan dahinya menatap Jarvis penuh tanya.


" Sekarang apa lagi yang kau lakukan kepada Elle?! " Bryant menatap Jarvis dengan tatapan marah yang tidak bisa dia tutupi lagi. Bryant membatin di dalam hati, pantas saja Elle tidak membalas pesan darinya.


Jarvis tentu saja bisa melihat perubahan ekspresi wajah Bryant yang begitu cepat ketika dia merasa jika Elle dalam keadaan yang tidak baik.


" Apa yang terjadi kau tidak perlu tahu, dia masih hidup itu sudah jauh lebih baik kan? Kalau kau ingin dia tetap baik-baik saja maka menjauhlah sejauh mungkin dari Elle. Dia hanya akan aman jika tidak berada di dekatmu, biarkan dia menikmati kehidupannya di rumah itu tanpa gangguan siapapun. "


" Kau iblis, Jarvis! "


Jarvis menghembuskan nafasnya, dia tegakkan kepalanya untuk menatap dingin kedua bola mata Bryant yang menatap tajam ke arahnya juga. Tak nampak sedikitpun perasaan takut, Jarvis juga terlihat tak memiliki niat ingin memberitahu apa yang terjadi kepada Elle jadi Bryant semakin menunjukkan ekspresi kesalnya itu.


" Iblis? Aku bahkan sudah lama menjadi Iblis, tapi kau baru sadar sekarang? " Jarvis benar-benar tak merasakan apapun kalau di lihat dari ekspresinya, sehingga Bryant benar-benar menyadari akan hal besar yang seharusnya dari awal dia coba untuk membantu Elle keluar dari jerat Jarvis yang menakutkan itu.


" Jarvis, aku akan memberikan semua uang yang sudah Elle dan keluarganya terima darimu, aku akan membayar semuanya dengan semua harta peninggalan orang tuaku, jadi lepaskan dia dan biarkan dia hidup dengan bahagia. "


Bryant pikir Jarvis akan langsung melepaskan Elle dan membiarkan Elle memilih jalannya sendiri untuk bebas, tapi sayangnya Jarvis malah jadi semakin marah dan kesal luar biasa. Dengan harta peninggalan orang tuanya? Apakah dia begitu menginginkan Elle hingga harta yang begitu banyak dia rela memberikannya demi Elle?, batin Jarvis di dalam hati. Apakah benar Elle begitu berharga di mata Bryant?


" Elle bukan barang gadaian seperti yang kau pikirkan, mengorbankan semua harta peninggalan orang tuamu yang tidak seberapa itu untuk melepaskan Elle apakah kau terlalu menganggap Elle begitu penting? "


" Kalau iya, memang kenapa? Kalian sudah lama sekali tidak memiliki waktu bersama dan aku yakin benar perasaan cinta Elle kepadamu pasti sudah hilang. " Ujar Bryant sebisa mungkin tak ingin kalah karena dia merasa menyelamatkan Elle adalah pilihan terbaik yang bisa dia lakukan.


Jarvis tersenyum tipis. Cinta? Bahkan dia sendiri tidak percaya diri dengan membayangkan kalimat cinta saja cukup membuat moodnya langsung berubah.


" Bryant, aku sudah tidak ingin membahas hal lain, jadi aku akan pergi. Semua peringatan yang aku ucapkan tadi benar-benar tidak bohong, jika kau tidak percaya lakukan saja apa yang ingin kau lakukan, dan mari kita lihat seberapa menderitanya kau dengan rasa menyesal. "


Bryant terdiam menahan emosi saat Jarvis sudah semakin menjauh dari dirinya.


" Elle, kau pasti sedang menderita bukan? Tunggu aku, aku akan melakukan segala cara agar kau bisa keluar dari penjara Jarvis dengan aman. " Gumam Bryant.


" Terus awasi gerak gerik Bryant, jangan melewatkan kegiatan sekecil apapun karena bisa saja dia memiliki rencana yang tidak aku sadari. " Ucap Jarvis begitu dia bisa duduk di mobil dengan nyaman.


" Baik, Tuan. "


Bersambung.