Holding The Heart

Holding The Heart
BAB 14 : Iya Atau Tidak Tetap Sama



" Nona, sebisa mungkin untuk mengindari air sebelum luka ini kering ya? Rajin juga pakai salep ini, tapi sebelum mengoleskan salep tolong bersihkan dulu dengan alkohol. Luka ini tida cukup dalam jadi akan segera sembuh pastinya. " Bryant berucap begitu panjang lebar tapi Elle benar-benar tidak mengatakan sepatah katapun. Dia memilih untuk diam menatap ke arah lain dengan tatapan kosong, bahkan saat Bryant mengoleskan obat yang pasti sangat perih tapi Elle masih tak berekspresi dan terus berwajah datar menatap ke arah lain membuat Bryant merasa jika wanita yang tengah dia obati itu seperti orang yang putus asa setelah membuat kesalahan.


" Nona, jika memang kau bersalah maka kau hanya perlu meminta maaf dan mengakui kesalahan saja kan? Tapi menaruh racun seperti yang mereka tuduhkan padamu rasanya aku belum percaya. Bagaimanapun tidak akan ada pekerja yang begitu terang-terangan bukan? Sekarang pasti sudah ada yang bergerak untuk memeriksa kamera pengawas, jadi berhentilah terkuat putus asa. "


Elle mengalihkan pandangannya, dia menatap tangannya yang masih berada di tangan Bryant dan menariknya. Bagaimanapun Bryant adalah sahabatnya Jarvis yang bisa saja dia seburuk Jarvis dan pria yang ingin melecehkannya belum lama ini kan?


" Terimakasih. " Ucap Elle lalu berniat bangkit dari duduknya dan pergi sejauh mungkin dari Bryant, atau setidaknya dia bisa pergi ke dapur, atau bisa juga melihat keadaan Eliza terlebih dulu.


" Tunggu! " Bryant menahan lengan Elle membuat Elle menatapnya tak suka dan melepaskan lengannya dari genggaman tangan Bryant.


" Ah, maaf kalau aku sedikit kurang ajar. Ini obat untuk lukamu. " Bryant menyerahkan beberapa macam obat yang harus di gunakan Elle untuk mengobati tangannya yang terluka.


" Terimakasih. " Ucap Elle dan lagi-lagi dia sama sekali tak menatap Bryant sama sekali.


" Kak, sudah selesai? " Tanya Wendy yang tak mau lama-lama membuatkan Elle bersama dengan pria idamannya. Sebenarnya sedari tadi dia menguping pembicaraan Elle dan juga Bryant, tapi meskipun dia jelas mendengar bahwa sedari tadi yang terus bicara adalah Bryant sendiri, dia tetap saja menganggap kalau Elle adalah wanita penggoda yang tidak tahu malu dan tidak tahu diri.


Bryant menatap Wendy dengan tatapan terkejut, berbeda dengan Elle yang seperti sudah sangat terbiasa dengan kehadiran Wendy dan tingkah anehnya.


" Kenapa kau disini? " Tanya Bryant.


" Oh, aku hanya ingin lihat keadaan pelayan ini. "


Elle menatap Wendy, dia benar-benar membenci wajah Wendy sejarah ini, dia tersenyum kepada Bryant dengan begitu lembut dan seolah ingin menunjukan sifat itu padanya. Beberapa kali Wendy bahkan terlihat sok manis dan manja, membuat Elle semakin muak karena wajah itu sangat berbeda saat dia menancapkan ujung rokok yang menyala ke telapak tangannya. Saat itu Wendy benar-benar seperti iblis betina yang menakutkan, jadi melihat wajah Wendy saat di hadapan Bryant membuat Elle tidak bisa menahan diri lebih lama.


" Kau masih bisa mengkhawatirkan orang yang kau siksa dengan mimik seperti itu? Kau terlihat tidak menyesal sama sekali Wendy, kau membuatku takut. " Ujar Bryant yang membuat Elle tidak lagi menyembunyikan senyum menghinanya dengan tatapan yang selaras.


" Aku- " Wendy tak melanjutkan ucapannya karena dia terkejut dengan senyum yang terbit di wajah Elle juga tatapannya yang dingin dan mengguna itu begitu jelas terlihat.


" Kenapa kau tersenyum dengan tatapan mata seperti itu? Kalau kau tidak membunuh calon keponakanku, aku juga mana mungkin akan menyakitimu, hah?! " Wendy tentu saja ingin membungkus kesalahannya dengan alasan yang membuatnya terkesan wajar melakukan kekerasan.


" Hanya orang bodoh saja yang akan berpikir seperti yang kau katakan tadi. " Jawab Elle dengan tatapan berani, dan apa yang dikatakan serta mimik wajah Elle benar-benar membuat Bryant terkejut luar biasa. Tentu saja dia membatin bagaimana bisa pelayan melawan dengan nada bicara yang ketus serta mimik wajah yang begitu dingin?


" Kau, lagi-lagi omong kosong?! "


Elle menegakkan tatapannya menatap kedua bola mata Wendy yang terarah padanya dengan percaya diri.


Bryant semakin terperangah menatap tak percaya Elle dan Wendy secara bergantian.


" Aku akan meminta kakakku menghukum mu nanti, sekarang pergilah sana! " Wendy tentu saja tidak ingin mengatakan banyak hal lagi karena dia tidak ingin kalau sampai Bryant muka curiga dan mencari tahu tentang Elle.


" Hukuman? Kalian benar-benar senang sekali menghukum orang tanpa perduli salah dan benar ya? Hobi kalian benar-benar sangat mengerikan, aku jadi merasa kasihan dengan pria yang akan menikahimu nanti. "


" Diam! "


Wendy mendorong tubuh Elle karena tak bisa lagi menahan rasa kesalnya lebih lama, Elle yang kala itu belum makan sadari pagi dan di tambah harus mendapatkan hukuman berkali-kali menjadi mudah pusing dan hampir saja terjatuh. Untung saja Bryant segera menahan tubuh Elle dengan memeluk pinggulnya dan sebentar menatap wajah Elle yang baru dia sadari kalau ternyata Elle benar-benar sangat cantik.


" Kalian sedang apa, hah?! "


Elle dan semua yang ada di sana tersentak lalu menatap ke arah sumber suara dengan kompak. Jarvis, entah sejak kapan dia berada di sana dan entah apa juga yang membuatnya terlihat kesal seperti itu. Ah sampai lupa! Jarvis kan baru saja kehilangan calon anaknya jadi wajar saja ekspresi semacam itu kan?


" Iku aku! " Jarvis meraih pergelangan tangan Elle dengan paksa setelah Bryant membenahi posisi berdiri mereka. Tentu saja Elle tidak bisa mengatakan tidak karena hanya akan di anggap angin saja oleh jarvis.


Jarvis membawa Elle untuk masuk ke dalam kamar yang ia tinggali dan baru melepaskan tangannya setelah mereka berdua berada di sana. Hanya sebentar saja Elle bebas dari cengkraman tangan Jarvis karena setelahnya Jarvis mencengkram dagu Elle hingga begitu sakit seperti ingin retak saja rahangnya.


" Siapa yang menyuruhmu menghina pria hah?! "


" Kau gila ya? " Elle yang merasakan sakit tentu saja secara otomatis mencoba untuk melepaskan diri, tali sayangnya tangan jarvis justru terasa lebih kuat mencengkram.


" Kenapa kau sangat tidak patuh, hah?! Beraninya kau membunuh calon anakku, bahkan setelah membunuh anakku kau malah sibuk menggoda pria lain di rumah! "


Elle menatap Jarvis dengan tatapan yang begitu marah. Bagiamana bisa dia selalu salah di mata Jarvis dan keluarganya? Membunuh, menggoda? Apakah benar di mata Jarvis dia seburuk itu?


" Iya, aku yang membunuh anakmu! Iya, aku menggoda pria, aku juga sudah melakukan apa yang ingin aku lakukan dengan pria itu, kau sudah cukup luas dengan jawabanku?! "


Jarvis menghempaskan tubuh Elle dan keluar dari kamar dengan kemarahan yang begitu luar biasa.


" Kenapa kau kemari? " Tanya Jarvis saat mendapati Bryant berada di depan pintu.


Bersambung.