
" Aku mohon, lepaskan aku........ " Suara lirih di barengi air mata itu benar-benar membuat Jarvis tak lagi bisa berpura-pura. Dia dengan segera menjauhkan tubuhnya dari Elle dan bangkit kembali ke posisinya. Meskipun dia sendiri benar-benar terbawa suasana saat bibirnya menyentuh bibir Elle tadi, saat tangannya mulai menyentuh punggung Elle sembari memeluknya membuat jantungnya berdebar hebat, tapi melihat air mata Elle dia sungguh tidak bisa menahannya lagi. Bisa saja dia menjadikan dirinya amat brengsek dan memaksa Elle untuk melakukan hubungan suami istri, tapi nyatanya melihat Elle menangis membuatnya tidak tahan lagi.
" Itu adalah peringatan dariku, jangan sampai aku melihatmu menemui Bryant lagi. Atau kau akan tahu bagaimana caranya Jarvis yang kejam ini menghukummu. "
Setelah mengatakan itu Jarvis berjalan keluar, dia membuatkan saja ikat pinggangnya serta pengait celananya terbuka karena dia sadar benar bagian dalamnya masih tersimpan rapih dan tidak mungkin akan bisa di lihat oleh orang lain.
" Sa sayang, kau, kau kenapa kau, begitu? " Vivian bertanya dengan gelagapan saat melihat Jarvis keluar dari kamar Elle, laku penampilannya sangat berantakan dengan posisi Ika pinggang serta pengait celana yang terbuka. Wanita mana yang tidak akan berpikir negatif kalau seperti itu?
Jarvis membuang nafasnya, dia membuka kerah kemeja yang masih menutupi lehernya dan kembali menatap Vivian.
" Berpikirlah semau mu, kau bebas untuk itu. " Jarvis melanjutkan langkahnya mengabaikan Vivian yang masih saja terkejut bukan main, dia berbalik menatap kamar Elle dengan wajah yang memerah karena kesal. Memang seperti dugaannya, Elle lama kelamaan akan menjadi berbahaya jika terus berada di rumah itu.
" Elle, kau benar-benar tidak bisa di biarkan hidup! "
Vivian berjalan cepat, dia membuka pintu kamar Elle dan langsung menarik rambut Elle tida perduli apa yang sedang di lakukan oleh Elle saya itu.
" Ah! " Pekik Elle karena dia tida cukup siap menerima serangan Vivian di saat dia sedang ingin berganti pakaian karena pakaian yang dia gunakan tai sobek oleh Jarvis. Yah meksipun belum sempat melakukan apapun dengan Jarvis tadi, tapi pria itu benar-benar seperti memiliki keinginan hingga tidak sabar dan merobek bajunya.
" Beraninya kau menggoda Jarvis, hah?! Aku sudah memperingatkan untuk jangan sembarangan menggoda kan?! Dasar jal*ng tidak tahu malu! "
Merasa kesal dan sakit karena Vivian bukan hanya menarik rambutnya saja melainkan memukuli punggungnya, Elle dengan sekuat tenaga mendorong tubuh Vivian hingga dia jatuh duduk di lantai.
" Dasar gila! Lagi-lagi kau menuduhku sembarangan, dan kau bertingkah seperti seorang istri yang kehilangan suaminya! " Elle tak menggunakan suara yang lantang karena dia tidak ingin suaranya di dengar seisi rumah, terlebih Jarvis.
" Aku akan membunuhmu! " Vivian bangkit dengan wajah penuh marah, dia bersiap dengan kedua tangannya yang ingin mencekik leher Elle, namun segera Elle mendorong tubuh Vivian dan jatuh kembali ke lantai, dan menginjak satu tangannya dengan kuat.
" Ah! " Pekik Vivian.
" Berteriak lah, biarkan Jarvis datang dan melihat apa yang kau lakukan di kamarku. " Elle tersenyum miring dengan tatapan dingin.
" Sakit! " Ucap Vivian sembari memukul kaki Elle agar menjauhkan dari tangannya yang di injak sekuat tenaga itu.
" Sakit? " Elle terkekeh dengan tatapan. menghina, dia juga menggeleng tak percaya karena ucapan Vivian barusan.
" Kau tahu rasanya sakit bukan? Lalu kenapa kau menyayat ku? Kenapa kau memukul, menarik rambutku? Kira-kira, bagaimana kalau aku melakukan semua itu padamu? Kau pasti akan menangis tersedu-sedu kan? Aku hanya menginjak tanganmu dan kau sudah terlihat sangat menderita, hah! Benar-benar senang sekali melihat wajah seperti itu darimu. "
" Dasar tidak tahu malu! Cepat lepaskan tanganku! "
Elle membuang nafas kasarnya, dia menunduk mencengkram dagu Vivian membuat pandangan mereka bertemu degan tatapan saling mengancam satu sama lain.
" Bajingan! Brengsek! Jarvis itu milikku! Dia hanya akan menjadi milikku, dan kau tidak berhak sama sekali atas dia! Enyah lah sana! "
Elle tersenyum miring, dia melipat kedua lengannya dan meletakkan di dada dengan tatapan tak biasa.
" Seharusnya kau tahu benar kalau aku tidak pernah menggoda Jarvis bukan? Jangan selalu menganggap aku salah hanya karena kau tidak berani menunjukkan bagaimana yang sebenarnya kau pikirkan. Kau tahu benar kalau Jarvis yang datang sendiri padaku kan? Kalau kau bertindak seperti ini terus, kau pikir ini akan menguntungkan mu? Tidak! Jarvis akan menjauh darimu karena dia merasa muak dengan sikap berlebihanmu itu. "
Vivian sebenarnya masih tidak ingin menerima ucapan Elle meski sadar itu adalah benar. Tapi, kalaupun dia lagi-lagi marah dan menunjukkan sisi frontalnya apakah akan menyelesaikan masalah ini?
" Aku tahu apa yang kau takutkan, Vivian. " Elle menjauhkan kakinya dari tangan Vivian lalu menatap Vivian seolah dia ingin menunjukkan kepada Vivian kalau dia memiliki solusi dari masalah ini.
" Kalau kau takut Jarvis menggodaku, kau hanya perlu mengawasinya, dan biarkan aku menemukan pria lain di luar sana, bagaimana? "
" Apa?! " Vivian menatap Elle mencari tahu apa maksud ucapan Elle barusan. Pria lain? Apakah Elle memiliki pria lain yang ia sukai?
" Seperti yang kau pikirkan, aku menyukai pria lain dan Jarvis tidak menyukai itu. Dia memintaku menjauhi pria yang aku sukai sehingga dia menghukumku dengan apa yang kau lihat ini. Aku tidak bisa lari dari rumah ini karena Jarvis mengikatku dengan piutang yang sangat banyak, tapi jika kau membantuku mendapatkan banyak waktu untuk menemui pria yang aku sukai serta lebih memperhatikan Jarvis, aku yakin ini menguntungkan untuk kita berdua bukan? "
Vivian mengeryit menatap Elle.
" Apa maksudmu? "
" Maksudku, bantu aku untuk mencari celah waktu agar bisa menemui pria yang aku sukai, lalu kau harus lebih banyak memperhatikan Jarvis, bersikaplah anggun dan lembut agar Jarvis semakin memperhatikanmu. Jika waktunya tiba, aku akan pergi bersama dengan priaku, dan kau akan dengan Jarvis, bagiamana? "
Vivian berpikir sebentar.
" Kau sedang memanfaatkan aku supaya bisa menemui priamu? Heh! Lalu bagaimana kalau aku mengadukan mu kepada Jarvis? Bukankah dengan begitu Jarvis akan langsung membuang mu? "
Elle tersenyum miring meremehkan ucapan Vivian.
" Kau lihatlah photo di lantai itu, Jarvis yang membawanya padaku, dan dia langsung menyentuhku tanpa pikir panjang. Jika kau mengadukanku begitu buru-buru apakah kau tidak takut aku hamil anak Jarvis? "
" Tidak! Itu tidak boleh! Oke, aku akan membantumu keluar setiap waktu untuk menemui priamu itu! "
" Bagus! "
Bersambung.