
Pelayan yang tadi bersama dengan Elle, atau panggil saja Kelie, wanita itu memutuskan untuk mengikuti saran yang di berikan Elle padanya. Sebenarnya sekarang ini dia benar-benar takut dengan apa yang akan dia lakukan, tapi di banding harus pergi begitu saja setelah dimanfaatkan seperti itu, di tambah Elle memberikan penawaran yang sangat meyakinkan, maka dia mengalahkan rasa takutnya dan memilih untuk melakukan rencananya.
Dengan langkah kaki pelan hingga dia berdiri di depan pintu kamar Vivian, dia mengetuk pintu itu perlahan dan tak lama Vivian membuka pintunya.
" Untuk apa kau datang? "
Kelie menunduk hormat seperti biasanya, tapi itu hanya berlangsung sebentar karena beberapa detik setelah itu Kelie menegakkan wajahnya dan tersenyum penuh keyakinan.
" Boleh saya bicara sebentar, Nyonya? "
Vivian mengeryit bingung, ingin sekali dia memukul wajah kurang ajar itu, tapi karena dia tahu benar jika ada kamera pengawas yang menghadap ke arahnya, Vivian mencoba untuk tenang toh sebentar lagi Kelie juga tidak akan berada di sana.
" Bicara apa? Jangan banyak membuang waktu, banyak yang harus aku kerjakan. " Vivian berucap dengan mimik sinis, bagaimanapun berbicara dengan pelayan yang dia anggap rendahan adalah hal memalukan tentunya, jadi wajar saja jika dia menunjukkan benar perasaan tidak sukanya.
" Berikan aku uang, satu miliar. " Kelie tersenyum seolah ucapannya barusan adalah hal sepele, dia juga percaya diri sekali kalau dia akan mendapatkan apa yang dia inginkan barusan.
" Apa?! " Vivian menatap Kelie dengan tatapan terkejut, satu miliar? Apakah pelayan itu sedang gila?!
" Ah, kalau anda tidak punya uang sebanyak itu dalam mata uang negara kita, bagaimana kalau bulatkan saja menjadi seratus ribu dollar? "
" Sinting! Kau sudah gila ya?! Kau ini siapa hah?! Berani sekali meminta uang sebanyak itu padaku? Dasar tidak tahu diri! " Vivian mencoba untuk menenangkan dirinya, sebenarnya biarpun dia kesal setengah mampus, tapi untungnya sedari tadi dia tidak menggunakan nada bicara yang tinggi jadi tidak mengundang banyak orang di sana untuk datang mendekat dan melihat serta mendengar apa yang tengah mereka bicarakan.
" Anggaplah aku sinting, tidak tahu diri seperti apa yang anda katakan barusan, Nyonya. Awalnya saya memang ingin mengabdi sebaik mungkin dengan anda karena saya membutuhkan biaya untuk kebutuhan saya. Tapi, anda justru mengabaikan saya dan menganggap saya begitu rendah dan sampah sehingga anda bisa dengan melakukan itu semua. Tapi, saya yakin satu miliar yang saya inginkan pantas untuk saya dapatkan karena saya- "
" Mati saja kau! Satu miliar kau bilang lantas untukmu? sepeserpun tidak bisa di gunakan untuk memantaskan dirimu yang sampah! Kau itu kaum kotor, rendahan, jadi tempatmu hanya berada di bawah sendal jepit yang kotor, jadi jangan gila dengan meminta satu miliar dariku. "
Kelie tersenyum kelu, benar-benar sangat berbanding terbalik dengan Elle. Walaupun Elle terbilang hidup dengan keluarga yang berkecukupan, tali dia tidak pernah merendahkan orang seperti ini. Tapi Vivian? Kelie benar-benar tahu banyak tentang Vivian yang bahkan sering kesulitan untuk makan dan minum sebelum bertemu dengan Jarvis.
" Nyonya, saya ingin baik-baik meminta uang kepada anda. Saya pikir satu miliar sudah sangat cukup, tapi setelah makian anda barusan, saya ingin dua kali lipatnya. "
Vivian semakin menganga keheranan dengan Kelie yang dia rasa semakin menjadi.
" Gila, kau benar-benar gila ya? "
Kelie menghela nafas, dia menatap Vivian dengan tatapan percaya diri.
" Saya tahu anda mengalami endometriosis, anda kesulitan untuk hamil, walaupun hamil juga kemungkinan besar adalah kehamilan palsu. Anda juga diam-diam mentransfer beberapa uang untu tutup mulut agar tak membicarakan kejadian waktu itu kan? Anda juga- "
" Diam! " Vivian yang takut kalau sampai pembicaraan mereka di dengar orang lain jelas akan membuatnya dalam bahaya. Bukan tidak mungkin dia akan langsung di tendang keluar dari sana oleh Jarvis sendiri. Dia kesulitan hamil, lalu beberapa hal yang dia lakukan diam-diam di belakang Jarvis pasti akan membuat Jarvis kesal luar biasa padanya nanti. Kondisi sekarang tidak mungkin dia hanya memasang wajah sedih dan melas saja untuk meluluhkan Jarvis saat Jarvis tahu apa yang terjadi nanti karena perhatian Jarvis seperti sedang tertuju kepada Elle. Salah sedikit saja, Vivian yakin kalau dia pasti akan dengan mudanya di tendang ke luar tanpa ampunan.
Vivian memegangi kepalanya, mengusap keringatnya yang mulai bermunculan dari lubang pori-pori nya. Gila! Dua miliar dia akan dapat dari mana? Kalau sekitar lima ratus juta dia masih bisa memberikannya tanpa meninggalkan jejak, tapi kalau dia miliar jelas Jarvis akan bertanya kemana uang sebanyak itu kan?
'' Tidak bisa, aku tidak punya uang sebanyak itu. "
" Itu urusan anda, Nyonya. Anda bisa mengusahakannya kan? Karena yang saya ucapkan tadi tidak main-main, saya juga menyimpan semua buktinya, kalaupun anda ingin menghapus semua buktinya, aku yakin sekali kok Tuan Jarvis pasti akan mencari tahu sendiri setelah saya mengatakan apa yang tai saja katakan. "
" Jangan bahas itu lagi! Beraninya kau mengancamku terus! " Vivian menoleh ke kanan dan ke kiri memastikan lagi tidak ada orang yang mendengar pembicaraannya dengan Kelie.
" Empat ratus juta, aku hanya punya segitu. "
Kelie tersenyum.
" Kalau begitu, silahkan jati atau miliar enam ratus jutanya, Nyonya. "
Sialan! Rasanya Vivian benar-benar kesal sekali karena tidak bisa melakukan apapun di dalam rumah Jarvis. Kalau saja dia dan Kelie sedang berada di luar rumah, Vivian benar-benar akan membuat mulut Kelie tertutup untuk selamanya asalkan hidupnya bisa terselamatkan. Ah, ngomong-ngomong dia bisa merealisasikan keinginanya itu setelah Kelie keluar dari rumah bukan? Iya, sekarang dia mengalah saja dulu membiarkan Kelie cepat keluar dari rumah agar bisa menyingkirkan dia selamanya dan mengambil kembali uang dua miliar yang dia serahkan kepada Kelie.
" Baiklah, aku akan mengusapkannya. Tunggu sore nanti, aku akan memberikannya padamu. "
Kelie tersenyum laku mengangguk. Elle, dia juga diam-diam mendengarkan semua yang di ucapkan oleh Vivian.
Vivian, kau begitu terburu-buru menyetujui, sudah pasti kau memiliki rencana jahat. Mari kita lihat saja bagaimana aksimu dan bagaimana aku menggagalkan rencamu itu.
Benar saja, sore itu Vivian menyerahkan perhiasan miliknya, juga sudah mengirimkan uang lewat transfer Bank, bukan hanya uang nya saja, tapi Elle juga meninjau kepada Ibu Diana serta Wendy dan berjanji akan segera mengembalikannya. Alasannya adalah untuk berinvestasi dengan bisnis salah satu sahabatnya, dan akan segera dia ganti saat Jarvis keluar dari kamarnya.
" Aku tidak bisa mengirimkan semuanya, sebagian ada di cek kau bisa cairkan nanti. " Ucap Vivian menyerahkan semua yang kurang lebih jumlahnya sekitar dua miliar. "
" Terimakasih, Nyonya. "
Setelah itu Vivian langsung ng keluar dari kamar Kelie, dan rupanya Elle berada di belakang pintu saat Vivian menutup pintunya.
" No Nona, u uang sebanyak ini apakah benar untukku? " Tanya Kelie dengan tangan gemetaran memegangi perhiasan, juga cek.
" Jangan senang dulu, dia pasti sudah memiliki cara untuk mengambil kembali uang itu. "
Bersambung.