Holding The Heart

Holding The Heart
BAB 70 : Luka Yang Kembali Terasa



Elle terdiam murung kembali setelah anak anjing yang tadi ia peluk erat telah di ambil oleh pemiliknya. Seperti sebelumnya, dia sama sekali tak mengatakan apapun, tidak menunjukan ekspresi apapun setelah beberapa detik dia terlihat murung melihat kedua tangannya yang kosong tak ada lagi anak anjing lucu di sana.


Jarvis yang tengah mengendarai mobil untuk menuju arah pulang hanya bisa menahan diri untuk tida banyak mengatakan apapun karen takutnya apa yang dia ucapkan akan membuat Elle merasa lebih sedih. Tapi sebelum memutuskan untuk pulang tadi, Jarvis sudah meminta asistennya agar membelikan sepasang anak anjing berwarna putih sama persisi seperti anak anjing yang tadi mereka temukan, juga sepaket dengan segala kebutuhan sepasang anak anjing itu.


Begitu sampai di rumah, Jarvis menggandeng tangan Elle dan memintanya untuk mengikuti langkah Jarvis yang pelan untuk mengimbangi langkah Elle tentunya.


" Ada hadiah kecil untuk mu, semoga kau suka ya? " Jarvis tersenyum, sungguh dia berharap Elle dapat menyukai hadiah yang dia siapkan dengan mendadak itu, dan dia juga berharap sepasang anak anjing untuk Elle benar-benar seperti yang di harapkan.


Jarvis membuka pintu taman belakang, dan sontak terdengar suara dia anjing kecil menggonggong dengan begitu aktif, berlarian kesana kemari hanya saja tidak bisa jauh karena lehernya di ikat dengan rantai.


" Itu untukmu, kau suka tidak? "


Elle terdiam sebentar menatap kedua anak anjing yang lucu berlarian kesana kemari dengan begitu semangat. Tak berapa Elle mulai tersenyum, dia melangkahkan kaki perlahan mendekati dua anak anjing itu dan meraih alah satunya. Anjing itu langsung terdiam begitu berada di tengah Elle, karena memang anjing yang di beli adalah anjing yang sudah di latih sejak dini, kedua anjing itu benar-benar sangat ramah dan juga manja membuat Elle semakin bahagia.


" Kau benar-benar menyukainya, syukurlah. " Jarvis tersenyum senang. Sebenarnya Jarvis sendiri tidak terlalu menyukai anjing atau peliharaan lain, tapi demi Elle dia akan mencoba sebisanya untuk ikut menyukai binatang dan melakukan apa yang bisa dia lakukan agar Elle bisa kembali pulih.


Jarvis duduk di bangku taman terus tersenyum memperhatikan Elle yang sibuk bermain dengan dua anjing itu, sadar benar sih kalau ini sudah malam dan Elle harus segera tidur, tapi melihat Elle yang begitu asyik seolah sedang bermain dengan anaknya sendiri, Jarvis tidak tega untuk menghentikan apa yang sedang Elle lakukan.


Malah semakin larut, Elle masih saja betah di sana, tapi untuk sekarang Jarvis rasa itu sudah cukup dan dia ingin membawa Elle masuk ke dalam lagi, lalu tidur.


" Elle, biarkan anak anjingnya istirahat ya? Ini sudah semakin larut, jadi kita masuk ke dalam dan tidur juga. "


Elle menghindari tangan Jarvis yang ingin menyentuh lengannya dan membawanya masuk ke dalam. Tentu saja dia ogah untuk masuk ke dalam karena dua anjing itu sudah menyukai perasaan bahagianya.


" Elle, anjingnya juga lelah, dia harus tidur kan? Jadi biarkan dia tidur, kau juga tidur ya? Besok pagi kau bisa main lagi kan? "


Elle masih terlihat enggan, dia mengernyitkan dahi dengan tatapan marah membuat Jarvis merasa respon Elle benar-benar bagus ketika berhubungan dengan peliharaan. Tapi sayang, ini benar-benar sudah malam dan Elle butuh istirahat.


" Elle, kita masuk ya? "


Elle menepis lengan Jarvis yang akan menyentuhnya. Kesal, ekspresi itu benar-benar memperlihatkan kekesalannya, dan meski ini terbilang bagus, tetap saja murah istirahat jauh dari pada kesenangan atau ekspresi wajah Elle sekarang.


" Elle, maafkan aku kalau caraku agak tidak baik, tapi kau benar-benar harus istirahat. " Jarvis megambil paksa anak anjing itu dari pelukan Elle membuat Elle histeris dan marah.


" Tuan, apa perlu saya membantu untuk menahan tubuh Nona Elle? " Tanya Eliza yah merasa kasihan juga melihat Jarvis terus saja mendapatkan cakaran, juga gigitan berkali-kali di tempat yang sama.


" Tidak usah, nanti dia akan merasa terganggu karena kita memperlakukannya seperti orang tidak waras, dia hanya marah jadi jangan terlalu di pikirkan. " Ucap Jarvis yang bahkan terlihat begitu tenang meski dia dengan jelas mendengar suara teriakkan Elle dan tindakan yang membuat kulitnya perih dan sakit.


Eliza mengangguk paham, dia hanya bisa melihat saja dan berdoa agar Elle bisa segera sembuh dan kembali seperti sedia kala.


" Elle, Elle, tenanglah.... Tenang ya? "


Elle tak lagi berteriak, tapi dia menatap Jarvis dengan tatapan marah hingga matanya meneteskan air mata.


Jarvis meraih kedua tangan Elle, menggenggam keduanya dengan erat, lalu menatap dengan lembut.


" Elle, aku mohon istirahatlah. Kesehatan mu sangat penting, bukan untuk ku, tapi untuk mu, juga untuk Ayah juga adik mu. Kalau mereka tahu sesuatu sedang terjadi pada mu, kau pasti tahu bagaimana perasaan mereka kan? Tidur ya? "


Elle terdiam, Ayah, adik? Kedua orang itu terlintas di benaknya dan membuatnya diam tanpa suara. Benar, dia mengingat dengan jelas dia wajah orang yang paling dia cintai, dua orang yang sudah seperti hidup dan matinya, dua orang yang tidak akan pernah hilang dari hatinya biarpun nyawa nya berada di titik ujung kematian. Ayah, juga Penelope, mereka kesayangan yang tanpa sadar sudah dia lupakan beberapa hari ini.


" Ayo, tidur lah dulu. " Jarvis mengarahkan Elle untuk menuju ke tempat tidur, perlahan dia membantu Elle untuk bergantung dan memakaikan selimut untuknya.


" Tidur dengan tenang ya? Ada aku disini, jadi aku akan menjaga mu baik-baik. " Ucap Jarvis lalu memberikan kecupan di dahi Elle.


Elle tak mengatakan apapun, tapi begitu Jarvis mengambil posisi untuk tidur dan mematikan lampu serta menyalakan lampu tidur, Elle sudah menjatuhkan air matanya. Sakit itu, luka itu, rasa putus asa asa yang seperti berjalan di hutan kerikil tajam tak berujung, semua kesakitan itu membuatnya tak bisa mengatakan apapun. Dalam cahaya yang redup Elle coba membuka mulut, tapi tak ada suara uang bisa keluar dari sana, bahkan saat air matanya deras terjatuh Isak nya juga sama sekali tak terdengar.


Ada apa? Kenapa lagi dengan dirinya? Apa yang salah dengannya?


Jarvis memiringkan tubuhnya, melihat air mata Elle yang jatuh dia segera menyeka.


" Luka itu kembali kau ingat? "


Bersambung.