
" Ah.......! " Vivian memekik memegangi perutnya dengan posisi berada di tempat tidur. Dia sengaja tentunya berakting sedemikian rupa setelah membuang segelas susu buatan Elle dalam kamar mandi, lalu dia menekan-nekan perutnya sekuat tenaga, setelah meminum pil yang biasa digunakan untuk menggugurkan kandungan.
Suara Vivian tentu saja dapat di dengar orang semua orang, terutama juga Jarvis sehingga pria itu dengan segera berlari menuju kamar untuk mencari tahu apa yang terjadi dengan Vivian.
" Vivian? Ada apa? " Jarvis segera mendekati Vivian begitu membuka pintu kamar mereka dan melihat Vivian kesakitan memegangi perutnya.
" Sayang, perutku sakit, sakit sekali! "
Jarvis yang merasa khawatir dengan kandungan Vivian tentu saja dengan segera mengangkat tubuh Vivian menuju garasi mobil dan dia bergegas mengemudikan mobilnya menuju ke rumah sakit terdekat tempat dimana Vivian memeriksakan kandungannya kemarin, di sana juga ada sahabat Vivian yang kebetulan adalah Dokter kandungan yang juga mendampingi Vivian untuk kehamilannya.
Begitu sampai di sana, segera Jarvis meminta sahabat Vivian untuk menangani dan memeriksa secara detail dan memastikan bahwa kondisi calon anak mereka dalam keadaan baik-baik saja. Segera sahabat Vivian membawa Vivian masuk ke dalam ruangan dan memeriksa keadaannya.
" Kau benar-benar melakukannya? "
Vivian mengangguk sembari menahan sakit yah luar biasa di perutnya.
" Kau benar-benar totalitas sekali, untung saja Jarvis membawamu kepadaku sesuai keinginanmu. Kalau tidak, aku yakin Jarvis pasti tidak akan pernah memaafkanmu. "
Beberapa saat kemudian, Vivian sudah selesai di mendapatkan perawatan, dan dia sedang istirahat saat ini jadi sahabat Vivian yang menjadi Dokter itu meminta Jarvis datang ke ruangannya untuk menyampaikan bagaimana kondisi Vivian sekarang ini.
" Maaf sekali, Tuan Jarvis. Janin yang berada di dalam kandungan Vivian tidak bisa di selamatkan. Saya sudah memastikan beberapa kali karena ini juga bukan hal yang menyenangkan, jadi rada benar-benar yakin benar jika janin yang ada di dalam perut Vivian sudah tidak mungkin masih hidup. Vivian tidak perlu menjalani proses D&C atau kuret, nanti juga akan keluar sendiri seperti menstruasi, jadi saya hanya akan memberikan obat-obatan yang di butuhkan untuk tetap menjaga stamina Vivian. "
Bak di sambar petir, padahal beberapa saat lalu keadaan Vivian masih baik-baik saja.
Jarvis mengusap wajahnya dengan kasar, dia benar-benar marah dan kecewa sekali, padahal dia sudah menantikan kelahiran penerus keluarganya, tapi sekarang bayi itu malah sudah meninggal sebelum di lahirkan.
" Kenapa? Apa sebabnya? " Tanya Jarvis yang belum bisa menerima kenyataan itu.
Sahabat Vivian terlihat seperti sedang memikirkan apa yang akan dia katakan nanti, tangannya saling mengait untuk membuat dirinya kuat dan bisa mengatakan semua dengan lancar tanpa tersendat dan matinya memancing Jarvis merasa curiga.
" Ditemukan kandungan kimia yang berbahaya sekali di tubuh Vivian, kemungkinan besar kandungan kimia itulah yang membuat janinnya tidak selamat. "
Jarvis mengeryit menatap Dokter itu dengan tatapan tidak percaya.
" Tidak mungkin, makanan yang di makan oleh Vivian semuanya jelas sehat. Vitamin, susu, dan juga camilan semua sudah di teliti dengan baik, jadi tidak mungkin sampai ada kandungan kimia yang berbahaya. "
" Tadi sempat saya tanyakan kepada Vivian, makanan apa yang terkahir masuk ke dalam mulutnya, dan dia bilang susu buatan Elle. Lebih baik coba periksa saja sisa susu itu supaya bisa lebih jelas. "
Jarvis keluar dari ruangan Dokter dengan perasaan marah, tadinya dia masih tidak ingin percaya kalau Elle semakin memiliki keberanian semacam itu, tali mengingat saat Elle menatapnya marah dan mengatakan banyak hal buruk tentang anak yang akan di lahirkan Vivian, juga ucapan Elle yang akan mendoakan yang paling buruk untuknya, siapa lah orangnya yang tidak akan menuduh Elle?
Jarvis mengeluarkan ponselnya, lalu menghubungi adiknya untuk mengambil gelas susu yang terakhir di minum oleh Vivian, kau dia meminta salah satu sahabat baiknya yang bernama Bryant untuk datang ke rumah dan memeriksa karena Bryant sangat ahli dalam bidang itu.
Wendy dan Ibu Diana yang mengetahui jika Vivian mengalami keguguran tentu saja langsung segera mencari keberadaan Elle untuk melampiaskan kemarahan mereka. Bagaimanapun anak yang ada di perut Vivian kemarin adalah penerus pertama keluarga mereka yang sudah dinantikan dengan suka cita. Tapi, gara-gara Elle anak itu malah jadi meninggal sebelum sempat dilahirkan.
" Dasar wanita tidak tahu diri! Otak bejatmu itu benar-benar tidak bisa aku maafkan! " Kesal Wendy menarik paksa lengan Elle dan membuatnya berdiri, padahal saat itu punggung Elle sedang di obati oleh salah satu pelayan rumahnya bersamaan dengan Eliza.
" Kenapa kau ini? Otak siapa pula yang kau Katai bejat? " Wajarkah jika Elle bingung, padahal jelas dia sudah banyak mengalah dengan Wendy hari ini.
" Jangan sok polos! Gara-gara kau cucuku meninggal! "
Elle mengeryit menatap Ibu mertuanya yang Baru saja datang dengan mata yang membelakak marah, cucu siapa? Meninggal apakah itu ada hubungannya dengan dia yang bahkan tidak tau apapun?
" Kalian ini membicarakan apa? Cucu apa? "
Wendy membuang nafasnya karena dia benar-benar jengah melihat wajah sok polos Elle padahal dia baru saja membunuh calon keponakannya. Dia mengeluarkan rokok dari tas yang ia pakai, menantunya dan menghisapnya beberapa kali membuat Elle mengeryit bingung melihat Wendy.
Setelah itu, Wendy menatap Elle dengan tatapan sinis dan senyum miring yang menakutkan, dia menarik paksa tangan Elle dan menyulitkan putung rokok itu ke telapak tangan Elle membuat Elle berteriak sakit.
" Ah! Lepaskan! "
Ibu Diana benar-benar puas melihat Elle menangis sehingga dia menjadi tertarik untuk menahan tangan Elle dan membiarkan Wendy melakukanya sekali lagi.
" Tunggu! Apa yang kalian lakukan? "
Mendengar suara itu, suara Bryant yang begitu mendengar suara Elle berteriak segera dia berlari mencari keberadaan suara Elle, Wendy sontak melepaskan tangan Elle dan mencoba bersikap baik.
" Kak Bryant, wanita ini adalah orang yang sudah mencampurkan obat yang membuat kak Vivian keguguran. Aku hanya memberikan pelajaran saja supaya dia tidak berani melakukannya lagi. "
Bryant menatap kesal, bagaimanapun dia tidak suka melihat kekerasan, apalagi mengenai kebenarannya juga belum jelas dan belum tentu kalau apa yang di katakan Wendy batuan adalah benar.
" Wendy, menghukum orang yang bersalah sudah ada pihak yang berwajib, jadi jangan membuat kesalahan dan jangan melakukan apa yang bukan tugasmu. "
Bryant menatap Elle yang terus melihat ke arah telapak tangannya sembari menangis tanpa suara dan terlihat sangat kesakitan.
" Nona, ikutlah bersama saya dulu. Saya akan bantu mengobati luka itu, dan akan saya beritahu cara merawatnya agar nanti tidak meninggalkan bekas. "
Wendy melotot tak setuju, bagaimanapun Bryant adalah pria yang sudah lima tahun ini dia sukai.
Bersambung.