Holding The Heart

Holding The Heart
BAB 63 : Sulit Menjelaskan



" Duduklah, Penelope. Kita harus bicara dulu, jangan mudah menyimpulkan sesuatu hanya karena kau melihat sedikit saja adegan ini. " Ucap Elle sembari meraih tangan adiknya, lalu menatap dengan lembut dan mengarahkannya untuk duduk terlebih dulu. Penelope tak bisa mengatakan tidak ketika kakaknya mengatakan itu, maka dia memilih untuk mengikuti saja apa yang di katakan kakaknya dan diam sampai kakaknya mau memulai pembicaraan tentang apa yang dia lihat sekarang ini.


Elle dan Bryant juga sudah duduk, nampak perasaan tidak enak dari wajah Bryant, dan itu membuat Elle berpikir keras menjelaskan bagaimana menjelaskan kepada Penelope agar adiknya itu tidak salah paham dan tidak terhasut oleh apa yang dia lihat itu.


" Kakak datang untuk makan malam biasa, kami tidak begitu dekat, hanya karena dia banyak membantu kakak makanya kakak bersedia makan malam dengan dia, Jarvis juga sudah tahu tentang ini, kalau kau tidak percaya kau bisa telepon Jarvis dan tanyakan langsung padanya. "


Penelope terdiam, dia mencengkram kain dress yang ia gunakan karena lagi-lagi harus melihat kebohongan dari mata Elle. Entah bagian mana dari semua ucapan kakaknya yang benar dan tidak, bahkan dia sekarang tidak memiliki keberanian untuk bertanya.


" Sebenarnya aku yang salah, aku yang mengajak Elle untuk makan malam, jadi jangan menyalahkan kakak mu ya? " Bujuk Bryant, dia tersenyum hangat berharap Penelope dapat menerima alasan serta permintaan maaf darinya. Karena Penelope masih tak bicara, Bryant mencoba cara lain agar lebih dekat dengan Penelope, dia mengangkat satu tangannya, sedikit bangkit untuk mengusap kepala Penelope layaknya memperlakukan seperti adik kandungnya sendiri.


Grep!


Penelope menatap dingin Bryant, mencengkram kuat pergelangan tangan Bryant, lalu menghempaskan untuk menjauh dari kepalanya.


" Lope..... " Elle sedikit kesal, bagaimanapun Penelope tidak boleh bersikap dingin seperti itu terhadap orang yang sudah banyak membantunya.


" Selain Ayahku, dan juga kakakku, kepalaku haram di sentuh oleh siapapun. " Ucap Penelope masih dengan tatapan dingin.


Bryant sebenarnya sangat terkejut dengan sikap dingin Penelope yang lebih dari Elle, tatapan matanya tajam dan mengintimidasi, cara bicara yang tertata rapih itu benar-benar sukses membuat Bryant kagum.


" Maafkan aku, perkenalkan, namaku Bryant. " Bryant menyodorkan tangannya, berharap ukuran tangannya itu di sambut hangat oleh Penelope. Tapi sayangnya Penelope justru tak terlihat tertarik dan memilih diam tak bereaksi. Ah, benar-benar dingin dan mirip sekali dengan Elle.


" Lope, kenapa kau begitu? " Protes Elle.


" Aku tidak bisa berpura-pura kak, aku tidak bisa tersenyum di saat aku marah. Aku tidak bisa menangis di saat aku bahagia, aku tidak bisa berhenti panik saat aku mengkhawatirkan tentang mu dan juga tentang Ayah. Aku, tidak bisa seperti mu yang begitu gencar berakting, aku tidak bisa seperti mu yang memilih bohong padaku, lalu mempercayai orang lain. Aku bisa melihat semuanya, aku bisa melihat air mata kakak saat kakak tersenyum, tapi kakak terus saja berakting seolah Kakak begitu hebat. "


Elle terdiam sejenak.


" Kau ini bicara apa, Lope? Percaya kepada orang asing apa maksud mu? "


Penelope menatap Elle dengan tatapan sendu.


" Kak, kakak seorang istri yang pergi untuk makan malam dengan seorang pria lain, lalu kakak bilang dia sudah banyak membatu, kakak pasti tahu ini adalah kesalahan besar kan? Dan aku yakin sekali, pria ini banyak berperan dalam sandiwara kakak selama ini sampai kakak rela merendahkan harga diri kakak untuk pergi makan malam bersama pria asing. "


" Dik, kita hanya makan malam saja, tidak melakukan hal yang berlebihan kok. "


Penelope menatap Bryant dengan tatapan marah.


" Usiaku memang baru sembilan belas tahun, tapi aku cukup paham mengenai itu. Siapa bilang perselingkuhan hanyalah tentang tidur bersama? Mengirim pesan kepada lain pasangan juga di sebut berselingkuh, apalagi sampai janji makan malam bersama. " Penelope menatap Bryant dengan tatapan memohon sekarang, air matanya nampak menumpuk di pelupuk matanya.


" Tuan yang terhormat, tolong jangan merendahkan harga diri kakak ku, sebelumnya dia adalah gadis yang menjujung tinggi harga dirinya. Jika memang anda sudah banyak membatu kakakku, minta lah balasan yang tidak merendahkan harga dirinya. Tapi, kalau anda memang orang yang paham akan moral, seharusnya ada tidak perlu membantu kalau nyatanya anda mengharapkan balasan. "


Elle mengepalkan tangannya, sudah tidak tahan lagi akhirnya Elle bangkit dan menampar pipi adiknya.


Penelope terdiam setelah tamparan itu mendarat di pipinya, dia yang memalingkan wajah karena tamparan itu hanya bisa membiarkan air matanya jatuh dengan ekspresi terkejut. Bryant juga terkejut, dia menatap Elle dengan mata yang yang terbelalak tak percaya.


" Ha? Haha..... Haha...... Hahaha....... " Penelope tertawa tapi sesekali bibirnya membentuk lengkungan kesedihan, matanya juga terus saja menitihkan air mata yang di biarkan saja berjatuhan oleh Penelope.


Elle menatap Penelope dengan tatapan terkejut juga, lalu dia gemetar menatap tangannya yang ia gunakan untuk menampar Penelope. Adik yang selama ini dia perlakukan dengan sangat lembut penuh kasih akhirnya ditampar dengan tangannya sendiri.


Semua orang kini tengah menatap ke arah Elle dengan tatapan terkejut juga.


" Lo Lope? Ma maaf...... " Elle mengulurkan tangan untuk meraih wajah Penelope, tapi gadis itu bangkit dan menatap Elle nanar.


" Aku tidak akan marah kak, hanya satu tamparan saja, ini tidak sakit. Tapi biarkan aku bicara sekali lagi. " Penelope menatap kakaknya yang mulai ingin menangis menyesali apa yang dia lakukan.


" Aku memang tidak tahu penderitaan seperti apa yang kakak alami, aku tidak bisa tahu apa yang sebenarnya terjadi karena kakak membatasi sekali agar aku tidak tahu apapun. Tapi, aku merasakan sakitnya, kak. Aku merasakan sakit dari setiap luka yang aku lihat di tubuh kakak. Jika itu memang berat untuk kakak, maka lepaskan saja dan beranjak pergi. Tapi pikirkan juga tentang untuk mencoba memaafkan masa menyakitkan yang sudah lewat, karena kalau masih saja terikat oleh masa lalu yang menyakitkan, kebahagiaan akan semakin menjauh. Kak, belakangan ini aku seperti melihat sosok lain di dalam diri kakak, kakak melakukan kebohongan demi kebohongan, kakak terlihat kejam, kakak menakutkan sekali. Aku takut dengan kakak ku sendiri sekarang. "


Elle menutup mulutnya menahan suara tangis melihat tatapan Penelope yang tidak biasa itu.


" Apapun yang terjadi, kakak adalah kakak ku, aku tentu akan sayang kepada kakak sampai aku mati. Aku pergi kak, semoga saat kita berkumpul lagi kakak sudah dalam keadaan baik, kembali menjadi kakak ku seperti sebelumnya. " Penelope beranjak pergi meninggalkan Elle dan Bryant di sana.


Bersambung.