Holding The Heart

Holding The Heart
BAB 67 : Niat Kejam



Vivian membuang semua bantal di ranjangnya ke lantai, sprei yang tadinya begitu rapih kini sudah berantakan, selimut juga sudah berada di lantai semua. Kesal, sungguh Vivian kesal sekali terhadap Elle, bagaimana tidak? Dia sedang sulit sekali mencari uang untuk menutup mulut Kelie si pelayan kurang ajar yang berani-beraninya memeras uang nya. Tapi ya mau bagaimana lagi? Kalaupun ingin melaporkan apa yang di lakukan Kelie dengan tuduhan pemerasan, bukankah malah sama saja artinya? Karena dengan begitu pasti akan terdengar di telinga Jarvis, juga keluarganya. Sama saja bahaya, malah jauh lebih bahaya dan fatal, jadi Vivian yakin apa yang akan dia lakukan dan yang dia pilih ini adalah pilihan yang sudah tepat.


" Sialan, kau Elle! Aku benar-benar tidak bisa membiarkan mu begitu saja, pokoknya kau tidak boleh mendapat uang kompensasi, kau tidak pantas untuk uang itu. " Vivian bangkit dari posisinya, sekarang benar-benar sudah buntu dan dia tidak memiliki banyak jalak keluar untuk masalahnya. Pertama Jarvis sudah jelas-jelas tidak memperdulikannya lagi, kedua permintaan Kelie yang semakin gila dan terus bertambah itu juga terus menekannya hingga dia tidak tenang untuk berpikir. Kalau nanti mencuri uang Ibu Diana dan Wendy lalu dia serahkan kepada Kelie masih saja ingin memerasnya, maka satu-satunya jalan dia hanya bisa mencuri banyak uang sebisa mungkin mulai dari sekarang, aku kabur tanpa perlu takut kelaparan dan hidup susah.


" Kelie, wanita rendahan itu juga sudah keterlaluan. Ini adalah yang terakhir kali dia bisa memeras dan mempermainkan ku, karena kalau bukti yang dia serahkan adalah palsu, maka aku tidak akan pikir panjang lagi untuk menjadi malaikat pencabut nyawa untukmu dasar pelayan tidak tahu malu! "


Vivian berjalan keluar kamar dengan perasaan kesal, dia segera berjalan cepat untuk menuju garasi mobil dan menggunakan satu dari dua mobil yang terparkir di sana. Tentu saja mobil itu adalah milik bersama, atau mobil. Sekarang dia benar-benar butuh hiburan untuk sebentar menghilangkan stres, karena besok pagi kan Ibu Diana dan juga Wendy akan pergi ke luar negeri, jadi begitu pulang ke rumah dia bisa langsung menjalankan aksinya.


***


Jarvis tersenyum, dia mengusap rambut Elle dengan lembut begitu selesai menyisirnya dengan rapih. Elle tentu saja masih memilih untuk diam tak mengatakan apapun, tapi Jarvis benar-benar tidak merasa lelah sedikitpun.


" Elle, kau pergilah dulu bersama dengan Eliza ke taman belakang rumah ya? Aku sebentar menyelesaikan pekerjaan ku, nanti kalau sudah selesai baru kita keluar untuk jalan-jalan sampai makan malam nanti. " Jarvis mengusap wajah Elle sembari tersenyum, lalu bangkit dari sana karena Eliza juga sudah menunggu untuk sebentar menggantikan Jarvis menjaga Elle.


Seperti yang Jarvis katakan, dia kini tengah bekerja dengan laptop di depannya dan mengerjakan apa yang harus dia kerjakan agar segera dia bisa memiliki waktu bersama dengan Elle. Memang tidak semudah saat bekerja di kantor, tapi untuk sementara ini tentu bukan masalah untuk Jarvis. Nanti kalau memang ada hal yang sangat penting dan mendesak, baru la dia akan datang sebentar ke kantor.


Setelah selesai memeriksa dokumen yang dikirimkan oleh sekretarisnya, Jarvis segera menghubungi seseorang yang baru saja dia tunjuk sebagai asistennya.


" Han, tolong cari tahu bagaimana keadaan Johan sekarang. Pastikan Johan dan keluarganya tetap memilih untuk diam, katakan padanya untuk memikirkan juga reputasinya Johan yang sudah pasti akan semakin hancur jika berita ini sampai tersebar luas. Baiklah, nanti kau tolong antar kan semua dokumen yang aku minta dari sekretaris ku, jangan sampai ada yang tertinggal karena besok sudah harus di jalankan. "


Setelah benar-benar semua pekerjaan selesai, Jarvis akhirnya beranjak untuk menuju dimana Elle berada.


Begitu sampai di taman belakang, Jarvis terdiam memandangi Elle yang terlihat tersenyum tipis ketika memberikan makanan untuk ikan di kolam buatan yang ada di sana.


" Nona, lihat ikan yang berwarna emas kemerahan itu, dia datang paling belakang, dia juga yang paling kecil di antara yang lain. Tapi dia masih tetap bisa mendapatkan makanan kan? Walaupun dia kesulitan sekali untuk dapat mengambil makanan dari tangan Nona, dia tetap berhasil menerobos kesulitan itu. Kekuatan bukan dari bentuk tubuh, tapi dari dari sering nya merasa sakit, di sakiti, di kecewakan, lama kelamaan dia benar-benar sangat mudah mengahadapi hatinya yang tidak baik, fokus menjalani hidup karena nyatanya hidup hanya satu kali, dan untuk apa juga kan terus memikirkan kesedihan? Ada banyak warna, Nona. Dunia ini menyuguhkan banyak warna yang mungkin salah satunya ada yang anda sukai, tapi kalau anda tidak memiliki perasaan suka kepada warna yang ada, maka anda hanya menciptakan warna sesuai dengan yang anda inginkan. Tentu saja caranya adalah, megambil warna yang ada, menggabungkan satu sama lain sesuai keinginan Nona. "


Elle terdiam, senyum tipis yang beberapa saat lalu terbit di bibirnya itu sontak menghilang. Elle kini kembali terlihat tak berekspresi, tatapan matanya yang kosong benar-benar membuat Eliza sadar benar jika Elle kesulitan mengatasi hati serta pikirannya sendiri. Bukan ingin mengatakan jika Elle lemah, hanya saja dia merasa amat di sayangkan orang seperti Elle harus jadi seperti ini.


" Nona, bagaimana kalau anda beri makan ikan lagi? Makanan tadi sepertinya masih kurang. "


Elle masih diam dengan ekspresi nya, lalu dia menjauhkan begitu saja makanan ikan itu dari tangannya. Mungkin tidak sengaja, tapi juga bisa juga sengaja, entah yang mana sebenarnya tapi Eliza jadi sadar kalau sebenarnya dia sudah banyak bicara.


" Nona, maafkan aku kalau aku banyak sekali bicara ya? Lain kali aku akan lebih memahami ucapan ku agar Nona tidak tersinggung lagi. Ucapan ku tadi hanyalah asal bicara saja, Nona pahit mengacuhkannya saja. "


" Eliza, kau sudah bisa kembali ke dalam. " Ucap Jarvis yang pada akhirnya berjalan mendekati Elle.


" Baik. "


Jarvis berjalan untuk jongkok dan menahan tubuhnya dengan satu lurus yang menyentuh lantai.


" Kita bisa jalan sekarang, jadi kalau nanti tidak nyaman di tempat itu, kau bisa tunjukkan padaku ya? " Setelah mengatakan itu Jarvis membenahi tubuhnya dan berjalan sembari menuntun Elle untuk mengikuti langkah kakinya.


Elle, semoga tempat tujuan kita ini bisa sedikit saja merubah suasana hatimu.


bersambung.