Her Secret

Her Secret
penyelidikan 3



~ Pukul 12.00 waktu Seattle


Alec telah tiba di penthousenya di Seattle, kali ini dia berangkat dengan kein yang merajuk dan membujuk ingin ikut ke Seattle bersamanya, Alec menggenggam tangan kein ketika sampai di bandara, walch dan beberapa bodyguardnya juga mengikuti mereka.


Mobil Mercedes berwarna hitam telah menunggu mereka di parkiran, salah satu pria membukakan pintu mobil untuknya, kein masuk terlebih dahulu kemudian ayahnya yang menyusul.


"Abel pasti merindukan kita kein." Ucap alec sambil mengusap kepala putranya dan mengecupnya.


"Nanti Abel akan pergi bersama kita semua kalau dia sudah besar sepertiku dad." Ucap kein menyandarkan kepalanya di tubuh ayahnya, Alec tersenyum mendengar ucapan kein.


Udara dingin masih begitu terasa di kota Seattle, kota ini adalah kota terbesar di wilayah timur laut Pasifik Amerika serikat, terletak di negara bagian Washington. kota Seattle juga terkenal dengan nama Kota hujan, meski julukan resminya adalah Kota zamrud, serta Kota yang terkenal karena sebuah film berjudul Sleepless in Seattle.


selain itu Seattle juga dikenal mempunyai reputasi akan konsumsi kopinya yang tinggi. Jaringan kedai kopi Starbucks juga berasal dari kota ini. Alec melihat kedai kopi di persimpangan jalan lalu memerintahkan supirnya untuk menepikan mobilnya.


"Berhenti di depan aku ingin membeli sesuatu untuk menghangatkan tubuh kein, tubuhnya terlalu dingin", ucap alec kepada walch yang duduk di depan bersama seorang supir.


Mobil itu berhenti di persimpangan jalan, Alec keluar dari mobil bersama dengan kein ingin membeli coklat hangat untuk kein dan kopi untuk dirinya sendiri, mereka masuk ke dalam kedai dan memesan minuman hangat, sementara Alec menunggu pesanannya, mata kein menjelajahi tempat yang cukup luas itu dan matanya berhenti pada sosok wanita yang duduk di lantai atas yang membelakanginya.


"Dad? Aku ingin ke toilet." Ucap kein kepada ayahnya.


"Tidak perlu menemaniku, aku bisa sendiri dad." Ucap kein menenangkan ayahnya yang khawatir.


"Cepatlah, ayah menunggu di sini."


Kein berjalan tetapi tidak sedang menuju ke toilet tetapi ke tempat lain dan tanpa sepengetahuan ayahnya dia naik ke lantai dua kemudian dia mendekati wanita yang sedang duduk sendiri di depan kaca besar sambil menyesap kopinya.


"Mommy?" Ucap kein.


Wanita itu berbalik, dengan tersenyum dia menatap kein, "Ah, bukankah kamu kein? Kau sendirian?" Wajah kein lalu berubah menjadi merah dan marah.


"Mengapa kau berpenampilan seperti ibuku?"


Ucap kein yang teriak kepadanya, orang-orang yang duduk di sana mengalihkan perhatiannya kepada kein dan wanita itu yang tidak lain adalah Jessy, dia mengikuti penampilan Andria mulai dari warna rambut yang berwarna coklat kehitaman lurus dan bergelombang, garis alis serta penampilan Andria, dia membeli baju yang sama dengan baju yang biasa Andria kenakan.


Suara kein yang berteriak membuat alec berlari mencarinya dan menemukanya sedang melihat kearah wanita di depannya. Alec sedikit terkejut tetapi tatapannya menjadi dingin dan benci.


"Kein, kemarilah." Ucap alec tenang memanggil putranya. Jessy tersenyum melihat Alec dan memperlihatkan penampilan barunya kepada alec, dengan wajah marah Alec menatap Jessy yang masih tersenyum padanya.


"Alec aku..aku bisa merubah penampilanku untukmu, aku..mampu melakukan apapun untukmu untuk kein dan juga Abel, kumohon alec, sekali saja alec bukalah hatimu untukku, istrimu sudah meninggal kau harus menerima semua kenyataan itu, jangan berlarut-larut dalam....


Rupanya Jessy tidak putus asa dengan tingkahnya, dia kemudian menangis dan memohon-mohon kepada alec, parahnya lagi dia berteriak-teriak agar Alec tidak meninggalkannya.


"Kau wanita gila !" Wajah alec yang menatap jessy terlihat jijik, dia menggendong putranya dan segera pergi dari sana, beberapa bodyguard Alec akhirnya datang dan menghalangi Jessy dari kegilaannya yang berteriak-teriak memanggil Alec.


Alec segera masuk kedalam mobil dan mendudukkan kein di sampingnya, dia segera memberitahu walch agar memutuskan kerja sama mereka dengan LN enterprise, dan melarang dengan keras wanita bernama jessy Weakhly memasuki perusahaannya, jika dia melihatnya segera laporkan ke polisi .


~


Andria memperhatikan orang-orang berlalu lalang di sekitar mansion milik Leon, pria-pria mengenakan jas sedang sibuk keluar masuk mansion itu, Andria memperhatikan setiap pergerakan orang-orang yang keluar masuk dari mansion, sepertinya sesuatu telah terjadi di Clan de Lucas.


Pintu kamar Andria dibuka oleh seseorang, dia menatap Leon yang berjalan ke arahnya.


"Bersiap-siaplah Andria hari ini kita akan meninggalkan Seattle."


Ucapnya cepat tanpa menunggu jawaban Andria dia lalu menutup pintu Sepertinya dia sangat terburu-buru.


Andria menggertakkan giginya menahan amarahnya, "Kau pikir aku akan mengikuti begitu saja apa yang kau katakan? Aku akan mencari cara lain untuk melarikan dari tempat ini." Ucap Andria.


Tidak lama berselang Andria sudah berada di dalam mobil bersama Leon yang ada di sampingnya entah apa yang dipikirkan pria ini, dengan seenaknya saja berpindah tempat, Seperti ada sesuatu yang mengejarnya.


"Usahakan orang-orangnya tidak melihat kita apalagi orang-orang dari Alexander grup, kau mengerti perketat keamanan." Ucapnya pada salah seorang bodyguard yang segera tunduk padanya.


'Alexander?' mengapa dia begitu takut berhadapan dengan nama itu? Biasanya clan de Lucas menerima tantangan apapun yang menghalangi clan mereka. 'Siapa Alexander itu?' pikir Andria.


Perjalanan mereka tidak begitu lama untuk sampai ke bandara, jalanan begitu lengang siang itu, meskipun cuaca tidak bersahabat sehingga hujan turun deras saat itu membuat sebagian orang berlindung di mana saja. Mereka akhirnya tiba di bandara, Andria di temani beberapa pelayan dan bodyguard di samping kiri dan kanannya, entah mengapa dia tidak pernah lagi melihat Morelli di sekitarnya.


"kita akan berangkat sebentar lagi, cuaca ini menghambat perjalanan kita." Ucap Leon sambil berdesis marah menatap hujan yang turun lebat dari luar jendela.


"Aku ingin ke kamar mandi." Kata Andria tanpa menatapnya.


"Dan kau akan melarikan diri lagi?" Ucap Leon menatap Andria.


"Terserah kau mau bilang apa."


Andria berdiri dan dua bodyguard wanita berseragam hitam mengikutinya. Andria mengerling mereka berdua, kali ini andria betul-betul harus meloloskan diri dari pria itu.