Her Secret

Her Secret
Debaran jantung Andria 2



~Seattle city, Starbucks


Pukul 10 pagi tempat itu cukup lengang, Ronan sedang menunggu di sebuah cafe dekat dari kantornya, dia menunggu seseorang dan tidak lama berselang doughlas menghampirinya.


"Hai Ron, lama tidak berjumpa kawan." Ucapnya.


Ronan menaikkan alisnya melihat doughlas yang langsung duduk di sampingnya.


"Ya, bagaimana kabarmu? Ah, aku tahu sebentar lagi kau akan memiliki bayi, selamat kawan." Ucap doughlas menepuk punggungnya.


Ronan tersenyum tipis, entah apa yang harus dikatakannya mengenai masalah keluarga doughlas.


"Andria masih hidup." Ucap doughlas lantang. Ronan yang mendengarnya di buat heran olehnya.


"Benarkah? Bagaimana bisa, jadi siapa wanita yang di temukan wafat waktu itu?" Tanyanya.


Doughlas tersenyum tapi tidak ada kegembiraan di wajahnya.


"ibuku, rupanya dia melarikan diri dari penjara dan bertemu dengan Andria di sana Sepertinya mereka sempat bertengkar, entah bagaimana akhirnya andria di bawa oleh pria itu, dan dia memerintahkan kepada orang-orangnya membakar rumah ayahku."


Mata Ronan melotot mendengarnya, "Siapa pria itu?" Tanyanya.


"Dia..saudara ayah kandungku, Leon de Lucas, dia yang memerintahkannya untuk menghabisi ibuku dan tempat itu, lalu membawa Andria."


Ronan terkejut, jadi yang membunuh ibumu, pamanmu sendiri?" Tanya Ronan.


Doughlas mengedikkan bahunya, "sejak awal, keluargaku memang tidak biasa, keluarga atau bukan selama ada yang menghalangi jalannya mereka akan dihabisi." Ucapnya, "Untuk itu aku harus menghentikan Leon."


~


Suasana di kediaman Alexander terlihat begitu hangat dan ceria sejak kehadiran Andria bersama keluarganya, meskipun Andria masih belum pulih tetapi Andria tahu mereka adalah keluarganya yang berharga baginya.


Andria masuk ke dalam kamar mandi, dia menatap dirinya, lalu jantungnya berdetak kencang.


"ada apa dengan diriku?" Ucapnya.


Dia lalu mengingat kejadian malam itu, Rona merah terpancar di kedua pipinya, "oh tidak, kenapa ingatan itu kembali?" Andria mencoba menepis ingatannya, dia memegang kepalanya dengan kedua tangannya.


"Mengapa aku begitu saja melakukannya?, anehnya tubuhku menerimanya begitu saja."


Gumamnya lagi.


"Oh tidak ingatan malam itu muncul lagi." Ucap Andria berjongkok sambil memegang kepalanya.


Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka padahal Andria telah menguncinya, wajah alec langsung saja khawatir melihatnya dan menghampiri Andria.


"Sayang, kau tidak apa-apa?" Kata Alec khawatir.


Mata mereka bertemu, wajah Andria tiba-tiba berubah menjadi merah, ketika melihat wajah alec, bayangan Alec yang bergerak di tubuhnya malam itu membuat Andria mendorong alec hingga ia jatuh terduduk di lantai kamar mandi dan seketika Andria berlari dan keluar dari kamar mandi.


"Ugh, sial ! Mengapa aku begini?" Andria mengibaskan tangannya di sekitar wajahnya agar panas di wajahnya dapat menghilang.


Sebuah pelukan dari belakang Andria membuat Andria kembali terkejut, Alec memeluknya erat dan menyembunyikan wajahnya di leher Andria, wangi Andria begitu di rindukannya, alec merasakan dunianya terasa runtuh ketika kehilangan Andria waktu itu. Tetapi kini dia ada bersamanya kembali.


Andria merasakan pelukan di tubuhnya semakin erat, "Al..Alec?" Ucapnya canggung.


"ya, benar sayang panggil namaku, kau harus mengingatnya." Bisik alec kepada Andria, membuat tubuhnya menjadi panas, terasa ada kupu-kupu yang berterbangan di perutnya.


"Daddy? Apa yang dad lakukan kepada mommy?" Ucap kein polos lagi-lagi datang sambil menggendong Abel dan menatap ayahnya yang bersembunyi di leher Andria.


Dengan cepat Andria melepaskan pelukan Alec, lalu menghampiri kein dan mengambil Abel dari gendongan kein.


"Ti..tidak apa-apa sayang, kemarilah kita main bersama." Ucap andria, dia mengerling Alec yang mengacak-acak kembali rambutnya, dan menghembuskan napas kemudian mengecup puncak kepala putranya.


Ketukan di pintu di kamarnya membuat alec membukanya dan seorang pelayan memberitahu jika tuan walch dan dokter Harold menunggu di ruangannya.


"Sebentar lagi aku akan kesana." Ucap alec.


Dia mendekati Andria dan memegang pipinya, Alec beberapa hari ini tidak berangkat ke kantor, dan kerjanya mendekam di dalam kamar bersama dengan Andria dan anak-anaknya, dia tidak ingin meninggalkan Andria sendirian.


"Dokter akan segera datang sayang, dia akan memeriksa kesehatanmu." Bisik alec, lalu dengan tiba-tiba alec mengecupnya, membuat kepala andria terdorong sedikit kebelakang, "jaga mommy kein." Ucapnya pada kein.


Alec segera keluar dari kamar, sedangkan Andria menyembunyikan wajahnya di tubuh Abel yang berada di gendongannya. "Uh, sebentar lagi aku akan pingsan jika dia melakukannya, dia selalu mengejutkanku." Bisik Andria.


~


Alec sudah rapi, hari ini dia mengenakan kemeja flanel berwarna biru langit di padu dengan jeans hitam, serta rambutnya yang sudah memanjang di sisir ke belakang, Alec membuka pintu ruang kerjanya, di sana sudah menunggu walch beserta dokter pribadi keluarga Alexander yaitu Dr. Harold, dia pria paruh baya yang sudah lama menjadi dokter pribadi keluarga alexander.


"Bagaimana hasilnya dokter harold, bagaimana keadaan istriku?" Tanyanya.


Dr. Harold memperbaiki gagang kacamatanya yang tebal di pangkal hidungnya lalu menatap Alec.


"Penyakit yang di derita oleh nyonya Andria bukan penyakit umum yang bisa dirasakan oleh siapa saja. Benda yang mengenai kepala nyonya Andria begitu keras sehingga terjadi amnesia , dan semoga itu tidak permanen atau bersifat sementara saja." Ucap Dr. Harold.


"Apakah..apakah istriku dapat mengingat semuanya kembali?" Tanya alec padanya.


"Hal itu bisa terjadi tuan Alec, tetapi langkah utama yang harus dilakukan agar sedikit demi sedikit nyonya andria dapat mengingat kembali ingatannya yaitu dengan secara perlahan memperkenalkan orang-orang yang ada di sekitarnya, dan satu lagi yaitu dengan cara terapi. Cara yang lebih ampuh agar nyonya Andria selalu berada di sekitar orang-orang yang menyayanginya, dan biarkan nyonya Andria istirahat yang banyak, dan jangan paksa untuk mengingat-ingat masa lalunya, hal itu bisa membuat sakit kepalanya kambuh lagi." Jelasnya.


"Baik Dokter Harold terima kasih." Alec mengantar dokter Harold dan kemudian kembali menutup pintu.


"Bagaimana perkembangannya walch? Apakah mereka mulai bergerak?" Tanyanya.


"Ya sir, beberapa mata-matanya di tempatkan di sekitar mansion tapi dengan cepat kami meringkusnya, penjagaan di perketat dua kali lipat sir."


"Bagus, kau tahu apa motif Leon de Lucas ingin membawa Andria dariku, apakah....


"Ya sir, dia ingin membawa nyonya Andria ke Italia dan ingin menikahinya." Ucap walch, dia menatap alec yang wajahnya sudah berubah marah.


"Walch ! Hubungi semua orang-orang Alexander grup aku ingin melihat kehancuran clan de Lucas sialan itu, dia harus menghadapiku jika dia berani mengambil milikku."


"Baik sir."


"Sir, saya mendengar kabar dari tuan doughlas, dia sudah kembali dari Eropa Sepertinya dia akan segera menghubungi anda, dia juga menaruh dendam dengan Clan de lucas yang telah membunuh ibunya."


"Benarkah? Ya, semakin banyak sekutu itu semakin bagus.." ucap alec sambil menggertakkan giginya.