Her Secret

Her Secret
Alec dan andria



Angin bertiup kencang di malam itu, setelah hujan telah reda tetapi angin yang menerpa pepohonan membuat beberapa pohon tumbang tidak bisa menahan serangan yang menerpanya hingga jatuh dan menutupi jalanan.


Kein yang sejak tadi mengintip dari jendela kaca menyaksikan angin yang berhembus kencang di selingi dengan gemuruh membuatnya tiba-tiba berlari dan memeluk erat ibunya.


"Mommy, lihat ! lihat, pohon itu jatuh mom." ucap kein memeluk erat Andria.


"Jangan mengintip lagi di jendela sayang,  kembalilah ke kamarmu kau pasti lelah bukan? Abel sudah menunggumu". ujar andria yang masih duduk di ruang tengah menunggui kein yang sedari tadi mengintip di luar jendela.


"Mommy, di luar begitu menyeramkan mom, kein takut." Ucapnya sambil memeluk tubuh ibunya.


"Kalau begitu berhentilah menatap jendela-jendela itu sayang, mommy akan mengantarmu ke tempat tidur."


Kein mengucek-ngucek matanya yang mulai terasa berat, andria mengantarnya sampai di tempat tidurnya lalu mengambil selimut dan menyelimuti putranya.


"Tidurlah sayang." Ucap andria mengecup pipi putranya setelah mengucapkan selamat tidur, lalu memadamkan lampu kamar dan menyalakan lampu tidur untuk kein karena dia tidak suka dengan kegelapan.


Andria akhirnya kembali ke kamarnya, alec masih berkutat dengan  laptop yang di bawanya, dia sedang sibuk menyelesaikan pekerjaannya. Matanya melirik ke pintu yang terbuka, dan menatap istrinya yang sedang bersiap-siap untuk tidur.


Andria naik ke atas tempat tidur lalu berbalik dan menatap alec yang masih bekerja.


"Kau masih sempat membawa pekerjaanmu kemari alec, kau tidak lelah sayang?" Tanyanya.


Alec yang mendengarnya lalu tersenyum tipis. 


"Hanya beberapa email dari walch yang harus aku cek, sebentar lagi aku akan menyelesaikkannya."


Dia mengecup bibir andria lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.


Andria mulai mengantuk dia menutup kedua matanya yang sudah berat dia begitu letih karena perjalanannya yang jauh menuju ke vancouver. Alec meregangkan tubuhnya setelah menyelesaikan pekerjaannya, dia menyimpan laptopnya dan akhirnya ikut berbaring, menarik andria ke dalam pelukannya lalu terlelap tidur.


~


"Mommy?" Bisik kein yang tiba-tiba terbangun di tengah malam.


"Mom?" Ucap kein, andria membuka matanya ketika mendengar suara kein dan melihat kein yang berdiri di sampingnya sambil membawa abel di pelukannya yang mengucek-ucek matanya.


"Aku dan abel mau tidur bersama mom dan dad." Ucap kein, Andria menarik abel dan kein hingga mereka tidur di antara mereka.


"Tidurlah sayang, berhenti memikirkan hal yang menakutkan." Ucapnya.


Tetesan hujan mulai terdengar malam itu disertai angin yang kencang, kein yang masih belum bisa menutup kedua matanya langsung saja memeluk sang ibu dan memaksakan menutup matanya hingga ia terlelap tidur.


~


Kediaman Anderson 08.00 Waktu Vancouver,


Keluarga Alec sedang berada di ruang bersantai setelah sarapan, mereka sedang duduk bercengkrama, kein dan Abel sedang asyik bermain bersama sedangkan andria, alec dan tuan Anderson dan neneknya duduk bersama mereka. Tiba-tiba saja tuan Anderson membicarakan sesuatu kepada mereka.


"Andria, ayah sudah tua apalagi penyakit ini akan datang lagi entah kapan jadi untuk menenangkan hati ayah aku ingin seluruh aset keluarga Anderson mulai saat ini ayah sepenuhnya mewariskan kepadamu." Ucap tuan Anderson yang duduk sambil memegang tongkat.


"Biarkan Alec yang menangani bagaimana menyatukan dua perusahaan kita, aku ingin semuanya selesai, kau pewaris satu-satuku Andria sayang." Dia terbatuk Sebentar.


"Jika kein dan Abel besar nanti kau bisa mewariskan kepada mereka."


"Ayah tidak perlu tergesa-gesa seperti itu, ayah akan sehat kembali." Ujar Andria.


"Ayah akan sehat tapi ini adalah sesuatu yang ingin ayah lakukan secepatnya sayang." ujarnya sambil menatap wajah putrinya.


~


Tidak terasa makan siang telah tiba,


Mereka semua telah duduk untuk makan siang setelah duduk berlama-lama di ruang santai, mereka semua tidak bisa kemana-mana untuk menikmati pemandangan kota Vancouver karena derasnya hujan yang tidak berhenti-berhenti di luar sana.


Berbagai makanan di sajikan di atas meja, makanan yang disajikan sangat lezat dan wanginya menggugah selera, tetapi andria yang mencium wangi masakan itu merasakan pusing ketika mencium bau sup yang begitu menyengat di hidungnya, tiba-tiba dia merasa mual dan ingin muntah.


"Kau baik-baik saja sayang?" Ucap nenek Andria menepuk punggungnya dan mengusapnya.


"Hanya sedikit mual." Andria lalu menyadari menstruasinya yang telat dan dirinya mual dan agak pusing pagi tadi.


"Sebentar lagi abel punya adik?" Ucap neneknya, membuat alec berbalik dan berdiri menghampiri istrinya. Hari itu juga dia menghubungi dokter dan memeriksa keadaannya.


"Bagaimana dokter keadaan istriku?" Tanya alec yang memanggil dokter agar lebih menyakinkan lagi buatnya.


"Ya, nyonya Andria positif hamil saya sarankan agar nyonya Andria banyak beristirahat dan hindari stres serta banyak konsumsi makanan yang bergizi.


"Terima kasih dokter." Ucap alec mengantar dokter ke ruang depan.


Setelah mengantar dokter, alec kembali masuk ke dalam kamar dan menemui Andria yang masih berbaring, dia mengecupnya lalu menatapnya sambil tersenyum.


"Sudah kubilang sayang aku akan menepati janjiku." Ucapnya bangga.


"Dan bagaimana kalau yang lahir bayi perempuan sayang?" Andria lalu menaikkan alisnya.


"Aku akan berusaha lagi kan, bagiku sama saja putra ataupun putri sayang." Ucapnya sambil memeluk istrinya erat sambil memberikan kecupan-kecupan kecil di bibir Andria.


Suara kein yang menggema lalu membuka pintu kamar dan berteriak senang karena akhirnya Sebentar lagi dia akan memiliki seorang adik lagi.


Tawa ceria terdengar bahagia dari kediaman keluarga Alexander, bertambah satu anggota baru lagi dan mereka begitu senang menyambut kedatangannya meskipun masih menunggu sembilan bulan untuk menyambut kelahiran anak ketiga keluarga alexander.


Jalan yang dilalui andria untuk menempuh dan meraih kebahagiaannya sangat berliku dan menyisakan sebuah kenangan baik suka maupun duka, meskipun banyak penderitaan yang dilaluinya tetapi andria sangat bersyukur bertemu dengan orang-orang yang mencintainya dan yang dicintainya.


Suasana hari itu nampak ceria di tambah dengan tawa kein dan Abel menyisakan kegembiraan di keluarga alexander.


Hari dimana alec bertemu dengan Andria adalah awal dari kebahagiaan mereka karena mereka bisa bersama dengan putra dan putri mereka yang dicintainya. Keluarga Alexander hidup berbahagia bersama keluarga kecilnya, mereka semua akhirnya dapat bersama dan saling menjaga.


Suatu saat jika kau beruntung menemukan cinta sejatimu. Ketika kalian saling bertatap untuk pertama kalinya, waktu akan berhenti dan berputar hanya di antara kalian berdua.


~Fin~


Hai tmn2 readers ☺️🙏 💕 makasih sudah mengikuti cerita ini mulai dari episode awal hingga kini, dan terima kasih buat supportnya baik itu like vote dan koment2nya tmn2 readers ☺️ dukung terus yaaa karya2 aku yg lainnya, terima kasih atas dukungannya. 🙏😆💕


Salam Readers 😊