Her Secret

Her Secret
Menuju Portland



Okada Kim Alexandria adalah seorang penulis terkenal di Asia bahkan bukunya telah dipublikasikan diberbagai belahan dunia, dia seorang penulis dari Jepang dan sekarang bertempat tinggal di Amerika serikat tepatnya di Oregon Portland, dia memiliki ratusan buku yang terkenal.


"Seorang penulis? gumam Andria, dia lalu searching kembali tentangnya, dan menemukan peristiwa yang menimpa Penulis itu 8 tahun yang lalu, keluarganya di temukan tewas akibat kebakaran yang terjadi dikediamannya di California, seorang istri dan putranya di temukan tewas sehingga Okada Kim Alexandria menutup dirinya dan tidak melanjutkan tulisannya dia kemudian menetap di Portland.


"Apa yang sedang kau baca Andria? Alec telah berdiri dihadapannya tanpa Andria sadari. Andria terkejut dia berkedip beberapa kali menatapnya. "Tidak ada". gumamnya sambil melirik buku-buku dihadapannya.


"Turunlah makan siang sudah siap". kata alec menarik tangan andria. Kenapa pria ini tersenyum? Andria menatap tangannya yang dipegang oleh Alec, lalu menariknya. "Aku bisa jalan sendiri". gumamnya.


Mereka menikmati makan siang, dua piring steak dengan kentang goreng serta salad sudah tersaji diatas meja, "Kau menyukainya? tanya alec.


Andria mengangguk, kepalanya masih sibuk memikirkan penulis tadi, nama belakangnya sama persis dengan namanya. Apakah dia ayahku? pikirnya, tetapi istri dan putra? bukan seorang putri?


"Apa yang kau pikirkan Andria? tanya alec padanya, Andria yang sudah menghabiskan makanannya menatap alec. "Tidak ada". gumamnya. "Benarkah? kalau begitu aku yang membereskan mejanya kau yang cuci piring". Andri mengangguk, lalu mengumpulkan piring-piring dan meletakkannya di westafel. Andria tidak tahu bahwa Alec sejak tadi memperhatikannya, dia lalu melengkungkan bibirnya sambil menatapnya.


Setelah makan siang Alec sedang menelepon di ruang kerjanya karena urusan kantor sedangkan Andria sedang berada di perpustakaan membaca biografi penulis yang bernama Okada Kim Alexandria. "Apa hubunganku dengan penulis itu? apakah dia ayahku? Ibu panti mengatakan kalau ayahku berasal dari Jepang dan aku mempercayainya, meskipun wajahku hanya sedikit berwajah Asia tetapi wajahku seperti seorang gadis yang berasal dari Amerika latin.


Andria mulai membaca-baca bukunya, uniknya dia sama sekali tidak tertarik dengan tulisannya yang berbau politik dan kontroversi di pemerintahan Jepang dan Amerika di beberapa abad yang lalu, "Mengapa namaku mirip dengan penulis itu"? Andria menyimpan kembali buku itu di rak, lalu berpikir sebentar menatap kerindangan pohon Acacia baileyana berwarna kuning yang dihembus oleh angin musim gugur.


"Aku harus pergi mencarinya, aku harus tahu".


Andria berdiri dan terkejut menatap alec yang tengah duduk diseberang meja sambil memperhatikannya, "Pergi mencari siapa Andria"? Tanya alec. "Kau mau kemana"? tanyanya lagi.


"Portland? untuk apa kau kesana"? tanya alec mengernyitkan alisnya sambil bersedekap menatapnya. "Aku ingin mencari seseorang". Kata Andria Jujur.


"Siapa? matanya berkilat tajam menatap Andria. "Er..Aku tidak bisa mengatakannya sekarang karena hal ini belum pasti". seru Andria.


"Kapan kau akan berangkat"? Andria berpikir sebentar lalu menjawabnya. "Minggu ini aku akan kesana". Andria heran dengan dirinya sendiri mengapa dia menjawab pertanyaannya dengan jujur? Alec terlihat sedang berpikir, "Apakah kau butuh tumpangan? perjalanan ke sana cukup jauh, jika mengendarai mobil butuh waktu 3 jam perjalanan, tetapi jika kau naik pesawat mungkin 20 menit saja dan kau akan tiba dengan cepat".


"Em, aku akan naik mobil".


"Minggu ini aku ada pertemuan di Portland, kalau kau mau aku bisa memberimu tumpangan". kata alec, tangannya menyilang sambil memegang dagunya.


"Kau tidak naik pesawat? kata Andria. "Aku tidak terburu-buru Andria, kalau kau ingin pergi bersamaku aku akan menunggumu di apartemenku jam 8 pagi". Kata alec memberikan tawarannya, melihat Andria berpikir sepertinya dia tertarik dengan penawaran alec.


"Oke, aku akan datang ke apartemenmu". Alec tersenyum miring, "Sepertinya kau akan menemui seseorang yang penting, kau menerima begitu saja permintaanku untuk pergi bersamaku".


"Em, aku punya alternatif lain selain ikut bersamamu", Kata Andria jengkel, dia bermaksud menghemat uangnya jika dia bisa menumpang dengan Alec, karena butuh uang yang cukup untuk mencari Mr.Okada, pikir Andria.


"Oh ya, Alternatif apa itu Andria"? tanya alec. Andria mengernyitkan alisnya sambil menatapnya sinis, "Kau tidak perlu tahu". Dia lalu berjalan melewati alec, tetapi tangan alec menggenggam pergelangan tangan Andria.


"Lepaskan tanganku, aku ingin pulang". Tegas Andria. Alec masih tersenyum miring menatapnya lalu menariknya erat di tubuhnya, sehingga tubuh andria tersentak, "Apa yang kau lakukan? lepaskan aku"! teriaknya. Alec masih menatapnya tajam memandangi wajah Andria dia tersenyum tipis, "Kau memang gadis pemberontak dan pemarah Andria karena sifatmu itu kau membuatku lebih tertarik kepadamu ". gumamnya. tanpa ragu alec menciumnya, dan itu bukan kecupan ringan seperti tadi siang. Dia mencium Andria cukup lama membuat Andria panas dingin dibuatnya, baru kali ini Andria merasakan ciuman yang dalam seperti ini. Darahnya berdesis tanpa sadar Andria larut dalam ciuman alec yang mematikan.