
Alec berlari tergopoh-gopoh sambil menggendong Abel dan kein yang berada di genggaman Alec, hari ini adalah hari kelahiran anak ketiga keluarga Alexander. Mereka semua menunggu dengan cemas putra ketiga mereka yang akan lahir ke dunia, meskipun ini bukan pertama kalinya bagi Alec tapi dia terlihat begitu cemas, sama cemasnya seperti anak-anaknya yang sebelumnya.
Alec Sekarang ini berada di sisi Andria menemaninya selama proses melahirkan.
Sementara itu kein dan abel bersama nenek dan kakeknya berada di ruang tunggu.
Alec menggenggam tangan andria dan mengecup keningnya.
"Aku ada di sini sayang." Ucapnya.
Andria mulai mengeluarkan tenaganya, dia menggenggam kuat-kuat tangan alec, keringat bercucuran dari wajahnya, sementara Alec menghapusnya dan berada di sisinya selama proses andria melahirkan.
Tidak lama kemudian bayi mereka akhirnya lahir dengan tangisnya yang nyaring, seketika alec merasa sangat bahagia dan mengecup keningnya. Tubuh andria begitu tidak bertenaga dia merasa lemas di seluruh tubuhnya.
Putra mereka lahir dengan berat 3,2 kg dan di beri nama Richard Alexander yung dan di panggil dengan nama richy.
Beberapa kerabat mereka juga hadir di sana, Jane adik alec dan kekasihnya yang baru pulang dari Perancis serta doughlas dengan tunangannya yang berasal dari rusia juga hadir di ruang tunggu.
Mrs dan Mr. Weltson yang tahu bahwa Andria akan melahirkan segera datang ke Vancouver bersama Ronan, istrinya dan putra mereka yang turut menemani mereka dan menunggu proses kelahiran Andria.
Mereka semua menyambut kehadiran Anak ketiga dari alec dan andria, setelah hari yang menegangkan berakhir mereka masuk satu persatu mengucapkan selamat kepada alec dan Andria.
"Selamat kakak ipar, aku memiliki banyak keponakan yang tampan dan cantik." Ucap Jane sambil menggendong Abel dan mengecup pipinya.
Mrs. Weltson mengecup kening Andria dan menangis, dia menghapus air matanya dan menatap Andria.
"Aku sangat senang kau sudah menemukan kebahagiaanmu Andria sayang, aku betul-betul sangat bahagia." Ucap Mrs Weltson sambil menyeka air matanya.
"Terima kasih Mrs Weltson tanpamu mungkin aku tidak akan mendapatkan kebahagiaan seperti ini." Ucap Andria tersenyum menatapnya.
"Oh sayang, kau sudah kuanggap anakku sendiri, seringlah nanti datang ke Seattle sayang." Ucap nyonya Weltson dan suaminya yang berada di sampingnya. Ronan dan istrinya yang berada di belakangnya juga turut mengucapkan selamat kepada alec dan Andria.
Alec menjabat tangan Ronan dan mereka tidak terlihat canggung lagi, tidak lama kemudian doughlas juga turut mengucapkan selamat kepada mereka dan memperkenalkan tunangannya yang bernama Evelyn, mereka akan merencanakan pernikahan mereka beberapa bulan lagi.
"Banyak tamu yang datang mom."
Ucap kein yang duduk di sisi tempat tidur ibunya sambil menganga melihat keluar masuk tamu di ruangan mereka.
"Ya sayang." Ucap Andria mengelus kepala kein yang berbisik dan memandang wajah mungil adiknya di atas tempat tidur bayi.
"Kupikir Abel akan jadi satu-satunya yang paling cantik." Ucap kein sambil menggeleng.
"Ya kein karena kakak dan adiknya begitu tampan bukan?" Jawab alec yang mengacak rambut putranya yang selalu mengintip di box bayi. Sementara abel tidak ada di sana dia di bawa oleh tantenya Jane berjalan-jalan.
"Mommy? Kapan richy akan besar mom." Tanyanya.
"Kau harus bersabar sayang." Ucap Andria lagi. Kein tidak pernah pergi meninggalkan adiknya richy, dia selalu duduk di sana sambil menatap takjub setiap kali adiknya bergerak ataupun menangis.
Nenek Andria masuk dan membawa kein pergi untuk makan siang karena dia tidak berhenti menatap adik kecilnya, ketika semua tamu sudah beranjak dari tempat itu tinggal Alec dan Andria berdua di ruangan itu. Alec mengecup kening istrinya dan menggenggam tangannya.
"Terima kasih sayang, kau memberikan putra dan putri tertampan dan tercantik untuk kita." bisik alec memeluk tubuh istrinya. Andria meletakkan kepalanya di dada bidang alec.
"Aku mencintaimu alec."
Ucap andria sambil menutup matanya karena lelah dan ngantuk.
"Aku tahu sayang, aku mencintaimu."
~
Hari-hari di lalui oleh keluarga alexander, keceriaan semakin bertambah di kediaman keluarga itu, apalagi ketika mereka semua mulai besar, Kein sang kakak sekarang ini berumur 15 tahun sedangkan sang adik Abel berumur 8 tahun dan putranya yang terakhir richy yang bandel berumur 5 tahun.
Richy meskipun yang paling muda dia yang paling bandel jahil dan rewel kepada ibunya, segala sesuatu harus ada di hadapannya, dia suka berpesta untuk dirinya sendiri, terkadang dia mengambil barang milik kakaknya ketika dia menyukainya dan menaruhnya di kamarnya Seakan-akan barang itu miliknya.
Pertengkaran biasanya terjadi antara abel dan richy saling bertengkar dan memperebutkan apapun, baik itu barang, tentang ibunya atau ayahnya hingga pada akhirnya sang adik yang akan menangis karena ulah Abel.
Sedangkan kein sang kakak, karena dia sudah besar maka dia lebih bertanggung jawab dan dewasa, sifatnya kaku dan dingin melebihi sikap ayahnya sewaktu masih muda dahulu. Perpaduan Andria yang dingin sewaktu remaja dan arogan seperti ayahnya ketika masih muda dahulu menambah daya tarik tersendiri ketika bersama dengan kein.
Kein mampu mengatasi adik-adik bandelnya ketika mereka bertengkar apalagi jika ayah dan ibunya sedang di luar rumah. Di antara ketiganya kein yang tidak pernah lepas dari sang ibu, dia selalu memperhatikan dan berada di samping ibunya yang di sayanginya, ketika Andria terlihat capek dan lelah apalagi ketika dia terlihat tidak enak badan, kein yang selalu pertama kali mengetahui kondisi ibunya dan menjaganya.
Tahun berganti dan musim pun turut berganti, hari-hari di keluarga alexander di penuhi dengan keceriaan anak-anak Alec dan Andria yang mereka cintai.