Her Secret

Her Secret
Tamparan telak



Alex sedang bersandar memandang kota Seattle dari kantornya, mengingat-ingat gadis bernama Andria, terdengar ketukan dari pintu kantornya. "Masuk." Seorang pria berjas hitam masuk membawakan dokumen yang diminta oleh Alec.



"Mr. Alexander ini file yang anda minta." Kata pria berjas hitam itu.


"Ok, walch kau bisa pergi." pria itu kemudian menunduk lalu pergi. Alex membuka dokumen berwarna coklat itu dan melihat data-data dari gadis bernama Az Kim Alexandria. "Weltson?! mengapa dia tinggal di sana?"


"Apa yang aku lakukan? mengapa aku begitu peduli pada gadis itu?" Alec memasukkan kembali kertas-kertas yang ada dihadapannya, mencoba menjernihkan kembali pikirannya.


Lupakan gadis itu, dia hanyalah seorang gadis remaja yang masih sekolah, aku tidak perlu berurusan dengan gadis kasar itu, pikir alec.


Dia mengambil ponselnya, "Gery siapkan mobil." perintahnya.


~


Andria tersenyum mengiyakan permintaan gadis pirang di hadapannya itu. "Siapa namamu?" tanya Andria padanya.


"Katty, katakan kepada Mr. jason kalau aku sakit, jadi kau bisa ikut pelajarannya, dan beritahu kepada kami tugas-tugas yang di berikan Mr.Jason, setelah itu kita bisa berpesta, benarkan guys?!" Dengan memberi senyum menyakinkan kepada Andria.


Andria melengkungkan bibirnya. "bukan masalah kalian bisa pergi." kata Andria tanpa ragu.


Mereka tertawa senang, lalu menyeringai memandang Andria. "Kami akan menunggumu, sebentar lagi kita bertemu Andria." Serunya.


Andria berjalan tenang langsung menuju kantor guru dan mencari Mr. jason, Andria menyampaikan semua apa yang dikatakan Katy padanya, termasuk kata 'party' dia berjalan di sepanjang koridor kelas, tiba-tiba pengumuman menggema di sepanjang kelas.


Ketty yang sedang bermakeup di kantin, berdiri lalu menghentakkan high heelsnya ke lantai dengan keras. "Gadis itu, awas saja." Mereka lalu berjalan menuju ruang guru, dan tentu saja menjadi pusat perhatian siswa-siswi yang lainnya.


Dia berpapasan dengan Andria di kantin, Ketty melipat tangannya, melangkah mendekati andria dengan matanya yang menyipit dan berkilat dengan kemarahan.


"Hebat, kau sama sekali tidak bisa diajak bekerja sama Andria dear, kau betul-betul pecundang." Tangannya terjulur hendak menarik rambut Andria, tapi dengan sigap Andria menepisnya, satu tamparan telak melekat di wajah ketty. Dia betul-betul terkejut, dia melotot memandang Andria.


"Berani sekali kau gadis kotor." Teriak Ketty, tiba-tiba satu tamparan diwajahnya kembali mendarat dengan bunyi yang cukup keras, semua mata memandang adegan tampar menampar itu.


Andria berjalan menghampiri Katty. Dia setengah tersenyum, lalu menyeringai. "Kau harus lebih selektif jika mencari mangsa, bodoh!" lalu Andria berjalan melewati mereka dengan pipi yang masih membekas di wajah ketty. Dia teriak histeris, seluruh orang-orang yang ada di kantin bersorak bergemuruh menertawakan mereka.


"Akan kubalas kau Andria lihat saja nanti." Gumamnya.


Andria mengambil sepedanya, dia hendak pergi tetapi seseorang memanggilnya, "Kau Andria bukan? hai aku Alferd, kau bisa memanggilku Al, kami mengadakan pesta di rumahku sebentar malam, kau tahu aku kan?" dia tertawa memperlihatkan gigi putihnya yang rapi.


"Erm, sorry tidak, aku tidak mengenalmu." Kata Andria datar, siapa dia? wajahnya saja baru kali ini aku melihatnya, Pikir Andria.


Dia sedikit salah tingkah, "Em aku kapten tim rugby, kau tidak tahu?" kata pria berambut coklat cepak di depan Andria.


Andria menaikkan bahunya, "Em kalau begitu sampai nanti, kau tahu kan alamatnya di mana?" lagi-lagi Andria menaikkan bahunya tanda tidak tahu.


Dengan cepat dia memberikan kertas yang di robeknya dengan sembarang dari dalam tasnya. "Malam ini kami mengadakan pesta, ini alamat rumahku." Andria mengambilnya lalu berbalik dan pergi.