
Bel berdering seperti biasa, Andria memasukkan kembali buku-bukunya, dan seperti biasa Katty mencari berbagai cara mengganggu Andria.
"Mau pulang bersama andria, atau hang out ke club? kami bisa mendandanimu, kau pasti tidak akan terlihat...seperti gelandangan." Mereka lalu tertawa terbahak-bahak.
Beberapa temannya tertawa, tetapi Chris yang berada di sana menatapnya penuh amarah. "Sepertinya wajahmu yang harus diperbaiki Katty, kau mirip nenek sihir, lihat saja dirimu di cermin, tepung di wajahmu harusnya dikurangi." Kata chris setengah tertawa. Teman-teman yang mendengarnya lalu tertawa riuh.
Katty menggeleng menatap Chris dengan jijik, tetapi tangannya tetap mencari-cari sebuah cermin.
Andria tahu dia tidak akan dibiarkan pulang oleh Katty begitu saja tanpa kata-kata penghinaan atau mengejeknya.
Dengan tenang Andria keluar dari kelas, menggandeng tas merahnya dan tidak memperdulikan mereka di dalam kelas.
"Andria..Andria tunggu aku." Chris berlari dan berjalan di samping Andria.
"Hari ini kau naik bis?" tanyanya. Andria mengangguk.
"Sepedaku belum sempat kuperbaiki jadi aku naik bis." Wajah Chris berubah sumringah, dia berjalan dengan langkah ringan di samping Andria. "Kita pulang bersama?" tanyanya kepada Andria.
Seseorang tengah berdiri di hadapannya, menghalangi jalan mereka berdua. Andria menghentikan langkahnya, Wajah pria yang tidak ingin ditemuinya tiba-tiba muncul begitu saja. Alec menghampiri mereka, matanya tajam memandang Andria.
Orang-orang berbalik menatap alec. "Permisi sir, anda mencari seseorang?" Tanya Chris.
Alec melengkungkan mulutnya. "Ya, tapi sudah ketemu." Matanya tidak terlepas dari wajah Andria. Dia melangkah lebih dekat ke Andria.
"Aku akan mengantarmu ada sesuatu yang ingin kubicarakan Andria."
Andria menatapnya dengan gigi menggertak. Kepalanya berdengung mencari cara melarikan diri dari pria di hadapannya.
"Bicarakan di sini." Kata Andria kettus, ekspresi wajahnya berubah, setiap melihat pria ini Andria merasa sesuatu sedang mengancamnya. Kecupan singkat Alec belum hilang dari benaknya.
"Tidak, kita bicarakan di tempat lain." Kata alec jelas. Andria masih berdiri menatapnya, pikirannya berputar hanya ingin mencari cara melarikan diri darinya.
Tanpa di sangka alec menarik tangan Andria menuntunnya ke mobilnya. Dengan cepat Andria melepaskan tangannya, Chris memandang mereka dengan heran.
"Semua baik-baik saja? sepertinya Andria tidak ingin berbicara denganmu sir." Kata Chris pada Alec.
Alec tersenyum tenang. "Aku akan bicara dengannya, ikut aku Andria, kau mau membuat keributan di sekolahmu? aku hanya ingin berbicara denganmu andria."
"Aku pergi Chriss." Gumam Andria, dia tidak ingin pria nekat ini kembali menarik tangannya dan menjadi perhatian orang-orang.
Alec tersenyum, mereka berdua meninggalkan sekolah, Andria masuk kedalam mobilnya.
Katty berlari-lari kecil ingin menyusul Andria. "Sial ! gadis ****** itu, bagaimana cara dia menggoda Mr, Alexander?" Dia menghentak-hentakkan sepatunya di jalanan.
~
"Apa yang ingin kau bicarakan?" tanyanya kepada Alec.
Alec hanya diam, tidak menjawab pertanyaan Andria. "Turunkan aku." Pinta Andria memegang pintu mobilnya.
Alec tidak bergerak juga tidak menjawab pertanyaan Andria. Dia hanya mengemudikan mobilnya dengan rahang terkatup. Dia berhenti di taman, tidak begitu banyak orang yang terlihat di taman itu.
Alec mengambil napas, lalu menatap Andria yang duduk di sampingnya. Seketika pancaran matanya berubah, dia tidak berkedip memandang wajah Andria dia mengamatinya dengan seksama, merekam wajah cantiknya.
"Aku pergi ! Andria hendak membuka pintu mobilnya tetapi terkunci. "Buka, jika kau tidak ingin bicara sebaiknya aku pulang."
Tiba-tiba tangan Alec mencengkram tubuh Andria, dan menariknya paksa di atas pangkuannya. Andria begitu terkejut, dia sudah berada di atas pangkuan Alec.
Andria berontak, ingin melepaskan diri dari Alec, tetapi tubuh kuat alec menahannya.
"Jika kau bergerak-gerak andria, jangan salahkan aku jika aku melakukan sesuatu padamu."
Mereka saling menatap dengan jarak yang begitu dekat hingga Andria dapat merasakan hembusan napas pria ini dan parfum yang menusuk-nusuk hidungnya. Alec mengambil napas panjang, dia menyukai wangi yang menguar dari tubuh Andria.
"Lepaskan aku, apa yang kau lakukan?" gertaknya.
Alec tersenyum miring, dia merasakan hembusan napas Andria yang menggoda inderanya, tanpa Andria sadari Alec mencium andria.
®
Comentnya tmn2 readers d tunggu🙂