Her Secret

Her Secret
Mengingatku di dalam kepalamu



Andria meliriknya, dia tidak berbicara sedikitpun selama di perjalanan, apakah dia marah? Ronan masih menatap lurus ke depan tanpa sekalipun memandang Andria, seharusnya dia teriak saja padaku, itu lebih membuatku tenang dibandingkan dia mendiamiku seperti ini, pikir andria.


"Bagaimana demammu? tiba-tiba saja Ronan bertanya, tetapi matanya masih lurus memandang kedepan.


"Aku baik-baik saja". Kata andria.


Ronan menepikan mobilnya disisi jalan, lalu menatap Andria tajam, baru kali ini Andria melihatnya dengan wajah seperti itu. "Apa yang dia lakukan padamu? matanya berkilat tajam.


"Apa maksudmu? sambil menatap langsung wajah Ronan yang marah.


"Mengapa Mr. Alexander membawamu ke apartemennya, apa hubungan kalian? kau tahu bagaimana frustasinya aku semalam ketika mencarimu, kau sakit dan menghilang begitu saja". Ronan mencoba menenangkan dirinya.


"Seharusnya kau bertanya padanya, mengapa dia selalu membawaku ke apartemennya". Kata Andria tenang. "Aku juga tidak ingin pergi ke sana". Ronan mengacak rambutnya, pandangannya beralih ke depan. "Kau sudah sarapan"?


Andria menggeleng. "Bagus, aku juga belum sarapan, kita akan ke restoran asia". gumamnya. Andria mengerling Ronan, dia tadi seperti orang yang akan meledak, tapi sekarang sikapnya seperti tidak terjadi apapun.


Mereka akhirnya sampai di Asia resto, mereka duduk saling berhadapan, Andria mengalihkan pandangannya ke jendela resto, sesuatu menyentuh kening andria dan itu tangan Ronan, "demammu sudah turun tapi hari ini kau harus banyak istirahat, hari ini toko tutup jadi kau harus istirahat saja di rumah". Kata Ronan pada andria.


Entah mengapa Andria hanya mengangguk saja menurutinya. "Baiklah". mereka sarapan pagi tanpa pembicaraan apapun sampai sarapan mereka selesai.


"Hai Ronan kau di sini"? kedua wanita cantik menyapa ronan, mereka baru saja masuk ke resto ini, Ronan memandang keduanya dan tersenyum tipis. "Hai ashley, Jenat apa kabar". Ronan lalu berdiri berbincang sebentar dengan mereka, mata kedua wanita itu terus memandangi Andria.


"Aku tidak tahu kalau kau punya seorang adik perempuan Ronan"? tanya Jenat menatap Andria. Ronan berbalik padaku, "Dia Andria, dia tinggal bersama ibuku". Andria hanya diam melihat mereka dan tersenyum pada Andria.


"Ok, kami harus pergi nikmati sarapan kalian". Seru Ronan melambai pada keduanya, Andria mengikutinya tanpa berbalik menatap kedua wanita itu.


~


Harinya terasa kacau, kemarahanya jelas terlihat diwajahnya meskipun begitu Alec nampak tenang dia mencoba meredam kemarahanya, "Mr.Alexander rapat akan segera di mulai". kata nona Ashley yang membuka pintu.


Alec bangkit dari tempat duduknya menuju ruangan rapat, beberapa orang nampak mengikutinya, tatkala matanya menyipit melihat ronan sedang berbincang dengan seseorang di meja kerjanya. Tiba-tiba saja dia menghentikan langkahnya.


"Alex, laporkan rapat hari ini". Dia melenggang pergi begitu saja lalu diikuti oleh Gery.


~


Andria sedang berada di perpustakaan, dia duduk diujung meja seorang diri, suasana hari ini membuat Andria malas beranjak dari tempat duduknya. "Kau tidak pulang? Andria menatap Chris yang sedang memegang beberapa buku di tangannya.


Andria mengangkat bahunya, "Sebentar lagi kurasa". Dia lalu duduk dihadapan Andria tersenyum tipis lalu membuka buku-buku yang diambilnya. "Tugas dari Sir Johansson Sebentar lagi akan membuatku botak". Kata Chris menggeleng.


"Apa kau sudah menyelesaikan tugasmu"? tanya Chris. Andria menyipitkan matanya, "Jangan membicarakan tugas sir Johansson, aku ingin muntah". Chris tertawa mendengar ocehan Andria.


"Sebaiknya kau segera menyelesaikannya tepat waktu, kalau tidak dia akan memberikan tugas selama liburan nanti". Kata Chris serius. Andria menghembuskan napasnya, "Aku tidak mendapatkan bukunya, sepertinya siswa di sini sudah banyak yang mengambilnya". Andria melipat tangannya di depan beberapa buku yang menumpuk. Chris menghentikan tulisannya, dia lalu berpikir sebentar, "Kau bisa meminjam bukuku yang satunya lagi, rumahku tidak jauh dari rumah Mrs Weltson". Seru Chris.


"Trims". Kata Andria tersenyum tipis.


Mereka berjalan berdua dengan membawa sepeda masing-masing di sepanjang jalan.


Seseorang menatapnya dari kejauhan dari balik kaca mobilnya, "Andria kenapa kau membuat hariku kacau, aku ingin kau mengingatku di dalam kepalamu". gumam Alec sambil mengetuk-ngetukkan jarinya di dashboard mobil.