
Di sinilah aku berdiri dengan gaun yang kukenakan, pantulan diriku sangat berbeda, wajah seorang wanita yang kulihat adalah wajah cantik dengan mata coklat kehitaman memandangku dari pantulan cermin, aku tampak sangat berbeda, gaunku yang mengembang berwarna putih tampak indah, sedikit ketegangan kurasakan 'inilah saatnya', pikirku.
Kami menikah di kediaman Alec di Seattle, sekarang aku sudah resmi menyandang status istri dari alexander yung, meskipun nenek sudah menyiapkan segalanya di Vancouver tetapi akhirnya kami akan meresmikan pernikahan kami di Seattle di kediaman keluarga Alexander yung, sudah dua hari nenek cemberut dia sudah merencanakan semuanya tetapi keluarga dari pihak Alec telah mengambil alih. Aku dan alec berusaha membujuknya dan akan menyelenggarakan pesta ketika tiba di Vancouver nanti.
~
Sebelum pernikahan kami berlangsung tentu saja aku harus bertemu orang tua Alec yang berada di Seattle, dan hari itu membuat emosiku naik turun.
Pertama kalinya aku bertemu dengan keluarga Alec membuat jantungku berdebar-debar, siapa yang tidak mengenal keluarga Alexander yung keluarga terpandang dari beberapa generasi di Amerika, dan kini aku menikahi putra satu-satunya yang mereka miliki.
Malam itu Alec membawaku bertemu dengan ayah dan ibu di kediamannya, "Rileks sayang kau tampak kikuk", Bisik alec.
"Jangan mengajak aku bicara Alec atau aku akan muntah karena terlalu tegang". Ucap Andria sambil tersenyum tipis.
"Andriaaaaa, wow kau terlihat sangat cantik". Jane baru saja datang bersama temannya yang menatap kami dan berjalan di belakang Jane.
"Hahaha akhirnya kakakku tersayang mendapatkan andria, apa yang dilakukannya sampai kau bisa menerimanya Andria". Kata Jane setengah berbisik dan menunduk. Jane terlihat cantik dengan rambut pendeknya berwarna coklat. Salah seorang wanita berjalan menghampiri Alec.
"Lama tidak bertemu kak Alec, kupikir kau masih di Vancouver"? Kata gadis itu seketika wajahnya terlihat muram menatapku yang berpegangan tangan dengan Alec.
"Hai Ema bagaimana kabarmu"? tanya alec, dia tersenyum singkat tetapi tatapannya jatuh pada pelukan Alec kepada Andria, "Oh ya kenalkan ini andria, apakah Jane sudah memberitahumu jika kami akan segera menikah".
"Em ya selamat Alec". Kata Ema yang berlama-lama menatap alec, Jane memutar kedua matanya dan berbicara dengan terus terang. "Berhenti mengganggu kakakku Ema dari awal Alec tidak tertarik padamu, lagi pula kau kan sudah memiliki Alvin, mengapa kau menatap kakakku seperti itu, kau sungguh tidak berubah". Kata Jane marah.
Ema berbalik lalu memandang Jane dengan wajah tersinggung, "Apa yang kau bicarakan jane, aku tidak lagi bersama dengan Alvin dan kau tahu kak Alec satu-satunya yang ada dihatiku". suaranya merajuk manja, dia berbicara seakan-akan Andria tidak ada di sana.
"Seorang jalang lagi"?? ucap Andria dengan santainya lalu melipat kedua tangannya. Mata Jane dan Ema membelalak mendengarkan perkataan Andria yang blak-blakan.
Alec tahu saat ini andria begitu berubah sejak kehamilannya, jika dia marah dia akan bicara terus terang tanpa filter sama seperti Jane.
"Apa yang dia katakan Alec, dari mana kau menemukan wanita tidak sopan seperti dia??
Andria tersenyum miring, "dimana orang tuamu Alec, aku lelah berdiri". Ucapnya manja tanpa menghiraukan perkataan Ema. Dengan berani ema menarik tangan Andria dan menyentaknya.
Seketika andria mendorong tubuh Ema hingga dia hampir terjatuh. Akhir-akhir ini kemarahanya selalu berada di atas permukaan, siapa saja bisa menjadi sasaran empuk Andria.
"Apa yang kau lakukan? jika terjadi sesuatu pada Andria kau dan seluruh keluargamu akan tamat", Gertak alec. Wanita itu terperanjat wajahnya menjadi pucat dia tidak menyangka Alec akan berlaku kasar padanya, Ema adalah teman dekat Jane dan juga sahabat dari ayahnya yang merupakan rekan bisnisnya selama bertahun-tahun, sehingga dia sudah begitu mengenal dengan Jane dan Alec, diapun dahulu bermanja-manja dengan alec sama seperti Jane bermanja-manja dengan kakaknya, tetapi keinginan Ema lebih dari sekedar adik saja, dia ingin memiliki dan bercita-cita menjadi istrinya kelak.
"Siapa yang menyuruhmu membawanya kerumah Jane, aku katakan ini pertemuan keluarga, bawa dia pergi dari sini"! bentaknya kepada Jane.
"Sudahlah Alec aku tidak apa-apa, kita bertemu ayah dan ibumu sekarang, lagi pula kepalaku sedikit pusing". Ucap Andria yang menempel pada alec. "Maaf Jane Alec kasar pada temanmu". Ucap Andria menatap jane.
"Er, bukan masalah Andria sebaiknya kau menemui ayah dan ibu", Senyumnya.
Terdengar suara Jane yang berdebat dengan wanita bernama Ema, Andria menggelengkan kepalanya, berapa banyak lagi wanita yang tertarik dengan Alec dan harus dihadapinya.
Mereka akhirnya bertemu dengan orang tua Alec, dan ketika mengetahui kehamilan Andria ibu alec menjadi sangat protektif pada Andria, mereka melarang Alec membawa Andria ke apartemennya hingga mereka berdua menginap malam itu di rumah orang tua Alec.
~
~
Aku mengibaskan gaunku dan menatap pintu yang dibuka oleh seseorang, Mr. Anderson tengah tersenyum menatap Andria, dia menempatkan Andria di pergelangan tangannya, mengecup kening putrinya lalu membawanya menuju alec yang sedang berdiri dan menunggu kedatangannya...
~
°°°
Tidak terasa usia kandungan Andria sudah hampir menginjak 9 bulan, hari-harinya diisi dengan membaca buku khusus untuk wanita hamil, mengkonsumsi makanan serta vitamin yang baik untuk kesehatan kandungannya.
"Alec? panggilnya, dia menatap alec yang sibuk dengan berkas-berkas yang menumpuk di depannya.
"Hmm"?
"perutku sakit"! ucap Andria yang mulai merasa kontraksi lagi.
"Apa"?? teriak Alec dengan sigap dia membawa Andria ke dalam mobil, Gery beserta orang-orangnya membawakan segala perlengkapan Andria, alec begitu panik dengan pelan dia mendudukkan Andria di kursi.
"ALEC CEPAT".Teriak Andria hingga alec berteriak kepada Gery yang membawa mobilnya, "Apa yang kau lakukan gery ! Apa yang terjadi mengapa kau berhenti"?
"Er, pendemo di depan ricuh sir, Sepertinya ada perkelahian", ucap Gery.
Siang itu begitu padat, mobil kusam beradu di jalanan besar kota Vancouver, hal ini pernah terjadi sekali, para pendemo dan perkelahian terjadi di kota Seattle, saat itu andria berada diantara mereka, tetapi kini dia berada di samping alec menunggu agar para pendemo itu menyingkir Karena Sebentar lagi Andria akan melahirkan.
"ALEC"! teriak Andria.
~
~
"Ayolah Kein katakan kepada ibumu, dia pasti akan mengizinkanmu menginap di rumahku malam ini". Kata seorang bocah kecil yang seumuran dengan kein.
"Mommy tidak akan mengizinkanku josh, hari ini kami akan makan malam di rumah kakekku dan menginap di sana". Ucapnya parau.
"Lupakan, lain kali saja" Ucap anak itu sedikit menaikkan bahunya, dia naik sepedanya dan pergi dari kediaman Alexander yung.
"Mommy aku pulang"! teriaknya. Dia berlari-lari ke ruang tengah dan menemukan ayah dan ibunya sedang bermesraan, dia memutar kedua matanya lalu sengaja memukul-mukul pintu agar mereka sadar akan kehadirannya.
"Kein kapan kau pulang sayang"? tanya Andria yang segera mendorong alec. "Kemarilah". Kata Alec.
Kein berlari dan melompat di pelukan ayah dan ibunya, "Bagaimana harimu di sekolah"? tanya alec.
"Em Ok dad semua berjalan lancar". Ucapnya sambil mengecup pipi ibunya.
"Kapan adikku lahir mom"? tanyanya.
"Sebentar lagi sayang, kau harus bersabar.. bersiap-siaplah Sebentar lagi kita akan kerumah kakekmu", Ucap Andria.
Dia menatap putra kecilnya yang sekarang berusia 7 tahun, wajahnya sangat mirip dengan wajah alec meskipun warna matanya dan kulitnya sama seperti Andria. Dan tahun ini mereka akan menyambut lagi kehadiran bayi kecilnya, untuk itu Mr. Anderson mengajak mereka semua menginap di kediamannya, dia juga sangat rindu dengan cucunya.
💕💕💕
Jangan lupa di coment ya👍 like and vote selalu kutunggu..