
Carribean restaurant merupakan salah satu tempat makan mewah dan juga paling banyak dikunjungi oleh orang-orang yang memiliki gaya hidup tinggi, berlokasi di dekat Elizabeth park dan hanya setengah jam dari kantor Alec, restaurant yang di reservasi alec tentu saja kental dengan kata mewah dan elegan.
"Makanlah Andria ini menu favoritku kau pasti suka". ucap alec yang mengiris steaknya.
"Menu favoritmu? lain kali beritahu aku apa saja makanan yang kau suka, aku tidak mau mendengarnya dari orang lain". Kata Andria yang mulai mengiris steaknya.
"Kau cemburu? matanya berkilat senang.
"Jadi kau senang bersama Jessie kecil yang menjadi rekan partnermu selama 5 tahun"? ucap Andria sambil mengunyah.
"Jessie kecil"? Alec mengernyit. "Dia hanya rekan kerja Andria tidak lebih, jika kau mau aku bisa menggantinya kapan saja".
"Oh, biarkan saja tapi itu terserah padamu".
"Jangan membicarakannya kita sedang makan siang sayang". Ucapnya sambil mencubit pipi Andria lalu tertawa.
"Selamat siang Mr. Alexander? aku tidak tahu jika anda makan siang di sini? Alec lalu berdiri dan berjabat tangan dengannya.
"Senang berjumpa dengan anda Mr. Anderson". Alec sedikit melirik kepada Andria, matanya tentu saja tidak berpindah dari wajah pria dihadapannya ini.
"Jadi siapa young lady kita ini"? tanyanya. "Oh aku minta maaf bertanya yang tidak sopan, dia pasti kekasih anda, sangat cantik". Ucapnya sambil mengernyitkan dahinya. Menatap lekat-lekat wajah Andria.
"Maaf aku mengganggu makan siang kalian".
"Ayah"? panggil seorang pria yang berjalan dan menghampirinya. Andria terbelalak, 'doughlas'? gumamnya pelan.
Matanya langsung menuju kepada andria, "Hai Andria kau di sini"? ucapnya.
"Kalian saling kenal"? tanya Mr. Anderson.
"Sedikit". Doughlas melambai kepada Andria tapi menatap alec dengan wajah tidak peduli.
Mereka akhirnya pergi, Andria tertunduk menatap makanannya.
"Andria? Erm..habiskan makananmu dan kita akan...
"Alec aku ke kamar mandi sebentar", Ucapnya.
Andria berdiri lalu beranjak ke kamar mandi dia masuk dalam WC dan duduk di sana, "Doughlas!? anaknya juga...? apakah ada yang tidak aku ketahui? sejak kapan aku memiliki kakak, setahuku aku putri satu-satunya dari ibuku kenneth, mengapa? tiba-tiba ingatannya membawanya ketika dia bertemu pertama kali dengan mereka berdua di sebuah restauran, Ah..wanita yang di restaurant itu, dia pasti ibunya", ucapnya.
Tiba-tiba kepala Andria sakit terasa berdenyut dan berdentum-dentum. "Ugh Kepalaku sakit lagi, sial! Andria menyandarkan tubuhnya lalu berusaha berdiri tapi setiap mengingat kejadian itu kepalanya kembali sakit.
Samar-samar dia mendengar suara Alec yang berteriak memanggil namanya. 'Ugh kepalaku sakit sekali'. Andria membuka matanya dan menatap Alec yang sedang berbincang dengan seorang pria berpakaian putih. Dia cukup kuat untuk mendengar percakapan mereka.
"Apa? trauma? tanyanya.
"ya Alec, kekasihmu ini mengalami trauma berat jadi jika dia berusaha mengingat kembali masa lalunya, keadaannya akan semakin buruk, sakit di kepalanya akan bertambah parah, jadi saya sarankan kau menjaganya dan menghindari kejadian yang membuat dia mengingat masa lalunya".
"Baik Al". ucapnya sambil menatap Andria yang terbaring di ranjangnya.
"Ngomong-ngomong apakah dia betul-betul kekasihmu"? tanyanya, Alex Hobart adalah seorang dokter dan juga salah satu teman alec yang cukup akrab.
"Dia terlalu bagus untukmu Alec", senyumnya. Alec lalu menyipitkan matanya, dokter Al lalu tertawa melihat ekspresi alec.
"Ok jaga dia baik-baik".
Alec mengantar dokter itu keluar dari kamarnya, Andria masih merasakan denyut dikepalanya tapi tidak sesakit tadi, dia lalu duduk dan memandang kaca jendela yang terpampang jelas di hadapannya.
Suara pintu kamar membuyarkan lamunan Andria.
"Bagaimana keadaanmu sayang? apakah masih sakit"? tanya alec lalu memegang kening Andria. Hening beberapa saat lalu Andria menatap alec.
Alec mengusap wajahnya, "Ya kau benar andria, aku tahu tentangmu dan latar belakangmu, maafkan aku...tapi aku tidak ingin kau melakukan semuanya, aku tidak ingin kau terluka Andria".
"Aku hanya ingin tahu apa alasan dibalik kecelakaan itu, dan mengapa pria itu tidak mencariku jika dia jelas-jelas tidak menemukan mayatku, apakah memang dia tidak menginginkanku"?
Alec menghampiri Andria dan memeluknya erat-erat, "Jangan mengatakan hal seperti itu, semuanya masih kabur Andria, kita akan mencari tahu kebenarannya, dan jangan mencoba mencari tahu sendiri, biarkan aku yang melakukan semuanya, kau mengerti"!
Andria menatap alec dan akhirnya mengangguk, "Good girl". Ucapnya, Dia mengecup kening Andria dan memeluknya. "Kau tahu, sekarang sudah hampir larut dan aku tidak memiliki waktu yang tepat untuk menciummu".
Andria meninju lengan Alec pelan, "Hanya itu yang kau pikirkan"?
"Tidak juga, aku memikirkan janjimu".ucap alec.
"Janji? kapan aku berjanji? tanya Andria yang menatap alec.
"Kau berjanji akan mengatakannya malam ini". kata Alec yang menarik dagu Andria perlahan.
"Aku bilang jika hujan turun", senyum Andria.
"Katakan"!
kini tidak ada senyum di wajah alec. "Katakan kau mencintaiku Andria".
Hening beberapa saat mereka saling menatap dalam diam, "Aku mencintaimu Alec". ucap Andria perlahan, alec menarik Andria ke dalam pelukannya dan mencium Andria lembut memabukkan, ciuman yang tadinya perlahan kini berubah menjadi menuntut dan menyesakkan nafas Andria, "Alec"? tegur Andria. Mata Andria tiba-tiba saja membelalak dia begitu terkejut ketika Alec mendorongnya keras dan terbaring di ranjang hingga tubuhnya tersentak, dia kemudian mencoba membuka kaki Andria.
"Alec?? ucapnya. tapi dia tidak menghiraukan Andria yang terus memanggil namanya, napasnya mulai memburu, tangannya mulai menjelajahi tubuh Andria dan menarik pakaian Andria satu persatu.
"ALEC"! Teriak Andria ketika Alec mendesakkan dirinya kepada andria, Alec tertegun mendengar teriakan Andria, dia tiba-tiba saja mundur dari Andria dengan mata merah dan rahang mengeras.
SIAL ! teriaknya, dia lalu masuk ke dalam kamar mandi dan menyiram dirinya dengan air dingin.
Andria mengambil selimut dan menutupi tubuhnya yang hanya memakai pakaian dalam. Tidak lama kemudian alec keluar dari kamar mandi dan mereka saling menatap canggung.
"Pakailah bajumu Andria sebelum aku berubah pikiran dan menyerangmu". Kata Alec dengan wajah seperti marah. Andria terdiam, dia lalu bergegas mengambil baju tidurnya dan segera berlari kecil ke dalam kamar mandi.
~
Gemerlap lampu di club dan wanita yang ada di sekitarnya tidak mengganggunya sama sekali, dia terus saja minum gila-gilaan sampai ia hilang kesadaran, seseorang menatapnya dari arah pintu club ketika dia baru saja datang.
"Kau disini lagi Ronan". Ucap doughlas tidak percaya.
"Hei bergabung denganku, kalian pergilah". tiga wanita di sana langsung saja beranjak meninggalkan mereka berdua. "Ada apa denganmu Ronan"? tanya doughlas menatap Ronan yang meneguk minumannya sekali teguk.
"Ada apa denganku? hanya menikmati kehidupan". gumamnya lalu tertawa hingga bahunya berguncang. Doughlas menggeleng melihatnya.
"Ada denganmu kawan"? tanya doughlas.
"Mungkin aku akan mengikuti saran Riley, aku tidak memiliki pilihan lain, dia harus kembali padaku", Ucapnya tajam.
"Saran Riley? gumam doughlas, apa yang akan Ronan lakukan?
®®®
Trims buat tmn2 readers..happy reading
Follow my new instagram dgn cerita baru lainnya..
Intagram: Ayza043