
New York city,
Pria itu berjalan dengan santai, jasnya yang melekat pas di tubuhnya serta wajahnya yang terlihat tampan, angkuh dan arogan menatap orang-orang yang sedikit menunduk padanya ketika berpapasan dengannya. Dia berhenti di depan jendela kaca besar di perusahaannya sambil menelepon adiknya.
"Sebentar lagi aku akan pulang, berhentilah berkeliaran di club dan segera pulang richy, kali ini dad tidak akan membiarkanmu dia akan memangkas seluruh pengeluaranmu jika kau tidak mendengarkan aku." Ucap kein, mata coklatnya yang dalam dan bersinar terang seakan berwarna kebiruan masih memandang pemandangan kota Seattle yang begitu gemerlap.
"Ok baiklah kein, aku akan pulang tapi bagaimana dengan Abel? Sekarang dia berada di Portland mengurus bisnisnya, bahkan diapun jarang pulang kerumah." Ucapnya.
"Dia akan segera pulang, aku sudah meneleponnya."
"Baiklah kakakku tercinta aku akan pulang malam ini."
Kein mendengus sambil menggeleng, adiknya sangat susah di hubungi, dia selalu berada dari satu kota ke kota yang lain untuk mengurus club-clubnya dan juga hanya untuk bersenang-senang bersama kawan-kawannya.
Kein begitu mirip dengan ayahnya tetapi dia begitu dingin serta terlihat arogan dan sikap kakunya itu selalu membuat wanita yang begitu mendambakan menjadi pendampingnya meskipun dia menjaga jarak dengan wanita-wanita yang selalu mencoba merayunya.
Sementara itu abelyn adalah seorang CEO perusahaan besar design terkenal di portland dia begitu sibuk bolak balik antar kota dan kadang selalu berada di Eropa untuk beberapa lama di sana, dia memiliki brand ternama di Eropa, dibalik kesibukannya yang menyita banyak waktunya, abel terkenal dengan karakternya yang supel dan tidak kaku seperti kakaknya, dia berteman dengan siapa saja, sehingga banyak orang yang menyukainya.
Richy sang adik begitu tampan tapi playboy yang juga mengembangkan bisnisnya di bidang properti dan sekaligus seorang CEO di salah satu Perusahaan kakeknya Anderson grup tetapi dia sangat berbeda dengan kakaknya yang kaku, richy sangat senang berpesta dia memiliki club-club di berbagai kota di Amerika.
Mobil-mobil mewah terparkir di kediaman Alexander yung, mereka membuka pintu mobilnya dan saling menyapa, Abel yang melihat kakaknya lalu berlari dan melompat di tubuh kakaknya.
"Wah, aku begitu rindu pada kakak tampanku ini, kau tahu kak beberapa temanku menitip salam untukmu." Ucap Abel dengan tawa sumringah.
"Bagaimana denganku?"ucap richy menunjuk dirinya, dia kelihatan tampan dengan rambut panjangnya yang diikatnya kebelakang.
"Potong rambutmu richy, dad tidak
Akan senang melihatnya." Ujar kein menatap adiknya yang mengambil lengan kein dan mengalungkan lengannya bersama dengan abel.
"Bersikaplah ceria kakakku tersayang, cobalah tersenyum manis, sudah lama kau memperlihatkan wajah kakumu itu."
Kata richy yang tiba-tiba menarik bibir kein sebelah kanan dan abel yang juga menariknya sebelah kiri setelah itu mereka berdua berlari masuk ke dalam rumah setelah mendengar geraman dari suara kein yang mematung di tempatnya.
"Anak-anak itu, awas saja." Ucap kein sambil memegang bibirnya yang sakit setelah di tarik.
Mereka akhirnya bertemu dengan ayah dan ibu mereka.
Kein mengecup kening ibunya, kein yang selalu mengunjungi orang tua mereka di sela-sela kesibukannya, dia tidak bisa jika tidak melihat ibunya dalam seminggu, walaupun begitu sibuk dia pasti menyempatkan datang melihat ayah dan ibunya yang sangat di sayanginya.
Mereka makan malam bersama dan melepaskan rindu mereka bersama orang tua mereka. Seperti dugaan kein, ayahnya menegur rambut richy yang panjang dan akan mengambil alih perusahaan Anderson grup jika dia tidak berhenti berpesta.
Sementara itu Andria yang memeluk satu-satu putra dan putrinya begitu senang menatap anak-anaknya yang sudah dewasa, mereka menikmati makan malam bersama di selingi dengan gurauan dari Abel dan richy, canda dan tawa terdengar di kediaman keluarga Alexander.
"Mom, aku akan sering datang menjenguk mommy and dad." Ucap Abel sambil memeluk orang tua mereka lalu mengecup ayah dan ibunya, Sementara itu richy yang bermanja-manja dengan ibunya sedikit melirik kepada ayahnya, dia membisikkan sesuatu kepada ibunya.
"Mommy bagaimana menurut mom rambutku?" bisiknya.
"Aku suka rambutmu sayang." Ucap andria, richy tersenyum puas sambil menatap kein dan menaikkan kedua alisnya.
"Tapi dad Sepertinya tidak sependapat denganku." Kata Andria. Richy mengedikkan bahunya sambil mengintip kepada ayahnya dan berjanji akan memotongnya sedikit.
"Mom, dad, kami berangkat aku akan sering mengunjungi ayah dan ibu." kein mengecup pipi Andria.
"Jaga kesehatanmu sayang." Ucap Andria yang memperbaiki jas yang dikenakan kein.
Mereka bertiga masuk kedalam mobil masing-masing setelah kein menghentikan abel dan richy yang saling mengejek. Mereka melambaikan tangan kepada orang tuanya yang menatap kepergian anak-anaknya.
"Aku akan segera berkunjung lagi mommy dad." Teriak richy dari dalam mobil.
Begitupun abelyn. Kein menatap orang tuanya dan berlama-lama melambaikan tangan kepada mereka.
Alec memeluk Andria dan mengecup keningnya sambil menatap kepergian buah hati mereka.
"Ayo masuk sayang, udara sangat dingin." Ucap alec sambil memeluk Andria dan masuk ke dalam rumahnya, Usia mereka tidak muda lagi tetapi kasih sayang dan cinta Alec tidak pernah menghilang dari istrinya Andria sampai ajal menjemput mereka berdua.
~
~
~
®®®
😆 Hy tmn2 readersq....kali ini author mau promosi cerita selanjutnya ☺️ hehe...selalu support yaaaa, aku tunggu like vote dan comentnya yaaaaa...
Sinopsis novel The dark Sapphire Eyes :
***Lexia Kenzo Namaku di panggil lex, aku hidup bersama kakek dan nenek kenzo yang sejak kecil merawatku, kami hidup di pinggiran kota tepatnya di dekat pembuangan sampah terbesar di kota New York, ambisiku adalah ingin merubah hidupku yang menyedihkan, meskipun dengan cara tergelap sekalipun, peruntungan itu akhirnya datang padaku hidup menjadi dirinya....
Berjuang dan bertahan hidup di kota besar ini tidaklah mudah, tidak akan kubiarkan siapapun mengetahui siapa diriku, tidak akan! Ini kusebut peruntungan meskipun aku harus berubah menjadi dirinya...
Akankah seseorang mengetahui jati diriku? Hal itu tidak akan kubiarkan, meskipun nyawaku menjadi taruhannya***.
Semoga tmn2 readers ☺️ suka dengan cerita berikutnya, mampir lagi yaaaa💕😆🙏