
Mobil silver itu terparkir tidak jauh dari mobil alec dia baru saja mengantar Andria sampai ke depan rumah Mrs Weltson, dia bersedekap menatap pemandangan yang membuatnya tidak percaya, sekilas ronan melihat alec sedang mengecup bibir Andria sebelum dia keluar dari mobilnya.
Rahangnya mengatup keras, setelah mobil Alec melaju, Ronan keluar dari mobilnya berjalan cepat menghampiri Andria dan mencekal tangannya. "Apa yang kau lakukan bersamanya Andria"?! Kemarahanya begitu besar, mengapa dia bisa bersama dengannya?
"Jawab aku Andria ! apa yang kau lakukan bersama pria itu"! bentak Ronan. Andria yang terkejut tidak tahu mau mengucapkan apa, wajahnya terpaku menatap Ronan yang marah. "Aku..meminjam bukunya". kata Andria.
"Meminjam bukunya!? Aku mencarimu kemana-mana, ponselmu sama sekali tidak bisa dihubungi, kami sangat khawatir Andria, apa kau tidak memikirkan bagaimana perasaan kami jika sesuatu terjadi padamu"? Andria hanya menatap Ronan.
"Oke, aku minta maaf". Andria menghindari Ronan dan berjalan cepat, tapi Ronan dengan mudah menyusulnya. "Apa hubunganmu dengan Alexander yung"! tanyanya tajam.
"Aku tidak punya hubungan apapun dengannya". Kata Andria jujur. Ronan tidak mempercayai perkataan Andria karena dia melihat sendiri ketika Alec mencium Andria di dalam mobil.
"Benarkah? matanya menyipit tidak mempercayai Andria. "Terserah jika kau tidak mau percaya". Kata andria, dia lalu berjalan masuk ke dalam rumah dan segera masuk kedalam kamarnya.
"Mengapa dia tidak mempercayaiku? dia pikir aku memiliki hubungan dengan pria mesum itu. Andria melepaskan pakaiannya dan segera masuk kedalam kamar mandi memikirkan kembali tentang pria bernama Okada Kim Alexandria. Aku harus mengetahui siapa pria yang mirip dengan namanya itu.
Hari begitu larut Alec baru saja pulang ke apartemennya setelah mengantar Andria wajahnya berseri-seri dia bersenandung ketika masuk ke dalam apartemennya.
"Kau lama sekali Alec dari tadi aku menunggumu".
Wanita dengan mengenakan dress berwarna plum yang melekat ketat di tubuhnya, rambutnya semi pirang bergelombang dengan lekuk tubuh yang seksi dia menyilangkan kedua kakinya dan menyandarkan tangannya di sofa sambil menatap alec yang memandangnya jengkel.
"Apa yang kau lakukan di apartemenku kerin? Alec bersedekap menatapnya tajam.
"Aku hanya ingin mengunjungimu Alec, kau sangat sulit dihubungi". Dia berjalan menghampiri Alec dengan senyum menggodanya. "Tempatmu..aku suka cocok dengan seleraku". Dia memperhatikan seluruh ruangan Alec dan menilainya.
"Kau sudah selesai? pergilah aku lelah". Kata alec sambil melepaskan dasinya. Tangan wanita itu tiba-tiba memegang ujung dasi Alec dan memainkannya, "Kau tidak kesepian malam ini? aku bisa menemanimu". bisiknya dengan suara mendesah kepada alec.
"Gery ! teriak Alec sehingga kerin mundur beberapa langkah dengan terheran-heran. Gery dengan cepat masuk kedalam apartemen. "Ada apa Mr Alec". Kata Gery sigap.
"Aku yang memaksanya, bukankah seharusnya aku bisa masuk kapan saja karena aku sebentar lagi akan bertunangan denganmu, lagi pula ayahku sudah menyetujui kontrak kerja sama dengan pihak ayahmu". Jawabnya dengan kemenangan berkilat dimatanya.
Alec mengambil ponselnya dan mengirim sesuatu setelah itu dia langsung menelepon ayahnya. "Kau sudah melihatnya? sebaiknya batalkan rencana pertunangan itu sebelum aku menghancurkan semua kontrak kerja sama ayah yang membuat malu JPM enterprisemu ayah". Dia lalu menutup ponselnya menatap kerin yang ternganga.
"Apa yang kau lakukan Alec? apa maksudmu membatalkan rencana pertunangan, Kau gila"? Kerin melotot tidak percaya.
Beberapa lembar foto kerin dengan pria-pria di club, dan ciuman-ciumannya mesra serta kerin yang sedang bercinta berserakan dilantai.
"Aku tidak cukup gila bertunangan dengan wanita sepertimu". Cepat pergi sebelum aku menyeretmu keluar dari sini". Kata alec tanpa ragu.
"Kau memata-mataiku? foto ini sudah begitu lama, mengapa kau mempermasalahkan hal seperti ini alec, aku sudah menentukan kalau aku memilihmu sayang kau tidak usah pedulikan foto-foto tidak berguna ini".
"Pergi dari sini, lagi pula aku tidak mau bertunangan dengan wanita yang sudah disetubuhi oleh banyak pria, pergi sebelum aku memanggil orang-orangku dan menyeretmu dari sini". Kata alec tanpa memandangnya.
Tubuh kerin gemetar hebat, langkah kakinya terdengar menggema di lantai, dia merasa begitu terhina, "Gery ! ganti keamanan apartemenku dan siapapun dia jangan pernah membiarkan orang asing masuk ke apartemenku, kau mengerti".
"Baik tuan"! kata gery. Kerin sudah keluar dari apartemen alec, wajahnya begitu pucat, dirinya merasa terhina dengan ucapan Alec, ponselnya berdering dan dia mengangkatnya. "Yes dad". Kerin hanya terdiam mendengar teriakan-teriakan dari seberang telepon. Sepertinya rencana pertunangannya betul-betul telah batal, dan itu semua karena kesalahannya sendiri.
~
Suasananya begitu sunyi, Andria terbangun pagi-pagi sekali tetapi tidak ada seorangpun di dapur, dia lalu melihat memo yang ditempelkan di kulkas, "Kami ke san Fransisco kerabat kami ada yang menikah". Kata Andria membaca tulisan Mr. Weltson Andria mengambil botol susu dan menuangkannya di gelas, lalu meminumnya dan berniat akan bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah.
Ronan sepertinya sudah pergi kerja, dia tidak keluar dari kamarnya, pikir Andria tetapi dia melihat mobilnya masih terparkir di luar sana, apakah dia belum bangun? Andria melangkah mendekati kamar Ronan dan mengetuk beberapa kali, tapi tidak ada jawaban sama sekali. Dengan pelan Andria membuka pintu kamar Ronan dan melihat Ronan sedang tertidur tetapi keringatnya begitu banyak, Andria mendekatinya dan memegang keningnya. "Sepertinya dia sedang demam". gumam andria.
Andria mengambil kompres dan menyeka keringat Ronan dikening dan disekitar lehernya, ronan merasakan seseorang yang menyeka keringatnya dia mencoba membuka kedua matanya yang berat dan melihat Andria duduk di tepi tempat tidurnya, perasaan nyaman dan wangi dari tubuhnya membuat Ronan tersenyum.
Andria hendak pergi untuk membuat sarapan, tetapi tangan Ronan memegang pergelangan tangan Andria, "jangan pergi tetaplah di sini". bisiknya. Matanya masih terpejam, tetapi Ronan mengetahui dengan sadar jika Andria lah yang berada didekatnya, perasaan aneh dapat dia rasakan ketika Andria berada begitu dekat dengannya, hangat dan dia merasa nyaman.