
Malam itu Alec baru saja tiba di apartemennya bersama dengan Gery, sedangkan Gery berpamitan setelah mengantar Alec, dia akan berencana ke tempat Andria untuk makan malam bersama tapi ketika dia baru saja melonggarkan dasinya, seorang wanita masuk dan terjatuh di lantai, alec terkejut melihatnya dan ternyata dia adalah kerin yang sedang tidak sadar, bau alkohol begitu menyengat tercium dari mulutnya, dia berteriak-teriak memanggil nama Alec menyuruhnya bertanggung jawab karena memutuskan pertunangannya.
Alec memutar matanya, dia berteriak-teriak memanggil Gery tetapi dia tidak ada di sana. Alec mengambil ponselnya lalu menelepon Gery untuk segera ke apartemennya.
Karen yang tidak sadarkan diri menatap samar wajah Alec. "Kau...kau pria yang kuinginkan Alec, tapi kenapa..kenapa kau memutuskan pertunangan kita"?? Dia mencoba Berdiri tetapi tubuhnya sempoyongan sehingga dia hampir terjatuh di lantai, dengan cepat alec menangkapnya sebelum dia betul-betul terjatuh dan terluka.
"Ck, kemana gery ! ucap alec yang masih memegang kerin yang tidak sadar, matanya begitu berat tapi dia dapat melihat pria yang sudah menolaknya berdiri dihadapannya dan memegangnya. "Emm...Alec?? gumam Karen.
Tanpa Alec sadari karen mendorong tubuhnya hingga terjatuh di atas sofa, dia mencium Alec dengan liar hingga alec dengan susah payah mendorong tubuh karen agar menjauh darinya.
"Tuan Alec"!? Gumam gery.
Akhirnya dengan susah payah, Alec dapat melepaskan diri dari karen yang sudah tidak sadarkan diri. "SIAL ! Wanita itu betul-betul sudah gila"! Matanya menatap Gery yang membeku di tempatnya.
"Kau kemana saja? mengapa dia bisa masuk lagi ke apartemenku, panggil keamanan, cepat !
"Em..biar aku yang akan mengantarnya ke bawah tuan Alec"! ucap Gery yang memapah Karen yang mulai memeluk tubuh Gery dan mendekapnya erat.
"Wanita ini betul-betul gila "! Gumam Alec menghapus lipstik yang melekat di wajahnya dengan tidak beraturan.
Sebelum Gery keluar dari pintu, dia berbalik menatap alec. "Tuan Alec, Miss Andria baru saja keluar dari apartemen ini". Alec mencerna kata-kata gery. "Sial ! umpatnya. Dengan cepat alec berlari menuju lift menuju ke lantai 7, rambutnya yang acak-acakan dan bekas lipstik yang melekat di kerah kemejanya bukan kombinasi yang baik untuk menemui andria, tapi Alec tidak perduli dengan penampilannya, dia hanya berpikir harus segera menemui Andria.
Bunyi lift yang berdentang, Alec telah berada di lantai 7 dan segera berlari ke kamar Andria. Dia menggedor-gedor pintu apartemennya dengan keras lalu menekan bel pintu beberapa kali dengan tidak sabar.
"ANDRIA..ANDRIA buka pintunya ! Andria". Tetapi tidak ada suara apapun yang terdengar, dengan cepat alec menelepon Gery, "Halo, Gery bawa kunci cadangan Miss Andria sekarang"! Bentaknya.
Napasnya tidak beraturan, dia berharap dan memohon agar Andria tetap berada di dalam sana. Gery datang dengan setengah berlari menemui Alec yang mengetuk-ngetukkan tangannya di pintu apartemen Andria.
"Tuan". Gery memberikan kunci cadangan apartemen Andria kepada alec, dengan cepat Alec membuka pintunya, dia menyalakan lampunya, dan segera mencari Andria.
"Andria ! Andria dimana kau" Teriaknya. Setengah berlari Alec memeriksa semuanya sebelum menuju ke kamar mandi matanya menangkap sesuatu di atas meja, dia melihat kunci yang tergeletak dan dua kotak makanan yang di taruh begitu saja di atas meja.
Alec memegang kuncinya dan membuka kotak makanan itu yang berisi spaghetti yang dibuat Andria untuknya. "Sial ! Alec dengan cepat berlari keluar dari apartemennya, dia menelepon Andria tapi nomornya tidak aktif sama sekali.
Alec sudah berada di parkiran, mengelilingi tempat itu berteriak-teriak mencari Andria.
"Andria ! Andria! Teriaknya berulang kali. Dia masuk kedalam mobilnya dan mengemudikannya dengan kecepatan tinggi menuju rumah Ronan.
Ketika tiba alec turun dari mobilnya dan langsung menuju rumah Ronan tetapi Baru saja dilihatnya Ronan memarkirkan mobilnya tidak jauh dari mobilnya, Alec berlari menghampirinya.
"Dimana Andria?? Apakah dia kembali kerumahmu? tanya alec. Ronan begitu bingung dengan sikapnya.
"Jadi ! kau tahu dimana Andria selama ini? Dimana dia sekarang? ucap Ronan dengan tangan mengepal.
Alec terdiam, andria tidak kembali kerumah Ronan, kemana dia?? Tanpa menjawab pertanyaan Ronan, Alec pergi meninggalkanya. Dia mencari Andria entah kemana dia hanya mengemudikan mobilnya di jalan dengan kecepatan tinggi.
Ronan menghubungi chris, tetapi Chris sama sekali tidak mengetahui keberadaan andria. Ronan kembali ke mobilnya dan mencari keberadaan Andria yang menghilang entah kemana.
~
Angin di musim gugur begitu dingin, Andria memeluk dirinya dan merekatkan jaketnya, dia sedang berdiri di halte menuju bandara, dia menghubungi gun wu yang berada di Los angels, dengan senang hati gun wu akan menerima kehadiran Andria. Dia mengirimkan sejumlah uang di rekening Andria untuk membeli tiket pesawat agar perjalanannya menuju LA berjalan cepat. Andria naik ke dalam bis yang menuju ke bandara, dia duduk di samping jendela lalu menyandarkan kepalanya di samping jendela itu.
Mengapa aku pergi? apakah aku cemburu melihat wanita lain mencium Alec? Andria mengetuk-ngetukkan kepalanya ke jendela. Bis segera berangkat hanya beberapa orang saja yang ada di dalam bis, sekarang sudah pukul 11 malam, "apakah aku bisa tepat waktu"? gumamnya.
Bis berhenti ketika traffic light, mata andria melirik di samping jendelanya, matanya membesar, dia melihat Alec berada di dalam mobilnya tepat di samping bisnya.
Mata alec menatap tajam jalanan yang sedikit demi sedikit begitu lengang, Andria menatapnya dalam, jantungnya berdetak cepat, dia memegang dadanya yang terasa sakit, apakah perasaanku ini benar? perasaan sakit yang kurasakan di dalam hatiku, meskipun dia mesum dan memperlakukanku seenaknya tapi ketika dia memelukku dan menciumku aku menyukainya aku merindukan dekapannya aku..... aku menyukai pria itu, pikirnya.
Setelah lampu lalulintas telah berubah hijau, Alec kembali mengemudikan mobilnya dengan kencang, Andria menatap mobilnya dari kejauhan, "Selamat tinggal Alec", gumamnya.
~
Vancouver adalah sebuah kota di Provinsi British Columbia, Kanada. Kota ini adalah daerah metropolitan terbesar di Kanada bagian barat dan ketiga terbesar di Kanada. Kota ini memiliki salah satu dari taman kota terbesar di Amerika Utara, Stanley park. Saat ini bulan Agustus dengan suhu 22°C sampai 30°C dengan cuaca cerah dan kering.
"Ini kuncinya doughlas, shiftku telah selesai". Dia tersenyum menatap pria pemalas ini,
"Ok andria, hati-hati di jalan beb aku tidak ingin orang lain terluka". Candanya sambil terkekeh.
Cafe couve yang cukup terkenal ini miliknya tetapi dia begitu malas datang hanya sekedar untuk memantau saja.
Andria dalam perjalanan pulang ketika selesai bekerja di cafe Couve, hari ini dia harus pulang dengan cepat, untuk membayar uang sewa flatnya yang sebentar lagi menunggak sebulan, untung saja doughlas memberikan gajinya sehari lebih awal kalau tidak pemilik flat itu akan mengomel sepanjang hari.
Andria menatap jalanan yang padat dipenuhi banyak orang yang berjalan, udara hangat dan cuaca cerah membuat siapa saja akan berjalan-jalan di luar mencari udara segar. Andria menatap dirinya ketika melewati etalase perlengkapan ski dan mengingat dirinya yang tidak pergi berski bersama teman sekolahnya karena tidak memiliki uang.
Dua tahun telah terlewati begitu saja, aku sekarang hidup sendirian, tinggal di flat murah dengan tiga pekerjaan sekaligus dalam sehari, aku tidak melanjutkan kuliahku setelah lulus sekolah, aku hanya mencari uang demi memenuhi kebutuhan sehari-hariku.
Gun wu sangat membantuku ketika aku betul-betul membutuhkan pertolongan, tetapi aku tidak mungkin selalu menyusahkannya aku pindah dari LA setahun yang lalu ke Vancouver, kini gun wu memiliki keluarga sendiri, dia telah menikah dan aku turut bahagia karena dia telah menemukan orang yang dicintainya.
Dengan langkah berat aku menuju ke flatku yang berlokasi tidak begitu jauh dari tempat kerjaku, aku menghembuskan napas, aku ingin segera berbaring melepaskan lelahku