
Portland yang juga dijuluki city of roses karena cuacanya dan alamnya sangat cocok untuk tumbuh berkembangnya mawar merupakan destinasi yang menyenangkan untuk dikunjungi dalam berwisata, Portland yang tidak begitu jauh dari Seattle dan Los Angels merupakan salah satu kota terbesar di Amerika, dengan serangkaian gedung-gedung yang tinggi menjulang, serta orang-orang yang berlalu lalang di Pusat kota Oregon.
Pukul 10.15 Andria dan alec telah tiba di Portland, tidak lama kemudian Mobil Fortune berwarna hitam sudah siap, Gery keluar dari mobil dan sedikit menundukkan kepalanya ketika bertemu dengan Alec.
"Ayo naik aku akan mengantarmu kemanapun kau ingin pergi". Katanya sambil menekan-nekan ponselnya. "Kelihatannya kau sibuk, sebaiknya aku pergi sendiri saja". Kata Andria menatapnya.
Ponselnya berdering kembali, "Oke 10 menit lagi". Alec menutup ponselnya. "Kau bisa pergi tapi Gery akan mengantarmu". Perintahnya. Andria tidak memiliki pilihan lain, dia menyetujuinya, tidak lama kemudian sebuah mobil hitam Mercedes tiba di hadapan alec. Sebelum alec masuk kedalam mobil kecupan kilat mendarat di bibir Andria membuatnya berdiri kaku. Alec tersenyum miring menatap andria. Dia masuk begitu saja kedalam mobilnya dan pergi. "Miss? kita akan kemana? tanya Gery sopan.
"Erm..er 37street di dekat Asia town". gumamnya sedikit menunduk karena malu terlihat oleh gery. Dia membukakan pintu mobil untuk Andria dan segera berangkat.
~
Ronan keluar dari kamarnya dengan memakai baju kaos dan jeans dia lalu duduk di meja makan, wajahnya seketika mencari-cari sesuatu membuat Mrs Weltson menatapnya.
"Andria sudah berangkat pagi-pagi sekali tadi". Senyum Mrs Weltson. Ronan mengerling ibunya sambil menggigit sepotong sandwich lalu menyesap kopi dihadapannya.
"Kemana mom"? tanyanya lagi. "Dia akan mengerjakan tugas sekolahnya bersama teman-temannya, katanya tugas sains dan akan menginap malam ini di rumah salah satu temannya". Kata ibunya yang membawa sepiring lagi sandwich di atas meja.
"Benarkah? Ronan mengernyitkan alisnya. "Tugas sekolah"? gumamnya. Setelah sarapan Ronan kembali ke kamarnya lalu mengambil ponselnya mencari nomor kontak Chriss. "Halo Chris ini aku Ronan, Andria punya tugas sains bersama teman-temannya"? tanya Ronan. Dia diam sejenak mendengarkan penjelasan chris, "Ok trims Chriss.
"Andria berbohong ! dia pergi kemana"? Segera Ronan masuk kedalam kamarnya, mencari-cari sesuatu agar menemukan petunjuk atau apapun itu untuk mencari tahu keberadaan Andria.
Tidak ada apapun yang Ronan temukan, dia kembali memeriksa dan menemukan di buku tulisnya nama sebuah kota satu-satunya yang tertulis di sana dengan huruf besar PORTLAND, OREGON. "Dia ke Portland? untuk apa.." ? Ronan tidak menunggu lama dia memakai jaketnya lalu segera berangkat ke Portland. "Apakah Andria bersama dengannya lagi"? Matanya berkilat tajam dia melaju dengan kecepatan tinggi menyusul Andria.
~
Sebuah apartemen kusam dengan 7 tingkat berdiri tidak jauh dari jalan Asia town, Gery memarkirkan mobilnya dan segera keluar membukakan pintu mobil untukku. "Aku akan menunggu anda Miss sampai anda selesai". Andria mengangguk.
Andria melangkah perlahan menatap apartemen itu, Dia melihat seorang pria yang berjaga di lobi lalu menghampirinya.
"Selamat siang sir, apakah Mr Okada tinggal di apartemen ini"? Tanyanya. Pria tua berwajah muram itu mengedikkan bahunya pada Andria, "Dia ada dibelakangmu". Andria sontak berbalik lalu menatap seorang pria paruh baya sedang membawa kantongan hitam, dia kelihatan lusuh dengan topi berwarna hitam pudar yang mencuat. "Kim ada yang mencarimu". Teriak pria itu.
Andria menghampirinya, lalu sejenak menatapnya.
"Siapa kau"? Tanyanya. Dia memicingkan matanya mencoba mengenali Andria.
"Namaku Az Kim Alexandria sir". Wajahnya seketika menjadi merah dan matanya membulat, "Kau Az? kenapa kau ada di sini"? bentaknya.
"Apa maksud anda"? Dia menghempaskan kantongannya sehingga jatuh kelantai dan berserakan.
"Ada apa denganmu Kim"!? Teriak pria itu.
Pria dihadapan Andria tidak memperdulikan teriakan pria tua itu. "Tentu aku mengenalmu apalagi namamu, Karena aku yang menyematkan namaku padamu gadis bodoh", Seketika Andria mundur beberapa langkah.
"Kau berpikir aku ayahmu? hahaha, "Siapa yang menginginkan gadis sial sepertimu? Semuanya terjadi gara-gara kau"? Pergi ! pergi! sebelum aku memanggilmu pembunuh"! Teriaknya histeris. Andria mundur beberapa langkah dan membelakanginya ingin beranjak pergi tapi terdengar suara serak berlendir dari belakangnya.
'Namamu sekarang Az Kim Alexandria, kau adalah makhluk immortal yang hidup abadi, karena kau membawa malapetaka kepada orang-orang yang ada disekelilingmu' Andria kecil percaya saja dengan omongan dan kebohonganku'.
Pria bernama Okada tertawa keras, " Hahaha Aku yakin mereka sudah merasakan apa yang aku rasakan selama bertahun-tahun". Lutut Andria terasa lemah, dia jatuh terduduk tapi matanya masih menatap pria dihadapannya.
Tangan yang hangat mengangkat Andria agar berdiri, Gery memapah Andria agar masuk ke dalam mobil, tubuh Andria gemetar mendengar kata-kata pria tadi. "Tunggu sebentar Miss kita akan segera kembali". Tidak lama kemudian Gery kembali dan dengan cepat menghubungi Alec.
Andria mengerjap dan berkedip beberapa kali, dia menatap ruangan putih yang besar, dia sedang berbaring di tempat tidur berukuran king size, tempat itu terlihat mewah, Andria duduk dan mendengar samar pembicaraan orang diluar kamar. Dia berdiri dan berjalan pelan kemudian mendengarkan percakapan antara Alec dan gery.
"Dia menculiknya?! kata Alec dengan suara cukup keras.
"Iya tuan, dia menculiknya ketika Miss andria berumur 10 tahun, sepertinya Mr Okada menyalahkan miss andria atas kematian istri dan anaknya, kebakaran yang terjadi beberapa tahun yang lalu di California".
"Benarkah? kata alec, membaca beberapa lembar kertas yang diberikan Gery padanya.
"Mr.Okada sepertinya mengganti nama Miss Andria kemudian menyematkan namanya sendiri kepada Miss Andria agar keluarganya tidak dapat menemukannya". Kata Gery.
"Kau tahu dimana keluarganya sekarang"? Tanya alec padanya.
"Kami sedang menyelidikinya tuan, tetapi ada 4 keluarga yang pernah tinggal di daerah itu, saya pikir satu dari mereka adalah keluarga miss andria.
"Kau sudah bertanya pada Okada itu siapa nama keluarga Andria? Tanya alec.
"Dia tutup mulut tuan, dia rela dipenjara dari pada memberitahukan keberadaan keluarga miss andria".
Andria mundur beberapa langkah, jantungnya berdetak cepat, dia lalu terduduk di sisi tempat tidur, ingatannya yang samar membawanya ketika dia tinggal di panti asuhan, anak-anak di sana menjauh darinya, mengatakan kalau aku pembunuh, sehingga aku mempercayai perkataan mereka. "Apakah aku seorang pembunuh? dan apakah Orang tuaku mencariku? gumamnya.