Her Secret

Her Secret
Pelukan



Andria menyandarkan sepedanya yang kempes di balok kayu jembatan tua yang dibawahnya mengalir air sungai jernih, suara alirannya membuat Andria sedikit rileks, memandang gemerlap lampu kota Seattle di malam hari.



Dia menyandarkan tubuhnya yang sedikit lelah sembari mengambil coklat yang ada di sakunya. Rambut panjangnya tertiup angin malam menyejukkan pikirannya, selama ini dia hidup sendirian, selama 8 tahun dia hidup di panti asuhan, dia begitu jarang mengobrol dengan siapapun sehingga mereka mengira dia hanya berbicara dengan berbahasa Jepang.


Kadang Gun wu yang merupakan teman andria satu-satunya di panti tertawa dengan kocak jika Andria sedikit berbahasa Jepang membuat mereka yang ingin berkenalan dengan Andria bingung dengan apa yang dikatakannya.


Memori itu membuat Andria tersenyum, dia ingin bertemu gun wu, tapi anak itu sepertinya sudah pergi dari panti, katanya dia pindah di Florida tinggal dengan salah satu pamannya. Bagus buatmu gun wu kau mempunyai seorang paman, pikir Andria dengan tersenyum.


Andria memeluk tubuhnya dengan denim yang dikenakannya, buku itu....buku yang yang dicarinya, sepertinya buku itu ada kaitannya dengan orang tuaku, mungkin dengan menemukannya aku bisa mengetahui latar belakangku. pikir Andria, tetapi kepalanya akan sakit seperti tertusuk-tusuk jika dia ingin mengingat masa lalunya.


Siapakah aku..? mengapa aku tidak bisa mengingat saat-saat bersama orang tuaku?rahasia apa yang tersembunyi dari dalam diriku? hanya liontin kecil yang digenggamnya yang menjadi kenangan ketika dulu dia pernah hidup bahagia bersama orang tuanya.


"Apa kau tidak merasa dingin Andria, berdiri di sana?" Suara baritonnya yang berat membuat Andria berbalik, Pria dengan mengenakan jas hitam dengan mantel panjang hitam menutupi tubuh menjulangnya.


Pria ini lagi, mengapa dia ada dimana-mana? pikir Andria jengkel. "Kenapa kau ada di sini?" tanya Andria.


Dia tersenyum miring. "Kau bisa menyebutnya kebetulan Andria." Andria mendengus, kebetulan yang tidak beruntung, pikir Andria. Apa yang diinginkan pria ini padanya.


Dia mendaratkan mantelnya di tubuh Andria, seketika Andria terkejut mundur. "Apa yang kau lakukan !" kata Andria sinis.


"Kau selalu membuat orang-orang di sekitarmu merasa tidak nyaman Andria, sebelum mereka ingin mengenalmu, kau sudah mendepak mereka duluan, aku hanya tidak ingin kau kedinginan." jelas Alec. Dan ini pertama kalinya aku berbuat seperti ini. Pikir alec heran dengan dirinya sendiri.


"Kau tidak perlu melakukannya !" bentak Andria tidak suka. Alec melangkah lebih dekat ke Andria, sontak Andria mundur begitu saja, dibelakangnya hanya ada pembatas dari kayu.


Alisnya berkerut tidak suka memandang pria dihadapannya yang tanpa ragu memerangkap Andria dengan kedua tangannya. "Apa yang kau inginkan? aku tidak mengenalmu." Seru Andria.


Alec sedikit menunduk, mensejajarkan wajahnya dengan wajah Andria. "Apa yang kuinginkan? pertanyaan itu masih misteri bagiku juga Andria. Aku ingin kau belajar mengenalku." Alec memandang Andria lekat-lekat sehingga Andria dapat menghirup wangi woody yang manis dan mint dari tubuhnya.


Andria tidak suka dengan senyum mengejeknya, seakan-akan dia begitu lemah, dia mendorong pria dihadapannya, tetapi Andria lupa pria itu begitu kuat sehingga dia terperangkap di tubuh Alec.


"Lepaskan aku !" bentaknya.


Alec tersenyum miring. "Belajarlah untuk tidak melawanku andria." bisiknya di telinga Andria. Tubuh pria ini betul-betul kekar dan kuat Andria mencoba memberontak tetapi semakin dia memberontak, pelukannya semakin erat.


"Aku bilang jangan melawanku andria !" Suaranya kini meninggi tetapi napasnya memburu membuat Andria merinding, Andria tidak ingin mengikuti kata-kata pria ini, dia lalu menendang kakinya dan menginjaknya keras.


Dia akhirnya lepas dari pelukannya.


"Kau ! menjauh dariku, kau pria mesum pecundang." Teriak Andria lalu dia berlari menjauh dari Alec, baru kali ini seorang pria memeluknya, tubuh andria seketika menggigil dan baru kali ini dia merasa takut.


"Pria mesum pecundang?" Sudut mulutnya terangkat, "Kita akan sering bertemu Andria." Gumamnya.


@


jgn lupa coment and beri tanda 👍 😊tmn2 readers