Do You Remember?

Do You Remember?
Akhir dari semua kisah.



setelah lamaran malam itu, dua hari kemudian Daniel datang bersama keluarganya untuk melamar Riana. kebahagiaan mereka bertambah saat orang tua Riana menerima niat baik Daniel, mereka senang Daniel dapat menyentuh hati Riana.


hari pertunangan pun terjadi setelahnya, bahkan hari pernikahan telah ditentukan oleh kedua keluarga. Riana dan Daniel hanyut pada kebahagiaan mereka, kali ini mereka benar benar tidak akan bisa terpisah.


"kamu kenapa?" tanya Daniel saat melihat Riana melamun, Riana masih memikirkan kejadian Karin yang ada dipangkuan Daniel, dan Daniel tidak pernah menceritakan itu.


"hm ... tidak apa apa kok, aku baik baik aja!" ucap Riana tersenyum, ia menyiapkan makan siang untuk Daniel.


"Riana jika kamu ada masalah katakan padaku, bukankah kita akan menikah sebentar lagi. apapun masalahmu kelak, juga akan menjadi masalahku!" ucap Daniel menggenggam tangan Riana, setelah menghela nafas Riana tersenyum pada Daniel.


"apa aku boleh bertanya?" ucap Riana, Daniel mengangguk dan tersenyum. "kalau diingat ingat, aku datang setelah hari dimana aku melihatmu dan Karin ..."


"dia terjatuh!" sela Daniel, ia sudah mengerti apa yang dimaksud Riana. dengan tersenyum Daniel mendirikan tubuhnya, ia berlutut dihadapan Riana yang sedang duduk. "kakinya terkilir hingga dia harus menggunakan tongkat, dan kamu tahu dia keseleo dan terjatuh dihadapanku. katakan padaku sekarang, melihat nya terluka apa aku harus mendorongnya pergi dari pangkuanku?"


"tentu tidak, apa kamu akan setega itu pada seorang wanita?"


"itu yang kumaksudkan sayang, jadi jangan salah paham dengan apa yang terjadi waktu itu." ucap Daniel, Riana pun lega setelah mendengar penjelasan itu. tapi satu hal yang mengganggu Riana, sejak kapan Daniel memanggilnya sayang.


"Daniel sejak kapan kamu menjadi romantis?"


"sejak aku mengenalmu dulu!"


"pembohong, kamu memang playboy sejak dulu!" ucap Riana, Daniel tertawa dan menarik Riana dalam pelukannya. "Daniel lepaskan aku, nanti ada yang masuk!"


"biarkan saja, kamu bukan selingkuhanku yang harus takut jika dilihat orang!" ucap Daniel, Riana terdiam karena merasa benar dengan perkataan Daniel. "kapan kita menikah Riana, aku ingin cepat cepat menikah denganmu!"


"kamu ingin cepat cepat itu kenapa, apa kamu memikirkan hal mesum?" ketus Riana, Daniel tertawa dan semakin memeluk Riana dengan erat.


"bukan seperti itu, aku ingin melihatmu setiap hari dirumah. ketika aku bangun tidur, akan tidur, akan berangkat bekerja, ataupun saat aku pulang dari bekerja!" ucap Daniel, mendengar itu Riana tertawa dan membuatnya geli.


"aduh ... manis sekali perkataanmu sayang, belajar dari siapa kata kata seperti itu?" ucap Riana membalikkan badannya, ia mengalungkan kedua tangannya pada leher Daniel. "katakan padaku, dari siapa?" ucap Riana, Daniel menarik pinggang Riana u tuk dekat dengannya.


"darimu, saat melihat wajahmu aku ingin sekali merayu mu. ingin menggodamu, dan terus mencintaimu!"


"Daniel ... kenapa kamu terus membual, aku takut kamu akan memberiku makan gombalan mu itu setiap hari. kemudian aku bertambah kurus, dan kecil!" ucap Riana, Daniel melihat Riana dari atas dan juga bawah.


"kalau melihatmu yang pendek ini, aku takut kamu semakin pendek jika aku berikan gombalan!"


"Daniel! tidak ada hubungannya dengan pendek ku, ini bukan pendek tapi imut!" sela Riana, Daniel tertawa dengan itu.


"baiklah baiklah, kamu sangat imut dan selamanya akan menjadi imut!!" ucap Daniel memeluk Riana, tidak ada penolakan dari Riana dan malah membalas pelukan itu. "aku mencintaimu!" ucap Daniel, Riana pun tersenyum.


"aku juga mencintaimu!" saut Riana, Daniel mendekati wajah Riana karena ingin mencium bibir Riana.


Braakk!!!


suara pintu terbuka membuat mereka berdua terkejut, Riana langsung mendorong tubuh Daniel dan menatap kearah pintu. terlihat Ridwan dan Karin yang tersenyum canggung, Riana dan Daniel pun merasa malu dan juga canggung.


"maaf, kami menganggu!" ucap Karin yang melihat mereka berpelukan, Daniel duduk kembali kekursinya dengan merasa malu.


"tidak masalah, kalian tidak menganggu kok!" ucap Riana, Ridwan tertawa dan duduk dihadapan Daniel.


"mau apa kau kemari?" ketua Daniel, Ridwan tertawa dan menatap Daniel.


"calon istrimu meminta kami datang, jadi kami datang dan tidak tahu kalau kalian sedang bermesraan!" ucap Ridwan dengan tenang, Daniel merasa kesal dan menatap Riana.


"aku sudah bilang padanya dokter Daniel, kalau kita akan datang jika Riana sudah memberikan pesan. tapi Ridwan bilang kita harus datang, untuk menganggu kesenaganmu!" saut Karin dengan cepat, hal itu benar benar membuat Daniel kesal. Daniel sudah tahu Ridwan yang suka membuatnya kesal, dan itu mungkin hal biasa baginya.


"kenapa kamu mengatakan seperti itu padanya, dia akan murka nanti!" ucap Ridwan tersenyum, Karin menggelengkan kepala dan memainkan dagunya mengarah ketawa Daniel.


"kenapa bahas kalian sepertinya sangat akrab, apakah ada sesuatu diantara kalian?" tanya Daniel menopang dagunya dengan kedua tangannya, Riana yang mendengar itu menatap Karin.


"iya dan kamu memanggil dokter Ridwan, dengan namanya. apa yang sedang terjadi?" tanya Riana, Karin menjadi malu dan wajahnya memerah.


"cepatlah menikah, setelah itu datanglah ke acara pertunangan dan pernikahan kami nantinya!" ucap Ridwan tenang, membuat Daniel dan Riana terkejut mendenganya.


"astaga, kenapa aku tidak tahu tentang ini!" ucap Riana menyenggol tubuh Karin, dengan malu Karin tersenyum.


"semuanya berjalan cepat, tidak ada yang tahu kapan itu terjadi!" ucap Karin, Daniel menghampiri Karin dan menatapnya dari atas hingga kebawah.


"apa dia melakukan sesuatu padamu, sampai kau harus menerima lamarannya?" tanya Daniel, hal itu membuat Ridwan berdiri dan menghampiri Daniel.


"hei enak saja, kamu pikir aku pria jahat yang harus melakukan itu padanya. aku menyukainya, dan dia juga menyukaiku, apa yang salah?"


"siapa yang tahu kau melakukan hal itu, mungkin kau membuatnya bungkam ..."


"Daniel! jangan membuatku marah, aku memang mencintainya dan akan menikahinya !"


"diam!" teriak Riana, Daniel dan Ridwan menoleh kearah Riana. "berdiri dipojok sana sekarang, ini hukuman karena kalian bertengkar seperti bocah!" ketus Riana, hal itu membuat Daniel dan Ridwan langsung diam dan mengikuti permintaan Riana. "tidak tahu malu, kalian terus berdebat tidak penting!"


"Riana bukan aku yang memulai, tapi calon suamimu!" sela Ridwan, Daniel menyenggol Ridwan dengan tangannya.


"aku hanya bertanya, tapi kau malah menjawab kasar!"


"diam! kalian diam dipojok sampai jam istirahat kalian selesai, selama itu jangan pernah bicara lagi!" ucap Riana membungkam kedua pria itu, Karin hanya tertawa melihat keduanya takut dengan suara Riana. "nah katakan padaku Karin, apakah Ridwan melakukan hal yang buruk padamu?"


"Riana, dia sangat baik padaku. seminggu yang lalu, dia selalu membantuku. tidak tahu bagaimana aku menyukainya tapi takut mengatakan padanya. tiba tiba saja dia mengatakan kalau dia menyukaiku, tentu saja aku senang dan menerima pernyataan nya itu. tepat setelah hari pertunanganmu dia datang kerumah bersama keluarganya, dan keluargaku menerima niat baiknya. kami akan bertunangan setelah acara pernikahanmu, setelah itu kami akan menikah!" ucap Karin tersenyum, Riana tersenyum dan memeluk Karin.


"selamat ya Karin, aku ikut senang rasanya." ucap Riana, Karin tersenyum dan mengangguk. "ingat ya, jika dia menyakitimu katakan padaku. aku yang akan membereskannya, dia harus tahu siapa aku dan apa akibat telah melukai sahabatku!"


"haha ... iya, pasti akan aku katakan!" ucap Karin tertawa, Riana pun menoleh kearah Ridwan dan Daniel yang terdiam.


"wah kalian benar akan menikah, aku sangat senang!" ucap Karin senang, Riana tersenyum dan juga Daniel.


"kami akan datang!" ucap Ridwan melihat Karin, dengan senyuman Karin mengangguk pada Ridwan. Riana dan Daniel pun saling melihat dan tersenyum, mereka benar benar mendapatkan kebahagiaan ganda.


***


berminggu minggu telah berlalu, hari ini adalah hari kebahagiaan untuk Daniel dan Riana. hari yang sudah ditunggu selama berminggu minggu, telah tiba dimana hari pernikahan untuk mereka. pernikahan Riana dan Daniel sangat mewah, setelah acara akad siang hari dan dilanjut resepsi pernikahan itu dimalam hari.


Riana menggunakan gaun yang sangat cantik diatas pelaminan, begitu juga dengan pakaian yang digunakan Daniel. sangat pas dan serasi dengan gaun Riana, mereka saling tersenyum menyalami setiap tamu yang datang.


"kamu pasti capek?" ucap Daniel, Riana hanya mengangguk. "sabar ya, setelah ini kamu bisa istirahat!"


"aku tidak menyangka kalau teman doktermu sangat banyak, juga tampan tampan!" ucap Riana menggoda Daniel, yang digoda pun hanya tersenyum dan mendekatkan bibirnya tepat ditelinga Riana.


"aku akan membalasmu nanti, ketampanan mereka tidak sebanding denganku!" bisik Daniel, Riana mendelik dan menjauhkan dirinya dari Daniel. dengan tertawa Daniel menarik Riana, tapi mendapat penolakan keras dari Riana.


"wah pengantin baru kok ribut?" sapa Naira yang menggendong bayi Nadira, Naira mendekat dengan Adrian disampingnya yang menggendong bayi Adnan.


"Selamat ya tante cantik, dan om g-a-n-t-e-n-g !" ucap Adrian senagaja menekan kata ganteng, Riana hanya tertawa bersama Naira.


"haha terima kasih ya, orang tua posesif!" ucap Daniel tertawa, Adrian pun ikut tertawa tipis.


"selamat tante cantik, baby Adnan ikut senang!" ucap Naira dengan menirukan gaya bayi, Riana tersenyum dan mencubit pipi gembul bayi Adnan.


"terima kasih sayang, kamu tambah menggemaskan!" ucap Riana, bayi Adnan tertawa gemas melihat Riana.


"selamat Riana, dokter Daniel!" ucap Karin memeluk Riana, mereka tersenyum dan saling tertawa.


"selamat ya Riana, akhirnya menikah juga!" ucap Ridwan, Riana mengangguk dan tersenyum.


"terima kasih ya, oh iya Naira kenalkan ini Karin. dan Karin ini Naira sepupuku, disana itu suaminya dan yang digendong mereka itu bayi kembarnya!" ucap Riana, Karin tersenyum menyapa Naira dan Riana.


"wah lama tidak melihat mereka, jadi tambah besar!" ucap Ridwan, Naira tertawa dan mengangguk. "jadi kalian kalau mau konsultasi kehamilan, pergi padaku saja ya. aku akan menuntaskan semuanya, dan memberikan syarat dan pengertian yang detail!" ucap Ridwan menawarkan profesinya, hal itu tidak disukai Daniel dan membuat para wanita itu tertawa.


"kau saja sana cepat menikah, dan buat satu seperti mereka!" ucap Daniel, Ridwan tertawa geli mendengar itu.


"sudah cukup, aku tidak mauendengar kalian bertengkar!" sela Riana saat Ridwan ingin membalas, mereka pun terdiam dan hanya saling menatap.


"jangan saling mengejek, yang sudah menikah cepatlah buat satu atau pun dua. yang belum menikah, cepatlah menikah. karena yang halal itu lebih baik, kau bisa menyentuh dia sesuka hatimu!" celetuk Adrian dengan tenang, ia tidak tahu Naira merasakan malu dengan perkataannya itu.


"Adrian kamu apa apaan sih, ada anak kecil kok ngomong kayak gitu!" ucap Naira mencubit Adrian, bukannya kesakitan Adrian hanya tertawa geli.


"baby Adnan gak boleh tiru papamu ya, tiru om ganteng aja kalau besar!" ucap Daniel, Naira dan yang lain tertawa. mereka semua sangat akrab secara kebetulan, tidak ada rasa canggung dan juga malu dengan obrolan masing masing.


"hei apa yang kalian lakukan disini, ayo berfoto !" teriak Bagas, mereka pun menoleh dan mengangguk secara bersamaan. tidak banyak yang datang, hanya beberapa teman dan juga kerabat disana.


"mari kita berikan doa yang terbaik untuk pasangan pengantin, agar keluarga yang akan dibina menjadi keluarga yang sakinah!"


"amin!!" ucap semua orang, Riana dan Daniel hanya bisa tersenyum tanpa bisa bicara.


"semoga kalian hidup bahagia selamanya, sampai maut memisahkan kalian!"


"amin!!"


"cepat berikan keluarga kalian momongan, secepatnya!"


"Amiin!!!" kali ini suara amin itu lebih keras dan membuat semua kelurga tertawa, tertawa melihat wajah Riana yang merah karena merasa malu.


fotografer yang akan memotret mereka pun sudah memberikan aba aba, yang berarti siap untuk mengambil gambar kedua keluarga heboh itu. Daniel membawa Riana dalam rangkulannya, Riana menatap wajah Daniel yang tersenyum padanya. mereka saling berpandangan satu sama lain, dan kemudian tertawa melihat kamera.


"semoga semua doa kalian tercapai, dan terima kasih!" ucap Daniel dan Riana bersamaan, mereka semua tertawa dan heboh.


"1, 2, 3 cheers !! "


" CHEERS !! " serempak mengatakan itu, sampai beberapa foto pun diambil.


semua keluarga heboh itu bergembira di dalam foto, mereka melempar bunga dan juga berganti gaya masing masing setiap foto. tidak lupa beberapa pasangan seperti Adrian, Ridwan, Daniel bahkan juga Bagas, mengambil kesempatan untuk mencium pasangan mereka saat dipotret. ternyata bukan hanya mereka, Kara, Vano, David dan juga Febriyan mengikuti gaya anak anak mereka.


****


Assalamualaikum semuanya, syukur Alhamdulillah kisah mereka sudah hidup bahagia.


gak terasa ya kisahnya sudah tamat, meskipun Author ga rela tapi ttp ceritanya harus tamat. terima kasih yang sudah setia membaca kisah ini, mulai dari MY LOVE STORY , MY LOVE STORY 2 dan berlanjut DO YOU REMEMBER ? author berterima kasih pada kalian semua, nantikan karya karya author selanjutnya ya .... terima kasih salam manis, cinta, hangat dari author :**


note : akan ada kisah baru yang akan datang, yuk follow author "Dinda Angel" bagi yang belum follow, dan juga gabung grub bagi yang belum gabung.


****


visual Daniel dan Riana (pinterst) ⤵



Visual Naira dan Adrian (pinterest) ⤵



visual Bagas dan Sonia (pinterest) ⤵