Do You Remember?

Do You Remember?
Prolog



23 Juni 2022


"Teh, udah?" Ameera berjengit.


"Eleuh, segitunya amat itu kue diliatin? Udah bagus itu, gak usah ditambah-tambahin lagi. Nanti malah norak"


Ameera tersenyum. Benar, sepertinya perkataan Adeeva, adiknya ini benar. Kue ini sudah sempurna. Kue dengan tiga tingkat berwarna biru gelap dengan hiasan sana sini, tidak lupa dengan tulisan '12th Anniversary PT. Manggala Jaya' . Ameera tersenyum lagi. Selain puas dengan hasil kerjanya, ia juga membayangkan seseorang yang sudah lama tidak ia jumpai.


"Jam berapa, Teh, acaranya?" Adeeva bertanya lagi.


Ameera menoleh ke Adiknya, "Jam tujuh kuenya harus udah sampai. Berarti acaranya sekitar jam delapanan atau sembilanan, mungkin?"


Adeeva mengernyitkan dahinya bingung, "Lah? emang teteh gak dapet undangan khusus? Bukannya itu perusahaannya A' Gala?"


Ameera menggeleng, lalu mengangguk. "Enggak, aku gak dapet undangan. Aku nanti masuk kesana juga ya karena aku yang buat kue" jeda sebentar sebelum Ameera menatap lagi kue besar di hadapannya dengan tatapan sendu yang kentara. "Dan ya, itu perusahaannya Manggala"


Adeeva menghampiri kakaknya, melingkarkan tangannya di pundak sempit sang kakak.


"Teh..."


"Div, dia inget aku, kan?"


......................


Dari luar saja, pesta itu terasa meriah. Ameera menatap takjub pada dekorasi juga tatanan apik pesta tersebut. Langkah kakinya mantap mengikuti salah seorang crew ketering yang mendorong troli berisi kuenya.


"Mbak, makasih ya, udah antar kuenya tepat waktu"


Ameera tersenyum samar sembari mengangguk, "sama-sama" ucapnya kemudian lalu mengedarkan padangan untuk mencari sosok yang sudah lama ia rindukan. Matanya tidak bisa berbohong, binar penuh harap itu terpancar jelas.


"Ada yang ketinggalan, mbak?" Tanya crew tadi.


Ameera menggeleng. "Nggak, Mas. ini saya boleh lihat-lihat pestanya, kan?" Tanya Ameera dengan senyuman dan dibalas anggukan mantap laki-laki yang ada di depannya "Gak papa, Mbak. Mau sekalian ikutan juga gak papa"


Ameera melangkahkan kakinya menuju ballroom mewah yang didominasi nuansa biru. Ia jadi ingat, Gala amat sangat menyukai warna biru.


Ia mengedarkan pandangan lagi, mencoba mencari sosok Gala, Teman lama, Cinta Pertama sekaligus CEO baru yang akan diangkat malam ini.


Dari yang Ameera dengar, pesta malam ini bukan hanya sebagai perayaan hari jadi perusahaan, melainkan juga merupakan tanda dimulainya masa kepemimpinan seorang Manggala Jaelandra sebagai CEO baru menggantikan ayahnya yang akan pensiun.


Senyuman terus bertengger di bilah bibirnya. Beberapa tahun belakangan, ia tak pernah mendengar lagi kabar dari teman lamanya itu. Setelah lulus kuliah, Gala seakan hilang tertelan bumi. Sulit sekali mendapat kabar darinya.


Baru satu tahun belakangan, nama Manggala kembali sering ia dengar. Kabar-kabar mengagumkan tentang prestasi sang adam di dunia bisnis santer terdengar. Meski bukan dari yang bersangkutan, Ameera senang mendengar bahwa Gala kini sudah baik-baik saja.


"kamu berhasil, A'. kamu hebat" ujarnya sebelum matanya menangkap siluet Gala yang sedang menaiki panggung kecil di tengah ballroom. Lelaki itu berdiri gagah dengan senyum bangga yang tersemat apik dibibirnya.


Ameera memandang laki-laki itu rindu. Sudah berapa lama ya, kali terakhir mereka mengobrol? menghabiskan sore dengan secangkir teh dan dan cookies buatannya sambil menunggu senja.


"Aku dengar tunangan Pak bos bakal dikenalin hari ini"


Sebuah suara membuat Ameera menoleh. 'tunangan?' bisik-bisik dari orang-orang yang sepertinya adalah pegawai Gala itu, menggelitik rasa penasarannya.


Ameera menajamkan pendengaran,


"Iya, aku dengar tunangannya bakal dateng malem ini. Wah siapa ya kira-kara, cewek yang bikin bos kita klepek-klepek" kemudian terdengar tawa dari keduanya. Tanpa sadar pipi Ameera memerah. Ia malu membayangkan siapa orang yang digadang-gadang menjadi perempuan hebat yang mampu menaklukan hati seorang Manggala.


'haha gak mungkin langsung disebut tunangan, kan? aku aja baru ketemu A' Gal—'


"Selamat malam semuanya!" suara Gala membuyarkan lamunan Ameera. Ia mengangkat pandangan, dan seketika senyum yang sedari tadi tersemat dibibirnya, luntur tak bersisa.


"Perkenalkan saya Manggala, dan ini—


adalah Shaqueena, Tunangan sekaligus calon istri saya"


...****************...