
'Ridwan Message
"Riana, Daniel kecelakaan kamu harus menemui dia!"
pukul sembilan malam Riana yang siap akan tidurnya mendapat pesan dari Ridwan, dalam sekejap kantuk dimatanya lenyap sudah. hampir satu minggu Daniel tidak menghubunginya bahkan tidak menemui dirinya, dan saat sekali mendengar namanya terjadi hal yang buruk pada pria itu.
Riana beranjak dari tempat tidur, ia mengambil cardigan dan membawa hp serta kunci mobilnya. tanpa membuat suara Riana berlari keluar menuju mobilnya, ia melajukan mobilnya menuju tempat yang dikatakan Ridwan.
drtt drtt drtt
*Karin Calling
"Riana kamu dimana , Daniel membutuhkanmu!"
"aku dalam perjalanan, aku sudah dijalan!" ucap Riana dengan cepat, hampir dengan kecepatan penuh ia melajukan mobilnya.
"oke hati hati, dia membutuhkanmu!" setelah mengatakan itu Karin mematikan telfonnya, Riana sadar akan satu hal. jika Karin sudah ada disana untuk Daniel, lalu untuk apa Daniel membutuhkannya. Karin pasti bisa menjaganya, dan untuk apa dirinya secemas itu.
"apa yang aku lakukan, aku tidak seharusnya begitu cemas!" ucap Riana, ia mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan normal. rasanya Riana tidak ingin pergi, tapi hatinya mengatakan tetap ingin pergi untuk memastikan keadaan Daniel yang baik baik saja. menyebalkan!
setelah sampai ditempat tujuan, Riana merasa heran tidak ada apapun disana. tempatnya gelap bahkan tempatnya aneh, tidak ada tanda tanda kecelakaan. kemudian Riana sadar untuk kedua kalinya, jika Daniel kecelakaan seharusnya harus berada dirumah sakit, bukannya tempat aneh. Riana mengumpat kesal pada Ridwan, ia merasa telah dibohongi mereka.
"tidak masalah Daniel dan Ridwan membohongiku, tapi Karin kenapa dia ikutan juga!" kesal Riana, ia memilih untuk pergi dari sana dan tidak peduli.
belum sempat pergi dari tempat itu, tiba tiba sebuah lampu berbentuk hati menyala. Riana terkejut dan terheran heran, semakin Riana ingin melangkah pergi setiap lampu pun menyala dengan sendirinya. sampai lampu terakhir menyala bertuliskan, SELAMAT MALAM, RIANA !
Riana terkejut bukan main, siapa yang melakukan ini, siapa yang membuat ini semua, apa motif dari ini semua. Ridwan, apakah Ridwan yang melakukan semua ini. tapi kenapa, kenapa Ridwan melakukan ini semua. Riana mencari cari keberadaan Ridwan, tapi disana hanya dirinya yang benar benar sendirian.
"nona Riana?" panggil seseorang, Riana menoleh dan melihat dua orang wanita yang tersenyum padanya.
"iya ? "
"mari ikuti kami!"
"tunggu tunggu, apa maksud semua ini, siapa kalian?" tanya Riana, kedua wanita itu membawa Riana dengan paksa.
"kami hanya melakukan sesuai perintah, maaf nona!"
sampai beberapa waktu kemudian, Riana yang telah cantik keluar dari sebuah ruangan. Riana yang menggunakan dress cantik, sekarang Riana hanya dipenuhi kebingungan dengan apa yang terjadi padanya. persiapan nya untuk tidur telah diganti semuanya, piyama tidurnya nya pun berganti dengan gaun dan make up yang sangat cantik.
"untuk apa mereka menghiasku seperti ini, menyebalkan!"
sampai sebuah monitor menyala dengan sendirinya, sebuah acara menampilkan sebuah video yang membuatnya terkejut. video itu berisi tentang foto masa kecilnya, terlihat jelas foto kecil Riana. gadis manis berkulit hitam, memakai seragam sd sampai dengan sma. bahkan setiap foto itu penampilkan sampai diri Riana yang sudah berkulit putih bersih, bahkan memakai pakaian yang terlihat anggun dan sangat cantik. rasa penasaran terus membanjiri pikiran Riana, siapa yang sudah membuat video album tentang dirinya.
"apa ada seseorang, keluar jangan main main!" teriak Riana, tapi tidak ada jawaban dari siapapun.
Riana melihat sekelilingnya, hanya sebuah hiasan berwarna pink dan juga putih disana. tali anehnya setiap tempat dihias menggunakan coklat, bahkan bunga yang seharusnya terpajang di depan pun terbuat dari coklat.
"sesuai request mu, hanya ada coklat!" suara seseorang mengejutkan Riana, dengan cepat Riana menoleh dan melihat suara siapa itu. Daniel, ternyata itu Daniel dan semuanya ini dibuat oleh Daniel. apakah itu benar?
"Daniel, kamu ... " ucap Riana, Daniel berdiri dengan senyuman agak jauh dari Riana. dengan menggunakan jas hitam dan kemeja putih, membuat Daniel terlihat sangat tampan dan bersinar dimalam itu. Daniel berjalan kearah Riana, ia mengulurkan tangannya pada Riana dengan senyuman.
"bisakah kamu menggandeng tanganku?" ucap Daniel, Riana memilih untuk menggenggam tangan Daniel. bisa dirasakan Daniel tangan Riana yang gemetar, tangan Riana merasa tegang. "tenanglah, jangan gemetar!" ucap Daniel lembut, Riana mengangguk dengan itu. Daniel membawanya kesebuah meja makan yang sudah terhias rapi, bahkan terlihat romantis untuk sebuah pasangan makan malam.
"apa maksud semua ini!" ucap Riana, Daniel masih tersenyum melihatnya.
"sesuai request mu, lihatlah semuanya. hanya ada coklat yang bisa dimakan, lihat disana. makanan ringan terhias seperti bunga, aku menghias semua ini selama satu minggu, dan beruntung sekali coklat itu tidak meleleh sama sekali!" ucap Daniel, Riana teringat dengan Daniel yang memberikan pertanyaan padanya. semua hal yang dijawab Riana hanya lah asal saja, tapi Daniel menyiapkan semuanya atas permintaannya. tapi kenapa, kenapa Daniel menyiapkan semua itu dan diperuntukkan kepada dirinya.
"kenapa Daniel, kenapa kamu melakukan ini!" ucap Riana melemah, terlihat matanya mulai berair disana. Riana berjalan menjauh dari Daniel, karena bayangan Daniel dan Karin terlihat lagi dimatanya. perasaan sakit hati itu tidak bisa Riana hilangkan, selalu saja teringat dan membuatnya sedih.
"aku mencintaimu!" ucap Daniel, membuat Riana terdiam hanya menatap Daniel. "maafkan aku, aku sering membuat kesalah pahaman diantara kita. aku terlalu takut untuk menyatakan perasaan ini, dan juga aku terlambat menyadari perasaanku terhadapmu. Riana aku mencintaimu sejak aku melihatmu hari itu, hari dimana saat mobil kita bertabrakan. disaat itu aku selalu ingin bertemu denganmu, selalu ingin ada kesempatan bertemu denganmu. apakah kamu tahu disaat melihatmu sedih dan terluka, aku merasa hancur dan juga merasa mkan apa yang kamu rasakan. rasanya aku rela menggantikan kesedihanmu dan menggantinya dengan tawamu, meskipun harus aku yang merasakan kesedihan itu!" jelas Daniel, Riana hanya terdiam tanpa mengatakan apapun. "lihatlah semua ini, aku persiapkan semua ini hanya untukmu. coklat atau bunga, kamu memilih coklat. dan aku menyiapkan setiap sudut dengan coklat, tanpa bunga sekalipun. lihat ini aku membuat bunga dengan coklat, dan juga makanan ringan. ah hanya satu yang kurang, es krim. aku tidak ingin itu leleh, jadi aku membawa gerobak es krim itu untukmu!" seketika Riana tertawa melihat gerobak es krim yang sudah dihias, itu pasti permintaan Daniel. Daniel mendekat kearah Riana, ia menggenggam kedua tangan Riana.
"kenapa kamu mengatan semua itu Daniel. aku merasa sedih ketika harus menyembunyikan perasaanku padamu, aku selalu merasa putus asa saat takut cintaku tidak akan pernah terbalas. dan sekarang kau mengatakan semua itu dan kamuencintaiku, aku membencimu Daniel sangat membencimu. kamu mempermainkan perasaan orang lain, kamu terus membuatku jatuh cinta kepadamu terus dan terus!" ucap Riana menangis melupakan emosinya, Daniel tersenyum dan memeluk Riana dengan erat.
"maafkan aku Riana, aku terlambat mengakui semuanya. maafkan aku, tolong jangan membenciku!" ucap Daniel, Riana mendorong tubuh Daniel yang memeluknya dengan erat. "tapi percayalah, aku benar benar mencintaimu!"
"kamu berbohong!" ucap Riana mendorong tubuh Daniel, jika Daniel mencintainya bagaimana dengan Karin yang selama ini selalu dekat dengannya.
"aku tidak berbohong!" saut Daniel tenang,
"lalu Karin bagaimana, dia sangat dekat denganmu!" teriak Riana yang tidak terima kalau Daniel membohonginya, bahkan membohongi Riana sekaligus.
"dekat bukan berarti harus memiliki, tidak mencintai bukan harus membenci!" ucap Karin tiba tiba, Riana menoleh dan melihat Karin berjalan kearahnya. "kamu salah paham tentangku dan dokter Daniel, dokter Daniel selalu mencintaimu. selama kami bersama dia hanya menceritakan tentang dirimu, dia memiliki rencana banyak untuk bisa bersamamu. dia bahkan membayangkan sebuah pernikahan megah bersamamu, dia selalu menceritakan tentang dirimu padaku. aku sangat cemburu jika dia melakukan itu, tapi aku paham dan mengerti kalau aku tidak berhak atas semua itu. dokter Daniel bebas memilih wanita mana yang akan dinikahinya, dan yang dipilihnya itu kamu. mungkin jika dokter Daniel mencintai wanita lain, aku akan mengejarnya dan akan merebutnya dari wanita itu. tapi tidak, karena kamu adalah orang yang paling tepat untuk Daniel. kalian sudah sejak lama bersama, kalian tahu kepribadian dan kesukaan masing masing. aku hanya lah iklan dihidup kalian, aku hanya sebuah noda yang melintas dalam hubungan suci kalian!"
"apa yang kau katakan Karin, kamu bukan noda sama sekali!" sela Riana, Karin tersenyum memegang tangan Riana.
"aku senang sekali mengenal teman sepertimu, bukan hanya kamu tapi semuanya. tidak masalah jika aku tidak mendapatkan cinta dokter Daniel, tapi aku mendapatkan cinta persahabatan dari kalian. Riana aku mohon satu hal, jangan lagi salah paham padaku dan juga dokter Daniel. aku tidak ingin kamu membenciku, aku ingin kita menjadi teman sedekat saudara!" ucap Karin dengan tulus, matanya mulai berair dan Karin mengusap air mata itu.
"aku tidak membencimu Karin, aku minta maaf padamu! ada alasan aku menjauhimu!" ucap Riana lirih, Karin merasa bingung apa alasannya. "aku cemburu, aku cemburu dengan kedekatan kalian. sebenarnya aku bahagia melihat Daniel bahagia bersamamu, tapi aku juga merasa sedih dan cemburu secara bersamaan. aku tidak kuat melihat kemesraan kalian, aku merasa sedih dan jika melihatmu aku ingin selalu pergi agar tidak teringat dengan kedekatan kalian!" jelas Riana, Karin tersenyum dengan itu.
"dan sekarang kamu tahu kan, kalau kedektaan kami hanya sebatas teman. tidak lebih dari teman, jadi kamu tidak perlu menjauhiku dan juga merasa cemburu ataupun sedih lagi!" ucap Karin dengan yakin, Riana tersenyum dan mengangguk.
"maafkan aku!" ucap Riana memeluk Karin, mereka merasa terharu dan menangis satu sama lain. Karin melihat Daniel yang tersenyum padanya, ia melepas pelukan mereka dan membawa Riana di dekat Daniel.
"dokter Daniel teruskan rencanamu, tugasku sudah selesai, aku akan pergi!" ucap Karin tersenyum, tanpa mendengar perkataan Daniel ataupun Riana, Karin pergi dari sana dengan perlahan. Daniel memegang tangan Riana dan berlutut dihadapan Riana, ia tersenyum menatap Riana dengan wajah berbinar.
"Riana aku tidak tahu kamu memepercayainya atau masih menganggapku berbohong, tapi hanya kamu yang aku cintai sampai kapanpun dan itu tidak akan bisa berbohong. Riana aku ingin menjadi orang pertama yang mengajari benar dan salah, aku ingin menjadi imam dalam rumah tanggamu, aku ingin menjadi suami dan juga ayah dari anak anakmu kelak, dan juga aku ingin kamu menjadi istri juga ibu dari anak anakku kelak. Riana ijinkan aku mengabulkan semua itu, karena semua itu adalah impianku Riana. mimpiku hidup bersama denganmu, tidak hanya hari ini, tapi juga untuk besok, dan selamanya." jelas Daniel panjang lebar, Riana hanya tersenyum dan air mata terus menetes dipipinya.
"aku mau Daniel!"
"tunggu dulu, aku belum mengatakannya. kenapa kamu terburu buru, aku belum melamarmu!" sela Daniel, Riana tertawa dengan masih menangis terharu.
"kamu kelamaan Daniel, perkataan mu seperti bab pertama skripsi dulu!" ucap Riana tertawa, Daniel tersenyum dan mengusap air mata itu.
"baiklah, aku akan membaca bab kedua sekarang!" ucap Daniel, Riana mengangguk dan tersenyum.
"iya cepat katakan, aku juga sudah menunggu kalimatku diucap!" ucap Riana yang masih menunggu, Daniel tertawa dan mengeluarkan sebuah cincin didalam kantung celananya.
"Riana maukah kamu menjadi istriku, menjadi pendamping hidupku kelak, menjadi ibu dari anak anakku nanti, Riana menikahlah denganku, maukah kamu menikah denganku?" ucap Daniel dengan tegas, Riana malah meneteskan air mata nya lagi. "aku meminta jawaban, bukan meminta air mata!" ucap Daniel, Riana tertawa dan mengisi air matanya.
"aku mau Daniel, aku mau menjadi istrimu, menjadi pendamping hidupmu, menjadi ibu dari anak anakmu nanti, aku mau Daniel, aku mau menikah denganmu!" ucap Riana dengan senang, Daniel tersenyum dan memasang sebuah cincin dijari manis Riana.
"terima kasih Riana, terima kasih!" ucap Daniel memeluk Riana dengan erat, bahkan Daniel mengangkat Riana dan menbawanya berputar. hanya tawa Riana dan Daniel terdengar disana, sampai sebuah kembang api mulai menyala yang mengejutkan Riana.
"sentuhan terakhir, kembang api kesukaanmu!" ucap Daniel, Riana tersenyum dan mengangguk.
"aku tidak memilih kembang api!"
"aku tahu, kamu menjawab pertanyaannya dengan logikamu kan!!" saut Daniel, Riana menoleh dan tertawa pelan.
"aku selalu ingin dicintai Daniel!"
"aku yang akan memberikan cinta padamu, sampai kamu bosan pun akan tetap kuberikan!"
"dan aku tidak pernah sebahagia ini, Daniel aku mencintaimu!" ucap Riana menatap Daniel, Daniel mengusap anak rambut yang mengganggu wajah Riana.
"kamu harus bahagia selamanya , aku mencintaimu Riana!" ucap Daniel mencium pelipis Riana, mereka saling memeluk dibawah meriahnya suara kembang api dilangit.
****