
"Momy... Dady... kita akan kemana?" tanya Zei bingung karena dia merasa sangat asing di tempat ini.
"Iya benar kita ini kemana sebenarnya?" ucap Kai yang ikut merasa bingung.
"Kita akan mengunjungi saudara dari Momy sayang" jawab Dady Arkan.
"What..." Kai.
"Maafkan Momy sayang baru sekarang Momy membawa kalian ke keluarga Momy" ucap Yuuri merasa bersalah.
"It's okay Momy..." sambung Zei tersenyum.
"Gak apa sayang" ucap Dady Arkan tersenyum sembari mengusap lengan istrinya.
Yuuri sangat ingat ketika dulu dia pergi meninggalkan kota kelahirannya dia baru menikah dan sekarang dia kembali lagi dengan keluarga kecil nya bersama 3 buah hati nya membuat Yuuri benar benar merasa bersalah terhadap ibu dan keluarganya yang lain.
Disini lah mereka sekarang di depan gerbang dengan rumah yang sederhana namun sangat asri dan menyejukkan.
"Woah rumahnya cantik seperti taman taman di cerita dongeng mom" celetuk Zei.
"Ini rumah sangat baik untuk bermain" sambung Kai tersenyum.
"Zei setuju kak" sambung Zei tersenyum.
"Ini rumah nenek, mama nya Momy sayang" ucap Dady Arkan tersenyum.
Terlihat ada seorang anak remaja terlihat bingung melihat Yuuri sekeluarga yang berdiri menatap rumah yang dia tempati.
"Ami..." teriak anak remaja itu tersenyum dan berlari menghampiri mereka semua.
Yuuri tersenyum ketika menyadari siapa yang berteriak dan berlari ke arahnya yang sedang menggendong bayi.
"Ami... kenapa lama sekali pergi nya" gerutu gadis remaja itu.
"Hai anak gadis Ami" senyum Yuuri membuat gadis remaja itu menangis tak karuan.
Arkan mengambil alih baby Rai dari tangan Yuuri, sedangkan Zei dan Kai terlihat bingung menatap Momy dan wanita yang lebih tua beberapa tahun dari mereka.
"Momy... kakak ini siapa?" tanya Zei.
Berbeda dengan Zei, Kai menatap nya dengan heran dan bingung tapi enggan untuk menyapa lebih dulu.
"Kenalkan sayang... ini anak gadis Momy namanya kak Zia, Zia sayang kenalkan ini adik adik kamu... mereka anak Ami" senyum Yuuri memperkenalkan mereka semua.
"Yeay.... Zei punya kakak perempuan" ujar Zei bahagia.
"Kenapa kau bahagia sekali Zei?" tanya Kai kesal.
"Ya Zei senang punya kakak perempuan" sambung Zei tersenyum membuat Zia juga ikut tersenyum.
"Hai adik manis yang cantik" sambut Zia dengan tersenyum.
"Dia adik ku" ucap Kai sedikit ketus.
"kau juga adik ku" ucap Zia.
"Kai... dia kak Zia keponakan Momy jadi tolong perhatikan sikap mu dengan baik" sambung Dady.
"Dady..." Zia.
"Zia gak mau peluk Ami?" tanya Yuuri.
"Ami... Zia kangen" Zia langsung memeluk erat Ami Yuuri yang sangat dia rindukan.
"Ami juga sangat merindukan mu" membalas erat pelukan Zia.
"Kak Zia... Zei juga mau di peluk" celetuk Zei.
Kai langsung memeluk erat Zei yang sudah merentangkan kedua tangannya, membuat Zei memberontak dan melepaskan pelukan Kai.
"Ish Zei mau di peluk kak Zia bukan kak Kai tau" kesal Zei.
"Sama saja aku ini kakak mu" gerutu Kai.
"Gak mau kak Kai itu kaku dan dingin Zei suka nya kak Zia" protes Zei.
"Momy... Dady..." Kai.
Zia langsung memeluk erat adik sepupu nya itu.
"Jangan begitu ke kakak kamu sendiri ya cantik" ucap Zia mengusap lembut pipi adik sepupunya.
Zei mengangguk dan tanda mengerti maksud ucapan Zia.
"Maafkan Zei ya kak" senyum Zei ke arah Kai.
"Ih Ami Dady punya baby" senyum Zia yang terlihat gemas melihat Rai yang anteng tertidur tanpa merasa terganggu.
"Hai kak Zia, nama aku Rai kak" ucap Dady Arkan meniru kan bicara anak kecil.
"Nama yang bagus" sambung Zia.
"Oh iya dimana yang lain nya?" tanya Yuuri.
"Ayah bunda lagi ada di Australia, dan bulan depan baru akan balik" sambung Zia.
"Lalu bagaimana dengan nenek?" tanya Yuuri.
"Nenek ada di dalam lagi nonton sama Deon" ucap Zia.
"Deon?" Yuuri.
"Deon adik Zia Ami" sambung Zia yang menjawab kebingungan Yuuri.
"Oh ya..." ucap Yuuri yang di jawab anggukan Zia.
"Ayo masuk, pasti nenek senang lihat Ami apalgi Ami bawa rombongan" celetuk Zia tersenyum.
Mereka semua masuk.
*
*
*
Happy reading buat readers