
Selama penerbangan Yuuri yang merasa lelah akhirnya pelan pelan memejamkan matanya.
Baru beberapa menit langsung tidur menyandarkan kepala nya di tempat duduk di dalam pesawat, kepalanya oleng ke kiri dan kanan mencari sandaran ternyaman untuknya tidur.
Akhirnya kepalanya jatuh ke pundak laki laki yang tinggi dan memiliki rambut yang lebih panjang dari laki laki pada umumnya itu.
Dia adalah Arkan, laki laki yang sempat bersitegang dengan nya dan yang menolongnya sampai mengaku kalau yuuri adalah calon istri dari Arkan.
Arkan yang kaget karena pundaknya yang berat secara tiba tiba menoleh ke samping dan melihat wajah tenang yuuri yang sedang tidur terlelap di atas pundaknya.
Arkan memperhatikan raut wajah Yuuri dari dekat dan tiba tiba dia tersenyum melihat wajah Yuuri yang lucu ketika sedang tertidur.
"Dasar wanita polos, tidur sembarang aja" ucap Arkan mengulum senyumnya.
Selama penerbangan berlangsung Yuuri hanya tidur saja, di sepanjang penerbangan sampai pesawat itu sampai ke tempat tujuannya dan terkadang dia memeluk tangan Arkan dan mengira itu adalah guling nya dan bukannya marah tapi Arkan malah terlihat tersenyum di sepanjang penerbangan.
Baru kali ini dia bertemu dengan wanita yang polos dan apa adanya seperti Yuuri dan menganggap bahwa Yuuri itu sangatlah seperti anak kecil.
Arkan yang melihat Yuuri yang masih tertidur ketika pesawat sudah sampai di tujuan hanya memindahkan kepala Yuuri dari pundak dengan hati hati dan memilih untuk turun saat semua orang yang di dalam pesawat itu turun.
maafkan aku yang harus menjahili wanita polos seperti kamu, aku duluan ya Yuuri... (gumam Arkan sembari tersenyum menatap Yuuri yang masih asik tertidur).
"Maaf mbak bisa tolong bangunkan wanita ini ketika saya sudah keluar nantinya" ucap Arkan yang menghampiri salah satu Pramugari yang bertugas di dalam pesawat yang ia tumpangi.
"Baiklah tuan, terima kasih sudah memilih terbang bersama kami" ujar Pramugari itu ramah, dan langsung di jawab anggukan oleh Arkan yang kemudian berlalu meninggalkan pesawat yang tadi ia tumpangi.
Selang 5 menit berlalu Pramugari itu langsung membangun Yuuri yang masih tertidur di dalam pesawat.
"Mbak... mbak... pesawatnya sudah sampai di tempat tujuan" ucap pramugari sambil menggoyangkan sedikit bahu Yuuri.
Yuuri yang merasa seperti ada orang yang mengganggu tidurnya pun langsung sadar dan mengedarkan pandangannya ke sekitar.
*Y**a Allah... kenapa aku bisa tidur kebablasan seperti* ini, buat malu saja baru aja Sampai di Jakarta sudah buat malu begini (gumam Yuuri dalam hati yang sudah sadar dan langsung meraih handbag nya di dan berlalu meninggalkan pesawat dengan cepat).
*La**ki laki itu pula yang duduk di samping aku* tadi, kenapa dia tidak membangunkan ku... atau dia sudah membangunkan ku tapi akunya yang tidak bangun bangun juga ya? atau apa ya? ahhhh..... gak ngerti lah, dasar Yuuri ceroboh nya dirimu ini ( gumam Yuuri dalam hati yang merasa kesal dengan kejadian yang baru saja dialaminya, bisa bisanya dia tidur kebablasan seperti tadi).
Yuuri beranjak pergi meninggalkan lapangan pesawat dan berlalu menuju tempat pengambilan barangnya dari bagasi pesawat.
Yuuri segera membawa kopernya menuju keluar bandara setelah menemukan kopernya.
Yuuri berjalan gontai keluar dari bandara hendak mencari sebuah taksi untuk ia tumpangi menuju sebuah hotel di kota Jakarta.
Tiba tiba tanpa sengaja yuuri kembali menabrak seorang laki laki lagi yang berpakaian rapi dan memakai kaca mata hitamnya.
*A**duh... takdir seperti apalagi ini... tadi aku juga menabrak seseorang dan sekarang apalagi ini, aku juga menabrak seorang laki laki lagi (gumam Yuuri dalam hati sambil menunduk pasrah*)
"Maaf pak, saat tidak sengaja" ucap yuuri hendak meninggalkan laki laki yang ia tabrak
tadi sambil masih menundukkan kepalanya.
"Eh... tunggu..." cegat laki laki itu sembari mencekal tangan kiri Yuuri.
"Ada apa pak?" tanya yuuri yang terlihat lelah.
"Sepertinya kita pernah bertemu, tapi dimana?" ucap laki laki itu sembari memikirkan mereka pernah bertemu dimana.
Setelah lama berpikir dan berkelit dengan pemikirannya akhirnya dia mengingat sesuatu.
Yuuri yang mendengar namanya di sebut langsung mendongakkan kepala ke atas dan memperhatikan orang yang sudah menyebut namanya tadi.
Dia memperhatikan wajah orang itu yang masih memakai kaca mata sambil memikirkan siapa laki laki yang menyebut namanya dan memutar mutar kan tubuh laki laki itu samai membuat laki laki itu menghela nafas kasar.
"Hah... kak... kak vino kan" ucap Yuuri terkaget dengan orang yang pernah dia tolong beberapa hari yang lalu.
"Wah, kamu sudah ingat sekarang?" tanya vino yang langsung di jawab anggukan dari yuuri yang merasa tidak enak hati karena tidak mengenali orang yang ada di hadapannya.
"Kamu mau kemana?"tanya vino.
"Aku akan menuju ke sebuah hotel kak untuk sementara" ucap yuuri santai.
"What?... hotel?... buat apa yuuri" pekik Vino kaget.
"Kakak ini lucu ya, kalau orang nyari hotel ya pasti buat nginep lah bukan buat belajar" ucap yuuri sambil tersenyum.
"Maksud aku... baiklah aku antar saja" ucap Vino hendak menarik tangan Yuuri yang langsung di tepis oleh Yuuri.
"Nggak perlu repot begitu kak, aku bisa pergi sendiri kok" ujar Yuuri yang hendak pergi meninggalkan Vino.
"Apa kamu tidak bisa menghargai sedikit saja niat baik saya terhadap mu?" tanya Vino serius dan pertanyaan itu pula yang mampu membuat yuuri berhenti dan mematung.
"Maafkan aku kak, yang tidak menghargai niat baik mu" ucap yuuri dengan posisi yang masih mematung.
"Kalau begitu bisakah aku mengantarmu?"tanya Vino lagi.
"Baiklah kak, maaf jika aku merepotkan mu" ucap Yuuri lalu berbalik menatap Vino.
Vino yang mendapatkan persetujuan untuk mengantarkan Yuuri segera mengambil alih koper dari tangan Yuuri dan mendorong nya
dan meraih tangan Yuuri untuk berjalan mengikutinya.
Vino berjalan dengan tersenyum bahagia melihat orang yang pernah menolongnya kini ada dihadapannya.
Dia tidak pernah menyangka bisa bertemu kembali dengan Yuuri yang hanya dikenalnya sekilas beberapa hari yang lalu.
Dia merasa takdir menuntut nya untuk bertemu kembali dengan Yuuri di bandara,
Vino merasa bahagia bisa ada di bandara tadi . Tidak sia sia perjuangan nya mengantar rekan bisnisnya hari ini lengkap dengan drama barang tertinggal milik rekan bisnisnya di dalam mobilnya yang mengharuskan dia sedikit berlari untuk mengantar kembali barang milik rekan bisnisnya yang berakhir dengan pertemuannya dengan Yuuri di tempat kedatangan bandara.
Kata orang bandara adalah tempat paling indah untuk sebuah kata pertemuan, dan tempat yang paling menyakitkan untuk sebuah kata perpisahan.
*
*
*
hai para readers bagaimana kelanjutan nya ya
jangan lupa buat dukung terus karya aku ya
selamat membaca para readers semoga bisa menghibur di waktu yang membosankan