
"Uncle..." Kai tersenyum menatap Vino yang pertama kali di lihatnya.
"Ya uncle di sini sayang" jawab Vino yang ikut tersenyum.
"Anak momy sudah bangun sayang" ucap Yuuri tersenyum setiap kali melihat anak nya bangun tidur.
"Boy apa kau ingin jalan jalan dengan uncle?" tanya Vino antusias ingin mengajak Kai.
"Apakah momy dan aunty ikut?" tanya Kai dengan suara serak anak kecil bangun tidur.
"No... just you and me" jawab Vino tersenyum.
"Wow baiklah Kau sangat menyukai ide uncle" senyum Kai langsung mengembang sempurna.
Yuuri tersenyum melihat tingkah anak nya yang selalu sukses membuat nya tersenyum.
"Baiklah kau boleh pergi Kai tapi mandi dulu dan jangan merepotkan uncle mu" sambung Yuuri tersenyum.
"Okay siap momy... I love you" Kai tersenyum senang lalu beranjak menghampiri Yuuri dan mencium pipi nya.
"Apa kau tidak ingin mencium ku?" tanya
"No... kata momy Kai tidak boleh mencium sembarangan orang termasuk aunty" sahut Kai.
"Oh boy kau sangat dewasa sekali" sambung Shira sangat kagum dengan ketegasan Kai.
"Tentu saja karena dia kesayangan ku" sambung Vino.
"Baiklah sekarang mandi lah sayang kasian uncle menunggu mu" ucap Yuuri.
"Sini biar aunty mandikan sayang" ucap Shira.
"Apa yang akan aunty lakukan?" tanya Kai bingung ketika Shira akan menggandeng tangan nya.
"Aunty akan memandikanku sayang" sambung Shira.
"No aunty.... Kai sudah besar dan bisa mandi sendiri jadi aunty tidak perlu khawatir" ucap Kai.
"Kak?" Shira mematung di tempatnya mendengar semua ocehan Kai.
"Biarkan dia mandi sendiri kakak biasanya hanya menyiapkan baju dan handuknya saja di kamar" sambung Yuuri tersenyum.
"Tapi kan kak..." Shira.
"Aunty ketika Kai mandi Kai akan membuka semua pakaian Kai dan Kai tidak ingin ada seorang pun yang melihatnya karena itu sangat memalukan" ucap Kai berbicara seolah dia sudah sangat dewasa.
"Oh boy kau sungguh luar biasa sayang" Shira sangat mengagumi anak kecil seperti Kai yang menurutnya sangat luar biasa.
Sedangkan Vino yang sudah tau betul seperti apa seorang Kaizo Abrisam hanya mengulum senyum melihat Kai dan Shira.
"Baiklah Kai mandi dulu semuanya" Kai tersenyum lalu berlalu meninggalkan mereka semua.
Yuuri langsung bergegas mengikuti langkah putranya dan mulai menyiapkan pakaian dan handuknya lalu keluar kembali setelah selesai.
Setelah rapi dan merasa tampan Kai kembali kehadapan mereka bertiga yang masih asik berkumpul sembari bercengkrama.
"Lihatlah aku sudah tampan bukan" ucap Kai kepada semuanya sembari membenarkan rambutnya seperti orang dewasa.
"Kai aunty boleh tanya sesuatu?" tanya Shira.
"Tentu saja... katakan aunty" Kai.
"Apa cita cita mu sayang?" tanya Shira penasaran.
"Aku ingin menjadi pengusaha dan dosen ganteng dan keren" sambung Kai dengan mantap.
deg....
"Kenapa cita cita mu mirip sekali dengan Dady mu nak apa ikatan batin kalian sangat lah kuat" gumam Yuuri dalam hati karena memang selama ini Yuuri tidak pernah bertanya tentang cita cita Kai.
"Baiklah kita pergi sekarang sayang?" tanya Vino.
"Ayo uncle Kai sudah sangat siap" jawab Kai tersenyum.
Mereka berdua pun segera berlalu dan tak lupa Kai selalu mencium momy nya ketika akan berpisah walaupun hanya beberapa jam saja, itulah kebiasaannya yang selalu ibu dan anak itu lakukan.
πΊπΊπΊ
"Apa kakak masih saja belum bisa menemukan kak Yuuri?" tanya Lura kesal.
"Diam lah kakak tidak bersemangat untuk berantem denganmu Lura" gerutu Arkan yang sangat tidak terurus semenjak kepergian Yuuri.
"Kau memang laki laki tak berguna kak, entah bagaimana sekarang nasib kakak ipar dan keponakan ku itu" gerutu Lura yang selalu saja mengatai kakak nya tak bisa di andalkan.
"Diam lah" Arkan menahan emosinya.
"Mami pasti sangat marah dengan mu jika tau kau memperlakukan kak Yuuri dengan sangat tega dan seperti manusia yang tidak punya hati" ketus Lura.
"Diam... diam... sudah kakak katakan kau untuk diam dari tadi" Arkan mulai tersulut emosional nya.
Lura pergi meninggalkan kakaknya yang semakin hari semakin kacau karena sampai sekarang tidak bisa menemukan Yuuri sama sekali karena lebih tepatnya semua jejak tentang Yuuri di hapus oleh Vino agar tak ada seorang pun lagi yang bisa mengusik dan melukai hati Yuuri.
"Dimana kamu sebenarnya sayang, kenapa aku susah sekali mencari mu bahkan aku seolah selalu menemui jalan buntu setiap kali ingin mencari mu" lirih Arkan dengan meneteskan air matanya.
"Aku berjanji ketika suatu saat nanti aku bertemu kembali denganmu aku tidak akan pernah melepaskan mu" ucap Arkan.
Arkan tetaplah Arkan dia tidak pernah menggabungkan urusan pribadinya dengan urusan kerjaan, jadi walaupun urusan pribadinya dia sangat terpuruk, tapi jika urusan pekerjaan dia sangat lah profesional walaupun keadaan nya sangat menyedihkan dan memprihatinkan tapi Arkan sangat sangat profesional jika menyangkut pekerjaan.
πΊπΊπΊ
Shira sedang membantu Yuuri untuk mengemasi barang-barang yang akan di bawa besok.
"Cukup saja kakak tidak ingin membawa pakaian terlalu banyak" ucap Yuuri tersenyum.
"Kak apa kakak sudah yakin akan mempertemukan Kai dengan Dady nya?" tanya Shira.
"Semoga ini yang terbaik sayang" jawab Yuuri tersenyum lalu menghela nafas.
Salah satu tujuan Yuuri selain karena usahanya yang di bangun di Jakarta, Yuuri juga berniat mempertemukan Kai dengan Dady nya karena ketika dulu Kai sering mempertanyakan dimana dady nya tapi selalu tidak dijawab oleh Yuuri sehingga lama kelamaan mungkin Kai juga bosan menanyakan karena dirinya selalu tidak ingin menjawabnya tapi di dalam hati Yuuri dia berjanji ketika nanti Kai sudah berumur 4 tahun dia akan kembali ke Jakarta bersama anaknya dan mempertemukan Kai dengan Dady, bahkan Yuuri tidak perduli jika keluarga Ontario akan menerima dengan senang hati atau malah murka dan mengusir mereka.
"Kak sudah siap" ucap Shira.
"Jangan sampai kak Vino tau apa tujuan lain kakak sayang" ucap Yuuri memohon.
"Baiklah rahasia kakak aman bersama Shira" Shira mengacungkan ibu jarinya.
"Sayang apa kau ingin sama sekali tidak lelah?" tanya Yuuri penasaran.
"Kak sebenarnya Yuuri sudah di New 3 hari yang lalu tapi Yuuri menetap di hotel dan menemui seseorang sebelum Shira ke sini" ucap Shira nyengir.
"Apa kak Vino tidak tau" ucap Yuuri heran.
"Tentu saja tidak Yuuri juga bisa mengelabui kak Vino kak" sambung Shira tersenyum.
"Kau benar benar luar biasa sayang pantesan saja kau tak lelah sama sekali, kakak hampir saja tertipu denganmu" gerutu Yuuri.
"Maafkan aku kakak ku yang cantik" sambung Shira tersenyum.
*
*
*
Happy reading readers π€π€π€...
ini author mulai crazy up ya