
"Aku belum bisa mendukung hubungan kalian untuk sekarang, karena aku benar benar belum yakin" ucap Shira.
"Baiklah, jangan memaksa kan dirimu untuk mendukung hubungan kami" ucap Yuuri.
"Tapi aku juga tidak melarang hubungan kalian" ucap Shira serius sembari menatap Yuuri dan Vino secara bergantian.
"Terimakasih adik ku sayang, kami pasti bisa meyakinkan mu" ucap vino tersenyum sembari mengelus puncak kepala Shira.
Tidak lama setelah percakapan itu makanan yang tadi di pesan Shira pun datang.
"Kamu udah pesan makanan?" tanya Vino.
"Iya kak, karena aku lapar tapi aku hanya memesan 2 porsi karena aku tidak tau kak Yuuri akan datang bersama kakak" ucap Shira.
"Tidak apa aku tadi sudah makan bersama di tempat praktek ku" ucap Yuuri tersenyum.
"Tapi sayang, ada lagi yang mau kamu pesan gak?" tanya Vino menatap mata cantik kekasihnya.
"Aku mau air mineral aja kak" jawab Yuuri sembari tersenyum lembut.
"Kak Yuuri, kalau mau pesan bilang saja" sambung Shira.
"Tidak Shira terima kasih" ucap Yuuri.
Mereka makan dengan lahap dan Yuuri hanya memperhatikan mereka makan sambil tersenyum.
*A**ku benar benar tidak menyangka hubungan mereka benar benar menakjubkan (gumam Yuuri dalam hati*).
"Kak Yuuri mau ikut aku belanja ke mall gak?" tanya Shira setelah menghabiskan makanannya.
"Maaf Shira, tapi kakak ada mata kuliah sekitar jam 4 nanti" tolak yuuri dengan halus.
"Kamu tu ya, suka banget belanja" ucap Vino ke Shira.
"Wajarlah kak, aku kan cewek" ketus Shira.
"Bisa aja jawab kakak" ucap Vino mulai gemas dengan tingkah adiknya.
"Lagian kak Yuuri pasti juga suka belanja kan" ucap Shira meminta dukungan Yuuri.
"Iya, tapi saya gak suka ke mall, lebih suka ke pasar tradisional apalagi sayuran nya seger seger" ucap Yuuri yang mengundang gelak tawa Vino dan Shira.
hahaha... hahaha... hahaha...
"Kenapa kalian tertawa?" tanya Yuuri bingung melihat kakak beradik yang tertawa mendengar perkataannya.
"Sayang, maksud Shira belanja tadi bukan buat belanja bulanan seperti itu, tapi belanja barang mewah seperti tas dan sebagainya atau make up gitu" ucap Vino menjelaskan alasan mereka tertawa.
"Apa kakak gak suka belanja?" tanya Shira ke Yuuri yang terlihat bingung.
"Enggak, takut mubazir" ucap Yuuri dengan polos.
"Jadi kakak beneran gak suka" Shira masih tak percaya dengan apa yang di dengarnya.
"Iya beneran, aku lebih suka belanja kebutuhan dapur dan bereksperimen di dapur" jawab Yuuri mantap.
"Wah... mau dong di masakin sama kak Yuuri sekali kali" ucap Shira antusias mendengar Yuuri yang suka bereksperimen di dapur.
"Baiklah besok malam aku undang kamu makan malam bagaimana?"tanya Yuuri.
"Wah... mau banget" ucap Shira antusias mendapat tawaran begitu.
"Sepertinya aku hanya jadi penonton kalian di sini" sindir Vino yang tidak di ajak bicara oleh Yuuri dan Shira.
"Yeay, ada yang ngambek nih gara gara pacarnya ngomong sama adiknya tapi dia nya gak di hiraukan" ucap Shira menyindir Vino.
"Kalian nyebelin deh" ucap Vino yang kesal.
Yuuri yang menyadari Vino kesal terhadapnya dan Shira mencoba membujuk Vino dengan menatap matanya.
"Kenapa kamu menatap aku begitu sayang?" tanya Vino ketus di tatap oleh Yuuri.
"Kamu tuh persis seperti anak kecil yang gak di kasih makan permen" ucap Yuuri sembari menahan tawanya.
"Kok gitu sih" ucap Vino kesal ke Yuuri.
"Kamu tuh lucu kalau lagi ngambek sayang, tapi bakal berubah jadi serem kalau kamu marah, jadi aku gak masalah kalau kamu mau ngambek sebanyak apapun asal kamu gak marah" ucap Yuuri yang masih menatap Vino.
"Sayang biasanya orang marah itu cepat reda loh kalau dipeluk peluk " ucap Vino manja.
"Dasar pacar lebay" ucap Yuuri kesal mendengar ucapan Vino barusan.
"Gak mau" ketus Yuuri.
"Sayang..." Vino
Shira yang kesal dengan kelakuan kakaknya dan pacar kakak nya pun menatap tajam ke arah keduanya, bagaimana tidak kesal di buat vino, Shira yang merupakan seorang jomlo harus melihat tingkah kakaknya yang sedang manja dengan pacarnya membuat jiwa jomlo Shira meronta.
"Kalian berdua hentikan...." bentak Shira kesal
dengan seketika mereka memandang Shira sambil terdiam mendengar teriakan Shira.
Orang yang berada di dalam cafe pun langsung melihat ke arah Shira.
"Maaf... maaf... maaf mengganggu kalian semua, silahkan di lanjutkan lagi" ucap Shira menatap semua pelanggan cafe yang menatapnya ketika dia membentak Yuuri dan Vino.
*T**uh kan gara gara mereka berdua aku yang jadi malunya, dasar menyebalkan (gumam Shira dalam hati*).
"Dek semua orang melihat kamu tadi" tegur Vino menatap adiknya.
"Semuanya karena kakak dan kak Yuuri tadi" ucap Shira kesal.
"Ya udah maaf ya" ucap Vino dan Yuuri bersamaan.
"Aku duluan deh, males sama kalian bikin malu aja, oh ya... sekalian bayarin tagihan menu nya ya kak" ucap Shira keluar dari cafe sambil tersenyum meninggalkan Yuuri dan Vino yang masih duduk di cafe.
"Sayang maaf ya sikap Shira yang kurang baik" ucap Vino lembut menatap Yuuri.
"Kamu ngomong apa sih kak" ucap Yuuri.
"Maafin Shira kalau gak sopan sama kamu" ucap vino sekali lagi.
"Udah deh, gak usah di bahas... dia gak membenci ku pun aku sudah lega kak" ucap Yuuri yang mencoba mengerti dengan situasinya.
"Seperti nya ini di luar dugaan ku, kamu bisa dengan mudah mengambil hatinya" ucap Vino sambil tersenyum.
"Semoga saja sayang, ya sudah ayo kita pergi aku akan ada kelas sebentar lagi" ucap Yuuri sembari berdiri dan menarik Vino keluar dari cafe.
Setelah selesai Vino yang di tarik tangan nya oleh Yuuri segera menuju kasir dan membayar tagihan makanan mereka lalu keluar meninggalkan cafe menuju mobil Vino yang ada di parkiran.
Vino membuka pintu mobil untuk Yuuri dan berjalan ke pintu kemudi dan masuk ke dalam mobil, Vino menyalakan mobilnya dan mulai melaju keluar meninggalkan cafe menuju kampus Yuuri untuk mengantar nya kembali.
"Sayang pulang jam berapa?" tanya Vino
Setelah mereka sampai di depan gerbang kampus Yuuri.
"Jam 17.30 kak" jawab Yuuri.
"Okay sayang, ingat ya nanti aku jemput kamu pulang nanti dan jangan lupa untuk langsung menemui ku ke depan gerbang ya sayang dan jangan dekat dekat sama laki laki manapun" ancam Vino.
"Kamu ngancam aku?" tanya Yuuri kesal mendengar ucapan Vino.
"Sayang, kok kamu marah" ucap Vino.
"Aku gak suka kamu keterlaluan begitu" ucap Yuuri kesal dengan sikap Vino.
"Baiklah sayang, aku minta maaf"ucap Vino menyesal.
"Aku masuk dulu kak" ucap Yuuri hendak keluar dari mobil Vino.
"Sayang semangat belajar ya" ucap Vino sembari melempar senyum ke arah Yuuri.
"Terimakasih kak"ucap Yuuri sembari membuka pintu mobil dan keluar menjauhi mobil Vino dan masuk ke dalam kampus.
*A**pa aku salah kalau aku mengatur nya, kenapa dia gak suka aku atur begitu
aku kan sangat mencintai dia karena itulah aku menjaganya agar terhindar dari orang yang akan menyakiti nya (ucap Vino memperhatikan punggung Yuuri yang sudah berjalan menjauhi mobilnya*).
Vino pun segera memutar kemudi setirnya dan berlalu meninggalkan area kampus Yuuri, menyusuri jalanan kembali ke kantor untuk segera menyelesaikan urusan nya di kantor yang tadi sudah di tinggalkan nya karena makan siang bersama Yuuri dan Shira.
*
*
*
Hai hai para readers....
happy reading ya....
selamat menikmati karya aku ya readers....