
Yuuri segera bersiap siap menuju kampus karena pagi ini dia ada praktek cooking pagi hari ini dan telah bersiap untuk berangkat pagi ini.
drrrtt...drrrtt...
*P**agi pagi gini udah nelpon aja nih pacar*
ku (gumam Yuuri sembari mengangkat telpon dari Vino).
📞 Yuuri
*I**ya kak kenapa?"tanya yuuri*
📞 Vino
*S**ayang, aku udah di depan ya" ucap*
📞 Yuuri
*I**ya kak, aku turun sekarang ya (ucap Yuuri sambil mematikan telepon nya sembari keluar dari kostan dan menghampiri mobil Vino*)
*D**asar pacar labil, aku yang nelpon tapi kok malah dia yang matiin panggilan nya (gumam Vino kesal* dalam hati).
Penghuni kost sudah heboh melihat mobil mewah yang terparkir di depan kostan mereka.
"Wah itu mobil siapa keren banget" seru salah satu penghuni kost yang mengagumi mobil mewah itu.
"Ada apa ya?" tanya Yuuri bingung melihat keramaian di depan kostan mereka.
"Itu yu, mobil itu keren banget kan pasti yang punya gak jauh keren juga" ucap Nara salah satu penghuni kost yang menunjuk ke arah mobil mewah itu.
Yuuri pun mengikuti arahan tangan Nara yang menunjukkan mobil di depan kostan mereka.
Tanpa menghiraukan lagi para penghuni kost yang masih pada heboh dengan pemandangan di pagi hari ini, Yuuri segera bergegas mendahului mereka menuju mobil yang di tunjukkan dan Vino keluar dari dalam mobil ketika melihat Yuuri yang berjalan mendekati mobilnya.
Vino berjalan ke arah Yuuri dengan pakaian formal yang sudah rapi dilengkapi dengan kacamata hitam yang selalu bertengger di batang hidung nya yang mancung.
"Morning sayang" ucap Vino sembari memeluk Yuuri erat.
Sontak perlakuan Vino terhadap Yuuri mendapat tatapan tajam dari sebagian penghuni kos yang sekarang bertambah heboh lagi dengan apa yang di lakukan Vino.
"Kak lepasin, malu di lihat orang tau" bisik Yuuri yang berusaha melepaskan pelukan Vino.
"Sayang aku kangen" ucap Vino manja yang masih enggan melepaskan pelukannya.
"Kak lepasin, aku udah telat nih" ucap Yuuri sembari masih berusaha melepaskan pelukan Vino.
"Baiklah... baiklah aku mengalah demi pacar labil ini" ucap Vino melepaskan pelukannya dan berlalu membukakan pintu mobil untuk Yuuri.
"Dasar pacar lebay" bisik yuuri di telinga Vino sambil memasuki mobil.
Mereka pun berlalu meninggalkan kehebohan yang di ciptakan oleh Vino pagi ini.
"Sayang makan lah sandwich itu ada susu vanila kemasan juga buat kamu" ucap Vino sembari menyerahkan bekal yang sengaja dia buat pagi tadi.
Yuuri membuka bekal itu dan mulai menyuapi sandwich itu untuk Vino.
"Kamu yang harus makan dulu sebelum aku makan sayang" ucap Yuuri yang masih sibuk menyuapi Vino.
Mau tidak mau Vino mengunyah makanan yang di suapi Yuuri tadi dengan santai, Vino ingat betul bahwa Yuuri tidak akan pernah bisa makan sebelum orang yang bersamanya makan duluan.
Setelah satu potong sandwich itu habis di makan Vino, barulah dia memakan sandwich yang masih ada di hadapannya dengan tambahan susu vanila kemasan.
"Terima kasih ya kak sarapan nya" ucap Yuuri tulus.
"Sama sama sayang, aku tau banget pasti kamu belum sarapan kan" ucap Vino sambil mengelus puncak kepala Yuuri.
"Cie... ternyata aku punya pacar yang perhatian banget gini" ucap Yuuri menggoda Vino.
"Dasar pacar labil" gerutu Vino kesal.
Cuma butuh waktu 10 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di depan kampus
karena memang jarak antara kostan dan kampus yuuri tidak lah jauh apalagi sekarang Yuuri di antar Vino menggunakan mobil mewahnya.
"Kak gak usah keluar ya dari mobil, aku gak suka kalau pacar aku yang lebay ini jadi pusat perhatian" ucap Yuuri sembari membuka seatbelt nya.
"Tapi sayang, aku mau nganterin kamu sampai gerbang" ucap Vino kekeh.
"Kalau kamu nekat nganter atau jemput aku sampai keluar dari mobil, aku gak bakal mau lagi di antar jemput sama kakak" ancam Yuuri.
"Baiklah demi kenyamanan pacar aku tersayang ini aku bakalan nurutin apa aja yang dia mau" ucap Vino tersenyum.
"Aku sudah hampir telat nih, aku pergi dulu ya pacar lebay" ucap Yuuri sembari tersenyum.
"Eh kok pacarnya kok di bilang lebay sih" ujar Vino memicingkan mata nya tidak suka.
Yuuri yang melihat adanya kekesalan dalam raut wajah Vino segera menatap Vino dan mengusap pipi Vino lembut.
"Baiklah, belajar yang rajin sayang" balas Vino sembari mengusap puncak kepala Yuuri.
Yuuri pun tersenyum bergegas keluar dari mobil dan berjalan cepat menuju kelas praktek cooking pagi ini.
"Pagi Yuuri" ucap Anna.
"Pagi Anna" ucap Yuuri sembari mempersiapkan alat prakteknya.
"Sepertinya wajah kamu cerah banget buat hari ini" ucap Anna menatap Yuuri penuh selidik.
"Ah, masa sih?" tanya Yuuri sembari tersenyum.
"Kamu punya pacar ya" tebak Anna.
"Dasar ya kamu Anna, kenapa harus selalu membicarakan soal laki laki?" tanya Yuuri kesal karena tebakan Anna benar.
"Karena kamu jomlo hahaha... " ucap Anna sembari tertawa terbahak bahak ke sahabatnya.
"Kamu juga jomlo kan" ucap Yuuri.
"Ah iya aku lupa" ucap Anna tersenyum kikuk.
"Sudahlah, aku mau siap siap dulu ya Anna" ucap Yuuri sembari meninggalkan Anna yang masih termenung menatap kepergian Yuuri.
Yuuri berlalu meninggalkan Anna dan mulai memasuki ruang praktek cooking yang langsung di susul Anna dengan berlari mengejar Yuuri.
drrrtt...drrrtt...
*M**asih sempat sempatnya dia nelpon sekarang, dasar pacar lebay (gerutu Yuuri dalam hati ketika melihat layar ponselnya sambil menggeser tombol hijau di layar ponselnya*).
📞 Yuuri
*I**ya, kenapa kak*?
📞 Vino
*S**ayang kamu pulang jam berapa, nanti aku jemput*
📞 Yuuri
*J**am 2 kak, tapi masuk lagi nanti jam 4 sore*
📞 Vino
*M**akan siang bareng ya sayang*
📞 Yuuri
*E**nggak bisa kak, aku kan ada praktek cooking jadi pasti bakalan makan di sini*
📞 Vino
*Y**a udah deh sayang, nanti aku tunggu di parkiran jam 2 ya*
📞 Yuuri
*O**k kak, sampai ketemu jam 2 nanti*
📞 Vino
*O**kay*
*C**uma mau ngajak Yuuri makan aja susah banget, kamu keterlaluan deh sayang (ucap Vino sembari menghempaskan ponselnya di atas dashboard*).
Vino pun berlalu mengemudi menuju kantornya dan memakan waktu 30 menit jarak antara kantornya dan kampus Yuuri.
Vino masuk ke dalam ruangannya dengan gontai dan tidak bersemangat.
"Bos, kita ada meeting internal 30 menit lagi" ucap Ervin.
"Siapkanlah semuanya nanti aku nyusul" ucap Vino sembari duduk di ruang kerjanya dan mulai memfokuskan diri terhadap kerjaannya.
30 menit kemudian
Vino keluar dari ruangannya dan mulai melangkah menuju ruang meeting karena akan diadakan meeting internal terkait kembalinya Vino ke perusahaan kauri grup lagi, setelah 2 tahun dia meninggal kan Kauri grup Jakarta.
*
*
*
Happy reading para readers.