Breath Without Love

Breath Without Love
Perjodohan



"Fahira, kakak minta tolong ya setidaknya bersikap lah lebih sopan kepada orang" ucap Yuuri sembari menatap Fahira.


"Tapi kak, aku_" ucapan Fahira pun terhenti ketika melihat tatapan tajam kakak nya.


"Baiklah kak, aku akan berusaha semoga tidak mengecewakan kakak" ujar Fahira sambil menunduk.


"Sudahlah Yu, Fahira mungkin mempunyai maksud yang baik" ucap Ocha menengahi perdebatan mereka berdua sembari masih fokus mengemudikan mobil nya.


Mereka bertiga sekarang sedang berada di dalam mobil Ocha yang berada di halaman rumah Yuuri setelah perjalanan panjang dari bersantai di Pantai.


"Cha, mampir ya ada yang mau aku bicarakan ke kamu" ucap Yuuri sembari menatap Ocha.


Dengan tatapan serius nya Yuuri menatap Ocha bahwa ada sesuatu yang harus dia bicarakan dengan Ocha dan Fahira di kamar


tapi Ocha nampak bingung harus mampir atau langsung pulang, akhirnya setelah lama memikirkannya.


"Hm... baiklah, sebenarnya ada masalah apa si Yuuri?" tanya Ocha penasaran sembari membuka seatbelt nya.


"Iya kak ada apa sih?" sambung Fahira yang ikutan penasaran.


"Kita turun dulu ya, nanti aku cerita di dalem


yuk masuk" ucap Yuuri sembari keluar dari mobil dan berjalan masuk menuju rumahnya.


*K**ok yuuri sepertinya ada yang di sembunyikan ya, tapi apa dan kenapa mukanya bisa berubah jadi mengkhawatirkan ya (gumam Ocha sembari menatap punggung yuuri dan berjalan mengikuti langkahnya*).


*K**ak Yuuri kenapa ya? sepertinya dia lagi ada masalah deh(gumam Fahira menerka apa yang terjadi pada kakak sepupunya itu*).


Dengan perasaan yang masih penasaran tentang apa yang akan diceritakan oleh Yuuri, Ocha dan Fahira pun mengikuti Yuuri yang sudah lebih dulu berjalan di depan mereka.


"Yuk masuk aja langsung ke kamar aku ya, jangan mencari ibu, dia lagi gak di rumah" ujar Yuuri sembari berlalu mendahului Ocha dan Fahira.


Fahira dan Ocha masih mengikuti Yuuri kamar Yuuri.


"Ibu kemana kak?"tanya Fahira.


"Oh ibu lagi ada di rumah tante Naya, katanya ada sesuatu yang harus di bicarakan" ucap Yuuri.


"Yu, ada apa sih, kok kamu kelihatan gelisah"ucap Ocha yang memperhatikan raut wajah Yuuri.


Yuuri diam sesaat dan menatap sendu wajah Ocha dan Fahira bergantian lalu menatap keluar jendela kamarnya.


"Kak, cerita dong" ucap Fahira.


"Yu, ayolah jangan simpan semuanya sendirian" sambung Ocha.


"Aku harus mulai dari mana?"tanya Yuuri bingung.


"Yu, ayolah jangan buat aku tambah khawatir ya" ucap Ocha sambil menatap mata Yuuri.


"Aku... aku... harus bagaimana?" tanya Yuuri sembari menahan tangisnya.


"Maksud kakak apa?" tanya Fahira yang tidak paham maksud ucapan Yuuri


Tiba tiba tanpa sadar air mata yang yuuri tahan jatuh begitu saja.


Melihat yuuri meneteskan air matanya dengan cepat Ocha memeluk Yuuri, dia tidak menangis sesenggukan, melainkan dia hanya meneteskan air mata tanpa berbicara.


"Kakak kenapa kak, cerita sama aku dan kak Ocha" ucap Fahira sembari mengelus punggung Yuuri


Yuuri yang sudah mulai tenang akhirnya bercerita tentang kedatangan Kenzi malam itu.


*Fl**ashback on*


"Yuuri, ada yang mau kakak sampaikan ke kamu" ucap Kenzi.


"Katakanlah kakak" ucap Yuuri sembari menatap Kenzi.


"Yuuri Ferianarifa, kakak mencintaimu dan sebenarnya kita itu sudah di jodohin dari kita kecil oleh orang tua kita" ucap Kenzi menatap Yuuri sembari menggenggam tangan Yuuri.


Yuuri yang kaget pun langsung menatap Kenzi tidak percaya dan menggeser duduknya agak menjauh dari kenzi.


"Kakak ngomong apa kak, Yuuri gak ngerti" ucap Yuuri sembari melepaskan tangannya dari genggaman Kenzi.


"Ayolah Yu, kita udah sama sama dewasa dan memang benar kalau orang tua kita yang menjodohkan kita, masa iya kamu gak ngerti arah omongan aku?" tanya Kenzi serius.


"Tapi kak, aku benar benar belum siap untuk ini"ucap yuuri.


Yuuri nampak diam dan menatap jelas ada ketulusan di mata Kenzi, Yuuri berpikir apa yang harus Yuuri katakan dia sama sekali gak punya perasaan apa apa terhadap Kenzi dan


tiba tiba ibu Rita datang menghampiri Kenzi dan Yuuri.


"Nak ibu tau kamu belum siap akan hal ini, tapi sebenarnya almarhum ayah dan papa nya nak Kenzi itu sahabatan sayang dan benar apa yang di katakan Kenzi sayang" ucap ibu Rita sembari menghampiri yuuri dan mengelus pucuk kepala putri nya dengan sayang.


"Ibu ngomong apa sih, kenapa harus begini buk?" tanya Yuuri masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar dari sang ibu.


"Sayang maafkan ibu yang harus menyembunyikan semua ini dan baru memberi tahukan nya pada mu nak"


ucap ibu Rita yang merasa bersalah kepada anaknya.


"Tapi buk, Yuuri gak cinta sama kak Kenzi dan Yuuri juga masih terlalu muda untuk menerima semua ini" ucap Yuuri menatap sendu ke arah sang ibu.


"Nak, pikirkanlah lebih baik lagi sayang, semua orang tua yang ada di dunia ini hanya ingin yang terbaik untuk anak mereka"ucap ibu Rita menasehati Yuuri.


"Dan untuk Kenzi, maaf jika Yuuri berbuat salah dan menyinggung kamu ya nak" ucap ibu Rita.


"Tidak masalah bu, lagi pula wajar jika yuuri nampak kaget" sambung Kenzi mencoba mengerti situasi ini.


"Baiklah nak ibu ke dalam dulu ya dan Yuuri ibu harap kamu bisa menerima dan mengerti semua ini" ucap ibu Rita sembari berlalu meninggalkan Yuuri dan Kenzi.


Kenzi mengangguk kan kepala sembari menatap kepergian ibu Rita sedangkan yuuri hanya menunduk selepas kepergian ibu nya.


"Yuuri aku mohon terima lah semua ini" ucap Kenzi menatap Yuuri.


"Tapi kak, yuuri benar benar tidak tau harus berbuat apa" ucap Yuuri bingung dengan situasi saat ini.


"Baiklah Yu, aku pamit pulang ya dan


pikirkanlah lebih baik lagi semoga kamu bisa menerima semua ini" ujar Kenzi sembari hendak pergi dan di balas anggukan dari Yuuri.


*Fl**ashback end*


Setelah menceritakan semuanya kepada ocha dan Fahira, Yuuri kembali menundukkan kepalanya.


"Yu, apa kamu pernah berpikir bahwa kalian berjodoh?" tanya Ocha sembari menggenggam tangan yuuri memberi dukungan.


"Tunggu kak Ocha, maksud kak Ocha


kakak setuju gitu tentang di jodohin begitu" ucap Fahira yang tidak setuju kata kata Ocha


"Iya Ra, terus harus bilang apa lagi kalau bukan jodoh namanya?" tanya Ocha ke Fahira.


"Enggak... pokoknya aku gak setuju kak Yuuri sama si Keken itu" ucap Fahira protes.


"kenzi Ra kenzi Fahira sayang"ucap Yuuri sembari menatap Fahira.


"Ya apalah itu namanya aku tetap aja gak setuju kakak sama si Kenzi itu" ucap Fahira.


"Kak Kenzi itu memang baik sih, tapi tetap aja aku gak punya perasaan apapun terhadap nya" ucap Yuuri.


"Tenang aja kak, bakalan aku kasih pelajaran si Kenzi itu.... lagian si kak Kenzi itu kan orangnya nyebelin banget, baru pertama kali ketemu juga udah nyebeliiiiin banget" seru Fahira geram.


"Ra...Ra... kamu itu ya, siapa sih orang yang gak nyebelin nya buat kamu?"tanya Ocha.


"Ada kok kak itu tuh yang rapper nya Exo, dia itu gak nyebelin dan gak akan pernah nyebelin" ucap Fahira antusias sambil mendongakkan kepala nya ke atas.


"Siapa Yu?"tanya Ocha mencari jawaban dari yuuri karena Fahira sudah berkhayal ke sosok rapper Exo tersebut.


"Itu loh Cha, si Cahyo eh maksudnya si Chanyeol EXO itu" ucap yuuri.


"Hah? jadi si idol itu Yu, itu sih nama nya cinta yang tak tersampaikan"ucap Ocha sembari senyum mengejek ke arah Fahira.


"Kok kak Yuuri sama kak Ocha juga jadi ketularan nyebelin nya ya dari si Keken itu" ucap Fahira kesal dengan ejekan Yuuri dan Ocha.


Fahira memang sangat menyukai cowok cowok tampan asal Korea Selatan tersebut tapi sebenarnya Yuuri lebih menyukainya tapi dia tidak terlalu menunjukan di hadapan orang lain, sedangkan Ocha memang tidak terlalu menyukai itu.


*


*


*


Happy reading para readers