Breath Without Love

Breath Without Love
Rumah Utama Keluarga Ontario



Setelah melakukan perjalanan yang cukup melelahkan melalui jalur udara, akhirnya Arkan, Yuuri dan beserta seluruh keluarga sampai di tempat tujuannya.


Yuuri sangat kaget ketika melihat mobil mewah berwarna hitam yang akan dia tumpangi.


"Masuklah sayang" titah Arkan membuka kan pintu mobil untuk Yuuri.


"Kakak bercanda?" tanya Yuuri bingung.


"Bercanda apa sih sayang, cepatlah masuk" ucap Arkan untuk yang kedua kalinya.


Tanpa ingin membantah ucapan suaminya Yuuri segera bergegas masuk ke dalam mobil mewah Chevrolet Camaro yang berwarna hitam.


"Ini kan mobil mewah, memang aku gak tahu berapa harganya, tapi aku kan bisa menilai dari Kilauan mobil nya yang sangat keren" gerutu Yuuri dalam hati yang masih saja mengagumi mobil mewah yang sedang dia tumpangi.


"Kenapa sayang, kamu kelihatan sangat bingung?" tanya Arkan yang tidak tahu apa penyebab kebingungan istri nya.


"Aku gak apa kak, hanya saja kenapa kita bisa menggunakan mobil semewah ini dan bagaimana dengan Lura, mami dan papi?" ucap Yuuri mengungkapkan kebingungannya.


"Ya karena ini salah satu mobil kesayangan aku dan untuk mami,papi dan Lura mereka memakai mobil satu lagi lengkap dengan sopirnya" jawab Arkan.


Sontak ucapan Arkan membuat Yuuri sangat kaget mendengar ucapan Arkan bahwa mobil ini hanya salah satu mobil kesayangan nya.


Arkan mulai melajukan kendaraannya melewati jalanan raya Jakarta kembali menuju rumah utama kedua orangtuanya, sedangkan Yuuri masih terpaku dengan kenyataan yang baru saja dia dengar.


"Ini beneran aku nikah sama orang berada?" tanya Yuuri dalam hati.


"Tapi bukannya dia hanya dosen biasa ya" gumam Yuuri dalam hati.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Arkan sembari melirik istri nya sekilas yang nampak bingung.


Namun bukannya menjawab pertanyaan dari suaminya, Yuuri masih saja asik berpikir sendiri tanpa berniat untuk menanyakan langsung pada suaminya.


"Sayang ada apa?" tanya Arkan kembali ketika istri nya tidak menjawab pertanyaan nya tadi.


"Enggak kok kak, Yuuri cuma kaget aja kak" ucap Yuuri.


"Kaget kenapa?" tanya Arkan bingung.


"Enggak apa apa kok kak" Yuuri tidak ingin membahasnya.


"Kamu baik baik saja?" tanya Arkan sembari meletakkan punggung tangan kirinya di kening Yuuri.


"Ih... Yuuri baik baik aja kak, Yuuri gak sakit" gerutu Yuuri kesal.


"Habis kamu aneh, gak biasanya bertingkah seperti ini" sambung Arkan.


"Yuuri sedikit kaget aja sama mobil mewah ini" ucap Yuuri.


"Ini gak mewah sayang, ini salah satu mobil kesayangan kakak" ucap Arkan.


"Berarti masih ada lagi dong mobil kakak yang lainnya" sentak Yuuri.


"Ada beberapa sayang, kamu boleh pilih yang mana saja yang kamu sukai" ucap Arkan santai dengan masih fokus pada kemudi nya.


"Kakak seperti anak sultan aja, punya banyak mobil mewah" gerutu Yuuri.


Arkan yang mendengar ucapan Yuuri hanya bisa tersenyum menyaksikan gerutuan Yuuri yang tidak tahu apa apa tentang kekayaan keluarga Ontario, Yuuri langsung terbelalak kaget ketika mobil mewah berwarna hitam yang sedang mereka tumpangi memasukan pekarangan sebuah rumah mewah yang bergaya klasik modern bernuansa putih bersih.


"Kak kamu masuk ke rumah siapa ini?" tanya Yuuri bingung.


"Ini rumah utama sayang" jawab Arkan.


"Iya kak, rumah utama rumahnya siapa?" tanya Yuuri yang masih bingung.


"Ini rumah utama keluarga Ontario sayang, kamu kenapa sih?" tanya Arkan pura pura tidak tahu kekagetan istri nya.


"Istri aku lucu banget ekspresi nya kalau lagi kaget begitu" gumam Arkan dalam hati sembari memarkirkan mobilnya dengan rapi.


"Gila banget sih, ini bukan lagi rumah nama nya tapi udah gedongan" gumam Yuuri dalam hati yang mengagumi keindahan arsitektur rumah mewah itu.


"Ayo sayang kita turun" ucap Arkan setelah memarkir mobilnya dengan sempurna.


"Kita pulang aja deh kak, Yuuri gak nyaman bertamu ke rumah sebesar ini" ucap Yuuri yang enggan untuk turun dari mobil.


"Lah lucu kenapa kak?" tanya Yuuri semakin bingung.


"Kamu mau pulang kemana?" tanya Arkan menahan tawanya.


"Ke rumah keluarga kamu lah Kak" kesal Yuuri dengan wajah yang tidak bersahabat.


Arkan dengan sabar menatap wajah cantik istrinya, menangkup kedua pipi istrinya dengan tangannya dan menatap istrinya dengan senyum.


"Kenapa kakak senyum?" tanya Yuuri bingung.


"Kamu mau pulang ke mana sayang, ini rumah keluarga Ontario, rumah utama mami papi" ucap Arkan sembari menatap istrinya.


Ucapan Arkan sontak membuat Yuuri sangat terkejut mendengarnya.


"Bercanda kakak gak lucu tahu gak" gerutu Yuuri.


"Yuuri, suami kamu ini sedang tidak bercanda sayang dan apa kamu tidak mendengarkan dengan baik nama papi dan nama kakak ketika kita ijab kabul?" tanya Arkan.


"Yuuri gak terlalu memperhatikannya kak, karena ketika itu Yuuri benar benar sedang gugup" ucap Yuuri.


"Nama suami kamu ini Arkan Zayne Ontario, dan nama papi itu Deriel Garren Ontario dan Allura itu Allura Ciara Ontario, semuanya menggunakan Ontario sayang, hanya mami yang berbeda" Arkan menjelaskan kepada Yuuri dengan sangat sabar.


"Jadi kampus tempat aku kuliah itu" Yuuri.


"Iya sayang, Indonesian Ontario university salah satunya milik Ontario grup" ucap Arkan tersenyum.


"Tapi kenapa kakak jadi dosen pengganti di sana?" tanya Yuuri semakin bingung.


"Kakak hanya melihat perkembangan kampus secara langsung, oleh karena itu kakak menjadi dosen pengganti di sana dan kebetulan waktu kakak sedang tidak padat sayang" ucap Arkan kembali tersenyum pada istrinya.


"Kak tapi aku takut" ucap Yuuri sedikit khawatir.


"Takut kenapa sayang, apa yang kamu takutkan?" tanya Arkan bingung melihat kegelisahan di mata istrinya.


"Bagaimana nanti jika orang bilang kalau aku menikah dengan kakak karena harta kakak, Yuuri gak mau di bilang wanita mata duitan" ucap Yuuri jujur.


"Itulah bedanya kamu dengan wanita lain sayang, kamu sangat sederhana dan mungkin karena alasan itulah mami ingin kakak menikah denganmu" ucap Arkan.


Arkan pun segera memeluk erat tubuh mungil sang istri yang memiliki kekhawatiran dengan kenyataan yang baru saja dia dengar, lalu Arkan mengecup puncak kepala Yuuri dan mengelusnya dengan sayang.


"Sekarang ayo kita keluar, semua nya pasti sudah menunggu kita sayang" ucap Arkan.


Setelah mendapat sedikit keberanian setelah di peluk suaminya, Yuuri pun mengangguk kepalanya, lalu mereka berdua keluar dari dalam mobil dan berjalan beriringan dengan jari jari tangan Yuuri yang digenggam erat oleh Arkan.


Para pelayan berbaris dan tertunduk ketika Yuuri dan Arkan memasuki rumah utama.


"Kenapa mereka menunduk begitu kak?" tanya Yuuri bingung.


"Meraka hanya menyambut kedatangan kamu dengan hormat sayang" sambut mami yang sudah datang lebih awal di rumah.


"Tapi mi, ini berlebihan" ucap Yuuri.


"Ini sudah menjadi kebiasaan kakak ipar jika ada anggota keluarga yang mereka temui mereka semua harus hormat seperti itu" sambung Lura.


"Aku rasa semua ini sangat berlebihan, tapi nanti saja aku bahas dengan kak Arkan di kamar" ucap Yuuri dalam hati.


"Masuklah nak, kami semua menyambut mu dengan tangan terbuka dan bahagia, sekali lagi papi ucapkan selamat atas pernikahan kalian berdua, papi harap Arkan akan bertanggung jawab penuh atas kebahagiaan kamu nak" ucap papi tulus dari hati.


Yuuri hanya bisa tersenyum mendengar dirinya sangat di sayang dan di sambut baik oleh keluarga suaminya, sangat berbeda dengan keluarga mantan kekasihnya.


"Udah deh jangan kelamaan di luarnya, ayo kita masuk, kasian menantu mami" ucap mami Leya.


Lalu mereka semua segera masuk kedalam rumah dan kembali ke kamar masing masing untuk beristirahat dan membersihkan diri.


*


*


*


Happy reading readers, mulai hari ini author bakalan rajin up lagi ya, jangan bosan baca karya author dan kalian jangan lupa buat tinggalkan jejak di novel author ya, jangan lupa juga buat dukung karya author ya, salam manis dari author, Aera Gabela Aprilia 😃