Breath Without Love

Breath Without Love
Bersama Kembali



"Papi... dimana sih" gerutu Lura.


"Kenapa sayang" ucap papi menghampiri sembari menggendong Kai.


"Papi itu siapa kenapa mirip sekali dengan Kak Arkan" ucap Lura bingung.


"Hai aunty aku Kai" ucap Kai tersenyum menatap sang aunty.


"Hei... kau tampan sekali sayang" ucap Lura mengelus pipi Kai dengan gemas.


"Tentu saja karena dia putra ku" ucap Arkan menghampiri mereka sembari menggenggam erat tangan Yuuri.


"Kak Yuuri..." pekik Lura sembari memeluk erat tubuh kakak ipar yang sangat di rindukan nya.


"Apa kabar Lura sayang?" tanya Yuuri sembari membalas pelukan hangat sang adik ipar yang sudah lama dia tinggalkan.


"Kenapa kakak perginya lama sekali" ucap Lura melepaskan pelukannya sembari mengeluarkan air mata nya.


"Maafkan kakak sayang" ucap Yuuri menatap wajah adik iparnya.


Kai turun dari gendongan opa nya dan menarik tangan aunty nya.


"Ada apa sayang?" tanya Lura yang sudah berjongkok di hadapan Kai.


Kai menghapus air mata aunty nya dan menarik sisi kanan dan kiri sang aunty membentuk senyuman.


"Oh kau so sweet sekali sayang" ucap Lura tersenyum.


"Aunty jangan menangis, apa gunanya kami laki laki jika tiba bisa membuat wanita berhenti menangis" ucap Kai yang masih mengelap sisa air mata Lura.


"Cucu opa benar benar menakjubkan sayang" ucap opa Derriel tersenyum.


"Mulai sekarang aku juga akan menjaga aunty agar tidak ada seorang pun yang bisa membuat aunty menangis lagi" ucap Kai tersenyum.


Karena tidak sanggup lagi menahan air matanya, Lura langsung memeluk erat tubuh mungil sang ponakan.


"Aunty berhentilah menangis Kai tidak bisa melihat wanita menangis" ucap Kai sembari mengelus rambut panjang sang aunty.


"Sayang kau dewasa sekali" ucap Lura sembari melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya.


"Tentu saja aunty aku harus dewasa kuat dan pemberani agar tidak ada seorang pun yang bisa menyakiti momy, aunty Lura dan aunty Shira" ucap Kai.


"Kenapa kau lama sekali menemui aunty?" tanya Lura.


"Aunty ketika dulu Kai selalu bertanya di mana Dady tapi momy tidak menjawab nya tapi Kai hanya bisa melihat momy bersedih sembari terus menghindari Kai dan sejak saat itu Kai tidak pernah lagi bertanya apapun tentang Dady Karena Kai tidak ingin membuat momy kembali bersedih dan terluka karena Kai yakin nanti akan ada waktunya momy membawa Kai ke Dady dan keluarga yang lainnya" ucap Kai.


"Maafkan momy sayang, kau sangat menjaga perasaan momy tapi momy malah lupa menjaga perasaan mu nak" ucap Yuuri.


"Oh momy... ayolah ini sudah berlalu bahkan Kai bahagia momy membawa Kai langsung pada Dady dan keluarga Dady, bahkan momy melakukan nya tanpa Kai meminta" ucap Kai lalu mengecup pipi sang momy.


Semuanya jadi terharu mendengar penuturan Kai yang bagai orang dewasa.


"Apa tidak ada yang mengajak ku makan, Kai sangat lapar" ucap Kai memecahkan suasana.


"Cucu opa lapar ya" ucap opa Derriel.


"Tentu opa" jawab Kai tersenyum.


"Ayo sayang kita makan sekarang" ucap Arkan.


Semuanya sudah duduk di kursi meja makan dan mulai melahap makan siangnya dengan bahagia dan senyuman kebahagiaan.


"Kembalinya kak Yuuri membuat semua orang bahagia apalagi sekarang ada Kai yang hadir di tengah keluarga kami" gumam Lura dalam hati.


"Terimakasih sayang sudah kembali dan dengan lapang dada kau mau memaafkan segala kesalahan ku padamu dan kau juga membawa kebahagiaan dengan adanya putra kita" gumam Arkan dalam hati.


Kai duduk di kursi yang biasa di gunakan papi Derriel.


"Sayang ini kursi opa nak, ayo pindah gak sopan sayang" ucap Yuuri pelan.


"Maaf opa, maafkan Kai Kai tidak tau" ucap Kai lalu segera turun dari kursi dan ingin pindah.


"Sayang tidak apa, opa bisa duduk di sini Kai" jawab opa tersenyum.


"Opa jika ketidak sopanan Kai di biarkan itu tidak baik nanti ketika dewasa Kai akan jadi anak yang semaunya dan tidak bertanggung jawab" ucap Kai tersenyum.


"Baiklah sayang kau ingin duduk di mana?" tanya papi Derriel.


"Momy... dimana Kai bisa duduk?" tanya Kai menatap sang momy.


"Kau bisa duduk di sebelah aunty sayang" ucap Lura.


"Momy..." Kai melirik sang momy.


"Boleh sayang" jawab Yuuri.


"Opa duduk lah" ucap Kai tersenyum.


Lalu opa Derriel pindah duduknya begitu pula Kai yang sudah duduk di sisi Lura.


"Yuuri menyiapkan makanan untuk Arkan dan papi Derriel.


Sedangkan Lura terlihat mengambilkan makanan untuk Kai.


"Aunty jangan banyak banyak nasi nya nanti kalau tidak habis itu mubazir dan gak baik karena di luar sana banyak yang membutuhkan" ucap Kai.


"Baiklah sayang, maafkan aunty" ucap Lura tersenyum.


"kau ingin apa sayang biar momy ambilkan" ucap Yuuri.


"No momy kasihan Momy terlalu jauh, Kai bisa minta tolong pada aunty" jawab Kai.


"Baiklah apa yang kau inginkan sayang?" tanya Lura.


"Aunty tolong ambilkan Kai telor dan brokoli rebus" ucap Kai.


"Ada lagi yang lain sayang?" tanya Lura.


"Hm... ayam bakar sayapnya 1 aunty" ucap Kai tersenyum.


Setelah Lura mengambil menu yang di inginkan Kai, semuanya makan dengan sangat menikmatinya apalagi sekarang rumah sudah semakin ramai.


*


*


*


Happy reading readers 🤗🤗🤗


jangan lupa buat vote dong ya biar author tambah semangat buat crazy up 😉