
Indonesia
"Syukurlah kita sudah samai di Indonesia sekarang" ucap Shira.
"Seperti nya Kai kelelahan" ucap Yuuri tersenyum menatap putra nya yang tertidur di pangkuannya.
"Perlu Shira bantu kak?" tanya Shira menawarkan bantuannya.
"No... makasih sayang tapi kau tau sendiri kan sifat bocah kecil ini" sahut Yuuri.
"Ah iya Shira lupa" ucap Shira sembari menepuk jidatnya.
Lalu mereka berdua bergegas segera menaiki mobil mewah yang sudah menjemputnya.
"Kita akan balik kemana Shira?" tanya Yuuri ketika sudah di dalam mobil.
"Ke rumah yang dulu pernah kakak tempati" jawab Shira sembari tersenyum.
"Serius ke rumah itu?" tanya Yuuri.
"Iya kak sampai kapan pun rumah itu akan selamanya menjadi milik kakak dan bukan kah sertifikat rumah itu atas nama kakak juga ya" ucap Shira.
"Ah iya kakak lupa" jawab Yuuri tersenyum.
Setelah melakukan perjalanan yang sangat melelahkan Yuuri tersenyum ketika mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di pintu gerbang.
"Pak buka gerbangnya" teriak Shira.
"Non Shira... baiklah non siap" jawab pak satpam.
mobil pun melaju kembali ke depan halaman rumah yang sudah lama Yuuri tinggalkan sebelum dia menikah.
"Selamat datang nona Shira..." ucap Mak Jum melihat Shira yang keluar dari mobil.
"Terimakasih mbak" jawab Shira.
Yuuri pun keluar mobil bersama anak laki laki yang baru saja terbangun dari tidurnya.
"Non... non Yuuri... ya Allah mbak gak nyangka bakal ketemu non Yuuri lagi" ucap mbak Jum menghampiri Yuuri dan Shira.
Mendengar mbak Jum memanggil nama Yuuri membuat mbak Nana dan mbak Ati menghampiri dan betapa terkejut dan bahagianya mereka bertiga bisa kembali bertemu dengan majikannya kembali.
Yuuri langsung memeluk ketiga nya dan tersenyum, Kai yang bingung karena tidak pernah melihat orang yang bersama momy nya menatap bingung.
"Momy mereka siapa?" tanya Kai sontak membuat Yuuri langsung melepaskan pelukannya.
"Sayang kenalkan ini yang bekerja di rumah yang akan kita tempati sayang selama kita ada di Indonesia" jawab Yuuri menatap putranya.
"Oh seperti bik Lin ya mom?" tanya Kai.
"Iya sayang benar, oh ya mbak kenalkan ini putra Yuuri namanya Kau" ucap Yuuri tersenyum pada putranya.
"Hai nama saya Kai" ucap Kai memperkenalkan diri sembari tersenyum.
"Hai tuan muda" sambut ketiga mbak nya.
"Sayang nanti jangan panggil bik ya tapi mbak" ucap Yuuri.
"Siap momy" jawab Kai.
"Sudah ayo kita masuk, mbak tolong bantu bawa barang barang ya dan simpan di kamar kak Yuuri dulu semuanya" ucap Shira.
Lalu mereka semua masuk ke ruang tamu tapi mbak nya naik ke atas untuk menyimpan barang bawaan Yuuri dan Kai.
Setelah selesai menyimpan barang barang nya para mbak bergegas untuk membuat minum majikannya yang kembali setelah sekian lama dan tak lupa juga menyiapkan kue agar bisa sembari bersantai santai.
"Mbak bahan masakan untuk capcay gak?" tanya Yuuri.
"Kakak mau ngapain baru datang udah mau masak aja" seloroh Shira.
"Ada nona apa mau mbak masakin?" tanya mbak Nana.
"Boleh mbak tolong ya, buat Kai dia sangat suka capcay" sambung Yuuri tersenyum.
"Baiklah nona Yuuri" ucap mbak Nana.
Dan mbak Jum dan mbak Ati tak tinggal diam karena mereka juga ikut membantu mbak Nana dan sekalian memasak menu yang lainnya.
"Momy rumah ini cantik sekali keren" ucap Kai menatap sekitar ketika dia baru menyadarinya.
"Apa kau menyukainya boy?" tanya Shira.
"Tentu saja aunty" jawab Kai.
"Selera mu persis seperti momy mu" ucap Shira.
Shira dan Yuuri hanya bisa tersenyum memandang tingkah laku Kai yang sering kali membuat mereka gemas.
"Kak ini nomor ponsel baru sudah Shira registrasi untuk kakak di Jakarta dan jangan lupa hubungi kak Vino setelah ini" ucap Shira menyerah kan kartu baru untuk Yuuri.
"Ah... kakak bahkan sampai tidak kepikiran sama sekali, terimakasih cantik" ucap Yuuri kemudian langsung mengganti nomornya dan mulai menghubungi Vino.
Setelah menghubungi Vino Yuuri kembali menyimpan ponselnya.
"Kak Shira balik ya Shira selama 4 atau 5 hari Shira tidak bisa menemani kakak karena Shira akan memantau pembangunan perumahan yang ada di Surabaya" ucap Shira.
"Tapi kamu baru saja sampai Shira" ucap Yuuri.
"Kak tenang saja Shira Bru pergi besok jadi malam ini masih bisa beristirahat" ucap Shira.
"Baiklah besok hati hati di jalan ya dan jangan lupa kabari kakak jika sudah sampai" ucap Yuuri tersenyum.
"Siap kak" ucap Shira.
"Terimakasih ya Shira" ucap Yuuri tulus.
"Hei apa yang kakak bicarakan" gerutu Shira.
"Aunty momy itu mengatakan terimakasih harusnya aunty jawab iya sama sama, gitu aunty" sambung Kai.
"Oh ayolah boy kau aku terasa buruk" ucap Shira.
"Aunty itu baik karena itu momy mengucapkan terimakasih" jelas Kai.
"Baiklah baiklah sama sama kakak" ucap Shira yang akhirnya mengalah membuat Yuuri menahan tawanya dari tadi.
"Sayang jangan begitu dengan aunty mu" ucap Kai.
"Baiklah maafkan Kai ya aunty" ucap Kai tulus.
"Iya sayang.... aunty balik dulu ya kamu jaga momy baik baik" ucap Shira.
"Tentu saja aunty momy akan aman bersama Kami" ucap Kai yang sudah seperti pria dewasa yang jagoan.
"Kamu tidak makan dulu sayang?" tanya Yuuri pada Shira.
"Nanti di rumah saja Kak bersama mama papa" ucap Shira.
"Baiklah hati hati di jalan ya sayang" ucap Yuuri.
"Oke siap" Shira pun pergi melangkah meninggalkan mereka semua.
"Nona... tuan muda... makanannya sudah siap" ucap mbak Jum menghampiri Yuuri dan Kai.
"Siap mbak terimakasih" ucap Kai.
Yuuri hanya tersenyum dan mengangguk mendapatkan putranya semakin hari semakin membuatnya kagum.
"Sama sama tuan muda" jawab mbak Jum.
"Semuanya ikutan makan ya mbak" sambung Yuuri.
"Baiklah nona" jawab mbak Jum.
Mereka semua makan dengan sangat menikmati menu yang sudah di siapkan para mbak nya.
"Ternyata masakan mbak juga enak tapi maaf mbak masakan momy tidak akan pernah terkalahkan" ucap Kai di sela makan nya.
"Sayang..." Yuuri mengusap lembut kepala anaknya sedangkan Kai hanya nyengir.
"Tuan muda masakannya enak karena dulu sering di ajari berbagai masakan dari momy nya tuan muda" ucap mbak Ati.
"Pantesan enak... momy the best..." ucap Kai tersenyum lalu kembali melanjutkan makanya.
Setelah selesai makan Kai dan Yuuri kembali beristirahat dan ya Yuuri kembali menelpon Vino dan memberitahukan maksud dan tujuannya selain tentang usahanya.
Dan syukurnya Vino bisa menerima semua keinginan Yuuri karena bagi Vino kebahagian Yuuri jauh lebih penting dan lagipula Yuuri itu masih istri sahnya dari Arkan karena Yuuri pergi begitu saja.
*
*
*
Happy reading readers 🤗🤗🤗
vote nya dong buat dukung author nya😉