Breath Without Love

Breath Without Love
Khawatir



*Da**sar dosen killer aneh dan menyebalkan (gumam Yuuri dalam hati sambil sekali kali melirik Arkan yang sedang asik memakan mie ayam nya*).


"Kamu kenapa?" tanya Arkan yang menyadari yuuri dari tadi sering mencuri pandangan aneh ke arahnya.


"Emangnya aku kenapa?" tanya Yuuri balik.


"Ah... lupakan" ujar Arkan yang malas berdebat dengan Yuuri.


Yuuri yang merasa senang karena merasa menang dari arkan tanpa sadar dari tadi menuangkan begitu banyak cabai ke dalam mangkuk mie ayamnya dan langsung memakan mie ayam itu tanpa di aduk dan tanpa melihatnya karena pikiran nya sedang melayang entah kemana.


*H**ahaha... akhirnya tu dosen males juga debat sama aku, secara gak langsung aku menang dong... emang harus gitu sih sering sering aja yang tua ngalah sama yang muda (gumam Yuuri tertawa dalam hati sambil memakan mie ayam tanpa melihat makanan nya sambil tersenyum penuh kemenangan*).


"huh...hah.. hah... hah..." pekik Yuuri sambil meminum air mineral yang ada di depan Arkan.


"Hei itu minum ku, kamu kenapa?" tanya Arkan melihat ekspresi Yuuri dengan muka nya yang sudah memerah.


Yuuri yang merasa kepedasan dan mukanya yang sudah memerah seperti cabai yang di makannya, tidak menghiraukan lagi ucapan Arkan sambil terus meminum air apa aja yang ada di hadapannya tanpa peduli air apa dan punya siapa yang diminum nya dan tidak memperdulikan tatapan aneh orang sekitar yang menatapnya.


Arkan yang sadar dengan keadaan Yuuri menjadi panik dan berlari menuju mas yang jualan dan meminta air panas untuk Yuuri,


setelah mendapat nya Arkan kembali ke hadapan Yuuri dan menuangkan sedikit lagi air biasa agar air tadi tidak terlalu panas.


"Ini minum ni, biar reda" ucap Arkan.


Yuuri yang melihat air yang di tawarkan Arkan segera meminumnya.


"Aw... ish... ini panas kak" gerutu Yuuri kesal.


"Memang sengaja" ucap Arkan yang masih menatap Yuuri.


"Kakak kok jahat sih, mentang mentang mau balas dendam kok gini amat sih" gerutu Yuuri yang masih kesal dengan air yang di sodorkan Arkan untuknya.


pletak...


Arkan menyentil kening Yuuri karena kesal dengan ucapan Yuuri.


"Aw... sakit tau" Yuuri mengelus kening nya yang kena sentil Arkan.


"Kamu bisa enggak jangan berpikiran jelek tentang orang lain" ucap Arkan kesal melihat tingkah Yuuri.


"Dasar om om tua menyebalkan" ucap yuuri sambil melotot.


"Apa kamu liat liat, awas naksir sama om om tua yang tampan ini" ucap Arkan.


"Idih... amit amit ya aku yang masih seger gini naksir sama om om tua yang gak jelas seperti orang yang ada di hadapanku ini" ucap Yuuri sambil memonyongkan bibirnya.


"Hati hati kemakan sama omongan sendiri" ucap Arkan sinis.


"Udah deh, selera makan aku jadi ilang gara gara om tua ini" ucap yuuri kesal yang langsung meninggalkan Arkan sendiri yang masih termenung dengan kepergian Yuuri.


Yuuri segera pergi meninggalkan warung mie ayam itu setelah memberikan uang berwarna biru tanpa menghiraukan ucapan mas mie ayam yang hendak mengembalikkan uang Yuuri yang lebih.


*D**asar wanita aneh suka marah marah dan lucu sih, lah ternyata dia kesini naik sepeda emang wanita langka nih mana ada malam malam wanita keluar dengan jaket dan celana panjang dengan sendal jepit dan sepeda malam malam begini (gumam Arkan yang menatap kepergian Yuuri lalu mulai melanjutkan makan nya lagi*).


*D**asar dosen killer menyebalkan gara gara dia aku jadi gak menikmati makanan ku huh... benar benar kesal (ucap Yuuri sambil terus melaju sepeda kembali ke rumah yang di huni nya*).


Setelah sampai di rumah, Yuuri langsung meletakkan kembali sepeda nya ke tempat semula dan berjalan masuk ke dalam kamarnya dan karena tubuhnya lumayan berkeringat karena bersepeda dan mengalami kejadian tadi yuuri segera masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan dirinya.


Setelah selesai membersihkan diri yuuri langsung mengenakan pakaian dan langsung menuju tempat tidur untuk merebahkan diri nya di atas kasur dan perlahan lahan rasa kantuk mulai menghinggapinya dan akhirnya Yuuri pun tertidur dengan nyenyak.


🌺🌺🌺


Vino terbangun sekitar jam 2 pagi karena merasa ingin buang air kecil dan langsung menuju kamar mandi, setelah keluar dari kamar mandi Vino langsung mengambil ponselnya yang dia letakkan di atas nakas.


Mata vino langsung melotot ketika melihat banyaknya panggilan masuk dari mbak Ati dan pak satpam yang berjaga di rumah yang di tempati yuuri, dan melihat ada pesan dari mbak Ati dan pak satpam.


📨mbak Ati


Tuan, maaf kalau malam malam begini saya mengganggu istirahat tuan tapi saya hanya ingin mengabarkan bahwa nona Yuuri pergi keluar malam malam begini tuan, kata nya mau jalan jalan keluar dan saya sudah mencoba untuk membujuknya dan meminta agar nona mengatakan nya kepada tuan tapi nona tidak peduli tuan dia langsung pergi saja dan saya tidak punya lagi alasan lain untuk menghalanginya jadi saya memutuskan untuk menelpon tuan tapi tidak tuan angkat lalu saya mengirimkan pesan agar tuan tau kalau nona keluar


YUURI.... benar benar deh punya pacar yang seperti dia ini bikin sakit kepala dan buat aku darah tinggi (kesal vino).


📨pak satpam RY


*T**uan tadi nona pergi keluar dengan sepeda dan ketika saya mau mencegahnya atau ingin bertanya dengan nona dia langsung mengayuh sepeda nya dengan cepat meninggalkan area rumah tuan, jadi saya tidak bisa melakukan apapun selain melapor ke tuan*


Yuuri kamu benar benar kelewatan malam malam begini kamu keluar seorang diri, apa kamu gak tau semua orang mengkhawatirkan kamu (ucap Vino semakin kesal).


Setelah mendapatkan pesan dari 2 orang yang bertugas di rumah yang di tempati Yuuri, Vino langsung keluar dari rumah menuju tempat parkiran mobilnya dan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan langsung menuju ke rumah yang di tempati Yuuri sekarang.


Pak satpam yang melihat kedatangan tuan Vino langsung membuka gerbang dengan lebar sambil menundukkan kepalanya memberi hormat.


"Selamat datang tuan" ucap pak satpam.


"Pak, apa Yuuri sudah kembali?" tanya Arkan


yang sudah membuka kaca jendela mobil nya.


"Sudah tuan sekitar 30 menit yang lalu" ucap pak satpam.


Vino yang mendapatkan informasi dari pak satpam langsung melajukan mobilnya ke parkiran rumah itu dan langsung bergegas keluar dari mobil dan langsung menuju ke arah kamar Yuuri yang ada di lantai atas.


Dengan tidak sabar Vino melangkah dengan lebar agar segera sampai ke kamar Yuuri dengan cepat dan langsung membuka pintu kamar Yuuri yang tidak terkunci.


*D**ia dengan santainya tertidur sekarang sedangkan aku hampir mati karena mencemaskan nya yang keluar sendirian dengan sepeda pula (gumam Arkan yang menghampiri Yuuri dan menatap wajah tenang Yuuri yang sedang tertidur pulas*).


*S**elamat tidur sayang, tidur yang nyenyak ya maafkan aku yang sempat marah karena benar benar mengkhawatirkan kamu sayang, harusnya kamu gak pergi selarut itu seorang diri dengan bersepeda. Apa pikiran kamu benar benar sangat kacau sayang, aku khawatir dengan kamu dan semoga semua nya akan baik baik aja ya sayang (ucap Vino sambil terus mengelus puncak kepala Yuuri yang tertidur pulas*).


*A**ku pulang ya sayang jaga diri kamu baik baik ya, aku sangat mencintaimu Yuuri Ferianarifa (ucap Vino yang langsung mencium kening Yuuri lalu berlalu meninggalkan Yuuri yang masih tertidur pulas*).


Setelah melihat wanita yang di cintai nya dalam keadaan baik baik saja akhirnya Vino memutuskan untuk segera pulang dan kembali beristirahat.


*


*


*


Hai para reader selamat membaca ya