
"Kamu kenapa Yuuri?" tanya Vino bingung
Yuuri yang tidak menghiraukan kata kata Vino masih termenung sambil menatap vino serius dengan tersenyum.
"Yuuri... Yuuri... " panggil Vino memecahkan lamunan Yuuri sambil melambaikan tangan di hadapan Yuuri.
"Eh... ah iya, kenapa kak?" tanya Yuuri tergagap.
"Kamu kenapa kok senyum senyum sendiri begitu sambil liat aku, ada yang salah?" tanya Vino bingung sambil melihat penampilannya.
"Kakak makannya lucu hahaha....ups" ucap Yuuri yang kelepasan tertawa langsung menutup mulutnya ketika melihat tatapan tajam dari Vino.
"Jadi cara makan aku jadi lelucon buat kamu?" tanya Vino geram.
"Oh itu... ya ampun kak, aku minta maaf ya. Jangan marah marah dong nanti bisa cepat tua loh" ucap Yuuri sembari menatap Vino.
Vino pun yang kesal dengan sikap dan perilaku Yuuri tidak menghiraukan ucapan Yuuri, vino hanya diam dengan Yuuri.
Sampai dia menyelesaikan makannya dengan cepat dan berlalu membayar pesanannya lalu pergi meninggalkan yuuri sendiri yang masih makan dan masuk ke dalam mobilnya.
Yuuri yang masih makan tiba tiba menghentikan makanya dan menatap Vino dengan rasa yang bersalah.
Yuuri ingin sekali mengejar vino tapi melihat makanan nya yang belum habis dan lapar pun melandanya dia akhirnya memilih untuk melanjutkan makanannya.
*D**asar cowok nyebelin banget sih, mungkin lagi datang bulan kali ya sampai segitunya marah sama aku, padahal aku kan cuma bercanda. Apa aku emang berlebihan ya?
Ah.... enggak mungkin lah, suka suka dia ajalah yang penting aku kenyang (gumam Yuuri acuh dengan sikap Vino*).
Yuuri pun melanjutkan makan siang nya dengan lahap, vino masih menunggu yuuri di dalam mobil sembari menyalakan laptopnya memeriksa laporan yang masuk dan mengerjakan pekerjaan nya sembari menunggu Yuuri yang masih asik dengan makan siangnya.
tuk...tuk...tuk...
Vino yang sadar pintu mobilnya di ketuk dengan segera membuka kaca mobil dan menyuruh Yuuri untuk masuk.
"Kakak masih marah sama aku?" tanya Yuuri yang sudah duduk di sebelah Vino.
Vino enggan menjawab dan lanjut mengemudi keluar dari halaman warung makan tadi.
Yuuri yang merasa tidak di hiraukan menatap kesal ke arah Vino.
"Kak... kak Vino" ucap Yuuri manja sembari menatap Vino yang tidak menghiraukan nya sama sekali.
Vino masih saja tidak menjawab Yuuri dan asik mengemudi dengan fokus.
"Kak kok masih marah aja sih sama Yuuri?" tanya Yuuri yang mulai kesal.
Vino masih saja tidak menghiraukan dan mengemudi menuju ke suatu tempat.
Yuuri yang masih tidak sadar Vino mengemudi entah kemana, masih saja membujuk vino agar tidak marah lagi kepadanya.
Sebenarnya Vino tidak lah benar benar marah dengan Yuuri, dia hanya sedang mengerjai nya saja karena itu lah dia pura pura masih marah. Vino merasa melihat diri Yuuri yang berbeda karena merasa bersalah.
Saat sudah sampai di tempat tujuan yaitu sebuah rumah mewah yang jauh dari keramaian dan sebenarnya rumah itu tidak terlalu mewah menurut seorang Vino, tetapi Vino menyiapkan rumah itu untuk Yuuri sebagai ungkapan permintaan maafnya karena telah menghilang secara tiba tiba dan muncul kembali secara tiba tiba.
Vino keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah itu dengan masih di ikuti Yuuri di belakang nya sambil masih terus membujuk Vino untuk tidak marah lagi kepadanya.
"Eh... tunggu dulu, ini dimana? rumah siapa?" tanya Yuuri bingung yang masih saja mengikuti Vino menuju taman santai di dekat kolam renang.
"Eh kak... kak Vino...." panggil Yuuri.
"Kenapa?"tanya vino sambil menaiki alisnya dan berbalik badan menatap Yuuri.
"Aku dimana?"tanya yuuri balik yang bingung karena belum pernah ke sini dan dia merasa sangat asing dengan rumah yang mereka datangi.
"Nanti aku jelasin, sekarang cepat ikut kakak" titah Vino sambil menarik tangan Yuuri agar mengikuti nya.
"Eh...eh...eh... tunggu dulu, mau di bawa kemana aku ini?" tanya Yuuri yang berusaha melepaskan tangannya dari Vino yang pastinya tidak akan di lepaskan Vino dengan mudah.
Vino masih saja menarik Yuuri untuk mengikutinya ke lantai atas dan langsung membuka sebuah kamar.
"Eh...eh...eh... kakak mau ngapain bawa aku ke kamar ini?"tanya yuuri sembari memicingkan matanya.
"Yuuri, mikir itu jangan yang macam macam ya wanita labil. Cepat mandi saja sana kakak tunggu di bawah" ucap Vino.
"Gimana cara aku mandinya?"tanya yuuri bingung.
"Kamu ini benar benar ya tinggal mandi aja sudah banget, tinggal buka baju pake air, pake sabun, sampo sama gosok gigi, gitu aja ribet" ucap Vino kesal.
"Kok kakak nyebelin sih, kalau itu aku juga tau, maksud aku tu aku kan ketemu kakak tadi dadakan dan gak bawa baju buat ganti" ucap Yuuri kesal sambil memukul lengan Vino dengan kencang dan melampiaskan kekesalannya terhadap Vino yang sudah dari tadi dia tahan.
"Aw.... sakit tau Yuuri" pekik vino kesakitan karena yuuri memukulnya tanpa hati.
"Ya maaf... " ucap yuuri sembari menundukkan kepalanya.
Yuuri segera membersihkan diri sekitar 20 menit dan berganti baju dengan pakaian santai di dalam rumah, dia hanya memakai dress rumahan yang nyaman di pakai di rumah.
Yuuri menatap keluar jendela dan menuju balkon dengan pemandangan langsung menghadap ke taman santai kolam renang dari dalam kamar yang sedang dia tempati.
*S**ebenarnya apa yang sedang di pikirkan oleh kak Vino sampai membawa aku ke sini (gumam Yuuri bingung*).
*A**ku capek banget hari ini, mau tidur sebentar dulu lah (gumam Yuuri sembari merebahkan tubuhnya dia atas kasur yang empuk*).
Semakin lama rasa kantuk nya semakin menghampiri membuat yuuri tidak bisa menahan matanya untuk tidak terlelap.
Vino yang sudah menunggu Yuuri di ruang tengah pun merasa kesal karena yuuri tidak kunjung turun menemuinya.
Dengan langkah cepat dan lebar Vino berlalu menuju kamar yang di tempati Yuuri tadi.
*S**ebenarnya apa yang di kerjakan yuuri dari tadi aku sudah menunggu dia dari 2 jam yang lalu setelah mandi, tapi dia tidak kunjung turun dari tadi (ucap Vino sembari berjalan menuju kamar Yuuri*).
Vino yang masih kesal dengan segera membuka pintu kamar Yuuri, tapi setelah masuk betapa terkejutnya Vino ketika melihat wanita yang di tunggunya dari tadi ternyata tertiduk dengan wajah lelah menerpanya.
*S**udah lama aku menahan rasa rindu ini, sekarang sudah mulai terobati dengan perlahan apalagi ketika melihat wajah kamu yang tenang ketika tidur membuat aku tidak bisa mengatakan apa apalagi selain kata sayang kepada wanita yang 2 tahunan ini selalu aku rindukan, aku hanya ingin membuat kamu menjadi milik ku seutuhnya Yuuri (ucap Vino sembari mengelus puncak kepala Yuuri dengan lembut* ).
Yuuri yang merasa ada yang mengelus kepalanya menggeliat sembari membuka matanya perlahan.
"Apa aku membangunkan tidurmu?" tanya Vino yang duduk di sisi ranjang sambil menatap Yuuri.
"Hm... kak Vino ini jam berapa?"tanya Yuuri dengan suara serak orang yang baru bangun tidur.
Vino segera beralih melihat jam di tangannya yang menunjukkan jam 5 sore.
"jam 5 Yuuri" ucap Vino.
Yuuri pun langsung terduduk setelah sadar sepenuhnya dari bangun tidurnya.
"Hei... Yuuri, kamu gak apa kan?" tanya Vino memastikan.
Dengan cepat Yuuri mendekati Vino dan menatap wajah Vino dari dekat.
"Yuuri, kamu kenapa?" tanya Vino bingung.
Setelah mendengar ucapan Vino, Yuuri memberanikan diri untuk memeluk Vino dan menangis dalam dekapan Vino.
"Kak... maafin aku... hiks...hiks..."ucap Yuuri sembari menangis.
"Kok nangis sih Yuuri, kenapa?" tanya Vino sembari menarik tubuh Yuuri dan memberi jarak sembari menatap wajah Yuuri.
"Kakak yang kenapa? kenapa kakak marah sama aku tdi siang?" tanya Yuuri kesal.
Vino yang sadar sudah membuat Yuuri terluka pun langsung mendekap Yuuri dalam pelukannya dan mengusap pelan punggung Yuuri yang tadi menangis.
"Maafin kakak ya, kakak bikin kamu terluka lagi ya?" tanya Vino menyesal.
"Aku takut kakak ninggalin aku lagi seperti waktu itu" ucap Yuuri yang masih mengeluarkan air matanya.
"Maksud kamu?"tanya vino bingung.
"Aku sayang sama kak Vino, aku gak mau kak Vino pergi lagi seperti dulu" ucap Yuuri jujur.
"Maksud kamu?" tanya Vino tak percaya.
"Aku... aku beneran sayang sama kakak" ucap Yuuri malu.
"Jadi kamu mencintai kakak?" tanya Vino serius yang menatap Yuuri.
Yuuri dengan takut takut menganggukkan kepalanya sambil menangis lebih kencang dari sebelumnya.
"Terus kenapa kamu nangis?" tanya Vino semakin bingung.
"Apa kakak bakalan menjauhi aku setelah tau kenyataan ini?" tanya Yuuri ragu.
"Maafin kakak Yuuri, kakak benar benar minta maaf ya" ucap vino serius dengan ucapannya.
*T**uh kan aku di tolak, jadi malu kan sama kak Vino karena di tolak gini, lagian kok aku bisa bisa nya gregetan nyatain duluan* (gumam Yuuri dalam hati).
Tangis yuuri semakin kencang ketika mendengar kan ucapan Vino yang terus terusan meminta maaf kepadanya.
*
*
*
Hai para reader selamat membaca ya happy reading time.