Breath Without Love

Breath Without Love
Sendiri Lagi



"Mami... Yuuri pamit ya mau balik dulu, Yuuri ada janji sama orang" ucap Yuuri hendak pergi mengingat dia ada janji dengan Fahira malam ini.


"Kenapa cepat sekali, padahal mami mau lebih mengenal calon menantu mami sayang" ucap mami.


Ya Allah... mami ini ya, masa aku main di cap menantu gitu aja, cinta aku sama kak Vino baru aja kandas dan sakit nya juga belum sembuh, masa iya aku main nikah aja (gumam Yuuri dalam hati).


"Mami... biarkan Yuuri pulang, dia juga butuh istirahat" sambung Arkan.


"Baiklah... kamu harus mengantar calon istri kamu" ujar mami.


"Mami, Arkan lagi jagain mami disini, lagian Yuuri juga udah besar bisa pulang sendiri" protes Arkan.


"Kamu gimana sih, masa calon istrinya di biarkan pulang sendiri dan sekarang itu sudah malam nak" gerutu mami kesal dengan anaknya.


"Udah... gak apa mami, Yuuri bisa pulang sendirian kok" sambung Yuuri menengahi.


"Enggak... gak boleh dan gak bisa, Arkan harus antarkan kamu pulang" ucap mami kekeuh.


"Tapi mi, Yuuri bukan siapa siapa bagi Arkan" ucap Arkan.


"Siapa bilang... dia calon istri kamu, menantu Mami" ucap mami sinis menatap tajam anaknya.


"Mami... Arkan sudah bilang gak mau_" Arkan.


"Ya sudah... pergi sana tinggalkan mami, jangan pernah temuin mami lagi, mami akan segera menyusul papi ke London" ancam mami menakut nakuti anaknya.


Setelah mendengar ucapan maminya Arkan langsung memeluk maminya dengan erat.


"Arkan janji akan menuruti mami, tapi mami jangan bicara seperti tadi lagi dan mami harus segera pulih" ucap Arkan sembari memeluk erat maminya.


Mami merasa menang ketika Arkan memeluk erat dirinya dan dan berjanji akan menurutinya.


"Baiklah mami berjanji, tapi kamu juga harus tepati janji kamu" ucap mami sembari mengelus punggung anaknya.


"Arkan janji mi" ucap Arkan sembari melepaskan pelukannya.


"Setelah menikah beri mami banyak cucu uang lucu lucu ya" ucap mami dengan senyum menghiasi wajah cantiknya yang belum pudar di usia sekarang.


"Iya mami ku sayang" jawab Arkan.


Yuuri menunjukkan kepalanya ketika mendengar bahwa mami meminta banyak cucu dari mereka.


Bagaimana aku bisa punya anak kalau aku menikah tanpa cinta ( gumam Yuuri dalam hati setelah mendengar ucapan mami).


"Udah sana, antar menantu mami pulang dengan selamat sampai ke tujuannya" ucap mami.


"Iya mami" jawab Arkan.


"Mami... Yuuri pamit pulang dulu ya, nanti Yuuri balik lagi" ucap Yuuri sembari menundukkan kepalanya memberi hormat pada mami.


" Iya sayang hati hati di jalan ya nak dan kamu harus jaga menantu mami baik baik" ucap mami menunjuk anaknya.


"Wa'alaikumsallam" jawab mami.


"Siap mami, Assalamualaikum" ucap Arkan lalu berlalu meninggalkan ruang inap maminya dan berjalan bersama Yuuri.


"Kamu boleh balik lagi kok kak jagain mami" ucap Yuuri sembari berjalan di sisi Arkan.


"Aku gak bisa mengabaikan perintah mami" ucap Arkan.


"Aku bisa pulang sendiri kok kak" ucap Yuuri.


"Habis itu aku yang di omelin mami habis habisan" gerutu Arkan.


"Ya sudah deh terserah kakak aja" ucap Yuuri pasrah karena gagal membujuk Arkan agar tidak mengantarkannya pulang.


"Boleh aku tanya sesuatu?" tanya Arkan meminta persetujuan Yuuri.


"Silahkan" Yuuri.


"Kenapa kamu mau ketika mami ingin kamu menjadi menantunya, bukannya kamu punya pacar?" tanya Arkan bingung.


"Aku... aku gak bisa jelasin sekarang kak, soal pacar... aku gak punya pacar" jawab Yuuri sembari menghela nafasnya yang terasa mencekam.


Bagaimana tidak, dia baru saja mengakhiri hubungannya dengan Vino, dan selang waktu beberapa jam dia harus harus menepati janjinya pada mami dan memulai hubungan baru.


Yuuri ingin sekali menolaknya, tapi apa daya dia merupakan orang yang tidak tega menyakiti orang lain di atas kesenangannya, Yuuri lebih memilih menyakiti dirinya sendiri agar orang orang di sekitarnya bahagia.


"Baiklah, gak usah di bahas sekarang jika kamu belum siap dan terimakasih sudah menolong mami ya" ucap Arkan tulus.


"Sama sama kak" jawab Yuuri.


Yuuri berjalan mengikuti Arkan menuju parkiran dimana mobil Arkan terparkir di sana.


"Silahkan masuk..." ucap Arkan sembari membuka pintu mobilnya untuk Yuuri.


Yuuri menatap tak percaya dengan perilaku manis Arkan.


"Mau masuk atau masih betah disini?" tanya Arkan.


"Iya kak" jawab Yuuri cepat lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam mobil Arkan.


Setelah menutup kembali pintu mobil di sisi Yuuri Arkan pun berlalu menyusul masuk ke dalam kemudi mobilnya.


Yuuri nampak kesusahan memasangkan seatbeltnya, Arkan yang memperhatikan Yuuri langsung membantu memasangkannya.


Yuuri yang kaget dengan perlakuan manis Arkan yang kedua kalinya memundurkan diri dan menahan dirinya di senderan jok mobil.


"Udah" ucap Arkan yang menyadarkan lamunan Yuuri.


"Terimakasih kak" ucap Yuuri.


Arkan tidak menjawab ucapan Yuuri, dia langsung menyalakan mesin mobilnya.


Setelah Yuuri menyebutkan alamat tujuannya Arkan langsung memutar kan kemudinya menuju tempat tinggal Yuuri.


"Kamu ada janji apa?" tanya Arkan kepo.


"Adik sepupu saya dan temannya minta di antarkan ke bandara malam ini" jawab Yuuri.


"Mau saya antarkan?" tanya Arkan menawarkan diri.


"Gini aja ya, karena aku gak mau di omelin mami kalau dia tau kamu pergi ke bandara antar saudara kamu dan pulangnya pasti sendiri kan" ucap Arkan sembari menatap Yuuri sekilas.


"Iya kak" jawab Yuuri bingung sembari mengangguk kepalanya.


"Gimana kalau aku ikutin kamu ke bandara_" Arkan.


"Kakak mau ngapain ngikutin aku ke bandara?" tanya Yuuri bingung dan memotong ucapan Arkan.


"Bisa gak kalau aku lagi ngomong gak main di potong gitu aja" kesal Arkan karena Yuuri memotong pembicaraannya yang belum dia selesaikan.


"Maaf" ucap Yuuri sembari menunduk kepalanya karena merasa bersalah.


"Hm... gak apa, setelah kamu mengantar saudara kamu ke bandara kamu balik sama aku biar mami tenang kamu selamat sampai di rumah" ucap Arkan meneruskan ucapannya yang terpotong.


"Gak usah kak, gak apa kok" ucap Yuuri berusaha menolak.


"Aku telpon mami ya, biar mami gak nyalahin aku" ucap Arkan yang masih fokus dengan mengemudikan mobilnya.


"Iya... iya deh... aku gak mau mami banyak pikiran, lagian mami juga butuh banyak istirahat" ujar Yuuri.


"Iya, gak di telpon" ucap Arkan.


Yuuri menghembuskan nafasnya merasa lega mendengarnya.


Setelah sampai di depan gerbang rumah, Yuuri turun dari mobil Arkan dan mereka pun memulai rencananya, agar Fahira dan yang lainnya gak tau tentang masalah yang melanda Yuuri.


"Kakak..." teriak Fahira dan langsung menghampiri Yuuri yang memasuki rumah.


"Ada apa Fahira?" tanya Yuuri bingung.


"Kakak kenapa lama banget, katanya tadi udah jalan pulang, dan sekarang udah jam segini baru nyampai" gerutu Fahira.


"Iya, kamu dari mana aja sih Yuuri?" sambung Ocha yang ikutan bertanya.


"Oh itu... aku tadi gak sengaja nolong orang kecelakaan" jawab Yuuri.


"Oh gitu... terus gimana?" tanya Ocha lagi.


"Enggak yang gimana gimana, Alhamdulillah orangnya selamat" jawab Yuuri.


Malahan aku sampai di jadiin calon mantu karena udah nolongin ibu itu, selamat banget kan (gerutu Yuuri dalam hati).


"Ya udah deh... jalan sekarang yuk kak, takut telat nanti" ucap Fahira.


"Iya tunggu bentar ya, taksi onlinenya udah kakak pesan kok" ucap Yuuri.


setelah selesai menyiapkan barang barangnya, taksi onlinenya juga datang.


"Nona pesan taksi online?" tanya mbak Jum.


"Iya mbak, udah datang ya?" tanya Yuuri balik.


"Iya nona, taksi online nya sudah nunggu di depan.


Mereka semua pun keluar dari rumah dengan membawa barang bawaannya.


"Dengan mbak Yuuri?" tanya sopir taksi online.


"Iya saya mas" jawab Yuuri.


"Ke bandara ya?" tanya sopir taksi online.


"Iya mas" jawab Yuuri.


Sopir taksi itu pun mulai membantu meletakkan barang barang di bagasi mobil, lalu mulai melaju menuju bandara.


Setelah sampai di bandara Yuuri mengantar Fahira, Ocha, Daffa dan Kenzi menuju pintu keberangkatan.


"Save flight semoga selamat sampai tujuan ya" ucap Yuuri.


"Terimakasih kasih kak" ucap Yuuri sembari memeluk erat tubuh kakaknya.


"Jaga diri kamu baik baik ya" bisik Yuuri di telinga Fahira.


Fahira hanya mengangguk kepalanya sembari menangis karena akan berpisah lagi dari Yuuri, setelah melepaskan pelukannya, kini giliran Ocha yang memeluk erat tubuh Yuuri.


"Maaf ya kita harus pergi ninggalin kamu" ucap Ocha yang juga ikutan menangis.


"Gak apa Ocha, semoga aku segera punya keponakan dari kamu ya" canda Yuuri.


"Aamiin..." ucap Ocha penuh harap.


"Tolong jaga Fahira ya, cubit aja kalau nakal" bisik Yuuri di telinga Ocha.


"Siap buk bos" ucap Ocha sembari melepaskan pelukannya.


"Kalian berdua kak... jagain adik dan sahabat aku dengan baik ya" ucap Yuuri sembari melempar senyum ke mereka berempat.


"Siap buk bos" ucap Daffa dan Kenzi kompak.


Setelah berpamitan mereka berempat pun masuk ke dalam bandara dan pergi meninggalkan Yuuri sendiri.


Nasibnya... sekarang aku sendiri lagi di tinggal sama mereka, sendiri lagi sendiri lagi... (gerutu Yuuri kesal).


Ketika Yuuri berbalik tubuhnya gak sengaja menabrak sopir taksi online yang tadi mengantar mereka.


*


*


*


Gimana kelanjutannya ya, kok Yuuri bisa nabrak sopir taksi online yang mengantar mereka tadi sih?


Pantau terus ya kalau mau tau jawabannya.


Happy reading readers ku tersayang.