
Mereka semua berkumpul di ruang keluarga dengan Kai yang selalu saja menempel pada uncle Vino nya bahkan Kau merasa sangat nyaman berada dalam pelukan sang uncle.
"Kakak tidak lanjut ke kantor?" tanya Yuuri karena biasanya sehabis makan siang Vino selalu melanjutkan kerjaannya di kantor.
Selama berada di New Zealand Vino jarang sekali makan di luar karena dia lebih nyaman makan di rumah yang sekarang di tempati Yuuri, Vino tidak tinggal serumah dengan Yuuri karena dia mengetahui bahwa Yuuri memiliki privasi begitu pula dirinya.
Karena alasan itulah yang membuat Vino tinggal di apartemen tapi di apartemen hanya Vino jadikan sebagai tempat nya untuk beristirahat ketika malam selebihnya dia akan sering berada di kantor dan berada di rumahnya yang sekarang di tempati Yuuri ketika akan menjelang sarapan, makan siang dan makan malam mereka layaknya seperti keluarga bahagia yang sempurna.
"Kakak tidak kembali karena sudah di bereskan oleh Ervin" jawab Vino sembari mengusap rambut lebat Kai yang tertidur di pelukannya.
"Kau jangan terlalu sering menyiksa Ervin kak kasian dia selalu kewalahan mengikuti aturan mu" gerutu Shira.
"Ya baiklah" jawab Vino singkat.
"Biar aku tidurkan Kai di kamar saja kak" sambung Yuuri yang tidak tega melihat Vino yang selalu di susahkan anaknya.
"Biarkan dia tidur pelukan ku, dia akan marah jika terbangun tidak dari pelukan ku" ucap Vino menghentikan pergerakan Yuuri.
Sikap aneh yang di miliki Kai ya ketika dia tidur di pangkuan seseorang maka ketika dia bangun dia juga harus melihat orang terkahir kali dia lihat ketika tidur jika tidak dia akan menangis tersedu sedu dan mengatakan jika semua orang jahat karena meninggalkan nya.
Karena sudah tau betul seperti apa Kai jadi Vino terus saja membiarkan Kai tidur di pangkuannya sampai nanti anak kecil yang tampan itu membuka matanya.
"Baiklah sekarang jelaskan padaku" titah Vino.
"Oke baiklah kak, jadi ketika restoran sudah sangat maju dan keuntungan nya sangat membuatku kaget akhirnya aku mulai meminta saran dari Shira dan Shira memberikan Yuuri masukan agar Yuuri bisa lebih memperdalam keahlian Yuuri di jurusan yang sama tapi di bidang lainnya, jadi Yuuri memilih untuk mengambil kelas khusus cake, pastry and bakery setelah Yuuri rasa cukup mapan dengan ilmu yang Yuuri pelajarin maka Yuuri mulai menginvestigasi ilmu dan modal yang Yuuri dapatkan dengan membuka cafe and pastry" Yuuri menjelaskan dengan sangat detail.
"Sejak kapan?" tanya Vino.
"Sejak 8 bulan yang lalu" jawab Yuuri nyengir.
"Dan bisa bisa menyembunyikan semuanya dari ku?" tanya Vino tak percaya.
"Ya karena aku pikir akan berusaha belajar mandiri tanpa campur tangan kakak" sambung Yuuri.
"Dan kau juga tidak menceritakan pada kakak" Vino menatap tajam adik nya yang ikut menyembunyikan nya.
"Kak ini semua keinginan kak Yuuri jdi Shira hanya membantunya agar dia bisa mandiri" jawab Shira.
"Lalu bagaimana perkembangannya?" tanya Vino antusias.
"Syukurlah sekarang usaha Yuuri semakin maju dan semakin di kenal bnyak orang kak" jawab Yuuri antusias.
"Oh ya apa kakak tidak tau bahwa kak Yuuri membangun restoran dan cafe di In...." celetuk Shira keceplosan dan langsung menutup mulutnya reflek.
"Maaf kak Yuuri keceplosan" Shira menatap sendu Yuuri karena sudah kelepasan bicara.
"Indonesia" tebak Vino.
"Benar kak" sambung Yuuri mantap padahal dalam lubuk hatinya paling dalam dia merasa sangat gugup dengan reaksi Vino.
"Lagi lagi ingin menutupi nya dari ku?" tanya Vino yang benar tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
"Oh my God kalian berdua benar benar ingin main petak umpat dengan kakak" gerutu Vino kesal.
"Bukan gitu kak" Yuuri.
"Lalu?" tanya Vino menahan emosinya.
"Yuuri baru melakukan pembangunannya dan belum membuka peresmian" jawab Yuuri jujur.
"Lalu kapan peresmian nya?" tanya Vino.
"2 Minggu lagi kak karena sekarang tinggal proses pengecatan terakhir hari ini lalu selanjutkan akan pengisian barang barang apa saja yang di butuhkan" jawab Yuuri jujur.
"Karena itulah Shira datang" sambung Shira.
"Maksudnya?" tanya Vino bingung.
"Shira datang untuk menjemput kak Yuuri dan Kai kembali ke Indonesia" sambung Shira tersenyum.
Yuuri langsung menepuk jidatnya dan bernafas dengan berat ketika Shira telah berhasil membeberkan semua rencananya.
"Iya kak dan kau jangan khawatir kak Yuuri aman bersama Shira" ucap Shira dengan santai.
"Lalu bagaimana dengan usaha mu di sini?" tanya Vino.
"Akan di tangani oleh orang kepercayaan Yuuri kak" jawab Yuuri.
"Baiklah jika itu sudah menjadi keputusan mu kakak hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk mu dan juga Kai kesayangan ku ini" ucap Vino pasrah lalu mencium pipi Kai dengan gemas.
"Terimakasih pengertian nya kak" sambung Yuuri.
"Uncle akan sangat merindukanmu boy" Vino mengusap rambut Kai.
Yuuri yang melihat Vino dengan sangat tulus menyayangi Kai mengembangkan senyumnya dia merasa walaupun Kai tidak bersama Dady nya tapi Kai merasakan kasih sayang yang sangat utuh yang di berikan oleh Vino dan Shira.
"Apa kakak mendukung ku?" tanya Yuuri.
"Tentu saja apapun keputusan yang kau buat kakak selalu berharap itu yang paling terbaik untuk mu dan terutama Kai" ucap Vino tulus.
"Sekali lagi terimakasih kakak sudah selalu ada untuk ku dan Kai" ucap Yuuri tulus.
"Hei apa yang kau katakan... kakak sangat menyayangi kalian" sambung Vino yang tidak suka jika Yuuri mengucapkan terimakasih berkali kali.
"Tapi tetap saja aku harus banyak berterimakasih dengan kakak" sambung Yuuri.
"Baiklah baiklah jadi kapan kalian akan kembali ke Indonesia?" tanya Vino.
"Belum tau kak" jawab Yuuri.
"Bagaimana jika besok?" tanya Shira memberi ide gila nya.
"Anak kecil apa kau tidak lelah bukankah kau baru sampai tadi" gerutu Vino.
"Aku bukan anak kecil dan apa itu lelah aku ini masih sangat muda untuk merasakan lelah" sungut Shira.
"Shira kamu baru saja sampai sayang" sambung Yuuri menatap lembut Shira.
"Tenang saja kak kedatangan ku kesini karena memang menjemput kau dan Kai jadi bukan untuk liburan, lebih cepat lebih baik" sahut Shira.
"Baiklah jika itu mau mu kita berangkat besok" lanjut Yuuri setuju.
"Bagaimana dengan Kai?" tanya Vino.
"Aku akan memberikan nya pengertian kak" jawab Yuuri tersenyum.
"Lalu dengan apa kalian kembali" ucap Vino penasaran.
"Tentu saja dengan jet pribadi keluarga" sambung Shira santai.
"Itu sudah pasti karena kau tidak pernah mau pergi dengan pesawat biasa" gerutu Vino yang tau sekali dengan tabiat sang adik yang sangat menyukai kemewahan.
Tapi meskipun sifatnya yang yang suka kemewahan dia tidak pernah merendahkan orang bahkan dia tergolong wanita dermawan yang sering terlibat aksi sosial di kampusnya dan Shira juga mempunyai yayasan sosial sendiri untuk membantu orang orang yang kurang mampu mengenai ekonomi dan pendidikan.
"Sudahlah ayo kak Shira bantu kakak mengemasi barang barang yang akan kakak bawa besok" sambung Shira yang malas berdebat dengan Vino.
"Iya sebentar lagi saja Shira" sambung Yuuri tersenyum.
"Oh ya dari tadi kita sangat berisik menurutku tapi kenapa Kai tidak pernah terusik kak?" tanya Shira.
"Begitulah Kai ketika dia tidur dia akan merasa sangat nyaman sampai nanti tidurnya puas dia akan bangun dengan sendirinya" jawab Yuuri tersenyum memperhatikan betapa manisnya putra kesayangannya itu.
*
*
*
Happy reading readers 🤗🤗🤗
dukungannya dong jangan lupa readers 😉