
Setelah pertemuan nya dengan Dhini berakhir, Yuuri segera pergi untuk mencari oleh oleh yang akan dia bagikan untuk keluarga saat pulang nanti malam.
Setelah selesai dengan berbagai macam belanjaan akhirnya Yuuri memutuskan untuk segera kembali ke rumah dan segera bersiap karena hari sudah sangat sore hari ini.
🌺🌺🌺
Bandara...
Tempat dimana Yuuri bertemu kembali dengan Vino tanpa sengaja dan juga tempat dia pertama kali bertemu dengan Arkan yang merupakan calon suami dadakannya, walaupun sebenarnya dia sangat ingin sekali membatalkan rencana mami tapi apa daya jika dia mempunyai hati yang sangat mudah merasa simpati dengan orang lain dan tak jarang dia juga sering mengedepankan kebahagian orang lain dari pada kebahagiaan dirinya sendiri.
Setelah sekian lama aku tidak pulang, akhirnya aku akan segera pulang juga sekarang, walaupun aku tidak tau apa alasan ibu meminta ku untuk pulang (gumam Yuuri sembari berjalan ke ruang tunggu bandara).
Yuuri langsung mencari tempat kosong untuk duduk menunggu dan segera meraih ponselnya dan memainkannya untuk mengusir kejenuhan.
"Permisi mbak, boleh saya duduk di sini?" tanya seorang wanita kepada Yuuri.
"Oh iya silahkan mbak" jawab Yuuri menggeser sedikit duduknya.
"Terimakasih" ucap wanita itu.
"Mau kemana mbak?" tanya Yuuri setelah wanita itu duduk di sebelahnya.
"Bangka Belitung, mbak sendiri?" tanya wanita itu balik.
"Oh ternyata kita ke tujuan yang sama" jawab Yuuri.
"Kenalin mbak saya Leni Julian" ucap wanita yang bernama Leni yang sedang mengenakan hijab berwarna coklat susu itu sembari menyodorkan tangannya mengajak berkenalan.
"Oh iya mbak, saya Yuuri" ucap Yuuri sembari menyambut tangan Leni.
"Senang berkenalan dengan mu Yuuri" ucap Leni tersenyum kepada Yuuri.
"Saya juga senang berkenalan dengan anda nona Leni" ucap Yuuri tersenyum hangat.
"Aduh... jangan di panggil nona, Leni saja" ucap Leni sembari tertawa terbahak bahak mendengar Yuuri memanggil namanya dengan tambahan nona.
"Hahaha... iya iya, Leni aja ya" ucap Yuuri yang juga ikut tertawa mendengar Leni yang tertawa.
Setelah menunggu dengan di iringi perbincangan antara Yuuri dan Leni, akhirnya waktu untuk penerbangan datang juga dan mereka berdua langsung bersiap untuk masuk ke dalam pesawat yang kebetulan tempat duduk mereka berdua bersebelahan.
Mereka berdua melanjutkan perbincangan nya ketika di dalam pesawat dan berakhir ketika mereka akan berpisah karena di jemput oleh keluarga masing masing tapi karena terlalu asik bercerita mereka berdua sampai lupa untuk bertukar nomor ponsel agar bisa kembali bercerita.
Setelah Yuuri di jemput oleh abangnya di Bandara, mereka langsung pulang kembali ke rumah ibu Rita, rumah yang cukup lama di tinggalkan Yuuri tapi anehnya rumah itu sangat ramai ketika mereka sudah sampai di halaman depan rumah ibu Rita.
"Bang, ini kenapa rumah ibu jadi ramai begini ya?" tanya Yuuri bingung.
Karena tidak biasanya rumah orang tuanya ramai jika tidak ada acara.
"Lagi ada acara sebentar lagi" jawab Abang Aga, Abang kandung Yuuri.
"Emangnya lagi ada acara apa sih di dalam?" tanya Yuuri lagi bingung.
"Nanti juga kamu bakalan tau kok dek" jawab bang Aga.
Bang Aga langsung keluar dari dalam mobil dan meminta bantuan dari beberapa orang saudara sepupu laki lakinya untuk membantu membawakan barang bawaan dari Yuuri.
"Ayo masuk dek, ngapain bengong di sini" ucap bang Aga yang melihat adiknya berdiam diri di sisi mobil tanpa berniat masuk ke dalam rumah.
Kenapa perasaan aku jadi gak enak gini ya, ada acara apa sebenarnya di dalam itu dan kenapa ibu ngotot banget buat aku segera pulang, aduh... ada apa ini sebenarnya sih (gumam Yuuri dalam hati yang ragu untuk melangkah masuk ke dalam rumah ibu Rita).
Ini si adek kenapa lagi gak masuk masuk, malah asik bengong di sini (gerutu Aga dalam hati).
"Ah... ya, iya kak" ucap Yuuri gelagapan karena ketahuan bengong.
"Lagi mikirin apaan sih?" tanya Aga pada adiknya.
"Gak ada kok bang" jawab Yuuri berbohong.
Mereka berdua pun langsung berjalan masuk ke dalam rumah yang sudah ramai.
"Assalamualaikum..." ucap Yuuri dan Aga bersamaan.
"Wa'alaikumsallam..." jawab semua orang yang sedang berkumpul di ruang tamu rumah ibunya.
Tapi betapa kagetnya Yuuri ketika melihat seseorang yang sangat dia kenal ada di kerumunan keluarga besarnya.
Kenapa bisa tau rumah keluarga aku? (tanya Yuuri dalam hati).
Ibu yang melihat putrinya sudah datang bersama abangnya langsung menghampiri keduanya dan memeluk erat tubuh putri kesayangannya yang sudah lama tidak di jumpai nya.
"Sebentar ya semuanya, saya mau bawa Yuuri bersiap dulu" ucap ibu Rita sembari membawa Yuuri kembali ke kamarnya untuk segera bersiap siap.
Setelah Yuuri dan ibu Rita sudah masuk ke dalam kamar Yuuri, bang Aga langsung kembali kepada istri dan anaknya yang sudah menunggu kedatangannya dengan Yuuri dari tadi.
"Ibu ini sebenarnya ada apa sih?" tanya Yuuri bingung.
"Kamu bertanya ada apa, kamu kenapa gak bilang ibu sudah punya calon suami" gerutu ibu yang juga ikut merasa kesal dengan kelakuan anaknya.
"Maksud ibu apa?" tanya Yuuri yang masih tidak paham.
"Calon suami kamu dan keluarga nya datang menemui ibu, ibu gak bakal pernah tau kalau kamu bakalan menikah secepatnya ini" jawab ibu.
"Apa? menikah?" Yuuri langsung terduduk lemas mendengar ucapan sang ibu.
Apa ucapan mami untuk meminta aku dan kak Arkan segera menikah itu gak main main (ucap Yuuri dalam hati).
Ibu merasa heran dengan kelakuan putri bungsunya yang seperti tidak tau apa apa begini.
Kenapa dengan gadis manja ku ini, bukannya dia sendiri yang menginginkan pernikahan ini, tapi kenapa dia terkejut mendengarnya (ucap ibu bingung dengan gadis manjanya).
"Ayo cepat kamu bersiap sana, kamu bisa make up sendiri kan dan itu baju buat kalian tunangan" ucap ibu sembari menunjuk baju setelan dengan kain batik berwarna biru muda untuk acara malam ini.
Aku sudah terjebak dengan ucapan aku sendiri, aku juga tidak bisa membatalkannya karena akan membuat keluarga ku malu dan akan menyakiti mami Leya, jadi mau tidak mau aku harus melewati semua ini... jadi aku harus kuat menjalani semua ini (gumam Yuuri dalam hati).
Yuuri segera merias dirinya sendiri setelah membersihkan diri di kamar mandi dan setelah ibu keluar dari kamarnya dan segera memakai baju yang sudah di sediakan, setelah selesai mempersiapkan diri Yuuri segera keluar dari dalam kamar dan berjalan menuju tempat acara dengan senyum yang di paksakan.
Yuuri kamu bisa... kamu harus bisa Yuuri...
semuanya akan baik baik saja (gumam Yuuri dalam hati menguatkan diri sendiri).
*
*
*
Happy reading readers...
Salam manis dari author ya...