Breath Without Love

Breath Without Love
Ada apa dengan mami



Setelah sekitar 1 bulan Yuuri berada di rumah keluarga suami nya, sekarang tiba lah saat nya hari yang melelahkan apalagi kalau bukan hari resepsi pernikahan mereka yang di rayakan oleh kedua orang tua Arkan di sebuah hotel mewah yang ada di Jakarta, keluarga besar Yuuri juga sudah datang 2 hari yang lalu sebelum acaranya di langsungkan.


Jadi rumah keluarga besar Arkan sudah di penuhi keluarga Yuuri yang akan hadir di acara resepsi nanti.


"Mami, apa Yuuri bisa melepaskan hijab nya ketika nanti selesai acaranya?" tanya Yuuri perlahan.


"Bisa sayang" jawab mami Leya yang melihat Yuuri sedang di rias.


"Maksud Yuuri untuk sehari hari mam, Yuuri belum siap mengenakan hijab ini karena tanggung jawabnya besar mami" ucap Yuuri.


"Iya gak apa nak, mami gak pernah maksa kamu sayang tapi kamu bisa mengenakannya ketika nanti kamu sudah siap nak" ucap mami Leya.


"Iya mam, terimakasih mam atas pengertiannya tapi bagaimana dengan kak Arkan?" tanya Yuuri bingung.


"kamu bisa mengatakan padanya dengan perlahan sayang, mami yakin anak mami akan memahaminya" jawab mami Leya tersenyum.


Acara resepsi akan segera di mulai di ballroom hotel yang sudah di dekorasi dengan sangat indah, Yuuri berjalan dengan di bantu beberapa bridesmaids menuju tempat acara.


Yuuri nampak sangat cantik dan anggun berjalan menuju suaminya dengan di temani wanita cantik yang sangat manis di sisinya siapa lagi kalau bukan Zia, keponakan tersayang nya yang selalu ada untuk nya.


"Ami you look so beautiful" ucap Zia.


"Thank you so much princess, you are more beautiful than me" ucap Yuuri tersenyum sembari terus berjalan menuju suaminya.


"Zia always beautiful" ucap Zia dengan senyum cerah di wajah manisnya.


Acara berjalan dengan lancar dan sangat baik apalagi semua keluarga dan tamu nampak sangat senang dan berbahagia berkumpul bersama, keluarga Yuuri hanya akan menetap selama 1 Minggu saja di Jakarta karena mereka mempunyai kesibukan nya masing masing yang harus di kerjakan.


🌺🌺🌺


Setelah beberapa bulan Yuuri beradaptasi di kediaman keluarga Ontario, membuatnya banyak mempelajari banyak hal yang belum di ketahui sebelumnya apalagi sekarang masa magang nya telah selesai dan malam ini menjadi malam terakhir nya berada di hotel yang sudah mengizinkannya magang.


Malam ini seluruh staf berkumpul untuk merayakan malam perpisahan bagi anak magang, termasuk pemilik hotel yang akan datang bersama istrinya.


"Sayang apa kamu harus ikut malam perpisahan ini?" tanya Arkan yang sebenarnya enggan untuk hadir, tapi demi istrinya dia harus ikut menemani istri tercinta nya.


"Temani Yuuri sayang" rengek Yuuri agar suaminya mau menemaninya.


"Iya di temani sayang" ucap Arkan membuat Yuuri tersenyum.


Yuuri bergegas mencari dress dan menemukan sebuah dress sebatas lutut yang sedikit terbuka berwarna dusty pink yang sangat indah, lalu mencobanya di ruang ganti.


"Sayang bagaimana?" tanya Yuuri pada suaminya tentang penampilan nya menggunakan dress itu.


Arkan kaget melihat penampilan istri nya yang menurut nya sangat seksi.


"No... ganti pakaian nya" titah Arkan.


Dia tidak akan rela jika banyak mata yang memandang kecantikan istri nya.


Dengan menghela nafas kasar Yuuri kembali mencari pakaian yang lebih sopan dan kembali mencoba nya dan menanyakan kembali pada suaminya.


"Bagaimana dengan ini?" tanya Yuuri.


"Boleh sayang" Jawab Arkan ketika melihat istrinya mengenakan dress selutut berwarna abu abu muda dengan brokat lengan panjang.


Yuuri kembali mencari pakaian untuk suaminya dan meletakkan nya di tempat tidur, lalu mulai merias diri dengan riasan tipis dan sederhana dan rambutnya di biarkan terurai dan mengenakan pita berwarna hitam di sisi kirinya.


Arkan yang melihat istrinya selesai merapikan dirinya menghampiri dengan perlahan dan memeluknya dari belakang.


"Istri Arkan ini sungguh cantik dan mempesona" ucap Arkan sembari mencium tengkuk istri nya menghirup harum istrinya.


"Sayang bikin kaget aja, Yuuri kan cantik karena ada suami yang tampan ini" ucap Yuuri menatap suaminya dari cermin yang ada di hadapannya.


"Minta sekarang boleh?" tanya Arkan sedikit menggoda.


"Gimana sih, ini sebentar lagi kita mau pergi loh sayang" gerutu Yuuri sedikit kesal.


"Baiklah tidak sekarang tapi setidaknya ada hadiah yang akan aku dapatkan" ucap Arkan mengulum senyum.


"Nanti akan Yuuri berikan, tapi sekarang bersiaplah sayang aku tidak mau kita terlambat" ucap Yuuri.


Arkan langsung melepaskan pelukannya dan bersiap siap agar istrinya tidak bertambah kesal padanya.


Setelah selesai mereka berdua akan keluar dari kamar namun Yuuri menarik lengan suaminya membuat Arkan berhenti dan menatap istrinya.


"Yuuri melupakan sesuatu sayang" ujar Yuuri teringat sesuatu.


"Apa?" tanya Arkan bingung.


Yuuri segera berjinjit dan mengecup bibir suaminya sekilas Arkan sedikit kaget ulah istri nya karena Yuuri tidak pernah begini sebelumnya dan ketika Yuuri hendak melepaskan ciumannya Arkan menekan pinggang Yuuri dan menahan tengkuk Yuuri agar tidak menjauh dan malah memperdalam ciumannya dan melepaskan nya di saat keduanya kehabisan oksigen.


"Menyebalkan" gerutu Yuuri karena dia hampir saja kehilangan nyawa karena ulah suaminya.


"Terimakasih hadiahnya sayang" ucap Arkan mengucap bibir istrinya yang sedikit bengkak karena ulahnya.


"Yuuri hampir meregang nyawa sayang" ucap Yuuri.


"Maaf sayang, ayo kita pergi sekarang" ucap Arkan agar Yuuri tidak lagi berfokus pada kejadian tadi.


Mereka berjalan bersama keluar kamar dan mulai menuruni anak tangga menuju depan rumah.


"Mami papi dan Allura kapan akan kembali sayang?" tanya Yuuri ketika mereka sudah berada di dalam mobil.


"Bulan depan sayang" ucap Arkan sembari mengemudi mobilnya.


Arkan sengaja menyetir sendiri karena dia tidak ingin ada orang lain ketika Yuuri sedang bersama nya.


"Lama sekali" ucap Yuuri.


"Rindu mami?" tanya Arkan memastikan.


"Tentu saja Yuuri rindu mami" Yuuri.


"Video call sama mami mau sayang?" tanya Arkan pada istrinya.


"Telpon papi aja kak, atau Lura deh" ucap Yuuri.


"Kenapa gak langsung ke mami sayang?" tanya Arkan.


"Takut mami sibuk suami ku tersayang" jawab Yuuri sedikit gugup.


"Mami sibuk apa sayang?" tanya Arkan bingung.


Arkan sedikit bingung mendengar penuturan istrinya karena menurut Arkan selama ini mami nya hanya selalu saja mengurusi kehidupan anak anak nya dan suaminya.


"Itu sayang, maksud Yuuri mngkin mami lagi pada ngumpul ke teman teman nya jadi gak enak nanti sayang" ucap Yuuri.


"Iya kamu benar sih sayang, mami emang suka kumpul kumpul hanya untuk sekedar bertukar cerita dengan temannya atau pergi jalan jalan" Arkan.


"Nah itu maksud Yuuri sayang" Yuuri.


"Okay kita telpon Allura saja, kalau papi takut nya juga sibuk" ucap Arkan mencari nomor adik nya.


Setelah mendapatkan nomor adiknya, Arkan sangat kaget mendengar bahwa mami nya tidak berada di London, melainkan sedang berada di Amerika sejak 1 Minggu yang lalu.


"Ada apa sayang, kenapa wajahnya pucat gitu" ucap Yuuri menyadari perubahan wajah suaminya.


"Sayang kenapa mami ke Amerika gak kasih tahu kita, padahal dulu mami akan selalu mengabari kemana pun dia pergi ke tempat yang jauh atau pun dekat sekalipun" ucap Arkan yang sudah mematikan panggilan telpon nya.


"Mungkin mami lagi mau me time sayang" ucap Yuuri mengalihkan rasa curiga Arkan.


"Gak mungkin sayang, mami gak seperti ini sebelumnya" gerutu Arkan.


"Sayang bisa aja kan" Yuuri.


"Ada yang aneh sama mami, ada apa dengan mami?" tanya Arkan bingung.


*


*


*


Hai readers tersayang, terimakasih dukungan nya selama ini ya, Aera sangat sangat berterimakasih karena sudah di beri kesempatan untuk berkarya.


selamat menikmati karya author ya


jangan lupa juga buat selalu support author ya