Breath Without Love

Breath Without Love
Kaizo Abrisam



5 tahun kemudian


"Momy...." teriak anak kecil laki laki yang berlari menghampiri Yuuri.


"Ada apa sayang?" tanya Yuuri gemas melihat anak kecil yang selalu berhasil mengembangkan senyum nya.


"Momy do you miss me?" tanya anak kecil itu.


"Pertanyaan seperti apa itu sayang, momy sangat merindukan mu Kai" jawab momy nya yang sudah mensejajarkan tinggi dengan anak laki laki itu.


"Kai juga sangat merindukan momy jadi tolong berhentilah terlalu sibuk" gerutu kai yang sangat kesal setiap kali momy nya terasa sangat sibuk.


"Kaizo Abrisam apa yang kau inginkan nak?" tanya Yuuri tersenyum menatap anaknya.


Kaizo Abrisam anak semata wayang Yuuri yang sudah berumur 4 tahun, anak laki laki tampan dan sangatlah mirip dengan Dady nya yang selama ini lahir dan di besarkan oleh Yuuri dan Vino tapi Yuuri tidak memperkenalkan Vino sebagai Dady melainkan uncle nya.


Tapi setiap kali Kai bertanya dimana Dady Yuuri hanya diam dan tidak pernah menjawab apapun, sampai akhirnya Vino yang sangat tidak tega melihat Yuuri bersedih datang menghampiri Kai dan memberi pengertian bahwa Kai jangan lagi menanyakan keberadaan Dady nya karena itu akan sangat membuat momy nya bersedih.


Kai yang tidak ingin momy nya bersedih mulai saat itu tidak pernah bertanya lagi di mana Dady nya karena Kai sangat menyayangi momy nya lebih dari apapun di dunia ini, Kai memang anak kecil yang masih berusia 4 tahun tapi pemikirannya sungguh sangat dewasa ya bisa di katakan jika Kai dewasa sebelum waktu nya.


"Momy Kai hanya ingin momy meluangkan banyak waktu untuk Kai" ucap Kai menatap lekat bola mata momy nya.


"Maafkan momy sayang momy terlalu sibuk di restoran sehingga terkadang momy melupakan mu tapi percayalah momy sangat menyayangi mu Kai" ucap Yuuri mengelus pipi imut yang anak yang bertingkat bak orang dewasa.


"Kai tau momy menyayangi Kai" Kai memeluk erat tubuh sang momy yang sangat cantik dan masih muda.


Yuuri membalas pelukan sang putra dengan sangat haru.


"Apakah tidak ada yang mau memelukku?" tanya seorang gadis cantik yang sudah berdiri di depan ibuk dan anak itu.


Kai yang mendengar suara seorang yang sangat dia kenal melepaskan pelukan momy nya dan melihat ke sumber suara.


"Aunty.... Kai sangat merindukanmu" ucap Kai sembari berlari dan memeluk erat sang aunty.


"Hai boy... kau bertambah besar dan kuat sekarang" gerutu Shira sembari melepaskan pelukannya dan memperhatikan tubuh Kai.


Shira sering ke New Zealand hanya karena merindukan Yuuri dan Kai yang sudah dia anggap seperti keponakan nya sendiri.


"Tentu saja karena momy selalu berada di samping ku dan memberikanku makanan yang berkualitas apalagi masakan momy sangat enak" ucap Kai tersenyum.


Yuuri hanya bisa tersenyum menimpali Shira dan Kau yang sangat akur apalagi mereka berdua saling menyayangi.


"Kenapa kesini tidak bilang ke kakak Shira?" tanya Yuuri menimpali Shira dan Kai.


"Aku merindukan kakak dan Kai jadi aku membuat kejutan kak" Shira memeluk Yuuri.


"Kamu selalu saja datang dadakan" gerutu Yuuri lalu mereka melepaskan pelukannya.


"Kakak bisa saja" Shira tersenyum.


"Ya sudah ayo kita masuk" ucap Yuuri.


"Ya aunty ayo masuk" sambung Kai sembari menari narik tangan Shira.


"Baiklah baiklah sayang" ucap Shira yang tersenyum karena Kai sangat antusias dengan kedatangan nya.


"Kai hati hati sayang nanti kau dan aunty bisa jatuh" ucap Yuuri sembari menggeleng geleng kan kepala dengan kelakuan putra semata wayang nya.


"Yeah momy tenang saja" sahut Kai melancarkan aksinya.


Setelah mereka semua masuk dan duduk di ruang keluarga berkumpul dan asik mengobrol dan bercanda bersama.


"Nyonya makan siang sudah siap apa mau di sajikan sekarang?" tanya bik Lin.


"Tunggu sebentar lagi ya bik, tunggu kak Vino datang" ucap Yuuri.


"Ayo sayang kita makan aku sangat lapar" sambung Vino yang mulai masuk ke dalam rumah.


"Aunty kau sudah besar masih saja manja dengan uncle Vino" gerutu Kai menatap Yuuri dengan tatapan horor nya.


"Hai boy kau iri padaku?" tanya Shira melepaskan pelukannya dan menahan tawanya.


"Tentu saja tidak, siapa bilang aku iri pada aunty" sambung Kai.


"Uncle kau tidak berniat menggendong ku lagi?" tanya Kai serius.


"Oh ayolah kemari boy" ucap Vino menghampiri Kai dengan wajah yang sudah di tekuk.


Kai langsung naik kedalam gendongan Vino.


"Kai kau akan cepat tua dan berkeriput jika terus terus selalu marah dan mengomel" sambung Yuuri menahan tawa nya melihat tingkah laku putranya.


"Oh momy... lihatlah uncle momy bahkan sekarang mengatakan aku tua dan keriput" gerutu Kai mengadu pada uncle nya.


"Kak anak mu sangat luar biasa wow..." sambung Shira tersenyum.


"Aku sudah lapar apa kalian hanya akan berbincang" gerutu Vino mengakhiri perdebatannya.


"Ayo sayang turun sini kita makan kasian uncle pasti lelah" ucap Yuuri ingin mengambil Kai.


"No momy sekarang kita kemusuhan jadi Kai hanya ingin makan bersama uncle" ucap Kai tegas.


"What kemusuhan?" pekik Shira kaget.


"Oh ayolah sayang apa kau akan selalu kemusuhan dengan momy?" tanya Yuuri lembut.


"Aku tidak tau momy kita lihat saja nanti" jawab Kai.


"Baiklah kau makan bersama uncle sekarang dan tidak akan ada seorang pun yang bisa memisahkan kita" sambung Vino.


"Okay... ayo kita makan sekarang" ucap Yuuri.


Bik yang sudah dari tadi memperhatikan majikannya bercengkrama dari tadi langsung mulai menyiapkan makanan nya karena tuan mereka sudah datang.


Yuuri sangat keibuan dia melayani Vino, Kai bahkan Shira ketika akan makan, mengambilkan makanan apa saja yang mereka inginkan sesuai selera mereka masing masing.


"Apa restoran mu ramai sayang?" tanya Vino ketika Yuuri mulai duduk.


"Syukurlah kak sangat ramai" jawab Yuuri tersenyum.


"Bagaimana dengan cafe dan toko bakery nya kak?" tanya Shira antusias.


"What kau tidak mengatakan apapun ingin membuka cafe dan toko bakery sayang?" tanya Vino yang kaget karena secara diam diam Yuuri mulai merambat kan usaha nya ke cafe and bakery.


"Karena kesibukan momy itu lah Kai kesal dengan momy uncle" sambung Kai.


"Maafkan momy sayang" sambung Yuuri.


"Ya ya ya baiklah karena aku anak baik aku akan selalu memaafkan momy" ucap Kai.


"Nanti aku ceritakan kak, selesai kan lah dulu makan nya" sambung Yuuri.


Mereka bertiga makan dengan sangat lahap apalagi masakan ini tidak main main rasanya sangatlah lezat dan mantul.


*


*


*


Happy reading readers🤗🤗🤗...