Breath Without Love

Breath Without Love
Penyesalan Arkan



Setelah selesai menebus obatnya mereka berdua kembali ke hotel agar Yuuri bisa lebih lama beristirahat sebelum penerbangan selanjutnya.


"Istirahat lah" ucap Vino.


"Jangan kemana mana disini saja temani Yuuri" ucap Yuuri sendu.


"Kakak disini kok" Vino.


"Kak Yuuri takut" Yuuri.


"Takut kenapa?" tanya Vino bingung.


"Bagaimana jika keluarga Ontario menemukan Yuuri dan tau Yuuri punya anak dari kak Arkan" Yuuri.


"Dengerin kakak sampai kapanpun tidak akan ada seorang pun yang bisa memisahkan kamu dari anakmu" ucap Vino tegas.


"Tapi jika..." Yuuri.


"Nyawa kakak taruhannya jika itu terjadi" Vino menatap tajam Yuuri agar segera beristirahat.


"Sekarang beristirahat lah kakak yang akan menjaga mu sampai bayi nya lahir nanti" Vino meyakinkan Yuuri.


"Promise" Yuuri menyodorkan jari kelingkingnya untuk membuat kesepakatan seperti yang di lakukan Shira.


"Promise" Vino menyambutnya dengan tersenyum.


🌺🌺🌺


"Papi... papi..." teriak Arkan.


"Ada apa kamu berteriak" sambung papi Derriel.


"papi bantu Arkan" ucap Arkan panik.


"Tentang?" tanya papi.


"Tentang istri Arkan" jawab Arkan terlihat menyedihkan.


"Untuk apa bukankah kamu sudah mengusir nya" ucap papi.


"Papi... Arkan mohon bantu Arkan" Arkan memohon agar sang papi mau membantunya.


"Kamu harus lebih giat berusaha untuk mendapatkan kembali istrimu" ucap papi.


"Papi...." panggil Lura menghampiri papi dan dan kakaknya.


"Ada apa sayang?" tanya papi tersenyum menatap sang putri kesayangannya.


"Wait a minute... ada apa ini?" tanya Lura bingung menatap kakak nya yang terlihat kusam dan tak terurus.


"Lura... bantu kak cari tau tentang istri kakak" ucap Arkan menatap sang adik.


"What... kakak sudah mengusirnya dengan sangat tega, are you kidding me?" tanya Lura kesal.


Bagaimana dia tidak kesal kakak ipar kesayangan di usir dengan sangat tega oleh kakak nya sendiri di gelapnya malam.


"Kakak mohon bantu kakak" ucap Arkan memohon.


"Listen to me, sekali pun Lura tau di mana keberadaan kak Yuuri atau informasi sekecil apapun itu Lura tidak akan pernah memberitahukan pada kakak, kau sungguh laki laki kejam bahkan kakak sudah sangat menyakiti hati kak Yuuri dengan menghina nya sangat rendah and remember this... Lura kecewa sama kakak" gerutu Lura mengeluarkan semua kekesalannya pada sang kakak yang dia nilai sangat lah keterlaluan.


"Kakak tau kakak bersalah sudah menyakiti hati Yuuri tapi kakak mohon tolong bantu kakak cari Yuuri, Lura... papi..." detik berikutnya air mata tiba tiba menetes membasahi pipi Arkan.


"Tell me kenapa kakak ingin tau tentang kak Yuuri" ucap Lura.


Mode flashback on


Arkan duduk di sebuah kafe yang tenang dan mulai menyibukkan diri nya dengan beberapa email yang masuk tentang pekerjaan nya lalu tiba tiba seseorang duduk menghampiri nya.


"Morning... pagi sekali kau sudah di sini" ucap Salsha.


Ya yang bertemu dengan Arkan itu Salsha dokter pribadi sang mama yang sekaligus merupakan sahabat Arkan ketika dia masih kecil seumuran Vino.


"Kenapa?" tanya Arkan ketus.


"Kenapa ketus sekali bukankah harus nya berbahagia ya" ucap Salsha bingung.


"Berbahagia atas apa? apa atas kepergian istriku yang sudah menyebabkan kematian mami.


"Biarkan dia pergi, aku sudah tidak perduli lagi" Arkan terlihat kesal.


"Kamu tega membiarkan seorang istri yang sedang mengandung anak mu pergi seorang diri" gerutu Salsha kesal.


"Gak lucu bercandanya, lagian sepertinya dia tidak bisa hamil" ketus Arkan mengingat Yuuri tidak juga mengandung.


"No no no... aku gak bercanda Arkan istrimu mengandung dan papi kamu tau tentang ini" ucap Salsha serius.


"Kamu serius?" tanya Arkan terlihat terkejut dengan berita yang dia dengar.


"Ketika itu papi kamu menelpon ku untuk ke rumah karena katanya menantunya pingsan tiba tiba dan di rumah itu hanya ada papi kamu dan asisten rumah tangga tapi yang tau hanya papi kamu sih, dan ketika itu kamu dan Lura sedang tidak ada di rumah" Salsha.


"Tapi kenapa papi gak bilang" Arkan terlihat mulai panik.


"Istri kamu kelelahan dan pingsan karena kurang istirahat tapi dia sih tidak tau kalau dia hamil karena waktu itu ketika aku pulang dia belum sadarkan diri dan mungkin karena papi kamu lupa kasih tau" Salsha.


Arkan yang mulai panik dan kesal karena sudah sangat tega pada Yuuri memutuskan segera menelpon Farel sang asisten untuk mencari tau keberadaan Yuuri.


Setelah menunggu satu jam Farel akhirnya menelpon kembali dan memberitahukan bahwa tidak ada jejak Yuuri di Jakarta.


"Kamu dimana sayang maafin karena sudah sangat tega dan kejam menyakitimu aku berjanji tidak akan pernah mengulangi nya lagi" lirih Arkan dalam hati.


"Aku pergi dulu terimakasih sudah memberitahu ku" Arkan bergegas pergi dari kafe setelah membayar pesanannya di kasir.


mode flashback of


"Papi kak Yuuri hamil?" tanya Lura.


"Iya sayang dan papi sengaja tidak memberitahu kan nya pada kalian" ucap papi.


"Kenapa Pi kenapa papi tidak memberitahu Arkan bahwa Yuuri sedang mengandung malam itu" gerutu Arkan.


"See... kamu menyesali perbuatan mu hanya karena kamu tau di rahim Yuuri ada anak kamu" papi Derriel.


"Maksud papi?" tanya Arkan bingung.


"Ini semua karena kamu kak, kamu gak tulus sayang sama kak Yuuri dan lihatlah hasilnya sekarang kak Yuuri tidak tau dimana dan kamu membiarkan nya seorang diri di usir di gelapnya malam, seorang bumil kak seorang diri" gerutu Lura.


"Ini semua kebodohan kakak tapi kakak berjanji tidak akan mengulanginya lagi" janji Arkan.


"Sekarang apa kakak tau dimana keberadaan kak Yuuri?" tanya Lura.


"Kakak sudah mengerahkan orang untuk mencari keberadaan Yuuri tapi sayangnya Yuuri sekarang sudah tidak berada di Jakarta" Arkan.


"Cari kak Yuuri sampai dapat" Lura.


"Sebelum kamu mencarinya kamu harus berubah menjadi lebih baik dulu" ucap papi.


"Apa papi tau dimana kak Yuuri?" tanya Lura.


"Papi tau di bersama seseorang tapi papi tidak tau dia dimana dan dengan siapa" ucap papi.


"Kamu harus cari tau sendiri dan berdoa lah agar istri kamu cepat di temukan" ucap papi lalu beranjak berjalan menuju ruang kerjanya.


"Lura..." Arkan.


"Cari dan temukan kakak ku dengan cepat ingat ada keponakan ku di dalam perutnya" ucap Lura lalu ikut pergi meninggalkan Arkan.


Arkan yang kesal dan frustrasi ikut pergi dan mengurung diri di dalam kamar.


"Ahhhh..... bodoh bodoh bodoh" teriak Arkan.


"Kenapa aku bisa sejahat ini pada istri ku sendiri bahkan aku menyakiti hatinya dengan sangat kejam" Arkan terduduk di lantai dan menangis seperti anak kecil.


"Maafkan aku Yuuri maafkan karena sudah sangat jahat pada mu dan maafkan Daddy sayang karena Daddy sangatlah kejam pada momy mu" Arkan.


*


*


*


Happy reading readers πŸ€—πŸ€—πŸ€—