
"Sayang aku gak akan melakukannya sekarang, tapi nanti ketika kita sudah menikah" ucap Vino.
"Syukurlah..." ucap Yuuri yang merasa lega.
"Sayang, aku boleh minta ciuman dari kamu gak?" tanya Vino memelas.
"Maaf sayang tapi aku gak bisa" ucap Yuuri.
Aku ingin sekali mencicipi seperti rasa kamu Yuuri, pasti manis sekali lihatlah betapa kamu sangat tersegel dengan rapat bahwa kamu belum pernah di sentuh siapapun (gumam Vino dalam hati).
"Tidurlah sayang, kamu tadi kan bilangnya mau tidur sayang" ucap Yuuri mengelus lembut pipi Vino.
"Iya sayang" ucap Vino seraya memeluk Yuuri.
"Kamu manja banget sih?" tanya Yuuri.
"Kita cuma ada beberapa hari lagi sebelum aku pergi sayang" ucap Vino.
Dengan sayang Yuuri mengusap lengan kokoh Vino yang melingkar sempurna di perutnya.
Setelah Yuuri mendengar deru nafas Vino yang sudah teratur menandakan Vino sudah tertidur dengan pulas, Yuuri langsung meletakkan tangan Vino yang tadinya melingkar di perutnya ke atas guling dan menyelimuti Vino dan menyalakan pendingin ruangan kamarnya.
Yuuri segera bergegas keluar kamar dan turun ke bawah menuju dapur.
"Siang nona..." sapa mbak Nana yang melihat Yuuri berjalan ke arahnya.
"Lagi ngapain mbak?" tanya Yuuri kepo.
"Lagi buat kopi buat tukang kebun dan pak satpam nona" jawab mbak Nana.
"Ini sekalian bawa kue sisa kita semalam ke mereka mbak" ucap Yuuri yang memotong beberapa potongan kue dan meletakkan ke atas piring untuk di antar mbak Jum.
"Baiklah nona" ucap mbak Nana.
"Mbak Nana, aku minta tolong ya nanti habis nganterin kopi dan kue nya kamu tolong kupasin bawang ya buat aku, nanti aku di dekat taman yang ada di dekat kolam renang ya, nanti panggil aja kalau udah selesai" ucap Yuuri sembari membuat Ice lemon tea untuknya dan mengambil beberapa potong kue untuk cemilannya.
"Iya nona, saya antar ini dulu ya" ucap mbak Nana dan langsung di anggukan kepala oleh Yuuri.
Yuuri segera berjalan ke arah taman dengan segelas ice lemon tea dan sepiring kecil kue yang tadi dia potong.
Yuuri segera mengambil novel kesayangannya dan mulai membacanya sambil menikmati angin alami siang ini dengan di temani kue dan segelas ice lemon tea yang menyegarkan.
***Siapa sih sebenarnya yang mengirim pesan kalau orang tua kak Vino tidak menginginkan calon menantu nya dari kalangan yang biasa saja (gumam Yuuri menatap layar ponselnya).
Gimana kalau memang benar apa yang ada di pesan itu, aku harus bagaimana? (tanya Yuuri pada diri sendiri***).
"Nona semuanya sudah selesai saya kerjakan" ucap mbak Nana menyadarkan Yuuri dari lamunannya.
"Ya ampun mbak... bikin kaget aja tau gak" gerutu Yuuri yang kaget.
"Maaf nona, saya benar-benar minta maaf" ucap mbak Nana merasa bersalah.
"Udah gak apa mbak, saya cuma kaget aja tadi itu" ucap Yuuri.
Yuuri pun segera berjalan menuju dapur dan memulai kegiatan masaknya, setelah sekitar 45 menit berkutat di dapur dengan memasak Daging rica rica, capcay sayuran dan cumi saus tiram.
Selesai memasak Yuuri segera menatanya di atas meja makan dan tidak lupa juga dia selalu menyisihkan untuk para pegawainya.
Setelah selesai Yuuri segera naik ke lantai atas untuk membangunkan Vino yqng masih tertidur dengan pulas di dalam kamarnya.
"Sayang..." Yuuri.
"Eum..." erang Vino dengan mata yang masih terpejam.
"Makan yuk sayang, aku udah masak nih" ucap Yuuri sambil mengelus lembut pipi Vino.
"Bentar lagi ya sayang" ucap Vino menawar.
"Sayang ayo... nanti kalau udah dingin gak enak lagi" ucap Yuuri sembari menarik narik tangan Vino.
Dengan setengah sadar Vino bangun dan berjalan mengikuti Yuuri.
"Cuci mukanya dulu sayang" ucap Yuuri sembari mendorong Vino masuk ke kamar mandi.
Tanpa protes dan menjawab apapun Vino mengikuti perintah Yuuri yang menyuruhnya mencuci muka dengan mendorongnya ke kamar mandi, setelah selesai Vino keluar dari kamar mandi dan kembali ke hadapan Yuuri yang menunggunya.
"Ayo sayang, kita makan siang" ucap Yuuri menggandeng tangan Vino.
"Kamu masak sayang?" tanya Vino bingung.
Karena setau dua Yuuri tadi ada di samping dia menemaninya tidur, jadi dia tidak tau kapan waktunya Yuuri masak.
"Iya kak... tadi aku masak biar kita gak kelaparan" ucap Yuuri menyiapkan nasi dan beberapa lauk ke dalam piring milik Vino.
"Ini dimakan ya sayang ku..." ucap Yuuri sembari meletakkan piring yang sudah di isi nasi dan lauk ke hadapan Vino.
"Terimakasih sayang" ucap Vino lalu segera memulai acara makan siang mereka berdua.
Setelah selesai makan siang mereka berdua duduk bersantai di taman sambil bercerita dan bersenda gurau berdua mengisi waktu luang.
"Sayang, nanti kalau nikah mau punya berapa baby?" tanya Vino yang sudah berbaring di pangkuan Yuuri.
"Kenapa pertanyaan nya jauh banget gitu sayang" ucap Yuuri sembari mengelus rambut Vino.
"Aku udah gak sabar sayang ingin segera menikahi mu setelah kamu lulus nanti" ujar Vino.
"Kenapa?" tanya Yuuri bingung.
"Aku cuma takut aja nanti kamu di ambil orang" ucap Vino.
"Mana ada orang yang mau sama aku" ucap Yuuri.
"Mana mungkin gak ada orang yang suka sama kamu sayang, kamu itu cantik banget, baik hati dan kamu itu idaman sayang" ucap Vino.
"Benarkah begitu?" tanya Yuuri menahan tawanya.
"Kak ada yang ingin aku tanyakan, apa boleh?" tanya Yuuri ragu.
"Apa sayang, tanyakan saja" jawab Vino.
"Apa kedua orang tua kamu akan merestui hubungan kita, jika dia tau aku bukan siapa siapa dan sedangkan kamu adalah pewaris Kauri grup" ucap Yuuri.
Vino yang mendengar bahwa Yuuri tau siapa dia sebenarnya langsung duduk dan menatap Yuuri.
"Apakah aku salah?" tanya Yuuri.
"Kamu tau dari mana aku pewaris Kauri grup?" tanya Vino kaget karena Yuuri sudah tau siapa dia sebenarnya.
"Kamu gak perlu tau aku bisa tau dari mana kalau kamu itu adalah pewaris Kauri grup, kamu harus jawab pertanyaan aku" ucap Yuuri mentap intens mata Vino.
Vino bingung harus menjawab apa Kini siapa dia sebenarnya sudah terbongkar, entah Yuuri bisa tau dari mana tentang dirinya, tapi Vino benar benar takut jika Yuuri benar akan pergi meninggalkannya suatu hari nanti.
"Kak... jawab aku" ucap Yuuri menyadarkan lamunan Vino.
"Sayang kita harus berjuang untuk mendapatkan restu mama sama papa" ucap Vino.
"Berarti benar jika kedua orang tua kamu gak mudah menerima orang seperti aku?" tanya Yuuri sedih.
"Makanya kita harus berjuang sayang" ucap Vino.
"Aku akan berusaha tapi aku gak bisa berjanji" ucap Yuuri dengan mata berkaca kaca.
"Sekarang jawab aku, dari mana kamu bisa tau tentang aku, siapa yang sudah memberitahu mu?" tanya Vino.
"Siapapun dia itu gak penting" ucap Yuuri lalu hendak beranjak dari tempatnya duduk.
"Kamu mau kemana sayang?" tanya Vino yang memegang pergelangan tangan Yuuri yang hendak pergi.
"Ada yang harus aku kerjakan" ucap Yuuri bohong sembari melepaskan tangan Vino dari tangannya.
Vino hanya bisa menatap kepergian Yuuri yang menurut Vino sangat menyakiti hatinya ketika melihat Yuuri pergi dengan menahan sedih dimatanya.
Yuuri aku harap mama sama papa bisa merestui hubungan kita, aku sudah terlalu cinta sama kamu Yuuri maafkan aku jika kamu harus mengalami sulitnya hidup di terima di keluargaku dan kamu pasti merasa sangat sedih sekarang, maafkan aku sayang aku benar-benar minta maaf (ucap Vino setelah Yuuri benar benar pergi dari hadapannya).
*
*
*
Happy reading buat readers.